Menceritakan seorang anak yang lolos dari aksi pembantaian oleh orang-orang aliran hitam. Dia diselamatkan oleh seorang Kakek yang adalah seorang Kultivator terkuat di benua timur yang sudah lama mengasingkan diri di hutan kematian.
Dia pada akhirnya diangkat menjadi murid yang mewarisi Semua ilmu kepandaian gurunya dan menjadi penerus sebagai sang Naga.
Pergi berkelana seorang diri dan tidak pernah menutup mata terhadap ketidak adilan, menjadi momok yang menakutkan bagi aliran hitam.
Dialah Xiao Lang, seorang yang akan menuju puncak kultivasi dan menjadi LEGENDA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Attar GG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08. Kemarahan Klan Jung
Tidak berapa lama setelah kedua muda mudi itu pergi, datanglah beberapa orang pasukan dari kerajaan Zhang karna mendengar laporan terjadi keributan di sini. Merekapun segera membereskan dan membawa tuan muda Jung Yon dan para pengawalnya ke kediaman Klan Jung.
Di kediaman klan Jung para keluarga klan langsung heboh dengan kedatangan para prajurit kerajaan yang membawa tuan muda kedua dengan para pengawalnya dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Bagai mana tidak, putra kedua dari ketua Klan Jung itu keadaannya sangat-sangat memprihatinkan dan hampir tidak bisa di kenali. Tangan dan kakinya patah, mukanya pun babak belur dan lebih parahnya lagi ia dalam keadaan pingsan. Begitupun juga dengan kedelapan orang yang mengawal tuan muda kedua kondisinya sangat memprihatinkan dan dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Ketua Klan Jung Nan begitu marah melihat kejadian yang menimpa anak dan pengawalnya, emosinya meledak-ledak tidak karuan karna ada orang yang berani bertindak jauh terhadap anak dan anggota klannya. Jung Nan pun mengumpulkan semua anggota keluarganya di aula klan.
"Siapa yang berani berbuat kurang ajar terhadap klan kita, dari klan mana orang itu." ucap Jung Nan dengan wajah yang merah karma marah.
"Cari dan selidiki orang itu." perintah Jung Nan pada anggota klannya.
"Tangkap dan habisi seluruh keluarga nya..." ujar tetua klan Jung Ki dengan tangan terkepal.
Hampir dua jam mereka melakukan pertemuan di aula klan, merekapun sepakat untuk segera mencari dan menangkap orang itu bagaimana pun dan dengan cara apapun. Bagi mereka ini adalah penghinaan besar bagi Klan Jung yang merupakan Klan utama di kota Bintang ini, maka hanya dengan menghabisi seluruh keluarganya baru semuanya impas.
...----------------...
Ditempat lain, saat ini Xiao Lang bersama Jia Ran akhirnya tiba di sebuah penginapan di pusat kota bintang. Segera ia memesan sebuah kamar untuk beberapa hari dan langsung membayarnya, mereka pun segera diantar oleh pelayan ke kamarnya.
Karna hari sudah sore, nona Jia Ran akhirnya pamit dan kembali ke Klan nya. Sebelum pergi, Nona Jia Ran mengingatkan Xiao Lang untuk berhati-hati terhadap klan Jung karna dia tahu pasti Klan Jung tidak akan diam dan pasti akan membalas dendam kepada Xiao Lang.
"Kakak Lang hati-hati, ketua klan jung pasti akan mencari dan membalas dendam pada kakak." ucap Jia Ran kepada Xiao Lang dan diangguki oleh Xiao Lang.
"Ran' er tidak usah khawatir, kakak akan baik-baik saja." sambil tersenyum dan mengelus kepala Jia Ran.
Muka Jia Ran seketika memerah seperti tomat, karena diperlukan oleh Xiao Lang. Ia merasa khawatir tetapi akhirnya bisa tenang dan percaya bahwa Xiao Lang pasti bisa menjaga dirinya. Akhirnya Jia Ran berlalu dan kembali ke klannya dan akan berusaha menutupi kejadian yang terjadi pada saat di rumah makan.
Selepas kepergian Nona Jia Ran, Xiao Lang akhirnya membersihkan diri dan istirahat sejenak sambil menunggu malam datang. Rencananya Xiao Lang ingin ke hutan untuk berlatih dan berkultivasi untuk mencoba menaikkan ranah kultivasinya.
Malam pun datang, Xiao Lang akhirnya keluar dari penginapan dan berjalan sebentar sambil melihat sekitarnya. Ketika dirasakannya aman, iapun melompat dan terbang kearah hutan yang ada di pinggiran kota Bintang. Sesampainya di hutan, segera ia mencari tempat yang aman untuk melakukan pelatihan dan berkultivasi.
...----------------...
Di istana kerajaan Zhang.
Kepulangan Tuan Putri Zhang Rui yang dikawal oleh Jenderal Wentian dan pasukannya, disambut dengan sukacita oleh Raja Zhang Ren dan Ratu Jia Ying di istana kerajaan Zhang. Setelah sampai di istana, putri Zhang Rui langsung menghadap Raja dan Ratu, merekapun saling berpelukan hangat karena sudah beberapa bulan ini Putri Zhang Rui meninggalkan mereka untuk berkunjung ke Kota Lima Warna.
Di istana, Raja Zhang Ren mendengarkan laporan dari Jenderal Wentian tentang kejadian penghadangan yang dilakukan oleh kelompok bandit gunung. Jenderal Kerajaan Zhang itu menceritakan secara detail semua kejadian itu tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Raja Zhang Ren sangat marah dan akan secepatnya membahas kejadian ini dengan para petinggi kerajaan. Disatu sisi, Raja Zhang Ren juga sangat bersyukur karna ada Xiao Lang yang sudah membantu pasukan kerajaan dan menumpas para bandit serta memberikan jaminan keamanan kepada Putri Zhang Rui selama perjalanan kepulangannya.
Raja Zhang Ren ingin sekali bertemu dengan Xiao Lang dan memberikan hadiah sebagai ucapan terimakasihnya. Ia ingin sekali mengundang pendekar muda itu untuk makan malam di istana kerajaannya. Tapi setelah mendengar bahwa mereka berpisah setelah memasuki kota bintang, Raja Zhang Ren pun kecewa mendengarnya.
Ratu Jia Ying memperhatikan ada yang berbeda dengan perilaku putrinya sejak kepulangannya itu. Sebagai seorang Ibu, dia sudah sangat mengetahui perubahan sikap dari sang putri. Pasti sesuatu yang terjadi, kadang dia melihatnya tersenyum dan terkadang melamun dengan pikiran entah kemana.
"Nak apa sesuatu yang engkau pikirkan, coba ceritakan pada Bunda." tanya ratu Jia Ying kepada putrinya.
Dengan sedikit terkejut tapi segera ia mengatasinya dan menjawab pertanyaan dari Ibundanya. "Tidak Bunda Ratu, ananda baik-baik saja." jawab putri Zhang Rui terbata-bata dengan pipinya memerah seperti kepiting rebus.
"Sudah kalau tidak mau di cerita, penting putri cantik bunda baik-baik saja..." sambil tersenyum dan meninggalkan putri dikamar nya.
Setelah kepergian Ratu Jia Ying, Putri Zhang Rui kembali memikirkan keberadaan Xiao Lang, sebenarnya ingin sekali ia memberitahukan kepada ibundanya tapi malu dan takut ibundanya akan memarahinya. Tapi ia yakin kalau mereka akan secepatnya bertemu karna Xiao Lang sudah berjanji bahwa nanti akan datang ke istana dan menemuinya.
...----------------...
Didalam Goa di hutan pinggiran kota bintang, Xiao Lang terus berlatih dan berkultivasi meningkatkan kemampuannya dan memperkokoh pondasi kultivasinya. Dengan berbagai sumberdaya yang diberikan oleh gurunya, tidak sulit bagi Xiao Lang untuk meningkatkan kekuatannya.
Booommmmm
Booommmmm
Booommmmm
Terdengar bunyi ledakan dalam tubuh Xiao Lang, tanda ia telah melakukan terobosan. Senyum penuh kepuasan pun terlihat dari wajah Xiao Lang karna dalam beberapa hari ini ia langsung menerobos ke Ranah Langit tahap awal. "Kayaknya cukup untuk sekarang, selama masih ada sumber daya tidak ada yang perlu di khawatirkan.."
Lautan tenaga dalam yang sudah di olah menjadi energi Qi murni membuat tubuhnya lebih ringan dan sangat kuat. Hampir tidak ada orang di benua timur yang mampu mengalahkan Xiao Lang, tapi itu tidak membuatnya bangga bahkan itu semakin memotivasi nya untuk lebih kuat lagi.
Dengan penguasaan Kitab Pengetahuan yang diberikan oleh gurunya, teknik-teknik dan jurus tingkat tinggi semuanya dengan mudah dikuasai olehnya. Setelah berpikir sejenak, ia memutuskan untuk melatih kekuatan dan pengalaman bertarungnya dengan mencari binatang buas tingkat tinggi atau binatang Iblis di hutan ini sebelum kembali ke kota bintang.
Pertarungan demi pertarungan dilakukan oleh Xiao Lang, sudah ribuan bintang buas tingkat tinggi dan binatang Iblis yang mati di tangan dan pedangnya. Tubuhnya yang ringan membuatnya bisa bergerak cepat dan lincah. Dengan tubuh Dewa Naga hampir tidak ada senjata yang mampu melukainya.
"Sebaiknya aku segera kembali, perasaanku tidak enak. Semoga tidak terjadi sesuatu dengan Jia Ran..." batinnya. Seketika ia pun dengan kecepatan tinggi langsung terbang ke arah pusat kota Bintang.
Sampai di pusat kota bintang, Xiao Lang langsung mencari rumah makan untuk mengisi perutnya yang sudah lapar karna beberapa hari tidak makan selama melakukan kultivasi. Tiba di rumah makan, Xiao Lang langsung memesan makanan.
Hari itu kondisi di rumah makan sangat ramai, Xiao Lang fokus untuk mendengarkan percakapan dari pengunjung sambil menikmati makanan yang di sajikan untuknya. Seketika ia diam mendengar dari beberapa pengunjung yang membicarakan perselisihan antara klan Jung dengan Klan Jia. Dari yang di dengarnya bahwa klan Jung merasa Nona Jia Ran adalah penyebab tuan muda ke dua klan Jung babak belur di hajar oleh seorang pemuda yang tidak di ketahui asal-usul nya.
Klan Jung sudah beberapa kali untuk meminta pertanggung jawaban dari nona Jia Ran dan ingin membawanya ke klan Jung tapi tidak di tanggapi dan bahkan di lawan oleh orang-orang Klan Jia. Maka terjadilah pertikaian kedua klan utama kota bintang dan semakin parah. Klan Jung bahkan mengancam akan menyerang klan Jia jika masih tidak mau menyerahkan Nona Jia Ran.
Setelah selesai makan, Xiao Lang langsung membayar dan segera beranjak dari tempat itu dan segera mendatangi klan Jia untuk bertemu dengan nona Jia Ran. Ia merasa bahwa dirinyalah penyebab dari semua ini, salah ketika membiarkan orang yang tidak tau apa-apa harus menjadi korban.
...JANGAN LUPA UNTUK LIKE DAN KOMEN NYA KAWAN-KAWAN...
...SEMOGA BISA MEMBERIKAN HIBURAN TERSENDIRI PADA PARA PEMBACA YANG BUDIMAN...
...AYO DUKUNG DAN SUPPORT AGAR LEBIH BAIK LAGI...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...