Harapan dalam berumah tangga adalah kebahagiaan,hidup damai dan tenang namun berbeda dengan kisah Nirmala Anindia yang memiliki suami yang sama sekali tak pernah melihat Keberadaannya..
Suatu hari Mala memergoki Jimmi sedang berselingkuh dengan seorang wanita cantik bernama Anita.
Jimmi Mahendara adalah suami Mala,mereke menikah karena di jodohkan dan Mala yang selalu tampil apa adanya membuat Jimmi mencari wanita lain untuk memenuhi hasratnya..
Hingga suatu hari Mala terjatuh hingga membuat Mala hampir kehilangan nyawanya,malang tak dapat di tolak anak yang ada dalam kandungan Mala pun meninggal karena Mala mengalami keguguran..
Bertahun tahun Mala terpuruk dalam dilema hingga suatu hari Mala mulai berfikir untuk membalas dendam terhadap Jimmi dengan bantuan Attala lelaki yang dengan sangat tulus mencintainya akankah Mala kembali lagi pada Jimmi ataukah Mala akan melabuhkan hatinya pada Atta laki laki yang tulus mencintainya..
Simak kisah selengkapnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Capture 08
Bunda Farida pun menyusun rencana dengan membuat Jimmi dan Mala agar bisa bersama malam ini..
"Bunda akan bantu kamu sayang untuk mendapatkan kasih sayang dari suamimu. Bunda akan membuat Jimmi menyentuhmu malam ini." ucap Bunda Farida sembari tersenyum licik...
Bunda Farida pun memberikan obat kedalam makanan yang dia hidangkan..
Makan malam pun tiba sikap Jimmi masih terlihat kaku dan cuek dengan Mala istrinya..
"Sayang ayo makan udah kamu jangan perdulikan suamimu,suatu saat nanti Bunda yakin Jimmi akan mencintaimu." bisik Bunda Farida lirih..
Mala pun hanya mengangguk sembari tersenyum...
Mala pun tak mengeluarkan sepatah kata pun dia hanya tersenyum lalu duduk di sebelah Jimmi..
Sikap Jimmi pun acuh tak acuh hal itu membuat Bunda Farida semakin geram..
"Jim,kamu itu mau makan kenapa kamu malah sibuk sendiri dengan ponselmu apakah kamu mau nelen ponsel kamu itu? Apakah ponsel kamu bisa membuat perutmu kenyang,ayo taruh ponselmu dan cepat makan." ucap Bunda Farida terlihat ketus..
Jimmi dan Mala pun saling pandang untuk pertama kalinya melihat Bunda Farida semarah itu..
"Iya Bunda maafkan kami." ucap Mala sembari mengambil kan makanan ke piring Jimmi..
Jimmi pun muali menikmati makanan yang di siapkan oleh Mala kepadanya,tanpa rasa curiga Jimmi dan Mala pun menghabiskan semua makanan yang disediakan diatas meja,sementara itu Bhnda Farida tersenyum bahagia..
"Setelah ini Bunda harap kalian akan segera memberikan Bunda cucu." bisik Bunda Farida dalam hatinya..
Setelah selesai makan malam Jimmi dan Mala merasakan pusing yang tidak bisa mereka tahan,tak lama setelah itu mereka pun berpamitan untuk beristirahat..
Setelah didalam kamar keduanya pun tak bisa menahan gelora yang begitu menggebu,dan setelah itu Jimmi mulai menatap Mala,Mala pun tak bisa menolak karena sejatinya Mala sangat mencintai Jimmi..
Setelah beberapa lama kemudian Jimmi pun mengambil kehormatan Mala tanpa Mala..
Pada pagi harinya Mala dan Jimmi pun sama sama kaget melihat tubuh mereka yang tanap sehelai benangpun. Jimmi menatap Mala dan mengerti sesuatu bahwa Jimmi telah melakukan kewajibannya sebagai seorang suami tapi bagaimana bisa..
Jimmi menatap Mala dengan tatapan yang kurang suka..
"Apa yang telah kamu lakukan kepadaku? Apa kamu telah.." ucap Jimmi terpotong..
Mala pun hanya diam saja tanpa menjawab apapun,Mala pun langsung bangun dari tempet tidurnya dengan badan yang dililit selimut,dengan langkah tertatih Mala berjalan hingga kedalam kamar mandi..
Jimmi melihat noda darah pada seprei yang telah mereka pakai,berarti semalam Jimmi telah merenggut paksa kehormatan Mala. Tapi bagaimana bisa sementara Jimmi saja tak ingat apapun..
Jimmi termenung sendirian didalam kamarnya,sedangkan Mala menangis sesegukan didalam kamar mandi,Mala tak pernah menyangka bahwa semua akan terjadi dengan cara seperti ini..
"Kenapa semua ini harus terjadi? Kenapa kamu mengambil semuanya dengan cara seperti ini?" ucap Mala sembari menitikan airmata..
Jimmi masih menyesali apa yang telah terjadi tatapannya menjadi kosong dan juga pikirannya menjadi kacau,apakah mungkin Jimmi telah mengambil mahkota Mala wanita yang sama sekali tidak dia cintai kenapa bisa..
Setelah tiga puluh menit Mala berada di kamar mandi Mala pun keluar dengan langkah yang masih tetatih, Mala merasakan ngilu yang sangat luar biasa dia bagian sensitivnya hal itu membuat Jimmi menatapnya..
Mala membuang muka tak membalas tatapan Jimmi sehingga membuat Jimmi emosi..
Jimmi dengan cepat berlalu kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah melihat Jimmi pergi,Mala pun mengganti seprei yang telah menjadi saksi terenggutnya mahkotanya..
Mala masih terus menitikan airmata namun Mala sadar dan sangat berharap setelah kejadian ini Jimmi akan sanggup membuka hati...