Seorang wanita bekerja sebagai Pemandu Lagu di sebuah Club Malam.
Dia berjuang keras menjadi tulang punggung sebuah keluarga,Namun keluarga bibi dan pamannya.
Orang tuanya sendiri sudah meninggal dalam tragedi kecelakaan.
Dara Aulia nama wanita tersebut.Di panggil Dara.Bekerja sebagai Pemandu Lagu disebuah Club Malam.
Namun dirinya masih menjaga kesuciannya.
Pekerjaan Dara henyalah bernyanyi menemani om-om yang galau .Tidak lebih dari itu.Namun melihat dari pekerjaan yang di lakoninya,membuat dia dianggap sebelah mata.
Dara di pertemukan dengan seorang CEO yang super dingin dan arogan,Arthur namanya.Dia mencari seorang istri pura-pura untuk melancarkan sebuah ambisi balas dendam atas masa lalunya.
Menikah di atas Kontrak adalah jalan yang dia pilih.Karena tidak akan ada ikatan cinta di status mereka.Hingga ,sampai semuanya selesai.Arthur dengan mudah meninggalkannya.
Tidak ada kontak fisik itu adalah salah satu perjanjiannya.Namun Apakah mereka akan saling jatuh Cinta??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahyaning fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari pernikahan
***1 Minggu berlalu***
Hari ini adalah hari kepergian Dara dari kosan.
Dengan berat hati Dara harus meninggalkan Rama.
Jauh dari saudara satu-satunya adalah pertama kali bagi Dara.
Dara juga tidak memberitahukan perihal pernikahannya dengan seorang pengusaha kaya raya.
Ini sengaja Dara lakukan,karena salah satu dari perjanjian itu bersifat rahasia.
Bahkan keluarga sendiri tidak diperbolehkan tahu.
Mobil jemputan sudah tiba,Dara bergegas naik agar Rama tidak curiga.
Dara melambaikan tangan kepada Rama,tanda perpisahannya dengan adik satu-satunya.
Dara tak kuasa menahan air matanya,tanpa terasa air matanya meleleh begitu saja.
Hampir tidak pernah Dara meninggalkan Rama,dalam waktu yang cukup lama.
Karena sejatinya Rama adalah anak yang manja.
"Tapi ini semua demi masa depan Rama dan dirinya"batin Dara dalam hati.
"Ini nona, lap ingusmu."Tony menyerahkan kotak tisu kepada Dara.
"Ish , tuan ini."
Mobil melaju dengan kecepatan sedang.
Sekilas Tony melirik dari arah kaca spion,,
"Ehm,meskipun sedang menangis wajahnya tetap cantik."gumam Tony sedang mengagumi wajah cantik Dara dibalik stir mobil.
...........................................................................
****Pasific Hotel*****
Mobil melaju ke area parkir sebuah hotel bintang lima.
Disambut pelayan hotel dan membantu Dara membawakan tas kopernya.
Dengan ramah pelayan mengantarkan tamunya ke kamar hotel.
Hotel ini juga salah satu milik Arthur,sehingga saat kedatangan asisten Tony para pegawai hotel sangat ramah dan hormat.
Saat memasuki hotel ,
asisten Tony dan Dara disambut oleh manager hotel .
"Selamat Datang di Pasific Hotel" manager menangkupkan kedua tangannya,menyambut tamu istimewa hotel ini.
Manager mengerti,pasti ini calon mempelai wanitanya.
Jauh hari hotel ini sudah dibooking Arthur untuk pernikahannya.
Karena memang sifatnya rahasia,jadi hanya orang-orang tertentu saja yang di undang.
Asisten Tony sudah mengurus segalanya,Arthur hanya terima beres saja.
" Semuanya sudah beres tuan."
"Persis seperti yang anda minta !"
"Good job."
"Aku suka pekerjaanmu."Tony merasa puas dengan kerja keras manager hotel beserta anak buahnya.
"Nona ,mari saya antar ke kamar nona !"ajak Tony ke Dara,
Dara hanya menurut saja.
Sampai depan kamar , Tony membuka pintu.
"Silahkan.."
"Astaga....kamarnya bagus banget." Dara sampai takjub.
"Semuanya sudah disiapkan."
"Itu baju pernikahan nona."
"Nanti pagi-pagi sekali, ada yang datang merias anda."
"Lebih baik nona istirahat ."
"Terimakasih tuan????" Dara mengerutkan keningnya.
"Jangan panggil Tuan nona,sebentar lagi anda akan menjadi nyonya saya."
"Lalu saya harus panggil apa?"
"Tony saja."
" Ah,rasanya kurang sopan."
"Ehm,bagaimana kalau Asisten Tony saja."
"Terserah nona saja !"
"Baiklah saya permisi , nona." pamit Tony.
"Terimakasih asisten Tony."
Hampir tak percaya ,sebentar lagi Dara akan menjadi seorang istri.
Istri dari pengusaha sukses dan kaya raya.
"Ish ,apa nanti kata orang?? "
Kalau mereka tau ,aku menikah dengan orang kaya." Dara senyam-senyum sendiri.
"Tapi apakah aku akan bahagiya?"
" Sedangkan pernikahan ini hanya pernikahan pura-pura saja."Dara frustasi ,mengacak rambutnya sendiri.
Hari pernikahan telah tiba.
Tidak banyak yang di undang,sebagian besar para tamu undangan adalah kalangan kolega bisnis Arthur.
Pernikahan yang tertutup untuk umum,digelar di Pasific Hotel.
Sebagian besar acara di urus oleh pihak hotel.
Dari dekorasi pelaminan,dekorasi tempat duduk para tamu undangan , katering makanan sampai kamar untuk pengantin baru.
Tony berdiri tidak jauh di samping bosnya.
Pemuda itu sama-sama dingin seperti bosnya.
Wajah datar dan tanpa ekspresi.
Namun , itu justru membuat para kaum Hawa merasa penasaran dan tidak berhenti memandang.
Tony cukup tampan,namun bicaranya sangat pelit sekali.
Sedangkan di meja akad nikah.
Arthur terlihat sangat tampan dan kharismatik dengan berbalut jas dan sepatu putih,duduk dengan tenang dihadapan Pak Penghulu.
Sebentar lagi masa lajang Arthur akan segera berakhir,itu membuat kaum hawa patah hati melihat pria pujaannya akan segera menikah.
Tibalah pengantin wanita di dampingi dua bridesmaids.
Membantu pengantin wanita untuk duduk disebelah pengantin pria.
Sekilas Arthur menoleh kepada wanita disampingnya dan merasa takjub.
"Ternyata dilihat dari jarak dekat,Wanita ini sangat cantik" batin Arthur.
"Ish,apa yang aku pikirkan?"
"Tidak ,Arthur kau tidak boleh tertarik dengannya !"
"Kau hanya akan memanfaatkannya saja."
"Dia hanya alat,ingat itu Arthur." Arthur berbicara dengan dirinya sendiri.
ALAT..ALAT...ALAT...ALAT
Kata-kata itu yang selalu di ingat Arthur.
"Tuan Arthur bisa kita mulai sekarang!!"
Penghulu membuyarkan lamunan Arthur.
Acara yang sudah ditunggu -tunggu pun dimulai.
Pak penghulu menjabat tangan Arthur.
Dengan mengucapkan BISMILLAH, acara Ijab Qobul kita mulai.
Dengan penuh hikmat pak penghulu mengucapkan Ijab Qobul dan dijawab dengan sekali tarikan nafas oleh Arthur.
DAN......................
SAH !!!!!!!
SAH ....Semua orang yang menyaksikan pernikahan itu menjawab serempak dan bertepuk tangan.
Suara riuh tamu undangan mencairkan segala suasana,ada segelintir orang yang bergosip.
Ada yang masih hikmat mengikuti jalannya acara.
Ada juga yang ingin cepat-cepat selesai agar bisa menikmati hidangan yang menggiurkan air liur.
Semua tampak gembira , semua tampak senang.
Apalagi banyak orang-orang penting berkumpul di sini.
Kini tiba waktunya,Arthur menyematkan cincin berlian di jari manis Dara.
"Cium...cium...cium..!!!" Suara riuh dari para tamu undangan
Dengan ragu-ragu Arthur mencium kening sang mempelai.
Berbeda dengan Dara,pipinya terlihat merona dan detak jantungnya berdetak lebih cepat.
"Ada apa denganku?" Dara mencoba mengatur nafasnya,supaya lebih rileks.
Tak berhenti sampai disitu,acara masih berlanjut dengan pembacaan do'a oleh seorang ustad.
Mendo'akan pasangan pengantin supaya menjadi sakinah,mawadah dan warohmah.
Tidak lupa memberi wejangan-wejangan untuk kedua mempelai.
Apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam suatu hubungan.
Banyak yang pak Ustad sampaikan panjang lebar,semua kata-katanya benar-benar mengena di hati.
Tanpa terasa air mata Dara lolos begitu saja,mengingat di hari yang penting ini Rama tidak di sampingnya.
Keluarga kandung satu-satunya,dari ayah dan ibu yang sama.
Rasa bersalah di benak Dara,membuat hatinya begitu sakit.
Harusnya Rama di sini,menyaksikan pernikahannya.
Menjadi saksi,pengganti Ayah tercinta.
"Nasib..nasib..."
"Kenapa kau permainkan aku?"
"Bahkan pernikahan yang di anggap oleh orang nyata,bagiku tidaklah nyata." Dara berbicara dengan dirinya sendiri.
Arthur yang disampingnya melihat mempelainya meneteskan air mata,secara refleks menggenggam erat tangan Dara.
Saking eratnya Dara mengaduh kesakitan.
"Berhenti menangis,nanti mereka pikir , Aku menyiksamu!!!!!!!!" Arthur memperingatkan
"Ish..."Dara hanya memanyunkan bibir saja.
"Sebenarnya hati pria ini terbuat dari apa? sama sekali ga respek kalo ada cewek cantik lagi nangis.." Dara mencibirkan bibirnya
Setelah serangkaian acara digelar dan ditutup dengan do'a untuk kedua mempelai.
Saatnya para tamu undangan , menyalami dan memberi ucapan selamat kepada pasangan pengantin baru.
Acara pun selesai dengan sangat meriah.
Arthur sengaja menggabungkan akad dengan resepsi ,supaya tidak ribet dan tidak terlihat mencolok.
Toh,bagi Arthur ini hanyalah pernikahan kontrak saja.
...................................................................................
Note:
Terkadang seorang perempuan bertindak sesuai dengan perasaannya bukan fikirannya.
untuk membahagiyakan orang - orang yang di sayangi , seorang perempuan
rela melakukan apa saja.
Tidak perduli bahaya, tidak perduli halang dan rintang,
Mereka akan mengangkat bahunya,membusungkan dadanya.
Untuk melindungi yang tersayang.
Hidup adalah perjuangan
Jangan pernah takut jatuh,
Jangan pernah takut sakit.
Jatuh dan sakit akan menjadikan kita lebih kuat,lebih keras dari batu karang dan lebih dewasa.
alana kan dojter kandungan madak ga ngeh kalo sedang hamil