NovelToon NovelToon
Menikahi Om Tampan

Menikahi Om Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Nikahkontrak
Popularitas:35.1k
Nilai: 5
Nama Author: viannakim

Aleta Quenby Elvina gadis berusia 21 tahun. yang terpaksa harus menikah dengan CEO tampan kaya raya, Ia dijodohkan oleh orang tua nya karena alasan orang tua nya lelah dengan sikap Aleta yang tidak bisa diatur, jadi orang tua Aleta memilih menikahkan Aleta dengan teman kolega papa nya. dengan harapan Aleta dapat berubah menjadi seseorang yang lebih baik lagi.

Namun, ternyata hal itu tidak membuat Aleta berubah malah ia semakin menjadi jadi, dan tidak terkontrol. karna menurut nya dengan ia menikah ia akan menjadi lebih bebas. dan terlepas dari aturan orang tua nya.

akankah pernikahan mereka akan berjalan dengan lancar? ataukah sebaliknya? apakah Aleta akan merasakan bahagia dengan pernikahannya?






selamat membaca ya, dan mohon dukungan nya teman teman☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viannakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 8 - D-day

Hari ini akan menjadi hari bersejarah bagi Aleta dan Tama. Tepat di hari ini mereka akan mengucapkan janji suci pernikahan dan mereka akan sah menjadi pasangan suami istri

Aleta yang duduk di depan meja rias melihat dirinya yang sangat gugup, padahal jelas pernikahan ini bukan kemauan nya, tapi kenapa dia terlihat gugup sekarang? Lucu sekali apa karena ini yang pertama bagi nya makanya dia sangat gugup sekali saat ini?

"Wah sahabat ku terlihat cantik sekali" Zizi meledek Aleta saat dia baru saja sampai di ruang pengantin wanita, dan Aleta memberikan tatapan sebal nya karena ledekan Zizi

"Gugup ya? Hahaha ternyata sahabat gue ini bisa gugup juga ya?" Sekali ledekan Zizi terdengar sangat menyebalkan di telinga Aleta

"Diem Lo!" Bentak nya

Lily yang baru saja masuk mendegar bentakan Aleta sangat terkejut

"Kak! Yaampun aku baru aja masuk udah dapet bentakan aja" ucap nya cemberut Tapi setelah itu dia tersenyum melihat Aleta yang sangat cantik

"Ihh kakak aku cantik banget sih" berjalan menghampiri dan memeluk Aleta

"Mau ikut juga" Zizi pun ikut memeluk Aleta

"Gak nyangka kakak aku ini sebentar lagi mau jadi istri orang" ucap Lily terdengar sedih

"Gue juga gak nyangka Lo yang masih suka maen maen udah mau nikah aja" Zizi pun ikut sedih

"Isss udah deh diem kalian, gak usah melow melow enek gue liat nya" marah Aleta, lebay sekali mereka ini Aleta kan hanya menikah bahkan setelah menikah pun masih bisa untuk bebas bermain dengan teman teman nya

"Lo mah gitu, kita tuh sedih tau Lo nikah duluan pasti nanti udah jarang keluar bareng kita kita lagi"

"Gak usah lebay gue cuma nikah dan masih tinggal disini gak pindah jadi masih bisa keluar bareng kalian"

"Iss kak Aleta masih suka keluar malem ya" tanya Lily

"Iya ly dia masih suka keluar malem makanya dia nikahin" Zizi mengadukan kelakuan Aleta kepada Lily dan alasan Aleta yang menikah

"Ihh jadi kak Aleta nikah tuh dijodohin" sekali lagi Lily bertanya

"Iya ly dia nikah nya itu di jodohin karena dia Badung papah nya tuh capek liat kelakuan dia jadi di nikahin deh" dan sekali lagi juga Zizi menyela Aleta yang ingin menjawab

"Bacot" kesal karena jawaban Zizi yang membocorkan alasan dia menikah dengan Tama kepada Lily

"Iss Kak Aleta kasar ilang deh kesan anggun nya" Zizi tertawa mendegar ucapan Lily

"Hahaha tau lo udah cantik cantik omongan nya kasar"

Pintu terbuka dan memunculkan mamah yang terlihat cantik dengan balutan kebaya warna biru. Berjalan menghampiri Aleta dan sedikit memberikan pelukan nya

"Duh anak mamah cantik banget sih" puji mamah karena melihat Aleta yang benar benar sangat berbeda dari biasa

"Siap siap ya sayang sebantar lagi kamu keluar"

"Iya mah"

"Jangan gugup ya"

"Mah.." mereka tertawa, karena Aleta memang terlihat sangat gugup

...\=\=\=\=\=\=\=\=...

Tama yang berada di ruang pengantin pria pun sama gugup nya dengan Aleta. Berdiri di depan jendela yang membelakangi pintu mulutnya tidak berhenti melafalkan janji suci yang akan dia bacakan di altar nanti takut takut salah ucap nanti nya

Tanpa ia sadari pintu di belakang nya terbuka dan ayah melihat Tama yang berdiri di depan jendela, berjalan pelan ayah menghampiri Tama dan menepuk pundak nya

Tama yang merasakan pundak nya di tepuk pun kaget "ayah"

"Haha kaget tam, yaampun padahal ayah cuma nepuk pundak kamu pelan" tawa ayah melihat keterkejutan Tama

"Kapan ayah kesini? Kok Tama gak denger ayah buka pintu?" Tanya nya

"Barusan terus ayah liat kamu berdiri di depan jendela yaudab ayah samperin" jeda "gugup ya?" Ayah mengelus pundak tegap Tama memberikan sedikit kekuatan agar Tama tidak terlalu gugup

Tama hanya tersenyum mendapat pertanyaan seperti itu dari ayah, jelas saja dia gugup ini adalah pertama kali baginya

"Dulu ayah juga kaya kamu, gugup tapi ayah yakin kalau ayah pasti bisa. jadi percaya aja kalau juga bisa. Gugup itu hal wajar karena ini yang pertama bagi kamu" ayah memberikan sedikit nasihat kepada Tama

Tama menerima nasihat ayah dengan sangat baik dan sekarang dia yakin bahwa dirinya bisa melewati ini semua

"Iyaa yah, Tama jadi lebih tenang sekarang" memberikan senyuman nya kepada ayah menandakan bahwa dia sudah menjadi lebih tenang, pun dengan ayah yang ikut tersenyum

"Yaudah sekarang kamu siap siap sebentar lagi acaranya di mulai"

"Iya yah"

...\=\=\=\=\=\=\=\=...

Berdiri menunggu seseorang yang sebentar lagi akan menjadi istri nya membuat Tama semakin gugup. Bahkan lebih gugup saat di ruang pengantin tadi

Mendengar pintu yang terbuka Tama membalikkan badan nya dan melihat Aleta dan sang papah yang sedang berjalan menuju altar.

Dia sempat terbengong sebentar melihat Aleta yang begitu cantik berbeda dari biasa nya. Saat berjalan ke altar Aleta terlihat sangat anggun

Tama menyambut tangan Aleta saat papah menyerah kan kepada dirinya dan Aleta pun segera meraih tangan tama

"Papah percayakan Aleta sama kamu tam dan tolong jaga dia" sebelum benar benar pergi papah mengatakan kepada untuk menjaga Aleta

"Iya pah Tama akan jaga Aleta" mendengar Tama berkata seperti itu papah merasa sangat lega karena setidaknya Aleta akan berada di tangan orang yang tepat.

Setelah kedua mempelai berada di altar pernikahan pun dilaksanan dan mereka mengucapkan janji suci pernikahan.

Selesai mengucapkan janji suci mereka saling bertukar cincin. dan saat Tama akan mencium nya Aleta sedikit menghindar

"Gak usah sembarangan nyium gue om" ucap nya dengan berbisik

"Saya hanya akan mencium kening kamu" dengan berbisik juga Tama membalas ucapan Aleta baru setelah nya dia mencium kening Aleta

Suara tepuk tangan yang meriah menandakan upacara pernikahan mereka telah selesai di lakukan. Mamah dan papah serta ayah dan bunda tersenyum bahagia melihat mereka yang telah resmi menjadi pasangan suami istri.

...\=\=\=\=\=\=\=...

Para tamu undangan saat ini sedang menikmati hidangan yang disediakan. Begitu pun dengan Lily dan Zizi

"Kak Zizi kak Aleta bahagia ya, padahal katanya terpaksa" ucap Lily yang memandang Aleta yang sedang menyalami para tamu

"Pencitraan aja itu dia biar nanti gak kena oceh sama om Akbar" cibir Zizi, Lily tertawa saat Zizi berkata bahwa Aleta hanya pencintraan saja tersenyum bahagia seperti itu.

"Kak Zizi nih ada ada aja"

"Haha ya kan bener" mereka menertawakan Aleta bersama.

"Zi!" Merasa namanya di panggil Zizi menolehkan kepala ke arah seseorang yang memanggil dirinya. Terlihat teman nya yang baru saja datang

"Yang lain mana? Gak bareng lo" tanya Zizi mencari teman teman nya yang lain

"Nyusul katanya" ucap teman nya itu

"Oh okee lah, eh cicip nih makanan nya" Zizi mempersilahkan mereka untuk menyicipi makanan

"Nanti deh kita mau ke Aleta dulu"

"Oh yaudah kalau gitu" teman teman nya pun pergi menghampiri Aleta untuk mengucapkan selamat atas pernikahan nya

...\=\=\=\=\=\=\=...

Berdesis sedikit karena merasakan kaki nya yang pegal karena memakai sepatu hak tinggi, sedari tadi para tamu tidak berhenti memberi nya ucapan selamat sehingga memaksa nya untuk tetap berdiri

Tama yang sangat peka dengan keadaan Aleta membisikkan aleta untuk duduk sebentar

"Kalau lelah kamu duduk aja" bisik nya

"Ck gak enak sama tamu yakali kan mereka salaman pengantin nya malah duduk dianggap gak menghargai nanti" sebenarnya dia sangat ingin sekali duduk untuk sebentar saja tapi bagaimana jika tamu yang lain mengira jika dia tidak sopan

"Enggak papa nanti saya akan bilang ke mereka kalau kamu lelah berdiri terus" Tama menyakinkan dirinya agar dia mau untuk duduk sebentar saja

"Udah ah gak papa, gue bisa kok" tapi Aleta tetap saja tidak mau dan tama pun hanya membiarkan nya saja walau ada sedikit rasa khawatir terhadap Aleta

"Aletaaaaa, yaampun selamat ya" tiba tiba seorang teman Aleta datang menghampiri dan memeluk Aleta

Aleta yang melihat teman nya itu tersenyum senang dan menerima pelukan nya

" Sendirian aja sha" tanya nya saat tak melihat seorang pun yang datang bersama teman nya itu

"Iyaa nih, mereka pada nyusul katanya" jawab Sasha

"Eh btw selamat ya, yaampun gak nyangka banget Lo yang bakal nikah duluan diantara kita kita"

"Haha iyaa makasih ya sha Lo udah mau dateng"

"Haha temen gue nikah masa gue dateng sih" ucap Sasha dengan nada bercanda

"Eh Lo udah cicipin makanan nya belum, cicipin dulu gih" suruh Aleta

"Iyaa ini gue baru cicipin rugi kan makanan gratis kalau gak di cicipin"

"Haha anjirr lo, dah sana cicipin bareng Zizi tuh"

"Iyaa tadi gue udah ketemu Zizi, yaudah gue kesana dulu ya" pamit nya

Sebelum pergi dia memberi salam kepada Tama dan juga orang tua Aleta dan Tama

...\=\=\=\=\=\=\=...

Selesai acara resepsi mereka bersiap siap untuk pulang, tapi Aleta dan Tama tidak pulang kerumah mereka akan menginap di hotel untuk malam ini

"Kalian nginap di hotel ya malam ini, kamar nya sudah mamah siapkan kok" ternyata mamah sudah menyiapkan kamar untuk mereka

"Mah? Kok nginep di hotel sih aku gak mau ah" seperti biasa Aleta selalu menolak

"Jangan nolak ini perintah" jika sudah begitu Aleta tidak bisa berbuat apa apa lagi dan terpaksa malam ini dia harus menginap di hotel dengan Tama

" Udah sana kalian istirahat, mamah tau kalian pasti capek banget kan" ya mereka sangat lelah sekali maka tanpa menunggu lama Aleta langsung pergi meninggalkan orang tua nya dan orang tua Tama tanpa pamit. bukan bermaksud tidak sopan hanya saja dia kesal dengan orang tua nya yang selalu saja seenak nya sendiri

Tama yang melihat perlakuan Aleta seperti itu menjadi tidak enak, dan dia bergegas untuk menyusul Aleta

"Maaf pah mah, yah bun Tama pamit mau susul aleta" setelah mendapatkan jawaban iya dari mereka ia langsung berlari untuk menyusul Aleta yang sudah menjauh.

__________

1
M Amin Amin
lanjut thor
chachacha
cerita nya bagus,
CandycaneMissy
sukses selalu authorr 、歴洟 aku selalu mendukung mu
anna park: makasih ya☺️
total 1 replies
isntit darling
Udah berapa kali aku ngulang-ngulang bacanya, karena seseru itu!
anna park: aaaa makasih ya udah baca terus🤗
total 1 replies
with_mercii
Thor, aku nungguin crazy up karena ceritamu sudah drive me crazy‾
anna park: nanti ya, lagi kena writer block parah soalnya😢 jadi belum bisa crazy up
total 1 replies
TwilightQueenbee
thooorr.he authorrr up lge dong thorr. yg bnyakk昨沽 smangattt thorrr
Garang Anggriawan
Fix ceritanya bikin aku kecanduan buat terus baca huah
anna park: makasih ya🤗
total 1 replies
moon struck traveller
Lanjuting dong thor, seru!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!