Maureen Raynza Gabriela, gadis cantik yang sudah lama menutup hatinya kepada semua lelaki. Karena penghianat yang dilakukan mantan pacarnya beberapa tahun lalu.
Sampai akhirnya orang tua gadis itu memberitahukan tentang perjodohan dengan anak sahabatnya dulu yang sudah pindah ke luar negri.
Karena tidak dapat menolak perjodohan itu membuat gadis cantik yang sering disapa Maureen memberikan persyaratan konyol kepada calon suami nya.
****
Rafael Demian Smith. Pria yang dijodohkan dengan Maureen yang ternyata diam diam sudah menyukainya dari kecil.
Tetapi cintanya bertepuk sebelah tangan setelah mengetahui wanita yang ia cintai sudah memiliki pria lain disampingnya.
Membuat Rafael pergi meninggalkan gadis impiannya sejak kecil ke luar negeri untuk menghilangkan perasaannya.
bagaimana cerita perjodohan Maureen dan perjalanan cinta Rafael terhadap gadis impiannya. .....???
ikuti ceritanya guyssss..??
ingat cerita ini hanya haluan author aja 🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mella Flowers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kunjungan Maureen
Keesokan harinya Chelsea mendapat Email dari Rafael dan ternyata itu tiket konser VVIP BTS. Ia langsung Chat Rafael karena ia gak mau tiket itu ia cuma mau tiket yang barisan depan untuk nonton konsernya daripada tiket VVIP.
^^^✉️ Chelsea^^^
^^^Lo beli tiket VVIP buat apa?^^^
✉️Rafael
Katanya Lo pingin lihat Jimin Lo itu.
^^^✉️ Chelsea^^^
^^^lah gue gak minta tiket VVIP gue mah kalau konser tiket nya pengen yang barisan paling depan.^^^
✉️ Rafael.
kalau bukan VVIP Lo gak bakal bisa ketemu BTS susah.
^^^✉️ Chelsea^^^
^^^itu urusan Lo gimana caranya biar ketemu Jimin. Lo mikirin aja... kalau nggak gue jual ni tiket gue beli lagi minta bantuan papi.^^^
✉️ Chelsea
Baiklah nanti gue beliin gak usah bilang om Ray.
^^^✉️ Chelsea^^^
^^^oh ya beli 4 tiket.. hmm kalau Lo mau ikut nonton ya tambah Lo".^^^
✉️ Rafael
4 buat siapa aja??
^^^✉️ Chelsea^^^
^^^Sahabat gue^^^
✉️Rafael
No.. Lo kesana cuma berdua aja sama gue
^^^✉️ Chelsea^^^
^^^^^^Lah tanpa Lo beliin sahabat gue juga bakal ada disana nantinya.^^^^^^
Hari ini Maureen tidak ada niatan pergi kemana mana karena kepastian gak akan diizinin sama bokap nyokap nya. lagian bang Kelvian juga lagi banyak kerjaan karena jarak indo dan Amrik mengharuskan via online terus.
Siang Maureen turun ke bawah untuk cari cemilan. didapur sudah ada mami yang sedang bikin kue.
" wow mami tumben banget bikin kue". tanya maureen sambil memeluk maminya itu.
"ia sayang.. oh ya nanti kamu anterin ini ya ke kantor nya Rafael".
"hah ngapain gak mau ah". tolak Maureen.
"its harus mau".
"kenapa gak ke rumah nya aja sih ke Tante Adel". usul maureen.
"Tante Adel sama om muel udah berangkat ke LA tadi pagi.. jadi kamu antar ini ke kantor Rafael.. sekarang kamu siap siap gih.. dandan yang cantik".
"emang harus ya mi.. kirim sama pak supir aja lah mi males reen". keluh Maureen yang dapat tatapan tajam dari mami nya itu." Ok ok reen ganti baju dulu". dengan wajah lesu ia menaiki tangga menuju lantai 2.
dikamar Maureen berpakaian dengan banyak ocehan di mulut nya ia malas banget ketemu sama kutub Utara.
Maureen turun dengan memakai kemeja dan celana jins dipadukan dengan sepatu sneaker.
"astaghfirullah Maureen.. kan mami bilang dandan yang cantik masa mau ketemu calon suami pakaian kaya gini sih". omel mami pada anak gadisnya.
"apa yang salah sih mi".
"ganti sekarang.. pakai dress". mendorong Maureen untuk naik ke kamarnya.
"its mami.. cuma mau antar kue doang ribet ih". keluh Maureen menaiki anak tangga.
Gak lama kemudian Maureen turun dengan memakai dress dengan kerah Sabrina, rambut diurai dan dress di atas lutut dipadukan dengan sendal tinggi 5 cm. membuat Maureen terlihat seksi tetapi tetap di komplen sama mami Ella dengan cerewet.
"apalagi si mi". keluh Maureen melihat ekspresi maminya.
"gak ada gitu warna yang lain.. kenapa harus hitam sih Maureen.. ekhh terserah kamu aja deh mami nyerah".
Begitu lah Maureen jika tidak disiapkan gaun atau dress yang akan dipakai ke acara apapun ia akan memakai pakaian yang warna gelap walaupun dress/gaun. maka dari itu maminya selalu menyiapkan pakaian buat Maureen jika menghadiri acara resmi biar anaknya itu tidak berulah sesuka hati dengan style nya.
"udah ah mi Maureen berangkat dulu.. bye mi". pamit Maureen.
"bye hati hati.. ini kuenya".
Maureen mencium tangan maminya lalu pergi ke garasi memilih mobil yang akan ia pakai.
ia memilih mobil sport berwarna silver dan tidak lupa ia juga memakai kacamata hitam
Di perjalanan ia lupa bahwa tidak tau perusahaan Rafael di mana membuat ia bingung menjalankan mobilnya ke arah mana. dengan bodohnya tadi ia tidak bertanya pada maminya.
"mi kantornya Rafael dimana??". tanya Maureen setelah telponnya tersambung dengan maminya.
"Maureen kamu itu ada ada aja ya".
"hehe ya maaf mi". cengengesan Maureen karena telah membuat maminya kesal dari tadi."lah malah di matiin". keluh Maureen melihat telponnya dimatiin oleh maminya itu. gak lama maminya chat sharlok perusahaan Rafael.
Dengan segera Maureen melajukan mobilnya menuju lokasi tersebut.
½ jam kemudian Maureen sampai didepan gedung yang menjulang tinggi bernama Smith Company.
"hmm gede juga perusahaannya". kagum Maureen setelah keluar dari mobil sambil membawa paper bag.
Berjalan ke arah resepsionis untuk menanyakan ruangan Rafael.
sepanjang jalan Maureen ditatap semua karyawan. banyak yang mengagumi dan banyak pula yang mencela tetapi Maureen hanya acuh.
"permisi mbak saya mau ketemu dengan pak Rafael". ucap Maureen pada resepsionis.
"maaf tuan Rafael sedang sibuk gak bisa diganggu". ucap resepsionis dengan angkuh.
Maureen melihat bahwa resepsionis itu sangat tidak suka dengan kehadiran Maureen disana. jawaban resepsionis membuat Maureen heran.
"tapi bisa tolong hubungi dulu mbak siapa tau pak Rafael bisa ketemu dengan saya". ucap Maureen.
"silahkan ditunggu disana". resepsionis itu menyuruh Maureen menunggu di sana.
Maureen duduk sambil mainan handphone nyam.
1 jam kemudian ....
Maureen sudah menunggu disana tetapi tidak ada jawaban apapun dari resepsionis. ia juga melihat bahwa resepsionis itu tidak menghubungi atasannya bahwa ada orang yang ingin menemuinya.
"ekhhh... males gue berhubungan sama cewek macam itu". batin Maureen sambil menelpon seseorang.
"hello mi.. reen titipkan di satpam aja ya. Maureen gak dibolehin masuk". ucap maureen.
"kamu udah telpon Rafael".
"nggak.. males reen mi".
"kamu itu.. sekarang kamu telpon Rafael bahwa kamu sedang di kantor nya". maminya langsung mematikan telpon Maureen.
Maureen pun langsung menelpon Rafael sampai berkali kali tetapi tidak diangkat sama sekali. karena malas bertemu resepsionis itu lagi Maureen bertanya pada OB yang kebetulan lewat di depannya.
"mas mau tanya ruangan pak Rafael ada di lantai berapa ya".
"lantai 50 nona". jawab OB itu.
"makasih mas".
"ia nona sama sama". OB itu langsung pergi.
dengan segera Maureen menghampiri lift khusus petinggi tetapi Maureen ketahuan sama resepsionis itu membuat mereka berantem gak mau ngalah satu sama lain. Maureen pun meladeni resepsionis itu karena sudah sangat kesal dari tadi.
karyawan yang lain gak ada yang berani memisahkan sampai seseorang yang datang menghampiri mereka.
"stop... ada apa ini". ucap seorang pria dengan muka garang.
"gini pak Gibran wanita ini menerobos masuk tanpa izin". ucap resepsionis.
Maureen hanya diam menatap resepsionis itu dengan tatapan tajam sambil merapihkan penampilannya yang acak acakan.
"benar yang dia katakan". tanya pria yang bernama Gibran pada Maureen.
"Ya".
jawaban Maureen membuat pria itu bingung dan heran.
Gak lama handphone Maureen berdering pertanda panggilan masuk. Maureen melihat kuenya berhamburan dilantai karena tarikan resepsionis tadi. hal itu membuat Maureen tambah kesal lagi karena itu kue buatan maminya.
"apa??". ucap Maureen dengan kesal.
"kamu dimana sekarang". ucap seseorang di sebrang telpon.
"bacot lu.. gak usah nanya". ucap Maureen lalu mematikan telponnya.
Maureen segera mengambil kunci mobil dan paper bag yang ada di lantai. lalu berjalan ke luar berniat untuk meninggalkan kantor Rafael. tetapi resepsionis itu dengan segera menjambak rambut Maureen sampai pandangannya menghadap ke langit.
"Lo mau kemana urusan kita belum selesai".
jalan Maureen terhenti karena jambakan di rambutnya yang sangat menyakitkan.
"apa lagi mau Lo hah". bentak Maureen setelah berhadapan dengan wanita itu.
"ekhhhh kalian itu apa apaan sih buat keributan disini". ucap pria itu memisahkan Maureen dengan wanita resepsionis.
Banyak yang wanita itu bilang kepada pria dengan mengada Ngada yang aslinya. Maureen hanya diam saja tidak menanggapi..
"Ada apa ini". suara itu menggelegar di ruangan sampai semua karyawan merinding seketika..
...****************...
...****************...
Happy reading guys 😊☺️
masyaa allah karya nya luar biasa kak.. semoga Kka sehat selalu dan di berikan kelancaran dalam berkarya.. semoga bisa menjadi penulis terkenal di kemudian hari..
tetap semangat Kka..
baarakallahu fii kum..
salam kenal author 💜💜💜