Jika biasanya seseorang dijodohkan dengan orang berbeda levelnya, maka berbeda dengan Seorang pewaris Dari Keluarga Kingston. Aorion kingston di Jodohkan dengan seorang wanita yang jati dirinya disembunyikan, namun wanita tersebut adalah seorang Anak dari Triliuner di London. Alona Queen Hanzel.
Keduanya di jodohkan karna ikatan persahabatan antara keluarga Kingston dan Hanzel.
Dapatkan keduanya menerima perjodohan ini..? hubungan yang dipenuhi dengan begitu banyak intrik dan juga pertumpahan darah.
Ataukah masing-masing dari mereka memiliki takdir yang lain..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merutuki, membalik permainan.
...ENJOY...
.......
.......
.......
.......
.......
Aku AORION KINGSTON menerima perjodohan ini, dan memintamu ALONA QUEEN HANZEL untuk menjadi tunanganku.
Kata-kata Aorion terekam kuat di memori Queen. Bagaimana tidak, Dari semua usaha yang dilakukannya untuk membatalkan pertunangan itu ternyata malah berakhir sia-sia. Harapannya di patahkan begitu saja oleh laki-laki sialan bernama Aorion.
Sial. Sial. Sial.
Bukannya membantu Queen untuk memuluskan semuanya, laki-laki itu bahkan membuat semua permainan berbalik menyerang Queen. Benar-benar licik.
Queen tau jika malam itu ia sudah melukai harga diri Aorion. Dan sikap Aorion malam itu, adalah murni karena Aorion ingin membalas dendam pada dirinya.
Tapi bukankah seharusnya semua rencananya itu menguntungkan bagi kedua pihak? lalu kenapa dengan Aorion?
Bodoh. Bodoh. Bodoh.
Yang lebih parah lagi adalah para orang tua dan juga saudara laki-lakinya. Bukannya mempertanyakan sikap Aorion yang tiba-tiba saja memutuskan hubungan dengan kekasihnya, lalu melamar dirinya, tapi justru mendukung perjodohan tersebut. Benar-benar gila.
''Tidak,- tidak bisa begini. Aku harus menemuinya.'' ujar Queen bergegas pergi ke kantor laki-laki yang saat ini berstatus sebagai tunangannya itu.
''Cincin sialan!''
Kurang dari satu jam, Queen sudah berada di hotel milik Aorion. Dengan menggunakan akses khusus, Queen sudah berada di lantai teratas tempat dimana ruangan Aorion berada.
''Nona..- Luca menundukkan kepala saat melihat Queen.
''Dimana dia?" tanya Queen singkat.
''Tuan ada diruangannya.'' sahut Luca masih menunduk hormat. Meskipun Queen baru saja bertunangan dengan Aorion, sepertinya statusnya sudah diketahui oleh anak buah pria itu. Tapi Queen tak mau ambil pusing. Toh bukan itu tujuan dirinya berada ditempat ini.
''Tunjukan padaku,- pinta Queen.
''Tapi, tuan,-
Tak ingin berlama-lama, Queen pun melesat sendiri. Ia tahu harus pergi kemana, meskipun Luca tak ingin mengantarkan dirinya.
Dengan tidak sabaran, Queen membuka pintu ruangan Aorion. Ah, di sana kau rupanya.
Tak ingin berbasa-basi, Queen langsung bersuara mengatakan apa yang ingin ia sampaikan.
"Aku ingin bicara!" kata Queen dengan amarah yang sudah ia tahan-tahan sejak semalam.
"Keluarlah. ketuk pintunya terlebih dahulu!" Sahut Aorion tanpa mengalihkan perhatiannya dari kertas-kertas yang ada di atas meja.
"Aku tidak punya banyak waktu untuk itu!'' Tolak Queen saat mendengar alasan Aorion tak ingin menyambut kehadirannya. Sangat konyol.
"Kalau begitu pergi saja!'' ujar Aorion lagi, tak menggubris permintaan Queen sedikitpun.
Mendengar itu Queen hanya menyipitkan mata menahan kesal, namun tetap pada posisinya. Ia sengaja menantang Aorion.
"Apa kau tidak mengerti bahasa manusia nona..?" Aorion berkata sinis. ''Sebelum kau ingin bicara, tunjukan etika mu terlebih dahulu.'' tambah Aorion lagi.
''Aku rasa itu tidak perlu. Lagi pula aku tidak ingin berlama-lama, dan tidak berniat untuk itu.'' sahut Queen keras kepala.
''Kalau begitu pergi saja. Jangan menganggu ku!''
''Tapi aku ingin bicara,-
''Kalau kau masih manusia, ku rasa kau mengerti apa yang baru saja aku ucapkan!'' ucap Aorion lagi.
Queen melebarkan matanya dan menghembuskan nafas dengan kasar kemudian keluar untuk menutup pintu, dan melakukan apa yang Aorion minta. Sial!
Tok..tok
Cukup dua kali saja Queen mengetuk, ia kembali membuka pintu dengan tidak sabaran.
"Masuk!" sahut Aorion, dengan suara girang yang dibuat-buat. Sungguh memuakkan!
"Ah, lihat siapa yang ada disini.'' seru Aorion, seolah-olah Queen baru menampakan diri di hadapan nya.
''Ternyata tunanganku yang cantik sedang berkunjung, rindu padaku..?" goda Aorion. Lalu berjalan menghampiri Queen.
"Batalkan pertunangan kita..." tegas Queen.
Aorion hanya tersenyum, berpura-pura tak mendengar permintaan barusan.
''Kau ingin apa sayang?" Aorion semakin dekat dengan Queen.
''Batalkan pertunangan kita!'' ulang Queen lebih lambat.
"Kenapa harus aku..?'' jawab Aorion.
"karena kau yang memulainya!'' kesal Queen.
"aku..? Aku tidak." elak Aorion mengangkat kedua bahunya.
"kalau kau tidak menunjukkan kelakukan konyol mu itu semuanya tidak akan terjadi. Rencana ku akan berjalan dengan sempurna. Tapi karena kau merusaknya, semua malah jadi seperti ini. Kau harus bertanggung jawab!" Queen berkata disertai kemarahannya yang selama ini tertahan.
"Well, jika aku tidak ingin...?'' Aorion kembali berjalan lambat semakin mendekat ke arah Queen.
"Aku tidak mau tau, kau harus melakukannya..!'' tuntut Queen lagi.
"kenapa harus di batalkan..?"
Aorion mensejajarkan dirinya dengan gadis itu. Mau tidak mau membuat Queen harus mendongakkan kepalanya untuk dapat melihat ke wajah Aorion.
"Karena aku tidak mau, aku tidak menyukai mu!''
"kau bisa belajar mulai dari sekarang." Aorion berkata sambil tersenyum manis.
''Tidak.''
''Kenapa tidak? kau harus mencobanya.''
''Aku bilang Tidak!''
''Kalau begitu biar aku yang mencobanya.'' ujar Aorion.
"Ap.. Apa...? Ohhh... Kau ingin mempermainkan ku..?" Queen semakin kesal, saat Aorion menggodanya.
"Alona Queen Hanzel." Aorion mengucapkan nama gadis itu lambat-lambat.
"Aku tidak mempermainkan mu, tidakkah kau lihat wajah bahagia orang tua kita saat menerima persetujuan kita waktu itu..? apa kau ingin membuat mereka kecewa..?" ejek Aorion yang sebenarnya sama sekali tidak peduli dengan status tersebut.
Bagi Aorion tidak ada bedanya ia akan menikah dengan siapa. Yang penting orang tuanya bahagia, dan menurutnya itu sudah cukup. Cinta..? Ahhh kata-kata itu sangat tak penting baginya.
"Jangan menyalahkan aku! kau sudah punya kekasih. aku tidak ingin jadi kekasih mu yang lain..!"
"Oh, jadi kau ingin menjadi satu-satunya..?" Aorion berbicara dengan suara rendah sambil membelai pipi mulus Queen. Ia sangat suka menggoda wanita yang terlihat seperti landak kecil tersebut.
"Apa yang kau lakukan, jauhkan tangan mu dari ku!" Ucap Queen.
"Kenapa harus ku jauhkan, bukankah kau tunangan ku?" Aorion berkata sambil terus menempelkan tubuh nya ke arah Queen, membuat Queen memundurkan kaki teratur dan punggungnya menyentuh tembok.
Melihat reaksi tunangannya, Aorion berniat semakin menggoda Queen. Ia terus mendekatkan wajahnya hingga membuat wajah Queen bersemu merah.
"Hentikan!" seru Queen cukup keras, membuat senyuman Aorion semakin mengembang.
"Kenapa..?" Aorion berbisik dekat telinga Queen, membuat gadis itu meremang dan spontan menjauhkan kepalanya.
"Kau terlalu sensitif sayang." Aorion berkata sambil memberikan kecupan singkat di leher jenjang putih mulus milik Queen. Sangat-sangat menggoda.
"Awwww...." Aorion mengaduh, merasakan ngilu di bagian perutnya akibat tinjuan keras dari tangan Queen. .
"Jangan macam-macam dengan ku, aku bisa saja mematahkan tangan mu itu." peringatnya, kemudian berlalu meninggalkan Aorion yang masih meringis menahan sakit. Pria itu memang tidak cocok di ajak berkompromi. Queen berdecak marah.
Setelah Queen pergi, Aorion hanya tertawa sambil meringis menahan rasa ngilu yang masih terasa di bagian perutnya. Landak kecil itu cukup berbahaya.
Queen wanita yang menarik, Pikir Aorion sambil mengembangkan senyuman.
Awalnya Aorion memang menentang perjodohan tersebut, dan Aorion awalnya akan menolong Queen jika caranya tidak lah menjatuhkan harga diri Aorion.
Hanya saja, gadis itu memainkan permainannya seorang diri, dengan mempertaruhkan nama baik Aorion. Aorion tak akan membiarkan siapa pun membuat harga dirinya di rendahkan.
Karena alasan itu jugalah, tampa pikir panjang Aorion memutar balikan permainan Queen, dan ternyata sukses membuat gadis itu mati kartu. Aorion memang cerdik.
Aorion akan membuat Queen bertekuk lutut padanya. Aorion akan meruntuhkan sikap keras hati dan juga sikap angkuh wanita itu dengan pesonanya. Pesona yang selama ini tak bisa di tolak gadis manapun.
''Kita lihat saja Queen, berapa lama kau masih bisa bersikap seperti ini?"
...❄️...
...❄️...
...❄️...
dan perasaaan cinta David yg TDK bersambut.
oleh queen.tapi...
selamanya sahabat sejati...tiada yg mengkhianati.semuanya selesai dg baik dan masing masing dpt menerima keputusan nya.
senang lihat queen bersatu dg Rion.
pokoknya ceritamu thort....
membuatku termehek mebel..
syukurlah ternyata bukan.
Hidup memang misteri....
yg penting kita jalani aja semampu kita.
aku suka karyamu thort.
TDK membosankan bcnya.
penuh misteri...ada juga lucunya...🥰🥰🥰
bukan rion
aku curiga...
tapi kenapa dia melindungi qieeen
atau taktiknya aja
ku rasa Romero adalah megguel
ceritamu kerennn thort
cuma aku ngga tau siapa kamu thor...
kurang jelas
rahasia apa di balik pertunangan queen dan Rion...