Raden Ayu Gendis atau bisa dipanggil gendis,
don't plagiat
semoga kalian suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunirahma2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makasih pak udah bilang gendis cantik
Gendis masih diam membisu setelah beberapa saat Abi sadar sepertinya ia terlalu ikut campur terlebih dirinya baru tadi bertemu.
" maaf kan saya gendis sepertinya saya terlalu melampaui batas"
" bapak emang sama karyawan gitu ya pak"
" menurutmu??"
" ya saya nggak tahu pak. kalo saya tahu mana mungkin saya tanya" ucapan gendis barusan membuat Abi tertawa lepas sepertinya memang gadis ini tidak bisa menahan unek uneknya
" bapak kenapa ketawa??"
" nggak apa apa yasudah makan lagi habiskan selagi ada dan gratis"
" bapak emang the best deh sering sering aja ajak gendis makan enak tapi jangan cuma gendis aja yang diajak yang lain juga ajak pak. saya kalo gratis selalu inget sama yang lain" ucapan gendis membuat Abi bertanya
" maksudnya"
" maksud gendis kalo makan gratisan jangan sendirian aja soalnya mereka selalu inget gendis kalo beli makanan" Abi hanya geleng geleng sana dengan kelakuan absurd gendis ia menyesal kenapa ia baru dipertemukan dengannya sekarang.
" apa kamu sudah punya pacar atau suami gendis??" ucapan itu tiba tiba keluar dari mulut Abi
" gendis nggak punya pacar dan ga punya suami pak"
" kamu kan cantik?? apa nggak ada yang mau sama kamu??"
" makasih pak udah bilang gendis cantik"
" hahahaha gendis gendis"
" gendis emang nggak mau punya pacar. kalo ada yang suka sama gendis tapi nggak serius dalam artian mereka cuma mau jadiin gendis pacar secara terang gendis tolak pak"
" maksudnya"
" kalo emang mereka suka sama gendis langsung lamar gendis nikahin gendis karna pacaran juga nggak faedah banyak kasus pacaran lama cuma jagain punya orang doang sampe tahunan itu pacaran apa kreditan" gendis mantap menjawab namun Abi seolah tersentil dengan jawaban menohok gendis benar memang jika berpacaran lama tak menjamin mereka jadi satu seperti dirinya yang berpacaran empat tahun namun kandas lantaran mantan kekasihnya hamil oleh selingkuhannya dan sangat konyol alasannya
" kamu selalu sibuk belajar di luar negeri sedang aku, aku juga butuh perhatian, kasih sayang dan perhatian yang nyata nggak semu hanya by phone aja, aku juga punya rasa jenuh dan kamu selalu sibuk mengejar impian aku tanpa mikir gimana perasaan aku nsadar Abi sadar"
" pak direktur" gendis sedikit menggebrak meja. sudah lima kali ia memanggil atasannya tsb karna melamun
" eh iya gendis"
" bapak ada masalah"
" ah enggak apa apa" ucap Abi sambil menggarukan tengkuk nya yang tidak gatal
" gimana mau pulang ga?? udah jam setengah sembilan pak"
" oiya udah selesai ya yaudah sebentar saya bayar dulu.
.
.
.
.
" yang mana rumahnya ndis??" ucap Abi yang sudah memasuki jalan mawar tepat jam sembilan malam
" itu bapak berhenti aja disana nanti saya masuk ke dalam karna mobil nggak bisa masuk cuma masuk motor aja"
" oh oke saya parkir di mini market dulu ya rame juga jadi aman"
" bapak nggak perlu anter sampai dalam saya bisa jalan sendiri"
" nggak ini udah malem lagipula saya laki laki masa ia biarin kamu jalan sendiri ke dalam" ucap Abi mantap sambil menuruni mobil yang telah terparkir di depan minimarket
" terserah lah"
.
.
.
" ini tiap hari kamu jalan ke dalam gini??" dan dianggukan oleh gendis
" kalo kerja berangkat jam berapa??"
" jam enam pak kalo kesiangan ya jam setengah tujuh"
" pagi juga ya. sarapan dimana??"
" cari makanan di depan kantor kadang dapet dari temen mereka selalu ingat gendis soal sarapan pak. makanya kalo saya dapet yang gratisan saya selalu ingat mereka" ucapan gendis membuat lagi lagi Abi tertawa tidak bosan
" nona krab emang cocok buat kamu ya"
saat sedang berjalan, tiba tiba Andri datang menghampiri gendis
" gendis"
" bang Andri, ada apa??"
" kamu baru pulang?? hp kamu ga aktif ya?? ibu nyariin kamu khawatir sama kamu"
" oiya hp gendis disilent bang maafin gendis ya
" yaudah nanti Abang bilangin nih dari ibu dia kalo masak enak selalu inget anak gadisnya" ucapan Andri hanya disimak oleh Abi
" ibu emang the best makasih ya bilangin ibu maaf gendis nggak bisa anter laundryan"
" gapapa tadi Abang pulang cepat bisa anter jadinya. oiya itu pacar kamu ndis??"
" mana?? ini?? bukan ini atasan gendis tadi gendis kejebak hujan kebetulan pak bos belum pulang juga jadi gendis di terbengin bapak bos"
" Andri," Andri memperkenalkan diri
" Abidzar" Abi pula memperkenalkan diri
" gendis" gendis dengan polosnya menyebutkan namanya. ia memang tidak peka
" kamu ngapain sebut nama kamu??" ucap Abi yang bingung
" kalian nyebutin nama ya gendis juga nyebutin nama lah"
" kita kan udah kenal kamu" ucap Abi dan Andri bersamaan
"yaudah saya pamit ya udah malam nggak enak" Abi pamit menyadari tatapan tajam Andri yang melihat dirinya seolah ingin mengulitinya. namun Abi cuek dengan kondisi tsb.
" oiya pak makasih buat Tebengan sama makannya. maaf udah tiga kali bikin salah sama bapak direktur"
" direktur??" ucap Andri dalam hati
" hahaha kamu ini bisa bedain ga sih mana kesalahan mana ketidak sengajaan??" ucap Abi sambil tertawa
" ehem" Andri berdehem dan semua orang melihat dirinya
" udah malem pamit mah pamit aja" ucap ketus Andri
" selamat malam gendis"
" selamat malam bapak direktur"
Abi pergi meninggalkan keduanya, Andri langsung menyerang gendis dengan pertanyaan
" hubungan kamu sama dia apa gendis??"
" atasan sama bawahan"
" bukannya atasan kamu maya namanya?? perempuan kan berarti bukan laki laki?? dan dianggukan oleh gendis
" dia direktur di kantor gendis bang"
" yaudah kamu masuk Abang pulang ya"
" ia makasih sekali lagi" dan dianggukan oleh Andri
" kenapa hati ini panas lihat gendis Deket sama cowok??" monolog Andri dalam hati mengingat gendis sekalipun tidak pernah dekat dengan seorang pria.
.
tbc
Doble up
30 September 2021