Ada 12 bulan dalam satu tahun , maka sebanyak itu pula aku mengungkapkan perasaan cintaku dan sebanyak itu pula perasaanku ditolak .
Itulah sepenggal kenangan pahitku saat SMA .
Lama tak berjumpa dan kini kami kembali bertemu . Namun dia tak mengingatku .
Bagaimana jika aku mencoba membuatnya kembali mengingat kenangan pahitku saat SMA ? Apa dengan diriku yang sekarang , penolakan itu masih mungkin ku terima ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 . Apakah itu dirimu ?
Di sebuah gedung perusahaan yang lebih besar dan lebih mewah dari pada gedung perusahaan Wiguna , seorang pria tampan dengan tubuh tegap dan atletis sedang membaca berkas berkas yang diberikan oleh sekertarisnya .
" Daffinn , bukankah hari ini perusahaan yang memasukkan proposal kerjasama dengan JM Mall akan melakukan presentasi ? " Tanyanya .
" Benar Tuan . Ada sekitar 5 perusahaan yang akan ikut serta . Salah satunya adalah perusahaan milik mantan rival anda . " Ucapnya dengan nada datar , sama persis seperti nada bicara bosnya yang selalu terkesan datar dan dingin .
" Tak apa . Aku ingin semuanya tetap dinilai secara fair . " Perintahnya yang segera mendapat respon anggukan oleh Daffin .
" Aku akan kesana melihat sekilas bagaimana presentasi itu berlangsung . " Putusnya .
Meskipun sedikit aneh karena sangat jarang bosnya itu ingin bergabung saat ada presentasi seperti ini .
Yah , pria itu adalah Farrell Antoine Jatmika . CEO dari Jatmika Company . Berusia 24 tahun membawanya sebagai salah satu pengusaha muda sukses di negeri ini .
Statusnya yang masih lajang kadang membuat sang Mami dan Papi merasa hawatir . Pasalnya banyak wanita yang mencoba mendekati Farrell tapi pria itu seolah menutup diri dari makhluk bernama wanita . Orang tuanya hawatir karena dia satu satunya putra mereka yang harusnya meneruskan keturunan keluarga Jatmika .
Sementara itu di ruangan konfrensi yang ada di lantai 10 gedung perusahaan Jatmika , seorang wanita cantik sedang merasa gugup karena ini adalah presentasi pertamanya .
" Bagaimana jika aku tak bisa mendapatkan proyek ini ? "
" Bagaimana jika aku melakukan kesalahan yang mempermalukan diriku ? "
Begitulah suara suara di dalam pikiran Cyrin yang terus membuatnya hawatir .
" Tenangkan dirimu . Kamu terlihat sangat gugup . Gugupmu adalah celah bagi perusahaan saingan untuk menjatuhkan kita . " Ucap Pak Angga menasihati Cyrin .
Angga sebenarnya tertarik pada Cyrin secara personal , kepribadiannya yang pekerja keras serta ramah membuat Ia mudah di sukai .
Hanya saja Angga merasa akan sulit untuk mendapatkan Cyrin , Ia yakin diluar sana banyak pria yang lebih dari dirinya juga ikut bersaing mendapatkan hati wanita ini . Itulah alasan Ia memilih menyukai Cyrin sepihak , Ia akan menjadi teman yang selalu mendukung Cyrin .
" Apakah kegugupanku terlihat jelas ? " Tanya Cyrin yang mendapat anggukan dari Angga .
" Sepertinya aku harus ke toilet dulu . " Pamit Cyrin .
Setelah itu Cyrin bergegas ke toilet yang ada di luar ruangan .
Ia masuk ke toilet wanita membawa tasnya. Ia berencana membasuh wajahnya dan merapihkan riasannya .
Tak lama setelah kepergian Cyrin , pintu lift di lantai yang sama terbuka. Nampaklah 2 pria yang paling di segani di perusahaan itu .
" Fin , kamu duluan saja. Aku akan ke toilet sebentar . " Ujar Farrell sebelum berbelok ke arah toilet .
Memang sebuah takdir tak bisa kita prediksi mengenai siapa , kapan , dan bagaimana kita bisa dipertemukan lagi oleh seseorang yang dulu pernah menghiasi mimpi mimpi dalam tidur kita .
Begitulah ungkapan yang pas menurut Farrell
untuk kejadian saat ini.
Seorang wanita memakai dress selutut berwarna merah dengan tali yang diikat dipinggangnya , lengan dressnya panjang membuat wanita itu terlihat berpenampilan elegant, sopan tapi memberikan kesan seksi yang tersembunyi .
Wanita ber dress merah itu dengan tergesa gesa berjalan keluar dari toilet dan tanpa sengaja bertabrakan dengan Farrell .
Wanita yang tingginya hanya mencapai pundak Farrell terpaksa harus mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah pria yang baru saja Ia tabrak dengan tubuhnya .
" Maaf. Maafkan aku yang tidak berhati hati dengan langkahku . " Ucapnya lembut , dengan senyuman manis yang khas .
Farrell yakin jika andai saja Ia cedera akibat tabrakan tadi , Ia tetap tidak akan bisa marah ketika melihat senyuman wanita itu .
Farrell masih tertegun melihat kecantikan yang dimiliki wanita yang ada di hadapannya . Kecantikan dan suara lembut yang sangat familiar baginya .
Cyrin yang merasa tak ada respon dari pria di hadapannya akhirnya memutuskan untuk pergi karena Ia yakin presentasi sebentar lagi akan dimulai .
" Sekali lagi maafkan saya Tuan . Permisi . " Ucapnya kemudian berlalu menjauh dari hadapan Farrell yang masih tertegun .
Farrell tersadar ketika mendengar suara langkah yang ditimbulkan dari pertemuan antara sepatu Cyrin dan lantai .
" Wanita itu , apakah itu dirimu ? " Batin Farrell .
Ia melanjutkan langkahnya memasuki toilet pria dengan hati dan pikiran yang masih tertuju pada wanita tadi .
" Itu benar dia kan ? Wajahnya , suaranya , senyumnya , bahkan punggungnya sangat mirip dengan dirinya . Tapi sedang apa dia disini ? " Batin Farrell .
Setelah selesai dengan kegiatannya di toilet . Kini Farrell menuju ruang konferensi .
Saat dia membuka pintu , semua orang diruangan itu menoleh padanya . Perhatian semua orang tertuju pada Farrell apalagi setelah moderator memberi info bahwa pria yang baru saja masuk adalah CEO Jatmika Company .
Saat semua perhatian tertuju padanya , perhatian pria itu malah tertuju pada satu wanita ber dress merah yang sedang berdiri diatas panggung untuk presentasi .
Setelah Farrell duduk dikursi yang telah di siapkan untuknya , tatapannya tak pernah berhenti mengikuti kemana arah Cyrin bergerak .
Cyrin tentu saja merasakan tatapan itu . Bagaimana tatapan itu sangat familiar bagi dirinya , tapi entah dimana . Sampai Ia selesai memberikan presentasi dan kembali duduk di kursinya , tatapan pria itu seolah terus mengikutinya .
" Bagaimana Pak Angga ? Apa saya melakukan kesalahan ? " bisiknya pada Angga yang duduk tepat disampingnya .
" Tak ada kesalahan , kamu bahkan melakukannya lebih baik dari perkiraanku . " Puji Angga .
" Syukurlah . Semoga hasilnya sesuai harapan kita . " Lanjut Cyrin .
" Aku optimis kita berhasil ", Balas Angga .
Farrell yang sejak tadi memerhatikan interaksi kedua orang itu yang terus saja berbisik satu sama lain, entah mengapa membuat hatinya panas .
" Ada apa denganku ? Jika itu memang dirinya kenapa aku sekesal ini padahal sudah 6 tahun berlalu . " Batin Farrell.
Farrell yang sudah tak tahan lagi melihat kedekatan kedua orang itu akhirnya memilih pergi meninggalkan ruang konferensi diikuti sekertarisnya Daffin .
Tentu saja hal itu membuat perwakilan dari perusahaan lain kecewa lantaran mereka akan presentasi tanpa di saksikan oleh CEO Jatmika Company .
Cyrin yang melihat Farrell meninggalkan ruangan akhirnya merasa lega , karena sesungguhnya sejak tadi dia sudah merasa tak nyaman terus mendapatkan tatapan tajam dari CEO tampan itu .
Farrell memilih kembali ke ruangannya . Ia membuka berkas yang belum sempat Ia periksa .
Walaupun tatapannya tertuju pada berkas berkas di tangannya , tapi sebenarnya pria itu sedang melamun memikirkan sesuatu .
" Apa benar dia itu Cyrinda ? " Tanyanya pada dirinya sendiri .
Daffin yang melihat atasan sekaligus sahabatnya itu melamun segera menegurnya .
" Pak.. Pak Farrell ... Farrell... kamu baik baik saja kan ? " Tanyanya .
Farrell tersentak dari lamunannya .
" Fin.. sebenarnya Aku belum terlalu yakin , tapi apa kamu masih ingat tentang ceritaku soal aku yang pernah menyatakan cinta sebanyak 12 kali pada seorang gadis saat SMA ? " Farrell balik bertanya pada Daffin .
Daffin mengangguk , " Tentu saja aku ingat . Itukan yang akhirnya membuatmu memutuskan untuk kuliah di Harvard . Karena kamu ingin melupakan gadis itu . "
" Memangnya ada apa ? " Tanya Daffin .
" Sepertinya tadi aku melihatnya . Ia sedang mengikuti presentasi dengan tim perencanaan produk , tapi sepertinya dia tidak mengenaliku . " Jelas Farrell .
" Kamu yakin itu wanita yang sama ? " Tanya Daffin yang masih tidak percaya. Karena seingatnya kejadian itu terjadi saat Farrell masih SMA di Solo . Sedang sekarang mereka berada di Jakarta .
Farrell tak menjawab , Ia hanya menaikkan kedua bahunya tanda Ia sendiri tak yakin .
" Lalu jika memang dia , apa yang akan kamu lakukan ? " Tanya Daffin lagi .
" Bagaimana jika aku buat dia mengingat apa yang dulu pernah Ia lakukan padaku . Lalu setelah Ia ingat , bagaimana jika aku membuatnya merasakan hal yang sama saat Ia menolakku ? " Ucap Farrell dengan percaya diri .
Daffin terlihat berpikir sejenak .
" Sebenarnya bisa saja seperti itu . Tapi sepertinya akan sulit , karena dari ceritamu tadi sepertinya dia tidak terpengaruh dengan kehadiranmu . " Komentar Daffin .
Raut wajah Farrel seketika berubah .
" Kita lihat saja . Sejauh ini belum ada wanita yang menolakku . " Farrell membanggakan dirinya .
" Kamu benar Rell , tapi ingatlah jika kamu juga pernah di selingkuhi sekali saat kuliah dan di tolak 12 kali oleh wanita yang sama saat SMA . Bisa saja itu berpengaruh untuk masa sekarang . " Ucap Daffin asal sebelum Ia berlalu meninggalkan ruangan Farrell , sahabat sekaligus atasannya .
.
.
.
.
.
"Pertemuan adalah takdir, dan setiap pertemuan selalu membawa kita ke takdir yang lain."
.
.
.
.
.
.
To be continue
\*\*\*\* aku datang lagi nih... semoga kalian suka . Tinggalkan komentar kalian yah.. likenya jangan lupa yah ... stay healthy readers sayang \*\*\*\*