Noora Agatha William adalah seorang wanita karir dan cantik yang berprofesi sebagai model papan atas, bahkan Noora juga mempunyai suami yang tampan dan juga mapan. Bahkan rumah tangga Noora begitu terlihat sangat bahagia dan harmonis, namun seketika pernikahan yang selama ia bina bersama sang suami tidak menyangka akan di rusak oleh orang ke tiga.
Akan kah pernikahan Noora dan Adam masih bisa di pertahankan, atau malah mereka berdua milih berpisah untuk kebahagian mereka masing-masing.
Kita simak terus yuk perjalanan rumah tangga Noora dan Adam, kalau kalian suka dengan Novel ini jangan lupa tinggalkan jejak. Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi cahya rahma R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku tidak mau menikah
Keesokan harinya, Adam baru saja tiba di kediaman ibu Aisyah, karena tadi malam Adam mendapat telfon dari ibunya untuk mampir ke rumah, Adam terus melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah, saat Adam sudah sampai di depan teras, ternyata ibu Aisyah lebih dulu keluar dari dalam untuk menemui anak semata wayangnya.
"Kamu sudah tiba?." ibu Aisyah yang sudah di ambang pintu.
"Eh ibu, membuat Adam terkejut." Adam yang sedikit memberhentikan langkahnya.
"Ayo masuk." suruh ibu Aisyah kepada anaknya.
Adam dan ibunya pun sudah duduk di sofa ruang tamu, mereka pun sudah duduk saling berhadapan.
"Di mana Rara? apa dia tidak ikut, apa dia masih marah denganmu?." tanya ibu Aisyah.
Adam yang mendapat pertanyaan dari ibunya seketika terdiam sejenak. "Maafkan Adam bu, Adam benar-benar melakukan kesalahan yang besar." ucap Adam.
"Apa Rara benar-benar tidak bisa memaafkanmu?." tanya ibu Aisyah lagi.
"Aku dan Rara memutuskan untuk bercerai bu." ucap Adam dengan wajah menunduk.
Ibu Aisyah yang mendengar ucapan anaknya pun mencoba untuk tidak emosi, ibu Aisyah mencoba tetap bersikap tenang, ibu Aisyah mencoba tidak menghakimi anaknya sendiri, dan tetap menjadi sosok seorang ibu yang lemah lembut.
"Sekarang ibu benar-benar tanya kepadamu, apa kamu benar-benar mencintai Safa adik iparmu sendiri?."
"Maafkan Adam buk." Adam yang berkali-kali meminta maaf kepada ibunya.
"Ibu tanya kepadamu sekali lagi Adam, apa kamu benar-benar mencintai Safa?." ulang ibu Aisyah.
"Iya bu.. aku mencintai Safa, namun aku juga tetap menyayangi Noora." jawab Adam dengan percaya diri.
"Ini yang ibu takutkan, akhirnya terjadi, kamu menikah dengan kakak dari mantan kekasihmu sendiri, dulu kamu bilang kepada ibu sudah tidak ada rasa kepada Safa saat ingin menikahi Rara, namun kenapa sekarang tumbuh lagi rasa itu, bukankah kalian berdua sudah hampir 7 tahun mengakhiri hubungan?."
"Adam juga tidak tau bu, kenapa tiba-tiba Adam saat bersama Safa merasa nyaman, Adam merasa apa yang ada di diri Safa tidak ada pada Rara, Safa bisa memberikan ketenangan saat Adam ada masalah, bahkan Safa yang selalu menemani Adam saat Rara ada pekerjaan di luar kota." jelas Adam."Namun bukan berarti Rara tidak baik, Rara begitu sangat baik menjadi seorang istri, mungkin Adam saja yang kurang bersyukur, dan belum bisa sepenuhnya melupakan Safa." lanjut Adam.
"Tapi kan kamu tau sendiri nak, Safa adalah adik istrimu sendiri, seharusnya kamu bisa berfikir panjang, bahkan kamu tau dulu Noora sangat memperjuangkan pernikahan kalian di saat orang tua Noora tidak menyetujui kalian akan menikah."
"Iya bu.. aku tau itu." ucap Adam pelan.
"Apa di saat Rara keguguran di usia 4 bulan kamu sudah menjalin hubungan dengan Safa?." tanya ibu Aisyah terus mantap wajah anaknya.
Adam kembali terdiam sejenak. "Iya bu.. aku baru menjalin hubungan dengan Safa selama satu bulan." jawab Adam dengan jujur.
"Kamu benar-benar_." ibu Aisyah yang terasa ingin marah kepada anaknya namun mencoba untuk menahannya.
"Ibu benar-benar sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi Adam, ibu sudah sangat malu dengan Rara." ibu Aisyah yang sudah menyenderkan kepalanya di sofa, sambil mengusap keningnya.
Adam yang melihat ibunya lemas pun seketika mendekat. "Maaf telah membuat ibu malu, dan membuat ibu syok." Adam yang mencium tangan ibunya.
Ibu Aisyah pun menatap lamat-lamat wajah anaknya. "ini sudah resiko yang kamu terima, karena kamu telah menghianati pernikahanmu sendiri nak, jika kamu ingin menikahi Safa, silahkan." ucap ibu Aisyah.
"Apa ibu merestui aku dan Safa untuk menikah?."
"Ibu butuh waktu untuk menerima Safa sebagai istrimu dan menjadi menantu ibu, walaupun Safa adalah adik dari Rara dan mantan kekasihmu, namun ibu juga mencoba pelan-pelan menerimanya." ibu Aisyah yang mengusap telapak tangan Adam.
Setelah berbincang-bincang cukup lama bersama sang ibu, Adam pun sudah berpamitan untuk pergi, karena Adam akan menemui Safa, untuk membicarakan hubungan mereka.
"Aku pamit dulu ya buk." ucap Adam.
"Iya.. kamu hati-hati di jalan."
Adam pun sudah mencium tangan sang ibu, lalu masuk ke dalam mobil, dan mobil pun sudah melaju meninggalkan kediaman milik ibu Aisyah.
Ibu Aisyah yang masih berdiri di ambang pintu terus menatap ke arah mobil anaknya. "Sebenarnya ibu sangat sedih nak, mendengar kamu akan bercerai dengan Rara, karena Rara adalah wanita yang baik, sangat di sayangkan jika kalian bercerai." ibu Aisyah yang tiba-tiba berkaca-kaca.
Hari ini Adam berniat untuk menemui Safa di rumahnya, yaitu rumah milik keluarga Noora, tidak membutuhkan waktu yang lama, mobil sport berwarna hitam pun sudah tiba di kediaman milik keluarga Noora dan Safa, gerbang yang berdiri kokoh pun sudah di buka oleh dua security, security dengan sigap membuka gerbang karena mengetahui bahwa suami majikannya datang.
"Selamat siang tuan." sapa salah satu security, dan Adam pun hanya mengganggu pelan.
Mobil pun sudah berhenti tepat di depan rumah yang sangat megah, yang mempunyai interior berwana gold, di padukan dengan warna silver, dengan halaman rumah yang begitu luas. Adam pun berjalan untuk masuk ke dalam rumah, saat Adam sudah dekat pada pintu, tiba-tiba Safa lebih dulu keluar dari rumah.
"Mas Adam?." Safa yang terkejut dengan kedatangan Adam.
"Tumben ke sini?." tanya Safa ketus.
"Apa kamu mau pergi?." tanya Adam balik.
"Iya." jawab Safa singkat.
"Aku ingin berbicara kepadamu Saf, tentang hubungan kita."
"Bukankah kemarin mas sudah membicarakan hubungan kita kepada ibu mas dan juga kak Rara, mas mengatakan bahwa tidak mungkin aku berselingkuh dengan adik iparku sendiri, itu yang mas katakan." sahut Safa.
"Kemarin itu aku belum siap untuk mengatakan kepada ibu saf." alasan Adam.
"Lalu mas juga mengatakan bahwa hubunganku dengan mas adam itu adalah bohong, mas mencoba menutup-nutupi hubungan kita, iya aku tau hubungan kita itu salah, namun jika sudah jelas kita ketangkap basah tidur berdua oleh kak Rara, kenapa mas masih beralasan ini dan itu."
"Bukan begitu saf." Adam yang mencoba meraih tangan Safa, namun Safa menolaknya.
"Lalu bagaimana?." tanya Safa.
"Aku dan kakakmu akan segera bercerai, dan mas ingin menikahi mu dan menjadikan istri mas setelah bercerai dengan kakakmu." ucap Adam.
"Tidak.. aku tidak mau menikah dengan mas." sahut Safa.
Deg, seketika jantung Adam berdetak dengan kencang saat mendengar ucapan Safa, Adam tidak menyangka Safa akan mengucapkan itu kepada dirinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
❤Bisa lanjut kakak, mohon dukungannya dari kakak semua, dengan memberikan, like, comment, dan Vote. terimakasih.
biasanya cerita begini pemain nya pasti tegas dan pintar
katanya Dirut kan seharusnya pada pinter bukan bego semua