NovelToon NovelToon
Ku Kejar Cintamu

Ku Kejar Cintamu

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: AuraAurora

Meili, gadis SMA yang pantang menyerah untuk mengejar cintanya. Ia harus bertahan oleh sikap dingin pria yang di cintai nya, hingga suatu saat ia terpaksa menyerah karena suatu keadaan.

Apalagi dengan kehidupannya yang selalu sendirian di karenakan kedua orang tuanya yang telah bercerai.

Yuk kita ikutin kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AuraAurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sariawan

"Ya ampun, rasanya mampet."

Meili mengacak rambutnya hingga menjadi acak-acakan, gadis itu sedang menghafal beberapa materi dari buku yang berada di hadapannya.

Besok akan di adakan ulangan, oleh sebab itu ia belajar sekuat tenaga agar bisa memperbaiki nilainya yang amburadul.

Tapi semakin keras ia menghafal, semakin pusing juga kepalanya. Rasanya sungguh sulit untuk menyimpan materi-materi itu ke dalam otaknya.

Dan akhir yang tak di sangka, Meili justru terlelap dengan kepala yang bertumpu pada meja.

Tok.

Tok.

Tok.

Seseorang mengetuk meja Meili, tapi gadis itu sepertinya sudah terlelap dalam mimpinya.

Orang itu hanya mengembuskan nafasnya kasar melihat kelakuan Meili.

Puk.

Akhirnya ia memukul pelan pundak Meili dengan gulungan buku.

"Astaga!"

Meili seketika terbangun karena terkejut, namun ia lebih terkejut melihat seseorang yang berada di depannya dengan bersendekap. "Kak Nathan!" ujarnya tersenyum.

"Ini perpus, jika ingin tidur! Di rumah."

Setelah mengatakan itu ia berlalu dari sana, niatnya tadi ia akan meminjam beberapa buku dari perpustakaan. Tapi justru ia melihat Meili yang tertidur dengan pulas nya.

Meili mencebikkan bibirnya. Tentu saja itu semua karena sikap Nathan yang masih saja datar dan dingin.

"Ganteng iya, tapi kayak kulkas empat pintu." sebalnya. "Mudah-mudahan nanti jodoh aku nggak kayak Kak Nathan."

Tapi setelah di pikir-pikir ia kemudian tersadar. "Ralat deh, kalau gantengnya nggak apa-apa. Yang penting nggak datar."

*

*

Hingga hari ulangan itu tiba, Meili di buat semakin lesu. Pasalnya di ulangan kali ini ternyata tempat duduk mereka di acak oleh sang guru. Dan pagi ini ia baru mengetahuinya, karena melihat kertas yang tertulis dari nama-nama setiap murid tertempel pada pojok meja.

"Baru juga rencana ntar mau nyontek Tasya, ini lagi pakai ginian."

Meili menatap nanar meja yang sudah tertera namanya berada di urutan paling depan, sedangkan Tasya berada di bangku paling belakang.

Di saat jam pelajaran hampir habis, lembar kertas ulangan Meili masih terisi setengah. Sungguh rasanya ia ingin kabur saja.

Matanya kemudian melirik keberadaan sang guru yang sedang mengawasi temannya, di rasa aman ia mencoba menoleh pada Tasya yang berada di belakang. Siapa tau sahabatnya itu sedang menoleh ke arahnya, jadi ia bisa meminta contekan.

Meili menghembuskan nafasnya kasar, ternyata sahabatnya itu sedang menulis pada kertas ulangannya.

Tidak putus asa, Meili mencoba cara lain.

"Ssssttt," panggilnya lirih.

Tapi Tasya tak kunjung melihatnya.

"Sssttt," panggilnya lagi.

"Ada apa Meili?"

Mata Meili membulat, ternyata yang mendengar bukannya Tasya melainkan gurunya.

"Ada apa Meili?"

Guru laki-laki itu mengulangi pertanyaannya ketika muridnya itu tidak menjawab. Bahkan perhatian teman sekelasnya pun ikut tertuju pada Meili.

"Mati aku!" batin Meili.

Otak Meili bekerja dengan keras untuk mencari alasan yang tepat, kalau tidak ia akan di keluarkan dari kelas sebelum menyelesaikan ulangannya.

"Sariawan Pak, perih banget."

Meili menunjukkan bibir bawahnya seolah olah benar sariawan, untungnya keberadaan gurunya tidak begitu dekat dengannya sehingga tidak terlihat dengan jelas sariawan yang ia tunjukkan.

"Kalau begitu cepat selesaikan soal ulangannya, lalu pergi ke UKS."

Guru laki-laki itu melanjutkan berkeliling melihat murid lainnya.

Meili dapat bernafas lega karena gurunya tidak menaruh curiga.

*

*

Setelah menyelesaikan ulangan, semua murid di persilahkan untuk pulang.

Tasya menghampiri Meili begitu ia selesai membereskan peralatan sekolahnya. "Meili sakit banget ya sariawan nya?"

Tasya mengira jika sahabatnya itu begitu tersiksa dengan sariawannya.

Gadis yang tadinya mengaku sariawan itu sekarang menyandarkan kepalanya di atas meja.

Meili melihat ke arah Tasya yang berdiri di depannya tanpa merubah posisinya. "Aku lemas bestie, rasanya resah, lelah dan lunglai." Dengan wajah frustasinya.

...----------------...

...Ya ampun Meili, aya aya wae 🤭...

1
Elizabeth Zulfa
reza Ariel pas bngt klo jdi kompor meleduk 🤣🤣🤣
Elizabeth Zulfa
mungkin emang kbnyk sprti itu kali ya... klo ortunya cerai ,diawal emang masih dpet kasih sayang mereka meski hidup terpisah tpi lama kelamaan akan berkurang Interaksinya... kyak yang dialami meili ini zg jdi korban perceraian ortu
Khanza Via
seneng y punya mertua yg baik KY mama anita
Ririn Susilawati
ya Allah smpe perutku sakit Krn tertawa 🤣🤣🤣🤣 gara2 bulan madu d atas lemari
3sna
tengah malem kali thor
3sna
anggap itu cm bantuan melly jgn smpe baper lg ya
Runik Runma
seru
ibeth wati
ya ampun gantengnya ...babang rak jadi pingin tak adopsi jadi anak nih
ibeth wati
Luar biasa
ibeth wati
Tasya ini bener" tak tau diri dia menguasai kasih sayang Danu dan sekarang dgn kurang ajar menanyakan kasih sayang Mariam anak sambung berlagak sebagai anakk kandung SDH bener dibikin gila itu
Qaisaa Nazarudin
Lha ku pikir yg nikah Nathan dengan Tasya..kan Nathan yg jadi geberannya Tasya,Kok malah nikah sama Jessi??
siti rohmah
Luar biasa
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
😘😘
nayla...
ya ampun ak ngakak..bulan madu diatas lemari..suamiku sampe heran ketawa2 sendiri kyk org g waras..🤣🤣🤣
Ummi Amiy
keren thor critanya/Good//Good//Good//Good/
sashi kirana
Luar biasa
Enink Puri
tpi kasian bang Riannya klo ceritanya dibuat patah hati
D
🤣🤣🤣
shinta meilawati
Luar biasa
Ati Ati
gantengnya, jadi pengen balik SMA lgi klo gini thor 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!