Aruna, nama cantik yang selalu diinginkan oleh ibnya. gadis mungil yang tidak mempunyai ayah semenjak berumur 7 tahun.
"Ibu, kenapa sih ayah tidak pernah pulang?" tanya Aruna kepada ibunya.
"Aruna, Ayah tidak akan pernah pulang. karena Ayah sudah tenang di tempat para bidadari." jawab ibu Aruna.
"Aruna capek Bu selalu dihina oleh teman-teman Aruna." ucap Aruna yang terlihat menarik pakaian ibunya yang sedang memasak.
Selalu saja Aruna menjadi bahan cibiran teman-temannya, bocah berusia 7 tahun itu hidup hanya dengan ibunya seorang. hingga Aruna sudah dewasa, tiba-tiba kehidupannya berubah drastis karena kehadiran seorang bayi yang dibuang oleh orang tuanya di depan rumah sederhana milik Aruna.
Aruna yang sudah sebatangkara itupun sangat kebingungan, usianya masih 18 tahun. dia masih kelas 3 SMA, beberapa bulan lagi dia baru lulus sekolah menengah atas. apa yang akan terjadi pada kehidupan Aruna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dimana ayahku, Mommy
* Dua hari kemudian *
Brakk...
Brakk..
PRANGG...
"Awas ya, kalau kalian berani macam-macam sama putriku!" seru Aruna yang sudah memukul 2 pemuda yang hendak memukul Bilqis.
"Dasar wanita hina!" seru seorang pria.
Bilqis yang melihat hal itu, gadis kecil itu menangis tersedu-sedu.
"Berani sekali kalian membuat Putri ku menangis, Awas kalian ya!!" seru Aruna yang kemudian memberikan pukulan kepada dua preman yang hendak memukul putrinya.
Hari ini Aruna mengajak Bilqis ke salah satu toko kue tempat Aruna menitipkan kue-kuenya, 2 preman itu terlihat hendak penampar Bilqis. Aruna yang melihat hal itu tentu saja Gadis itu sangat marah, dia menghajar dua preman itu habis-habisan.
"Jangan kalian kira aku wanita tidak akan mengajar kalian, lihat aja sebentar lagi akan kuberikan kalian pelajaran hingga kalian tidak akan bisa berdiri!!" seru Aruna.
Beberapa pelanggan yang ada di toko kue nampak menatap Aruna, mereka benar-benar begitu terpukau dengan gadis muda yang sedang menghajar para preman yang mencoba untuk mengganggu putrinya.
"Awas aja ya, kami akan membalasmu!!" teriak 2 preman.
"Kalian ingin menghajarku atau memberikan aku pelajaran, silakan saja aku akan menunggu kalian." jawab Aruna dengan suara yang begitu lantang.
Gadis muda itu mengusap air mata putrinya yang mengalir, Bilqis benar-benar sangat ketakutan. gadis kecil itu memeluk Aruna dengan begitu erat.
"Sudah sayang, kau tidak boleh menangis. kau tidak boleh seperti ini, kita berdua adalah wanita kuat bukan? Mommy selalu bilang kalau kau tidak boleh menangis, Jadi kau tidak boleh menangis." ucap Aruna yang kemudian menggendong putrinya.
Seorang pria nampak berdiri, menatap seorang gadis muda yang menggendong putrinya. Wanita itu sangat luar biasa. Bahkan aku benar-benar dibuat terpukau olehnya." ucap Faisal yang ternyata juga berada di toko kue tempat Aruna menitipkan kue-kuenya.
"Tentu saja Mas Faisal, dia adalah wonder woman di dunia nyata." jawab supir Faisal.
"Aku senang melihat wanita yang tidak mudah ditindas." ucap Faisal.
"Saya benar-benar mengaguminya, Tuan. saya pernah mencoba untuk melamarnya namun sayangnya dia menolak saya." ucap sopir Faisal .
"Memangnya kenapa? apakah karena kau kurang kaya?" tanya Faisal kepada sopir pribadinya.
"Bukan karena itu Tuan, karena saya belum siap mempunyai seorang putri. saya meminta Gadis itu untuk menaruh putrinya di panti asuhan, tentu saja hal itu membuatnya sangat marah." jawab sopir Faisal.
Faisal menganggukkan kepalanya, pria itu mengerti. ternyata Aruna lebih mementingkan untuk mengasuh Putri kecilnya daripada kehidupannya. siapapun yang tidak mau menerima Putri kecilnya itu maka dia pun tidak akan mau menerima pria itu untuk menjadi suaminya.
"Kau ini menikahi seorang wanita itu harus menerima anaknya, kalau kau hanya menerima wanita itu saja tanpa mau menerima putrinya tentu saja kau ditolak." ucap Faisal sambil tersenyum. sesaat kemudian Faisal masuk ke dalam mobilnya.
"Oh ya, besok aku mau keluar sendiri saja. kau lihat perkebunan kopi, apakah hasilnya semakin turun atau bagaimana." pinta Faisal.
"Baik Tuan." ucap sopir pribadi Faisal.
Terlihat seorang gadis kecil sedang menangis di rumahnya, Aruna yang melihat putrinya menangis Tentu saja dia duduk di samping putrinya itu.
"Bilqis Sayang, kenapa kau menangis. Apakah kau takut dengan para preman itu?" tanya Aruna sambil menatap putrinya.
Gadis kecil itu memegang tangan ibunya sembari memeluknya.
"Mommy, Di manakah Ayah Bilqis?" tanya Bilqis kepada ibunya.
DEGG..
Aruna yang mendengar pertanyaan putrinya itu hatinya begitu tersentak, dia sangat terkejut karena dia tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
"Mommy, di mana Ayah Bilqis? Apakah Bilqis tidak mempunyai ayah, teman-teman Bilqis selalu bilang kalau Bilqis tidak mempunyai ayah." ucap Bilqis.
Aruna mencoba menenangkan hatinya, dia duduk di depan putrinya sambil memegang kedua tangan putrinya.
"Bilqis Sayang, mommy kan sudah bilang sama Bilqis, kalau Bilqis adalah Putri mommy, mommy tidak mempunyai ibu sama ayah seperti Bilqis. biarkan mereka menanyakan hal itu, Bilqis. Apakah Bilqis masih kekurangan mempunyai Mommy?" tanya Aruna dengan suara yang begitu lembut.
Bilqis menggelengkan kepalanya, aku sayang Mommy, mommy adalah segalanya buat Bilqis." jawab Bilqis.
"Apakah Bilqis sedih karena tidak mempunyai ayah?" tanya Aruna.
"Bilqis menggelengkan kepalanya, terkadang Bilqis sedih, Mommy. karena semua anak mempunyai ayah, sedangkan Bilqis tidak mempunyai ayah." jawab Bilqis.
Aruna memeluk putrinya dengan begitu erat, keadaan seperti ini sama seperti Aruna waktu kecil. dia selalu bertanya kepada ibunya Kapan ayahnya pulang, Di mana keberadaan ayahnya. walaupun setiap hari ibunya mengatakan kalau Ayahnya tidak bisa kembali karena ayahnya sudah menemukan tempat yang indah di sisi Tuhan.
"Bilqis sayang, mommy tidak bisa menjawab pertanyaan Bilqis, tapi Mommy hanya minta kepada Bilqis untuk percaya sama Mommy. Mommy menyayangi Bilqis sebesar cinta Mommy kepada Bilqis, Mommy tidak bisa menjawab pertanyaan Bilqis karena Bilqis tahu sendiri kan kalau Bilqis tidak mempunyai ayah. bagi Mommy Bilqis adalah segalanya, Jangan hiraukan pertanyaan mereka sayang." ucap Aruna.
"Mommy, apakah suatu saat Bilqis akan mempunyai Ayah sama seperti teman-teman Bilqis?" tanya Bilqis menganggukkan kepalanya.
Gadis muda itu memegang tangan putrinya sembari menepuk nya dengan lembut.
"Berdoalah kepada Tuhan agar Bilqis mempunyai seorang ayah, Mommy sayang pada Bilqis. Mommy mau mencari Ayah untuk Bilqis, seorang ayah yang mau menerima Bilqis, mau menerima Mommy dan menerima kita berdua." ucap aruna.
"Bilqis sayang Mommy...," ucap Bilqis yang kemudian memeluk erat ibunya.
"Mommy janji, mommy akan memberi yang terbaik bagi Bilqis. mommy tidak perduli seperti apapun kekejaman dunia, ini tapi bagi Mommy kamu adalah segalanya." guman Aruna dalam hati.
Tak berselang lama terlihat seorang wanita yang sudah memasuki rumah Aruna, seorang wanita yang berusia sekitar 30 tahun.
"Tok.., tok.., tok..," pintu rumah Aruna diketuk. gadis muda itu berjalan mendekati pintu rumahnya. siapa gerangan yang datang ke rumahnya sore ini, karena Aruna tidak mempunyai janji kepada siapapun.
"Iya sebentar." ucap Aruna yang kemudian membuka pintu rumahnya. Gadis itu nampak menatap seorang wanita yang berada di depan rumahnya.
"Iya mbak, mbaknya mencari siapa ya?" tanya Aruna kepada si wanita yang sudah berada di depan rumahnya.
"Dasar wanita tidak tahu diri, kamu ini masih mudah tapi suka main pria!!" seru di wanita.
"Maaf ya Mbak, mbaknya ini siapa ya?" tanya Aruna.
"Jangan macam-macam, cepat katakan di mana suamiku!!" seru si wanita.
"Maaf ya mbak, mbak siapa? Kenapa Mbak bilang seperti itu?" tanya Aruna.
"Dasar wanita murahan, berani sekali kau mencoba merebut suamiku!" seru si wanita.
"Kenapa memangnya,Kenapa aku tidak boleh mengetahui dirimu sebagai wanita murahan?!" seru si wanita kembali.
"Siapa kau, Kenapa kau mengatakan itu padaku. aku tidak mengenalmu Mbak." ucap Aruna.
"Dasar wanita tidak tahu diri, kau mencoba untuk mengganggu suamiku!!" seru si wanita yang membuat Pak RT dan beberapa tetangga Aruna nampak mereka keluar untuk melihat apa yang terjadi.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu.
Faisal umur 30..tapi kok Surya memanggil Faisal Abang...apa gak kebalik Thor..