Perusahaan keluarga nyaris bangkrut, keuangan menipis lantaran terbiasa hidup mewah.Nabila harus menerima takdir Siska menolak dijodohkan dengan pak tua mesum dari keluarga Gunawan yang terkenal. Demi keluarga dia rela berkorban, dia rela di gadaikan, dinikahkan dengan pak tua mesum ituh yang terkenal kaya raya. Namun ituh tidak menujukan dirinya, sebelum hari penikahan mereka tiba. Sosoknya yang misterius dan selali sembunyi di balik kamera,akhirnya terungkap saat ia menikahi Nabila dengan cara hormat. " Kk-kamu.... masih muda? " tanya Nabila dengan polosnya. " kamu kira saya sudah tua gituh? " Nabila menggeleng panik. " tapi kata kaka siska, kamu orang tua yang mesum dari keluarga Gunawan yang terkenal. "Ituh hanya rumor palsu tentang saya, kamu jangan percaya rumor sebelum kamu liat langsung sendiri buktinya. "Apakah Nabila yang selalu menderita bisa hidup bahagia setelah menikah dengan suaminya Devan? Ataukah Siska akan menjadi duri dalam penikahan Nabila dan Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Annisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Sekolah tidak terlalu menyenangkan untuk Nabila. sepatu nyala anak angkat dan diperalat keluarga, dia tidak berani berteman dengan anak lainnya seusianya. dia menjadi Perangai pendiam dan sulit diajak bicara, karena takut aib keluarga nya terbongkar. diapun membentengi diri dan fokus belajar.
Sama seperti tadi pagi, Devan kali ini datang menjemputnya setelah tadi pagi mengantarkan ke sekolah. bedanya, kali ini itu datang lebih awal, menunggu sembari memainkan ponselnya di mobil.
Begitu Nabila sampai dan duduk di sebelah kursi kemudi. depan mengambil sesuatu dari bawah kemudi, menampakkan sebuah kotak seukuran dengan besar yaitu ke pangkuan Nabila. Nabila hanya memandang kotak smartphone dengan wajah tidak mengerti.
" pakai itu untuk menghubungi ku," katanya sembari menyalakan mesin dan mulai melajukan mobil.
Nabila membuka kotak di pangkuannya dan sebuah ponsel baru kini berada di genggaman kedua tangan kecilnya. Dia menatap depan dengan Tatapan yang sulit diartikan.
" Apa ini tidak terlalu berlebihan?" tanya yang merasa tidak nyaman.
Nabila tidak punya ponsel sejak dulu dia tidak pernah bermimpi memiliki benda semua itu. Alasan itu pula membuat Nabila menjadi peringai tertutup dari siapapun. Dia malu.... juga, takut Membuat malu nama keluarganya.
" Berlebihan kenapa? sekarang tidak punya ponsel jelas jelas akan menyusahkan."
Devan masih ingat apa yang terjadi tadi pagi saat dia meminta nomor telepon istrinya dan dengan santai Nabila membalas kalau dia tidak punya ponsel. bahkan hanya ponsel murah saja, istrinya tidak dibelikan. entah amarah di seperti apa yang meluap-luap tidak adanya saat mendengar kabar itu tadi pagi.
Dia tidak percaya, keluarga yang selama ini selalu dipandang tinggi banyak orang karena amat sangat menjijikan. depan sedikit bersyukur bisa mengeluarkan Nabila dari penjelajahan dan keluarga Atmawijaya .
" Aku aku membelikan untukmu karena aku tidak mau repot-repot menunggu saat mau menjemputmu."
Nabila hanya mengangguk lemah. hanya perasaanku saja atau memang istri kecilnya itu terlihat sedang Murung sekarang?
"Apakah terjadi sesuatu?"
Nabila menggeleng pelan.
" Kamu tidak suka dengan sekolah ini? apa kamu lebih suka tidak punya ijazah dan Duduk diam di rumah merawat anak-anak kita?"
Nabila menatap Devan kesal." Tentu saja tidak! aku hanya sedang memikirkan keadaan keluargaku. Bagaimana kondisi mereka sekarang? aku belum melihatnya sejak kemarin malam."
Benar, Devan melarang Nabila menemui mereka setelah keduanya resmi menikah. depan sengaja memutuskan hubungan istrinya dengan keluarga angkatnya dengan cara membawa perempuan itu pulang ke rumahnya.
Karena sadar ataupun tidak, Nabila sudah dijual padanya sejak ijab kabul itu disahkan. Nabila dijual untuk menutupi hutang keluarganya yang sangat banyak.
" Mereka baik-baik aja, aku sudah mengurusnya. kamu fokus aja belajarnya dan urus kehidupanmu sendiri Jangan memikirkan Mereka lagi."
" Tapi……"
" Nabila, kalau kamu selenggang itu Sampai berani memikirkan mereka yang selalu menyiksamu lebay kamu ikut aku.
" Kita mau ke mana?" Nabila menatap depan dengan wajah bertanya- tanya.
" Aku yakin kamu ingin mengerjakan sesuatu." Devan membelokkan mobilnya ke sebuah restoran, lalu turun dari mobilnya.
Nabila berpikir, Apakah Devan akan menjualnya di sana? menjadikan pelayan di rumah makan terkenal yaitu? sebagai balasan karena bila telah digadaikan padanya?
Nabila baru saja mau bertanya, saat tiba memintanya turun dan membawanya masuk ke dalam. bukan, mereka tidak datang untuk makan, mainkan untuk masuk ke dapur.
Bagaimana pria itu bisa sangat leluasa di sini? Apakah restoran ini miliknya? ataukah milih kenalannya? lalu, mengapa dia membawa Nabila kemari?
Semua tanda tanya di otaknya terjawab begitu seorang wanita paruh baya memakai pakaian koki mendekat mereka. Wanita itu masih terlihat cantik, tapi Nabila tahu usianya tidak muda lagi.
" Tumben kamu kemari, kenapa sayang?" wanita itu memandangi Nabila dengan senyum mengembang di bibirnya." kamu tidak bermaksud meninggalkan istrimu pada Mommy hari ini, kan Devan?"
Mommy?
Jangan bilang padanya, kalau wanita cantik itu… Mama mertuanya?
" Ya, itulah Rencanaku. dia seperti tidak punya kerjaan di rumah. sebaiknya dia ku tinggal disini, artinya dia bisa membantu pekerjaanmu mom."
Widya berdecak, dia memandangi putarnya dengan tangan berkacak pinggang.
" Harusnya kamu membawa dia jalan-jalan, ajak dia bulan madu, Bukannya kamu lemparkan pada Mommy untuk jadikan pembantu!"
" Sepertinya dia tidak keberatan dijadikan pembantu," Devan melirik Nabila yang juga Tengah menatapnya,
" Dia bahkan dengan senang hati mengingatkan keadaan mereka yang selalu menjadikan binatang ternaknya."
Widya sontak memukul kepala putranya cukup keras." Jaga bicaramu, jangan terlalu kasar pada istrimu."
Devan, dia pun tersenyum. tepuknya Puncak kepala Nabila dengan pelan.
" Bermainlah, Kami tidak akan memarahimu sekalipun kamu menghancurkan isi dapurnya." Setelah mengatakan itu, Devan pergi dari sana.
Nabila menggenggam ponsel di kedua tangannya dengan erat. dengan takut ia menatap Widya yang juga Tengah memandanginya.
" Kenapa kamu terlihat takut sekali melihatku? Devan mengatakan macam-macam salah aku?" tanya Widya yang kini menatap menantunya dengan dahi mengkerut penasaran.
Nabila menggeleng lemah kepalanya menunduk pasrah. Tangan terukur menyerahkan ponsel yang diberikan Devan yang membuat kerutan dahi Widya semakin parah.
" Apa ini ?
" Tadi Kak Devan memberikan ponsel ini padaku dan Kurasa ini terlalu berlebihan Mom," balasnya takut-takut.
Widya ternganga dia bukan kaget Devan yang pelit mau membelikan ponsel itu untuk istrinya melainkan Nabila yang dengan polosnya mau mengembalikan ponsel itu padanya.
Apa gadis ini...
Widya mendecakkan lidah dan Nabila langsung menjengit.
" Kamu punya ponsel?" Nabila menggeleng.
" Lalu kenapa kamu memberikannya padaku? Devan membelikan ponsel untuk untukmu, buka untuk dikembalikan apalagi dijual tapi itu untukmu. kamu bisa memanfaatkan ponsel itu untuk belajar dan masih banyak lainnya, misalnya menghubungi keluargamu."
Nabila mendongak menatap Mama mertuanya dengan ekspresi terkejut Apakah benar Devan memberikan ponsel ini agar Nabila bisa menghubungi keluarganya? Namun sepertinya Devan tidak mau melihat Nabila berhubungan dengan mereka.
Lalu apa tujuannya? hanya karena dia tidak mau menunggu lama sampai menjemputnya?
Nabila membuang muka." Apa aku masih boleh berhubungan dengan orang tua angkatku? Kak Devan sepertinya tidak setuju melihat tuk kembali dekat dengan mereka lagi mom."
Widya tidak tahu harus bicara apa. dia mengenal Devan dengan baik, jika Devan sampai melarang Berarti ada sesuatu yang buruk yang tidak harus dilihat orang lain.
Tunggu dulu..... Apa katanya tadi?
Orang tua angkat?
Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari saya. 🤗
Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...