NovelToon NovelToon
Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Supernatural / Badboy / System / Sistem / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.6
Nama Author: SuciptaYasha

(Sedang dalam proses perbaikan kata)

Ketika semua teman-temannya sudah menikah dan memiliki keluarga, Aldo seorang pria yang usianya hampir mencapai 30 tahun masih berjuang dalam urusan percintaannya. Ia telah bergonta-ganti pasangan lebih dari 100 kali dengan hubungan yang hanya berjalan selama beberapa Minggu dan tidak pernah lebih dari 1 bulan.

Di tengah sakit hatinya ketika kembali diputuskan oleh pacarnya yang entah sudah ke berapa kalinya, sebuah system kemudian datang untuk membantunya.

[Saya adalah system yang akan membantu Anda untuk menjadi seorang pria sejati, anda terpilih oleh system karena anda merupakan orang paling menyedihkan di dunia ini.]

Kedatangan system dengan banyak kemampuan spesial yang bisa ia dapatkan dengan mudah memanglah mengubah kehidupan Aldo 360 derajat, tapi misi yang diberikan oleh system juga sangatlah tidak masuk akal.

[Menikah dan membuat 10 anak. Hadiah: 1 miliyar Poin System, 1 miliyar Poin Kemampuan, 100 Miliyar Dollar, 100 tahun t

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SuciptaYasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chp 8: Syuting Film (Revisi)

Ternyata peningkatan status Kekuatan, Kelincahan, dan Ketahananku sebagian besar disebabkan oleh kemampuan spesial yang aku dapatkan, pikir Aldo.

Jika kemampuan bertarung meningkatkan Kekuatan, Kelincahan, dan Ketahanan, Aldo sedikit penasaran dengan apa yang bisa didapatkan dari kemampuan spesial yang tidak berhubungan dengan pertarungan.

Ia kemudian menekan kemampuan spesial Gitar miliknya. Layar deskripsi Taekwondo di hadapan Aldo berubah, menampilkan deskripsi kemampuan Menyanyi miliknya.

---

𝕾𝖞𝖘𝖙𝖊𝖒

《Menyanyi Lv1》

Dengan kemampuan ini, Anda akan memiliki suara yang sangat merdu dan mampu menyanyikan segala jenis lagu jauh lebih baik daripada penyanyi aslinya.

PS: Bahkan seorang wanita berhati batu pun akan jatuh cinta dengan nyanyian Anda, seperti seekor burung yang takluk oleh kicauan burung jantan.

+5 Kecerdasan

[Upgrade: 100 Poin Kemampuan]

---

Jadi, kemampuan spesial non-tempur akan meningkatkan kecerdasanku, pikir Aldo menyimpulkan.

Sejak memiliki sekian banyak kemampuan spesial, Aldo merasa tubuhnya jauh lebih ringan untuk melakukan berbagai aktivitas.

Seperti saat bertarung sebelumnya, ia dapat menghindari dan memberikan serangan dengan sangat baik, seolah-olah sudah terbiasa bertarung, padahal itu adalah pertarungan pertamanya.

Dengan kata lain, Aldo langsung memiliki ingatan atas kemampuan spesial yang dimilikinya tanpa perlu mempelajarinya terlebih dahulu.

Karena memiliki Poin Kemampuan yang cukup banyak, Aldo berencana menggunakannya untuk meningkatkan level kemampuannya.

"Sistem, tolong upgrade kemampuan Taekwondo ke level berikutnya."

[Baik, Tuan!]

[Memotong 100 Poin Kemampuan untuk upgrade kemampuan Taekwondo Lv1. BERHASIL! Kemampuan Taekwondo Lv1 kini naik menjadi Lv2.]

Level Taekwondo yang awalnya Lv1 langsung berubah menjadi Lv2. Bersamaan dengan itu, status yang diperoleh dari kemampuan Taekwondo meningkat dua kali lipat.

---

𝕾𝖞𝖘𝖙𝖊𝖒

《Taekwondo Lv2》

Taekwondo adalah salah satu cabang bela diri yang berasal dari Korea Selatan. Secara keseluruhan, Taekwondo adalah seni bela diri yang menggunakan kaki dan tangan sebagai senjata untuk menaklukkan lawan.

PS: Seorang pria sejati harus pandai membela diri, menyelamatkan gadis dari mara bahaya, serta terlihat lebih macho.

+10 Kekuatan

+10 Kelincahan

+20 Ketahanan

[Upgrade: 200 Poin Kemampuan]

---

Biaya upgrade akan terus bertambah seiring meningkatnya level... pikir Aldo setelah melihat bahwa biaya upgrade selanjutnya adalah 200 Poin Kemampuan.

[Poin Kemampuan yang tersisa: 360]

Aldo tersenyum pahit melihat sisa Poin Kemampuan miliknya. Dari 460 poin, kini hanya tersisa 360 poin. Sebenarnya, ia masih bisa meng-upgrade kemampuannya lagi, tetapi memilih untuk tidak melakukannya karena merasa belum membutuhkannya.

"Aku belum pernah mencoba Lucky Spin sendirian. Sedikit penasaran bagaimana cara kerjanya," gumam Aldo sambil menekan tombol Lucky Spin yang tertera pada statusnya.

---

𝕾𝖞𝖘𝖙𝖊𝖒

[Lucky Spin]

Undian 1× (20 Poin Sistem)

Undian 5× (100 Poin Sistem)

Undian 10× (200 Poin Sistem)

PS: Hadiah saat ini dari Lucky Spin hanya berupa kemampuan dasar manusia pada umumnya serta beberapa benda penting lainnya. Hadiah akan meningkat setiap kali bintang 【☆】 Anda bertambah, bersamaan dengan biaya pengundian yang juga akan naik.

---

Jadi setiap kali melakukan pengundian, biaya akan bertambah, ya... Sepertinya aku harus rajin mengumpulkan Poin ke depannya, pikir Aldo sambil tersenyum pahit.

Selain itu, Aldo juga harus segera meningkatkan peringkat bintangnya agar hadiah yang diterima lebih baik.

Jam di ponselnya menunjukkan pukul 9 pagi. Waktunya bekerja. Aldo segera bergegas pulang untuk berganti pakaian sebelum menuju tempat kerjanya.

---

Sementara itu, di tempat kerja Aldo, terlihat beberapa kru film sibuk berlarian ke sana ke mari untuk menyiapkan syuting yang akan segera dimulai.

"Di mana Aldo? Apa dia belum datang seperti kemarin?"

Seorang pria paruh baya, sang sutradara, berteriak memanggil nama Aldo dengan nada tinggi.

"Dia belum datang, Pak Sutradara!" jawab salah satu kru, membuat pria yang terkenal pemarah itu semakin geram.

"Dasar kampungan! Kemarin dia juga tidak datang tanpa alasan jelas! Apa dia tidak tahu kalau Nona Laura tidak memiliki banyak waktu untuk menunggunya?" teriak sang sutradara sambil mengusap rambut botaknya.

Ia melirik jam tangannya yang menunjukkan waktu syuting semakin dekat. Wajahnya memerah karena marah.

"Dasar... Si sialan Aldo belum datang, padahal ini sudah waktunya syuting. Apa aku harus menggantinya dengan kru lain?"

Namun, mengganti Aldo bukanlah solusi mudah. Tidak ada yang bisa mengambil alih tugasnya sebagai pengatur bom.

Saat sutradara masih berpikir keras, pemeran utama wanita, Laura, sudah siap dengan kostum dan aksesoris syutingnya.

Laura adalah aktris papan atas yang telah membintangi banyak film terkenal serta meraih berbagai penghargaan, termasuk Aktris Terbaik di Hollywood. Selain terampil berakting, Laura memiliki paras cantik yang membuat banyak pria mengidolakannya. Di usianya yang hampir 30 tahun, ia masih lajang.

"Apa sudah waktunya syuting?" tanya Laura menghampiri sutradara.

Pria itu terkejut hingga hampir terjatuh dari kursinya. Ia menatap Laura dengan gugup karena persiapan belum selesai.

"Ah... I-itu, anu... sebenarnya—"

"Maaf, aku terlambat!"

Seseorang memotong ucapan sang sutradara. Ia menoleh ke arah suara itu dan melihat Aldo berdiri di sana.

"Aldo! Akhirnya kau datang. Cepat, bersiap di posisimu!" perintah sutradara dengan lega.

"Semuanya sudah siap, Nona Laura. Anda bisa menuju posisi Anda," ucapnya dengan ramah.

"Baiklah," jawab Laura sambil berbalik. Namun, sebelum pergi, ia sempat melirik Aldo dengan tatapan aneh.

Aldo menyadari tatapan Laura, tetapi ia memilih untuk mengabaikannya. Tujuannya di sini hanya untuk bekerja dan mendapatkan uang.

---

Aldo duduk di posisinya, di depan alat berbentuk kotak dengan banyak tombol. Alat itu digunakan untuk mengendalikan ledakan dalam adegan syuting.

Beberapa menit sebelum syuting dimulai, seseorang menepuk pundaknya dengan akrab. Aldo tahu siapa itu tanpa menoleh.

"Ada apa? Kau mau menggangguku lagi, Leon?" tanyanya datar.

"Hehe, kau selalu tahu kapan aku datang," jawab Leon.

Leon adalah rekan kerja terdekat Aldo karena mereka telah bekerja bersama selama bertahun-tahun.

"Kenapa kau tidak datang kemarin? Ada masalah?" tanya Leon penasaran.

"Banyak hal terjadi, dan aku tidak ingin menceritakannya padamu," jawab Aldo sambil menyetel alatnya.

"Dasar kau ini. Begitukah caramu memperlakukan sahabatmu?"

"Tolong mengerti. Kembali ke posisimu sebelum si botak itu marah-marah lagi," balas Aldo, menyindir sutradara.

Namun, Leon tidak berniat pergi. Ia malah mendekati telinga Aldo dan berbisik, "Lihat Nona Laura? Dia sangat cantik hari ini. Dadanya yang menonjol seolah merayu tangan kita untuk menyentuhnya. Menurutmu, berapa ukurannya?"

"Jangan bicara yang tidak-tidak di tempat umum. Apa kau mau dipecat kalau ketahuan?" Aldo merespons dengan risih, menjauhkan telinganya dari bisikan Leon.

Kini, Aldo sudah tidak tertarik lagi dengan Laura. Kenapa? Karena jelas, seorang pria tidak akan tertarik lagi dengan mantan kekasihnya, bukan?

1
Rino Wengi
dikit amat hadiahnya
heparta
biasa ini mah namanya juga aplikasi novel sukanya MENCURI UANG dari para pembaca
Zainal Patta
tanpa alur cerita 5000 kata terpenuhi hanya dengan penjelasan sistem.
Ihsan Rosyadi
magic chess
Yani Tama
kan si aldo pernah tinggal di rmh bapak si novita ya..apa dia ga pernah liat fotony..koq aneh ya😇😇😇
Riko Ardiansyah
baru juga mulai baca
Mak Gemoy
mo koreksi aja, Perancis itu negara, Paris itu salah satu kota di Perancis
Roynaldi Ananda
bukankah istrinya sudah ketemu 5 orang kenapa xibilang ketemu 4 orang?
syaeba salshabilla
👍
Naga Hitam
lupa wajah tapi masih ingat rasa
Naga Hitam
tolong jadi diri sendiri🤭
Didik Setyawan
bilangx aura emas bs menelan aura papun,skrg aura emas klah sama aura hitam hadech2🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Didik Setyawan
ABG perawan musuh gede kok GK sakit y🤣🤣🤣🤣🤣
Didik Setyawan
it bukan fto muka gadis remaja,tp gadis belia🤣🤣🤣
Didik Setyawan
sistemx pelit,tiap misi dpt uangx cm segitu.kpn jd kayax🤣🤣🤣
eza
gak kebayang misinya ini ,
ekspektasiku gak sampe 🤣
eza
klise bgt alasannya ya
adi ambara
hei thor ko ingat pembaca nk layan imaginasi ko tu hah...bodoh punya thor..
adi ambara
lambat..tinggal cocok je..sampai 2 ke 3 chp..bodoh punya thor..hei thor ko bagus sangat ke bercocok tanam..bodoh
Agang Junior
wehhh...berarti sudah pernah lihat yg lain dunk...jika tahu besar kecil...🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!