Belum selesai Revisi
Bagaimana rasanya jika dijodohkan dengan orang yang tidak kita Cintai? Bisakah Kita menerima perjodohan dengan menunggu kepastian masa lalu yang menghilang tanpa kabar?
Siapakah yang akan Muti pilih? Renald atau Rizky?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penghalang
Muti dan ke dua sahanatnya yg telah sampai di kafe, ia langsung turun dari mobil Yunda, Yunda menghampiri Muti setelah ia memarkirkan mobilnya.
"Muti, kamu enggak apa apa kan kerja Sebagai pelayan?" ucap Yunda menatap Muti tak enak hati.
"Apapun kerjaannya asalkan halal Aku seneng kok Yun... dan makasih ya, kau sudah bersedia membantuku," ucap Muti.
"Santai aja kali Mut... kita kan sahabatan sudah lama, iya nggak Git... ?" tanyanya pada Gita, Gita hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Ayo ikut aku ke ruangannya Ka' Freky, aku akan memperkenalkanmu dengannya, manager di sini." Ajak Yunda sembari tersenyum.
"Aku langsung kerja aja ya Yun... Mut.. Aku duluan, dah....." Gita melambaikan tangannya, dan mereka berpencar di dalam cafe karna Gita pergi ke toilet untuk mengganti pakainnya, sedangkan Yunda dan Muti pergi ke ruangan manager.
Setelah sampai di depan ruangan Freky, Yunda mengetok pintu ruangan Freky, dan Freky mempersilahkan masuk, setelah itu, Freky mempersilahkan keduanya untuk duduk.
Freky yg pertama kalinya melihat Yunda, ia terpesona akan kecantikan Muti, gadis polos tanpa make up, tubuh mungil, dan terlihat kalem, tapi wajahnya datar tanpa ekspresi dan untuk beberapa saat ia menatap Muti kagum.
"Kak Freky... ini adalah Mutia temanku, dia akan bekerja disini,"ucap Yunda setelah di persilahkan duduk di ruangan Freky.
"Tapi sebagai apa Yun? di sini yg tersisa hanya lowongan untuk pelayan." Freky mengerutkan keningnya sembari berpikir untuk menempatkan Muti di bagian apa.
"Aku sudah bilang Kak, dan Muti juga sudah menyetujuinya, ia kan Mut...?" ucap Yunda tersenyum menatap ke arah Muti.
"Ya sudah kalau begitu, semoga betah kerja di sini." Freky mengulurkan tangannya sambil tersenyum.
"Terima kasih pak," ucap Muti menerima uluran tangan Freky, namun Freky yang terpesona dengan kecantikan Muti, malah melamun dan menggenggam tangan Muti dengan erat, tapi Muti segera menariknya, sehingga membuyarkan lamunan pria tersebut.
"Maaf," ucap Freky tersenyum.
"Kak Freky kenapa?" tanya Yunda tersenyum mengejek, karna Yunda tau pria itu tertarik pada Muti.
"Nggak apa apa..." Freky tersenyum canggung.
"Kapan saya akan mulai bekerja pak...?" Muti bertanya tanpa memperdulikan obrolan keduanya.
"Sekarangpun boleh jika kau tidak capek..." Freky menjawab Muti dengan tersenyum menatap Muti.
"Baiklah, aku langsung kerja aja pak, permisi." Muti membungkuk hormat dg wajah datar.
Kemudian Muti melangkahkan kakinya menuju pintu keluar, untuk keluar dari ruangan tersebut, karna ia sudah nggak nyaman berada di ruangan Freky, lalu Muti mengganti pakaiannya dengan seragam pelayan di cafe itu.
Ayunda yg melihat Freky menatap kepergian Yunda, ia langsung menggoda pria tersebut.
"Kak Freky suka yaa... sama Muti?" ucap Yunda setelah Muti keluar dari ruangan tersebut.
"Muti memang kayak gitu kak... dingin pada setiap pria yg ingin mendekatinya, karna dia percaya kekasihnya akan kembali suatu saat nanti," ujar Yunda tersenyum.
"Benarkah? Memangnya kekasih Muti kemana?" Freky mengerutkan keningnya.
"Kuliyah ke luar Negri, tapi... entahlah, sampai sekarang belum ada kabar," ucap Yunda.
"kayaknya menarik," batin Freky sambil tersenyum penuh arti.
**********
"Kau dari mana saja ? kenapa jam segini baru pulang?" tanya Rizky sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
Muti yg merasa bersalah karna pulang terlambat, ia langsung menundukkan kepalanya.
"Aku kerja di cafe milik orang tua Yunda, aku telat karna jalanan macet." Muti mencoba mendekati suaminya yang sedang duduk di sofa, karna selama ini ia merasa bersalah karna telah mengabaikan suaminya.
Namun sebelum Muti sampai di sofa yang di duduki Rizky, Rizky sudah berdiri hendak pergi Menuju kamarnya.
Tapi Muti memegang pergelangan tangan Rizky. "Maafkan aku Mas, selama ini aku telah mengabaikanmu."
Rizky menoleh dan menatap tangannya yg di cekal oleh Muti lalu Rizky melepas tangan Muti perlahan, "Makanlah sebelum makanannya keburu dingin." Rizky tersenyum lembut dan melanjutkan langkahnya menuju kamar.
sedangkan Muti hanya menatap kepergian Rizky dan merasa aneh, karna tak biasanya Rizky bersikap dingin padanya.
Setelah sampai kamar, Rizky mengambil Buku harian Muti, yang tidak sengaja ia temukan ketika mencari kotak obat yg mungkin ada di ruang tamu, karna Rizky merasa pusing.
"Siapakah orang itu Muti....? maafkan aku, karna telah menjadi penghalang diantara hubungan kalian." Rizky memegang dadanya yang terasa sesak.
Sementara di ruang tamu Muti masih betah duduk disana.
"Entah mengapa? aku merasa, Mas Rizky menghindar dariku, apakah aku begitu kejam padanya selama ini? kenapa disaat aku mulai mau membuka hatiku untuknya, dia malah menjauh? aku enggak tau apa yang harus aku lakukan?;dan entah mengapa aku begitu sedih saat Mas Rizky bersikap dingin kayak begini padaku, inikah yang di rasakan mas Rizky selama ini?" batin Muti.
Muti berjalan menuju kamarnya, namun, sebelum sampai di pintu kamar Muti, Muti melihat pintu kamar Rizky yg tertutup dengan perasaan sedihya.
"Maafkan aku Mas." Muti menghapus air matanya yg entah sejak kapan lolos begitu saja dari kedua kelopak matanya.
...🍁🍁🍁🍁🍁...
^^^Bersambung...^^^
sukses
semngat
mksh
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa