Wanita cantik dan pintar, bahkan dijuluki sebagai bunga kampus, namun saat malam dia berubah menjadi wanita panggilan.
Baru berusia 19 tahun namun menanggung beban berat untuk menghidupi dirinya dan menanggung biaya pengobatan sang ayah.
.
.
Bertemu seorang lelaki yang butuh pacar simpanan untuk menolak perjodohan
Namun sesuatu hal yang buruk terjadi, sang ayah membutukan oprasi segera dan dia harus menyiapkan 1 juta dolar.
Menawarkan keperawanannya pada pengusaha sukses seharga 1,5jt dolar
Namun sang Bos mengajaknya ke catatan sipil dan memberikan kontrak baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KAY_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 8 “Permintaan Maaf”
✨
Udah tulus minta maaf tapi ria justru enggan melihatku dan langsung berbalik. Aku meninggalkannya dan keluar menyalakan rokok.
Hanya seorang wanita simpanan, aku juga udah bayar dia dengan harga mahal. Sekarang aku hanya menyentuh sedikit dia sudah menangis seperti itu. Benar benar sial!!!!!
“Ngak biasanya kamu ngrokok gini” sahut Jordhan yang tiba tiba datang mendekat.
“Moodku lagi ngak baik, wanita itu sangat jual mahal, apa salahnya aku sentuh dia dikit?”
“Maksutmu si Bunga Malam Na Na???”
“Kakek menguping, demi jaga rahasia aku terpaksa menyentuhnya”
“Han Yu!!! Kamu gila. Dia memang wanita simpanan tapi bukan seperti yang sebelumnya kita pikir!!” Jordhan meninggikan suaranya.
“Kamu terpesona sama dia tuhh, ngak biasanya kamu belain wanita seperti itu”
“Sebagian orang melihat dengan sebelah mata saja untuk bisa menilai orang lain dengan se enaknya.”
“Han Yu, gk peduli kita ini teman, jika kamu sentuh Na Na dengan paksa, aku gak segan buat bocorin ke kakek” cetus Jordhan lalu pergi meninggalkanku
✨
✨
Wajah Han Yu memerah marah mendengar perkataan Jordhan. Dia meraih ponsel disakunya dan menelfon sekertarisnya.
“Aku ingin identitas Na Na dengan detail dan cepat”
Dia menghentakan kaki kelantai berkali kali, lalu kembali masuk ke kamar. Matanya tertuju pada seorang wanita yang sudah tertidur sambil meringkuk. Han Yu berjalan mendekat melihat wajah Na Na. Matanya sembap memerah, bulu mata yang panjang itu basah oleh air mata yang belum kering.
✨
🔥
**krriiinnnggg** bunyi ponsel Han Yu
Dalam keadaan mata tertutup Han Yu meraih ponsel yang ada disebelahnya. Seorang perempuan ditelfon berbicara tentang identitas Na Na.
Mata Han Yu terbelalak. Dia berkali kali menanyakan kepastian data itu.
Han Yu menganbil secari kertas, menuliskan kata maaf dan meninggalkan kartu Atm. Dia meninggalkannya di meja, berharap setelah NaNa bangun dia bisa memaafkan Han Yu.
Han Yu berjalan ke dapur dan bertanya pada pelayan bagaimana cara membuat sarapan. Mereka kemudian mengajari Han Yu membuat nasi goreng dan telur mata sapi.
✨
✨
< Na Na >
Aku membuka mataku yang masih terasa berat. Melihat ruangan yang masih sama seperti semalam, namun tak lagi melihat Han Yu. Secarik kertas bertuliskan “*maaf”*terlampir rapi diatas meja dengan selembar “BLACK CARD”
Ohh MG..!! Aku semalam ngapain?? Mendesah seperti itu!!!
Pikiranku kacau, aku berjalan ke kamar mandi, mengisi bathtub dengan air hangat lalu berendam sambil membenamkan kepala.
Terasa segar emang kalo udah berendem. Aku bercermin dengan cermin besar di kamar mandi. Bekas gigitan Han Yu membekas begitu jelas, membuat susah untuk disimbunyikan.
Na Na..
Han Yu udah bayar kamu mahal. Lagi pula dia begitu juga karna Kakek yang nguping.
Sebaiknya maapin dehh, ngak mungkin juga kalo harus kehilangan kontrak ini.
Aku mengambil jumsuit pendek yang baru dibeli, dan mengaplikasi dengan syal untuk menutup ruam ruam itu.
***clak***
Han Yu masuk dengan sepiring nasi goreng ditangan. Dia menarik tangan dan menyuapiku sebagai tanda permintaan maaf.
Wangginya begitu menggoda, hiasan timun dan selada membuatnya nampak cantik...
Begitu dimakan.....
rasa asin terasa sampai ke kepala.
Oh Tuhan aku makan se sendok garam campur micin??
Aku melihat dia yang menatap wajahku, mungkin mengunggu bagaimana reaksiku. Acungan jempok kanan ke atas ku layangkan padanya sambil tersenyum, berusaha sekuat tenaga menelan samudra lautan itu.
“Bos Han, anda membuat ini sendiri” kataku sambil mencari air minum.
“Tentu, aku mengorbankan diri masuk kedapur untuk membuatkan mu sarapan”
Wajahnya begitu imut saat sedang cemberut seperti ini. Aku menghargai jerih payahnya untuk meminta maaf dan memberinya sebuah hadiah.
“Jadi nasi goreng ini permintaan maaf?? Lalu Atm itu....” kataku sambil menoleh ke meja
“Itu juga permintaan maaf”
“Kalo Bos Han bisa makan sesendok tanpa sisa, aku bakal maafin Bos Han”
“Haakk buka mulut Bos Han” ucapku sambil menyuapinya
Se tidaknya aku punya cara untuk balas dendam dengan kejadian semalam.
Hahaha
Selamat menikmati nasi goreng samudra lautan Bos Han.
✨
🔥
Annyeong Reader👋🏻👋🏻
Dukung terus Novel Wanita Simpanan yaaa
Jangan lupa tekan jempol keatas👍🏻👍🏻👍🏻
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Kay lagi bayangin wajah Han Yu pas makan itu asli dahhh😂😂
sambil munggu ani ani up 🤭