(Update setiap weekend)
Sungguh pahit hidup Olivia yang selama 4 bulan belakangan ini harus menjadi wanita simpanan dari Adams, pria yang merupakan kekasih sahabatnya yang bernama Alena hanya demi menutupi kesalahan yang dilakukannya.
Hidup Olivia kian menderita saat dirinya dinyatakan hamil. Awalnya ia sempat mengira jika anak yang dikandungnya adalah anak dari Adams. Pria yang selalu memanfaatkan tubuhnya sebagai pelampiasan di saat Alena sibuk dengan rutinitas dan jadwal shootingnya yang padat. Namun, Adams mengungkap bahwa ternyata dirinya mandul hingga membuat Olivia merasa bingung dengan ayah dari bayi yang dikandungnya saat ini.
Bagaimana cara Olivia dapat menemukan pria yang telah menghamilinya? Dan, apakah Olivia bisa menemukan kebahagiaan dengan segala kesedihan dan kemalangan yang dialaminya?
Follow Instagram Author: ekapradita_87
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Pradita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dilema Olivia
Selamat membaca!
Setelah menemui Olivia, kini Adams sudah terlihat berada di sebuah mobil mewah yang memang disewa oleh Alena selama mereka berada di kota Paris. Mobil pun mulai melaju secara perlahan untuk keluar dari area parkir menuju pelataran lobi studio. Selesai memposisikan mobil yang dikendarainya agar tak menghalangi mobil lain yang ingin melintasi lobi, pria itu langsung keluar dari mobil dan menunggu kedatangan Alena dengan bersandar pada badan mobil sambil mengutak-atik ponsel miliknya.
Tanpa menunggu terlalu lama, kedua wanita yang ditunggu oleh Adams tampak keluar dari studio dan langsung menghampirinya.
"Hai sayang, kelamaan ya nungguin aku?" sapa Alena dengan suaranya yang lembut sambil mengusap lengan kekar kekasihnya dengan perlahan.
"Enggak kok, sayang. Paling aku baru lima menit sampai di sini. Oh ya, tadi Kevin menghubungi aku dan kebetulan dia lagi ada pertemuan dengan klien di restoran dekat dari sini. Kevin meminta aku datang menemuinya sekaligus untuk membahas proyek film yang dua Minggu lagi akan mulai shooting. Kayanya aku enggak bisa ikut sama kamu deh ke mal, kamu enggak keberatan 'kan, sayang?"
Olivia yang mendengar kebohongan Adams, hanya terdiam dan bergumam dalam hatinya saja. Walaupun merasa kesal. Namun, wanita itu tak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti segala permainan Adams.
"Kasihan Alena, harus dibohongi berkali-kali oleh pria brengsek ini!" batin Olivia yang sesekali mengesah napasnya dengan kasar.
Sementara itu, Alena yang tak menaruh rasa curiga sedikit pun dengan cerita Adams, langsung mengizinkan kekasihnya untuk pergi menemui Kevin. Walaupun kecewa karena di hari terakhir mereka Adams tak menemaninya untuk shopping, tapi Alena sangat mengerti bahwa proyek film itu sangatlah penting untuk karir sang kekasih.
"Ya sudah, kamu temui Kevin biar aku pergi ke mal sama Olivia saja. Tapi maaf banget ya, sayang. Aku enggak bisa nemenin kamu ketemu Kevin karena ini adalah hari terakhir kita berada di Paris. Jadi hanya hari ini kesempatanku untuk shopping sebelum pulang ke Australia."
Sambil mengusap pipi Alena dengan lembut, Adams pun mengulas senyuman di wajah tampannya. "Iya enggak apa-apa kok, sayang. Kamu izinin aku untuk temui Kevin saja aku sudah senang. Lagian aku tidak mungkin mengacaukan rencanamu untuk shopping, apalagi saat ini kita sedang berada di kota Paris. Jadi kamu santai saja dan belanja sepuasnya ya! Oh ya, ini pakailah untuk membayar tagihan belanjamu!" ucap Adams menyodorkan kartu ATM-nya pada sang kekasih.
Namun, Alena segera menolaknya dan mendorong tangan Adams dengan perlahan agar kembali menyimpan kartu tersebut di dalam dompetnya.
"Enggak perlu, sayang, aku belanja pakai uangku sendiri saja ya. Lebih baik kamu simpan tabunganmu baik-baik untuk biaya pernikahan kita tahun depan. Ya sudah, aku jalan sekarang ya karena di sini panas sekali cuacanya. Eh, tapi kamu pergi naik apa kalau mobilnya aku bawa?" ucap Alena sambil memeluk erat tubuh sang kekasih yang diakhiri dengan sebuah pertanyaan.
Sementara itu, Olivia merasa sangat kagum dengan kepribadian Alena atas apa yang telah dilakukannya. Namun sisi yang lain, wanita itu juga ikut merasa sedih karena bisa saja rencana pernikahan Alena akan berakhir dengan kegagalan jika ia tahu kekasihnya ternyata sudah menikmati tubuh managernya selama 4 bulan ini.
"Ya ampun, Alena baik banget sih, dia menolak pemberian dari Adams tidak seperti kebanyakan wanita di luar sana. Ternyata dia sangat mencintai Adams, sampai-sampai lebih memprioritaskan pernikahannya daripada kesenangannya. Adams itu sangat beruntung karena memiliki kekasih seperti Alena. Aku jadi merasa semakin bersalah, apalagi selama 4 bulan ini, aku dan Adams sering menghabiskan waktu di ranjang dengan berbagi kenikmatan. Walau awalnya aku begitu jijik dengan permainan Adams, tapi semakin sering aku melakukan semua itu dengannya, aku jadi bisa menikmati permainannya. Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri, itulah kenyataannya!" batin Olivia yang terus menatap Alena dengan rasa bersalahnya.
Setelah memberi sebuah ciuman pada bibir Alena, Adams pun mulai mengurai pelukannya sebelum ia pergi meninggalkan Alena.
"Ya sudah aku pergi dulu ya. Kamu tenang saja sayang, aku bisa naik taksi. Nah, tuh di sana ada banyak taksi yang parkir! Ayo sudah kamu masuk saja, biar Olivia yang mengendarai mobilnya!" titah Adams yang sudah membukakan pintu mobil untuk mempersilakan kekasihnya masuk.
"Oke deh, kamu hati-hati di jalan ya sayang. Jangan genit sama wanita cantik di Paris dan jangan lupa kabari aku kalau urusanmu dengan Kevin sudah selesai!" ucap wanita itu memperingati kekasihnya dan mencium sekilas bibir Adams sekali lagi sebelum mereka berpisah.
Alena dengan senang hati langsung masuk dan duduk nyaman di samping kursi kemudi, lalu Adams menutup pintu dan terlihat pria itu berbicara dengan Olivia. Namun, Alena tidak dapat mendengar apa yang dibicarakan kekasihnya pada sang manager.
Setelah Olivia masuk dan duduk di kursi kemudi, Alena segera mencerca wanita itu dengan pertanyaan.
"Olive, tadi Adams bicara apa saja sama kamu? Kok saat aku masih di luar dia enggak bicara apa-apa sama kamu, kenapa baru bicaranya setelah aku masuk ke mobil?" tanya Alena dengan wajah curiga.
Olivia menoleh untuk menatap kedua mata Alena yang tengah menatapnya dengan penuh selidik, walau gugup ia tetap menarik kedua sudut bibirnya untuk tersenyum agar Alena tak menaruh rasa curiga kepadanya.
Bagaikan seorang aktris, Olivia benar-benar berhasil menjawab semua pertanyaan Alena tanpa ada rasa gugup yang terlihat di wajahnya. "Oh itu, tadi Adams cuma bilang hati-hati nyetirnya karena aku harus menjaga keselamatan wanita yang sangat dicintainya. Ribet ya dia, padahal tanpa diingatkan aku juga pasti akan hati-hatilah!" jawab Olivia berkilah.
"Itu namanya bukan ribet tahu, tapi bentuk perhatian karena dia sungguh-sungguh mencintai aku. Memangnya Arnold enggak pernah memperlakukan kamu dengan romantis, sampai kayak gitu aja dibilang ribet!" protes Alena dengan raut bahagia setelah mendengar penjelasan wanita itu, lalu ia menepuk bahu sahabatnya agar segera jalan dan meninggalkan studio karena Alena telah melihat Adams menaiki salah satu taksi yang berada tidak jauh dari posisinya saat ini.
Olivia pun segera melajukan kendaraan itu tanpa menjawab perkataan Alena yang sempat menyinggung soal Arnold. Pandangannya kini hanya fokus menatap ke depan jalan, tapi tidak dengan pikirannya yang mulai bercabang kemana-mana karena sudah terlalu lelah menjalani semua kebohongan di depan Alena, hanya untuk menutupi kebusukan Adams.
Suasana berbeda justru di perlihatkan oleh Alena yang saat ini mulai menyetel musik untuk menemani perjalanannya tanpa memedulikan kegelisahan Olivia.
"Aku enggak habis pikir kenapa wanita sebaik Alena malah Adams permainkan, dia tulus mencintai pria brengsek itu apa adanya, bukan karena uang atau karena embel-embel lainnya. Apa Adams tidak akan merasa kehilangan jika Alena memutuskan pergi setelah ia mengetahui semua kebusukannya? Ya Tuhan, sepertinya aku tidak tega jika sampai Alena tahu tentang pengkhianatan yang dilakukan oleh Adams selama 4 bulan ini. Dia pasti akan sangat hancur dan bukan tidak mungkin, dia akan membenciku dan menjebloskan aku ke dalam penjara. Sekarang apa yang harus aku lakukan? Mana Adams memintaku untuk berbohong kepada Alena dengan berpura-pura sakit agar bisa menemaninya di hotel. Pikir Oliv, pikir, apa yang harus kamu lakukan?" gumam Olivia yang penuh dilema.
Bersambung ✍️
walaupun diajak ngomong cuma anggukan kepala saja .
selama empat bulan bersama kamu hanya kau jadikan simpananmu tak pernah menghargai olive