NovelToon NovelToon
Kekasih Gelap Kakak Angkat

Kekasih Gelap Kakak Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:49.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rahmatul Yulia

Andini Putri Azalia, seorang gadis cantik dan lucu yang baru saja tamat SMP dan akan segera masuk ke SMA. Dia memilih Sekolah berbasis agama di luar kota dan di terima di sana.

Beberapa hari menjalani kegiatan sekolahnya, dia mulai bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Disitu pula dia berkenalan dengan seorang kakak kelas yang bernama Aidan. Awalnya mereka hanya berteman biasa, sampai akhirnya Andin menganggap Aidan sebagai kakak angkatnya, karena dia tak punya saudara di sana. tapi seiring berjalannya waktu, tumbuh cinta diantara keduanya.

Namun cinta mereka tak bisa bersatu begitu saja setelah kehadiran Nita sahabat Andin. Tak hanya Nita yang akan muncul, tapi akan banyak cowok dan cewek yang akan hadir meracoki hubungan percintaan mereka.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka ke depannya yah?? apakah akan tetap menjadi saudara angkat atau malah jadi sepasang kekasih yang bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmatul Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Andin masih terdiam sambil menerka-nerka suara di balik teleponnya.

"Andin ...." Panggil Aidan mengagetkan.

"I ... iiya, ini kak Aidan?" Jawab Andin.

"Iyaa dek, ini kakak, kok kamu kayak orang bingung gitu. Bukannya kakak udah nelfon kamu pakai nomor ini sebelumnya." Imbuh Aidan.

"Hehehe iya kak, maaf aku lupa simpan nomor kakak."

"Oo ... pantesan aja udah dua hari ini kamu gak ada hubungi kakak. Padahal kakak kangen lho sama kamu."

"Iiihh, kakak apaan sih, gombal nya kambuh lagi deh." Ucap Andin.

Setelah beberapa menit saling bercengkrama untuk melepaskan kerinduan, akhirnya Aidan memberanikan diri untuk bertanya tentang Nita.

"Mok, kakak mau nanya nih ..."

"Boleh, Nanya apaan kak?" dengan nada santai.

"Eehh ngomong-ngomong sekarang sama siapa di kamar? sendirian kan?"

"Iiyaa kak, aku sendirian, serius banget kayak nya nih, tunggu bentar kalau gitu, aku mau ngambil posisi nyaman dulu, hehehe."

"Hahahaha, ngapain pakai acara cari posisi nyaman segala? kakak jauh kok, gak mungkin bisa ke kamar kamu." Ucap Aidan sambil tertawa nakal.

"Apaan sih kak, aku nyari kasur biar bisa rebahan dan fokus dengar cerita kakak. Jadi gak nii tanya nya? kelamaan bahas yang aneh-aneh nanti dosa lo."

"Hehehe, yaudah gini dek, tadi sore kak Dina nelfon kakak, terus dia bilang kalau Nita nelfon ke nomor kakak, habis itu dia langsung matiin telfon setelah tau yang ngangkat suara cewek. Ada gak dia cerita ke kamu??" Menjelaskan dengan panjang lebar.

"Ooo masalah itu, aku sih gak tau kapan kejadian itu, karena gak nyaksiin langsung, aku lagi belajar tari di kamar. Terus aku sumpek di kamar, aku berencana mau ngajak teman-teman belajar ke pondok termasuk Nita. Tapi semua sadar kalau Nita gak ada bersama mereka." Andin menceritakan semuanya.

Belum selesai mereka bercerita, tiba-tiba Caca masuk ke dalam kamar. Dia memang tidak mengetuk pintu terlebih dahulu, karena dia juga merasa berhak atas kamar mereka.

Dan Andin pun tak mempermasalahkan hal itu. Dia juga sering seperti itu.

Setelah beberapa menit menunggu, ternyata Caca tak keluar kamar seperti biasanya. Dia ikut berbaring di kasur bersama Andin. Dia tak berbicara sedikit pun sama Andin, wajahnya terlihat murung. Kemudian Andin mencoba membuka pembicaraan.

"Kenapa Ca ... kok cemberut aja?"

"Hmmm ... gak apa-apa Ndin, aku cuma lagi ada masalah aja dikit sama bang Andi." Pangkasnya.

Andi adalah nama pacar Caca, yang merupakan mantan pacar sahabatnya Anya, yang berhasil di rebutnya. Memang, paras Caca lebih cantik di banding Anya. Jadi, dia tidak perlu bersusah payah mencari pacar.

🌸🌸🌸🌸

Sementara itu, Aidan masih termenung di atas kasur kamarnya, telfonnya dengan Andin belum terputus. Hal tersebut memang sudah menjadi kebiasaan mereka, setiap ada orang yang mengganggu mereka yang lagi telfonan. Kadang-kadang terhubung sampai mereka tertidur.

Dia masih tidak percaya, kalau hubungannya dengan Dina akan secepat itu diketahui oleh Nita. Tapi di balik itu semua, dia merasa lega, karena dia tidak perlu susah payah mencari alasan untuk putus dari Nita yang memang tak pernah di cintai nya.

Namun, hatinya jadi gundah setelah teringat Andin. Dia baru teringat kalau Andin adalah sahabatnya Nita. Dia menjadi takut kalau tiba-tiba aja Andin berubah pikiran tentang perjanjian mereka tempo hari.

Dia takut kalau Andin akan menjahuinya, setelah nantinya Aidan putus dari Nita. Bagaimanapun juga, Andin tetap akan membela Nita dibandingkan hubungannya dengan Dina, yang belum terlalu dikenal oleh Andin.

Apa kamu akan berubah juga seperti Nita nantinya Ndin ... aku belum siap jauh dari kamu. Aku lakuin ini semua atas permintaan kamu juga. Jangan sampai berubah sayangku. Gumam Aidan dalam hatinya sambil menatap ke layar ponselnya yang masih terhubung dengan Andin.

Tak lama setelah itu, dia mulai merasa ngantuk dan menarik selimut ke tubuh nya lalu mulai terlelap.

🌸🌸🌸🌸🌸

Andin yang lagi asyik dengar curhatan Caca, jadi lupa sama Aidan di seberang sana. Dia mengecek ponselnya.

Ternyata telfonnya masih tersambung. Dia mendengar nafas Aidan yang keluar beraturan menandakan kalau dia sudah tertidur. Lalu dia melihat jam di ponselnya dan sudah menunjukan pukul 22.15 WIB.

Caca merasa sedikit lebih lega, karena Andin sudah mau mendengarkan curhatannya. Kemudian mereka mulai memperbaiki posisi tidurnya dan terlelap, karena besok akan sekolah seperti biasa.

🌸🌸🌸🌸🌸

Keesokan harinya, seperti biasa Andin dan teman-temannya berangkat ke Sekolah. Mereka selalu pergi berbarengan. Nita sudah tidak sabar ingin sampai di Sekolah untuk bertemu Aidan kekasihnya (tepatnya mantan kekasih yang sudah diputuskan nya sendiri).

Padahal jarak Kos dengan Sekolahnya hanya tiga menit berjalan kaki. Mereka melewati pangkalan ojek depan gerbang Sekolah, dan tak lupa mereka selalu menyapa ramah tukang ojek yang sedang mangkal.

Sebenarnya tak hanya Andin dan teman-temannya saja yang ramah pada tukang ojek tersebut. Tapi hampir semua siswa Sekolah tersebut, karena, memang banyak diantara mereka yang menggunakan jasa ojek tersebut.

Sesekali Nita melirik ke parkiran Sekolah, niatnya ingin melihat Aidan, apakah sudah datang atau belum. Sampai di Sekolah pun Nita tetap mencek parkiran, ternyata memang Aidan belum datang ke Sekolah, terlihat dari tempat parkir motornya yang biasa.

"Ndin ... gue udah cek parkiran, ternyata dia belum datang."

"Emang lho yakin? apa keputusan Lho udah bulat buat mutusin kak Aidan?" Pangkas Andin.

"Gue udah yakin Ndin, meskipun di hati gue masih ada rasa cinta, tapi rasa sakit hati gue lebih tinggi. Jadi, sebelum gue terlanjur sakit hati lagi karena menngambil keputusan yang salah, mending gue putusin aja." Ucap Nita dengan sungguh-sungguh.

"Yaudah ... gue sih terserah lho aja, Lho sahabat gue, apapun keputusan Lho gue dukung."

"Iyaa ... makasih Ndin, Lho masih berada di pihak gue, meskipun Lho dekat juga sama kak Aidan."

"Biasa aja kali, Gue lebih pentingin sahabat Nit, karena bagi gue kalian udah gue anggap keluarga baru," sambil berpelukan.

Setelah lima belas menit kemudian, Andin melihat kehadiran Aidan di parkiran, namun Nita tak menyadari hal itu. Tanpa sengaja, Andin dan Aidan saling pandang, namun Andin langsung memalingkan wajahnya dan mengajak Nita untuk beranjak pergi.

Ternyata benar, apa yang gue pikirin semalam, Andin pasti akan berubah dan menjahui gue juga, karena gue udah nyakitin sahabatnya. Gumam Aidan dalam hati, sambil melangkahkan kaki dari parkiran menuju kelasnya.

🌸🌸🌸🌸🙏

Teng ....

Teng ....

Teng ....

Bel pun berbunyi, itu menandakan bahwa apel pagi akan segera di mulai. Mereka bergegas menuju lapangan. Kali ini ada yang berbeda, biasanya Nita dan Andin selalu berdiri di bagian barisan paling depan.

Namun, sekarang Nita memilih barisan bagian belakang, sementara Andin tetap di depan, karena selain dia hobi, dia juga bertubuh mungil sehingga selalu ingin baris di depan agar kelihatan. Nita melakukan hal itu untuk menghindari Aidan yang pasti akan selalu berdiri di depan kelasnya untuk menyiapkan barisan.

Aidan merupakan ketua Pramuka di Sekolahnya. Jadi, dia selalu mendapatkan tugas merapikan barisan seluruh siswa dibantu oleh dua orang temannya yang lain.

Aidan semakin terlihat mempesona, ketika dia harus berjalan dari barisan kelas sepuluh menuju barisan kelas dua belas. Gerakan PBB nya yang bagus, menjadi daya tarik para wanita di Sekolah tersebut. Dia memang menjadi salah satu idola para wanita di Sekolahnya tersebut.

Apel pagi pun usai, semua siswa di bubarkan. Mereka selalu diberi waktu istirahat sepuluh menit untuk sarapan.

Andin, Nita dan Caca, segera menuju ke kantin dengan setumpuk kiriman dari temannya. Mereka melangkah menuju kantin sambil bercengkrama. Tanpa merek sadari, ternyata Aidan memperhatikan mereka dari depan kelasnya. Kantin dan kelas Aidan bersebelahan, jadi, semakin mudah bagi Aidan melihat gerak gerik mereka.

Sampai di kantin, mereka hanya membeli gorengan, setelah lama mengantri, akhirnya mereka dapat giliran. Selesai dari sana, mereka langsung menuju ke kelasnya. Namun, setengah perjalanan, langkah mereka terhenti, karena mendengar ada suara yang memanggil mereka. Mereka kemudian menoleh ke samping kiri, ternyata Aidan muncul di hadapan mereka.

"Nita ...." Ucap Aidan.

Nita langsung bergegas menuju ke kelasnya dan menarik tangan Andin. Andin yang saat itu masih bingung harus bagaimana, memutuskan untuk mengikuti Nita sembari melirik ke belakang.

Ternyata Caca tak segera mengikuti dua sahabatnya itu, malah dia tetap berdiri dan mengobrol dengan Aidan.

"Iiihhh .... Caca apa-apaan sih? dia kan gak tau masalah kita." Ucap Nita.

Andin berusaha menenangkan Nita, seraya berkata,

"Mungkin dia lagi nanyain keberadaan pacarnya yang sedari pagi gak kelihatan kali, dia kan lagi berantem sama pacarnya semalam." Imbuh Andin.

Nita yang juga tau kalau Aidan juga dekat dengan pacar Caca tak merasa curiga sedikitpun akan ucapan Andin.

Duhhh untung aja Nita percaya, kalau gak bisa semakin berabe deh urusannya, Gumam Andin.

Tak lama, Caca pun masuk kembali ke dalam kelasnya. Dia menghampiri teman-temannya yang sedang asyik sarapan. Nita bermaksud ingin menanyakan perihal obrolan Aidan dengan Caca.

"Caa ...." Ucap Nita.

"Iya Nit, ada apa?"

Tiba-tiba terdengar suara orang masuk sambil ngucapin salam.

"Assalamu'alaikum." Ternyata itu suara guru mereka yang sudah siap untuk mengajar.

Bersambung....

1
Bu Fit
sini peluk akak je andin
Bu Fit
keren
Darah Biru (Bangsawan)
like like ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
Assalamualaikum jejak dukungan 😇
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
yaaah. pas di tp gak diangkat.. udah tidur baru angkat 🤦‍♀😆
Bu Fit
jan gitu aidan nanti andin ngga pintar2
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
up setelah 1 tahun 🤭
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
Sari Istiqomah
Assalamualaikum semangat berkarya thor

aku sudah boom like ya, mampir yuk keceritaku

Dia Untukku. Terimah Kasih.
🎯Pak Guru📝📶
semangat
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
like 4 bab kak Yulia 😘
🎯Pak Guru📝📶
Keren sudah Update
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
dkjl...
haii gaesss mampir yoo ke novel aku☺☺💖
nrasyaaaa
mampir dungs ke cerita2 ak msh baru bgt ni👉👈
Ev-
hallo kak aku mampir, jangan lupa feedback ya... salam ordinary life🙂
N-chen
halo kak udah saya like mampur juga ke "Kami Santri bukan Artis"minta dukungan, makasih
Hi Mel
Kapan up lagi kak? Udah gak sabar ini.
Mei
semangat thor
nrasyaaaa
Hai mampir ya ke cerita2 baru aku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!