Assalamualaikum anak cantik.... " sapa Raysa kepada gadis kecil sekaligus murid privatnya
Wa'alaykumussalam ustadzah Hanifah.... " sambil salim lantas memeluknya.
Sudah siap kita bejarnya sayang?
Siap Donk .....
بسم الله الر حمن الر حيم.......... اَ بَ تَ di baca a ba ta
Rutinitas paling di senangi raysa adalah di kala dia mengajar, selain dia seorang mahasiswi yang pintar dia juga seorang penghafal Al Qur'an. Identitasnya dan identitas kakanya sengaja di sembunyikan, sehingga ketika kuliah atau di luar rumah dia menyebut dirinya dengan nama Hanifah begitu juga dengan kakak laki-lakinya yang di panggil Azzam.
Alhamdulillaah, hari ini kita sudah selesai mengajinya besok in sya Allaah kita bertemu lagi." ucap Ustadzah Hanifah
Baik Ustadzah... "ucap gadis kecil itu.
Hanifah beranjak keluar, ketika tak sengaja membalikan badan dia menabrak seseorang.
BRUKKKKK
Innalillaahi wa innailyahi rojiun, maaf saya tidak sengaja. "ucap Hanifah
"Hati - hati!" ucap seorang laki - laki
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eunice Ve, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Malam Panjang Yang Indah
Albar langsung menuju ke kamar Raysa, dengan membawa menu makan malam yang sudah diamanahkan oleh mama mertuanya....
Tok.... tok.... tok.....
Assalamualaikum Ray.... Apa Mas bisa masuk....
Wa'alaykumussalam.... Raysa segera membuka pintu dan mengambil nampan yang di pegang Albar....
Makan malam untuk kita dari mama, jadi kita ga perlu turun lagi....
Iya mas .....
Mas ganti baju dulu.....
Albar mengambil baju dan langsung ke kamar mandi, Raysa menunggunya sambil duduk di depan meja riasnya. Raysa memakai baju tidur yang masih tertutup, daster warna putih lengan panjang lengkap dengan hijab dan cadarnya.
Ceklekkkk.....
Raysa tersentak kaget ketiga 2 tangan Albar menyentuh kedua bahunya sambil memutar Raysa hingga posisi mereka berdua berhadapan.....
Ray..... Apakah kamu sudah ikhlas memberikan seluruh cintamu, apa yang ada pada dirimu untuk Mas?
Hanya di balas anggukkan oleh Raysa
Jika sudah ikhlas, bolehkah mas melepas cadar dan hijabmu?
Hanya anggukkan yang mampu di utarakan oleh Raysa, karena sejatinya dia sedang melawan kegugupan dan dengan jantungnya yang terus berdebar" tak kunjung berhenti.... Albar mulai membuka cadar Raysa, Raysa hanya menunduk menahan malu... berlanjut dengan membuka hijabnya hingga hanya tersisa baju yang dipakainya... Albar memegang dagu Rays dan mendonggakan wajah Raysa.....
Cantik.... Maa sya Allaah..... "ucap Albar
Albar mengecup kening Raysa lama, Raysa hanya bisa diam dan grogi
Makan yuk sayang...... "ucap lembut Albar
iy...iy mas.....
Sambil makan mereka mengobrol walau masih ada kecanggungan di hati keduanya.... Albar tidak henti hentinya menatap lembut awajh istrinya yang sangat cantik, sungguh ini sebuah anugrah Albar mendapatkan wanita yang pandai menjaga dirinya seperti Raysa....
Albar menyentuh wajah Raysa sambil bekatar Cantik, hanya itu yang di ucapkan sedari olehnya....
Mas Al.... sudah bilang cantiknya... Ray malu mas....
Malu kenapa hmm.... Albar menyentuh bibir Raysa.... Bolehkah mas memilikinya.....
Bo...Boleh mas.... semua yang ad apada Raysa sudah menjadi hak mas.....
Albar menangkup wajah Raysa dan mengecup bibir Raysa.... seketika Raysa menegang dan gugup.... Albar memeluk Raysa untuk menghilangkan kegugupan dan merilekskan Raysa.... Albar menghirup aroma wangi di tubuh Raysa... Aroma lembut wangi seperti bayi...
Ray.... "masih dalam posisi memeluk Raysa. Sejaka hari itu engkau tidak membiarkan nyenyak tidurku. malam ini mas tidak akan biarkan kamu bisa tidur nyenyak.... Raysa semakin menenggelamkan wajahnya ke dalam dada bidang Albar....
Ma...Maafkan Rayaa mas....
Ssssstttt..... apakah kau juga merasakan hal yang sama....
Sejak hari itu Raysa takut mas, Raysa berharap orang yang melihat diriku lah yang menjadi suamiku... Rencana Allaah sangat indah mas, dan tanpa ku tahu Allah mengabulkan semua doaku....
Suara Adzan Isya' berkumandang....
Emm.... sudah Adzan mas ke masjid dulu ya...
albar ke kamar mandi untuk wudhu dan Raysa menyipakan baju dan oerlengkapan shokat untuk Albar....
Raysa juga melakukan ritual sholatnya dilanjutkan dengan tilawah Al Aur'an sebagaimana rutinitas harian yang Raysa lakukan... Karena terbuai dan hanyut dengan bergelut ayat-ayat Al Qur'an hingga tidak tau Albar sudah pulang dan sudah duduk disebelahnya.....
Assalamualaikum... Sayang....
Waalaykumussalam mas, maaf Ray ga dengar mas pulang.... "sambil menyimpan dan melipat peralatan sholatnya
Suaramu merdu sayang...
Maa sya Allaah.... "sambil Raysa membelai pipi Albar.... "walau masih kikuk Raysa berusaha belajar menjadi istri yang sholehah
Ray.... apa mas boleh memintachak mas mulai malam ini...
Dibalas anggukkan oleh Raysa....
Albar menyentuh ubun-ubun Raysa dan mendoakan... mengecup kening, mata, pipi, dan berlanjut ke bibir, Albar me***at bibir Raysa dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.... Benar-benar Raysa tidak dibiarkan tidur nyeyak oleh Albar, mereka melakukan sampai berkali-kali sampai dini hari.....
Aku Mencintaimu Raysa istriku.....
I love you more.....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=