NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Gadis Somplak

Kisah Cinta Gadis Somplak

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Rita Tatha

Dibalik sikap ceroboh dan somplak di antara ketiga sahabatnya, Zahra menyimpan kisah hidup yang cukup memilukan. Masa kecil bersama Yudha di sebuah Panti Asuhan, membuat Zahra menganggap Yudha sebagai kakak bahkan Zahra sangat mengagumi lelaki itu dan berharap bisa menjadi pendamping hidup Yudha selamanya—kelak.

Di satu sisi, Zahra berusaha menghindar dari Arga karena tidak ingin 'sial' jika berada di dekat lelaki itu. Setelah sebuah penolakan terlontar dari mulut Zahra, Arga memilih untuk pergi.

Namun, bagaimana jika sebuah rahasia tentang Yudha terkuak dan hal itu membuat Zahra kecewa? Akankah Zahra bisa memaafkan Yudha, atau mengejar cinta Arga yang pernah dia tolak sebelumnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08

Baru saja Zahra berbicara seperti itu, tetapi dia sudah dikejutkan dengan Zety yang begitu histeris dengan kedatangan Arga. Zahra tidak menyangka kalau Arga benar-benar berada di rumah kontrakan saat ini. Dengan segera Zahra menaruh toples di atas meja, lalu bangkit berdiri dan mendekat ke pintu.

"Ada perlu apa Anda ke sini, Tuan?" tanya Zahra gugup. Dalam hati Zahra merutuki dirinya sendiri karena terpesona dengan Arga yang terlihat gagah dan macho saat menggunakan pakaian casual seperti saat ini.

"Aku disuruh menjemputmu." Arga menjawab malas.

"Menjemput?" Kening Zahra mengerut bahkan membuat kedua alisnya saling bertautan.

"Ya. Nona Rasya ingin makan bakmi jawa dan kamu yang membuatnya. Tidak mau yang lain," sahut Arga.

"Astaga, tuh bocah ngerepotin banget, sih."

"Ehem!"

Zahra menutup mulut saat Arga tiba-tiba berdeham keras. Zety yang melihat itu pun, menggigit bibir bawah untuk menahan tawa supaya tidak meledak.

"Tuan, tapi ini sudah malam. Sudah jam tujuh dan sebentar lagi waktunya saya tidur. Biar saya telepon Rasya saja." Zahra bersiap masuk ke kamar untuk mengambil ponsel. Namun, Arga menahannya.

"Kalau kamu tidak menuruti keinginan Nona Rasya maka jangan kaget kalau kamu besok sudah berhenti bekerja di Perusahaan ADS Group." Nada bicara Arga terdengar penuh ancaman.

Zahra terdiam mendengar ucapan Arga. Bahkan, dia menatap Arga dengan lekat untuk melihat kesungguhan dari ucapan lelaki itu. Namun, saat Zahra melihat senyum samar di sudut bibir Arga, dia pun hanya bisa mendes*h kasar.

"Baiklah. Kalau begitu saya akan ke sana sekarang." Zahra begitu pasrah. "Suk, elu mau ikut enggak?" tanya Zahra kepada Zety yang sedari tadi hanya diam menyimak.

"Kalau boleh."

"Tidak!" Arga menolak cepat. Zety pun hanya bisa menghela napas panjang. Padahal, dia juga sudah sangat merindukan sahabatnya yang saat ini sedang menikmati masa-masa ngidam.

"Kenapa tidak boleh, Tuan? Saya malu kalau di sana sendirian." Zahra mulai berbicara ketus.

"Kenapa malu? Kamu memakai baju lengkap, kenapa mesti malu kecuali kamu telanj*ng."

"Tapi, Tuan—"

"Jangan banyak bicara karena Nona Rasya sudah menunggumu," sela Arga.

Zahra pun hanya mengiyakan dan berpamitan dengan Zety. Sebenarnya, Zahra tidak tega meninggalkan Zety sendirian karena Margaretha sedang kerja sift malam. Akan tetapi, dia juga tidak berani melawan Arga. Setelah siap, Zahra segera keluar rumah bersama Arga. Namun, Zahra terkejut saat tidak melihat mobil di halaman rumah. Yang ada hanya motor sport warna merah menyala yang terparkir tidak jauh dari pohon mangga.

"Ki-kita naik motor, Tuan?" tanya Zahra tidak percaya.

"Ya. Memang kenapa?" Arga justru bertanya balik.

"Ti-tidak apa-apa, Tuan." Zahra menggeleng. Baginya, menolak atau protes seperti apa pun, dirinya tetap akan kalah.

Arga pun naik ke motor dan Zahra duduk membonceng. Jujur, Zahra takut saat membonceng motor sport seperti itu. Dia bingung harus berpegangan di mana. Tidak mungkin dirinya berpegangan Arga, yang ada lelaki itu akan memarahinya habis-habisan.

Ketika motor Arga sudah mulai melaju, Zahra tak henti merapalkan doa-doa dalam hati. Arga yang merasakan ketakutan Zahra, justru tersenyum sinis dan mulai mempercepat laju motornya. Jantung Zahra berdebar kencang karena takut hingga tanpa sadar dia memegang jaket yang dikenakan Arga di kedua sisi pinggangnya. Senyum Arga mulai mengembang karenanya.

"Tuan, awas!"

Citt!!

1
Dulah Keweh
hai
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
Rita Juwita
luar biasa...
kaki novel
/Good//Good//Heart//Heart/
falea sezi
kok be kena aids
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙮𝙪𝙙𝙖, 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙜𝙖 𝙘𝙗 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙨𝙚𝙢𝙗𝙪𝙝 𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙟𝙜𝙣 𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙨𝙜𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙮𝙖𝙠𝙞𝙩𝙢𝙪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙮𝙪𝙙𝙝𝙖 𝙟𝙙 𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙤 𝙢𝙪 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙖𝙝 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙡𝙖𝙣𝙟𝙪𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙪𝙙𝙖𝙝2𝙖𝙣 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙜𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙮𝙜 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙡𝙖𝙜𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙪𝙙𝙖𝙝𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙞𝙣 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙙𝙧𝙥𝙙 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙙𝙞𝙗𝙚𝙣𝙘𝙞 𝙙𝙞𝙖 𝙡𝙧𝙣 𝙙𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙣𝙪𝙙𝙪𝙝 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙡𝙖𝙝 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙖𝙨𝙨 𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙪𝙢𝙥𝙪𝙣𝙜 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥𝙞𝙣 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙟𝙡𝙨 𝙟𝙜 𝙩𝙖𝙧 𝙜𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗𝙖𝙣 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙟𝙙 𝙥𝙚𝙣𝙚𝙣𝙩𝙪 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙠𝙚𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙤𝙙𝙪𝙨𝙨 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙢𝙖𝙝 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙟𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖 𝙠𝙚𝙙𝙪𝙡𝙪𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙮𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙩𝙧𝙨 𝙩𝙖𝙠𝙪𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙙𝙞𝙠𝙚𝙘𝙚𝙬𝙖𝙞𝙣 𝙡𝙜 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙖𝙣 𝙜𝙖 𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥𝙞𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙣𝙤𝙡𝙖𝙠 𝙠𝙖𝙢𝙪.
Marlina Malla Cessa
bagusss cerita nyah ga ngebosenin 🥰🥰
pipi gemoy
👍🏼👏🏼☕🙏🏼
pipi gemoy
congrats Arga n Zainab 🌹
pipi gemoy
😆😆😆😆😆😆😆
pipi gemoy
Arga mulai baper seperti si panu😆😆😆👻
pipi gemoy
ya ampun nih si Zainab minta di sleding 😂😂😂😂😂
pipi gemoy
ortu Arga noh👍🏼👏🏼🌹
pipi gemoy
Yudha memenuhi janjinya dengan menjaga Zahra sampai akhir hayat 🥀
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
sempat sempat menjadikan Arga tumbal setan👻👻👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!