NovelToon NovelToon
Pengantin Kecilku Raina

Pengantin Kecilku Raina

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:341.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Azizah

SEBELUM MEMBACA, JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR!


Raina seorang gadis miskin, ia baru saja berumur 17 tahun. Ibunya bekerja di sebuah rumah megah. Pemilik rumah megah itu adalah seorang pengusaha sukses di Indonesia.

Suatu hari Rian Wijayanto--anak majikan ibu Raina, akan melangsungkan pernikahan nan mewah, tamu-tamu saja dari kalangan berada dan teman-teman bisnisnya. Tempat pesta pernikahan sudah disiapkan, para tamu undangan mulai hadir satu persatu.

Ternyata dikabarkan bahwa calon pengantin wanita sudah melarikan diri. Mereka tidak mungkin membatalkan pernikahan tersebut, karena nama mereka yang dipertaruhkan. Akhirnya majikan ibu Raina, meminta Raina untuk menikah dengan Rian.

Bagaimana kisah mereka berdua?
Kuy, baca ceritanya segera, biar gak bikin penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Azizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 07

******

Rian dan Raina sedang berada di sebuah restoran, terlihat mereka berdua sedang menikmati makan malam di sana.

Restoran itu lumayan ramai dan mewah, membuat Raina merasa nyaman berada di sana. Tiba-tiba makan malam mereka terganggu, oleh deringan ponsel Rian. Yang kebetulan Raina dengan resflek melihat ke arah ponsel Rian. Terlihat nomor tidak dikenal. Rian menggeser tombol merahnya, lalu kembali melanjutkan makannya.

"Kenapa tidak diangkat, Kak?" tanya Raina.

"Bukan siapa-siapa," jawab Rian. Lagi dan lagi nomor itu kembali menelpon. Rian mematikan telpon itu dengan gusar.

"Angkat aja, Kak. Siapa tau dia punya kepentingan dengan Kakak," ucap Raina yang melihat telpon itu Rian kembali berdering.

"Angkat saja sama, Sayang," jawab Rian yang malah menyuruh balik Raina.

"Ogah, dia butuh kakak, bukan Raina," ujar Raina dengan mengedipkan kedua bahunya, ia kembali menyuap makanannya.

Melihat telpon Rian yang kembali berdering tak henti-hentinya, membuat suasana makan malam Raina merasa terganggu. Rian juga tidak berniat mengakat telpon, atau mematikannya. Akhirnya Raina menonaktifkan ponsel Rian.

"Habis perkara!" ujar Raina yang kembali menyuap makanannya yang hampir habis. Rian hanya tersenyum, dia memang sengaja tidak mematikan ponsel atau mengakat telpon itu. Ia hanya ingin melihat bagaimana reaksi istrinya. Ternyata Raina malah menonaktifkan ponselnya. Rian pikir, Raina akan mengakat telpon tersebut, karena nomor itu adalah milik mantan tunangan Rian--Serlin.

Setelah melakukan makan malam bersama, Rian mengajak Raina pergi berjalan-jalan di sekitar vila. Ternyata cukup banyak, para wisatawan yang juga melakukan hal yang sama seperti Rian dan Raina.

Raina sebenarnya sudah sangat lelah, tapi dia juga tidak bisa mengatakannya kepada Rian. Matanya juga sudah terasa mengantuk. Akhirnya Raina merengek ingin pulang ke penginapan, ketika matanya sudah tidak bisa menahan kantuk.

"Kak! Ayo kita pulang ke penginapan. Aina udah ngantuk banget nih," rengek Raina dengan menghentakkan kedua kakinya, berharap Rian peka.

Rian menatap sekejap kepada Raina, lalu ia berjongkok di depan Raina dengan berkata, "Ayo naik ke punggung.

Raina berjalan menghampiri Rian dengan lensuh, ia langsung melingkarkan kedua tangannya di leher Rian. Lalu menyadarkan kepalanya di atas pundak Rian.

Rian bangun dari jongkoknya dengan santai, seraya memegang kedua paha Raina agar tudak terjatuh. Lalu berjalan pergi meninggalkan tempat itu.

Sesampainya di kamar mereka, Rian membaringkan tubuh Raina di atas kasur. Ia membuka sepatu yang digunakan Raina, lalu menaruhnya di samping tempat tidur. Raina terlihat sedang berusaha membuka jaketnya, dengan mata yang masih terpejam. Rian hanya mengelengkan kepalanya, lalu ia membantu Raina melepaskan jaketnya.

Rian menaruh jaket Raina di sebuah gatungan, yang ada di dekat tempat tidur mereka. Termasuk jeket dia sendiri. Setelah menaruh jaketnya dan jeket Raina, ia duduk di sebelah Raina seraya mengeluarkan ponselnya.

Rian kembali mengatifkan ponselnya, saat ponsel Rian sudah kembali atif. Rian melihat beberapa pesan tak dikenal di layar ponselnya.

"Apa sih mau dia?!" ujar Rian yang terdengar kesal.

Rian kembali bangun dari duduknya, lalu berjalan menuju balkon kamarnya. Rian menekan nomor itu, beberapa detik kemudian Rian tersambung dengan pemilik nomor.

Tanpa basa basi, Rian langsung pada intinya. "Apa sih mau kamu, Ser?! Kenapa kamu selalu ganggu hidup aku? Bukankah kamu sudah bahagia dengan pacar barumu? Lalu, kenapa kamu masih mengganggu hidupku? Apa satu pria tidak cukup kamu sakiti, hah?"

"Aku benar-benar menyesal, Kak. Aku benar-benar menyesal, tidak bisa kita kembali seperti dulu lagi? Bukankah kakak sangat mencintaiku?" ujar Serlin dengan suara serak.

"Iya. Aku memang pernah mencintaimu, tapi dulu. Sekarang perasaanku padamu, hanya benci dan benci. Apa kamu masih tidak paham, hah? Aku sangat mencintaimu, tapi kenapa kamu lakukan ini padaku? Kamu kabur di hari pernikahan kita. Hari yang paling aku tunggu-tunggu. Tapi, sekarang aku sadar, ternyata Tuhan tidak menakdirkan kita untuk bersama. Menyesal juga tidak ada gunanya. Kamu gak akan bisa mengembalikan apa yang sudah kamu lakukan padaku dan keluargaku, karena semenjak hari pernikahanku, aku sudah mengagap kamu tidak pernah hadir dalam kehidupanku." Setelah mengucapkan kata-kata yang cukup panjang, Rian langsung memutuskan sambungan telpon. Tanpa sadar Rian menghela nafas beratnya. Jika, dipikir-pikir, Rian masih mencintai Serlin, mengingat tentang kebersamaan mereka dulu. Namun, hal itu langsung ditepis jauh-jauh, Rian tidak akan lagi mengingat masa lalunya. Ia harus melupakan tentang kebersamaanya dengan Serlin. Sekarang sudah ada Raina, meskipun belum ada kata cinta, tapi Rian percaya rasa cinta itu akan tumbuh seiringan waktu berlalu.

Rian kembali berjalan masuk ke dalam kamarnya, dan menutup pintu dengan erat. Ia berjalan ke arah ranjang, lalu membaringkan tubuh di samping Raina dengan posisi menghadap Raina. Yang kebetulan Raina juga tidur menghadap Rian.

Rian menatap Raina yang tertidur dengan sangat pulas, tanpa sadar Rian menyentuh wajah Raina dengan lembut. Rian tidak pernah menyangka. Gadis yang sudah 12 tahun hidup bersamanya. Gadis yang sudah diagap seperti adi kandungnya. Ternyata adalah istri yang sudah ditadirkan Tuhan untuknya. Tak ada kata menyesal menikah dengan Raina, melainkan Rian merasa bersyukur bisa menikah dengan gadis yang sudah ia kenal betul.

*****

Besok harinya, Raina dan Rian terlihat sedang mengemasi barang-barang mereka ke dalam koper yang sama. Mereka akan kembali ke Jakarta hari ini. Kenapa? Karena Raina sudah begitu merindukan ibunya.

Beberapa saat lalu ....

"Kak, kita pulang ke Jakarta lagi yuk!" pinta Raina seraya bergelatung manja di lengan Rian. Mereka berdua sedang duduk di atas sofa depan TV.

"Pulang? Sekolah kan masih ada satu minggu lagi," ujar Rian dengan menatap ke arah Raina.

"Aina mau pulang pokoknya. Aina udah rindu Ibu," ucap Raina yang langsung menangis sesegukkan. Melihat Raina yang sudah menangis, membuat Rian tak tega melihatnya.

Raina memang sangat dekat dengan ibunya. Raina bahkan tidak sanggup berpisah dari ibunya lebih dari satu minggu. Rian menghapus air mata Raina dengan kedua jempolnya, lalu berkata ....

"Ayo kita pulang!" ajak Rian dengan memperlihatkan senyumannya. Bibir Raina langsung mengukir sebuah senyuman. Raina dengan buru-buru menghapus air matanya. Lalu berjalan mengumpulkan baju mereka untik dimasukkan ke dalam koper.

Bersambung ...

1
Qaisaa Nazarudin
Karma tuh sama Suami sendiri marah2..
Qaisaa Nazarudin
Sadar diri kamu yg Salah dan Bodoh,Jadi jangan menyalahkan orang lain dan berniat utk menjadi Pelakor ya..😡
Qaisaa Nazarudin
Semoga aja sang mantan gak kembali lg menagih simpati ya..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah kalo Rian bisa menerima pernikahan ini…
Aku kalo baca novel akan baca sinopsisnya dan komentar2 para Tiders dibawahnya terlebih dahulu,Kalo alurnya berat aku skip aja,cari yg lain,Aku baca novel utk hiburan,gak mau yg alurnya berat2,karena hidup ku hari2 udah berat..🙏🏻🙏🏻😁
Bunga Bunga Liar
top
Hayati Nasution
gk ada mp nya ni Thor, padahal aku nunggu2 lo😄
Abizar zayra aLkiaana
👣👣
Rina_Ntok
ninggal jejak kak...
bukan REHABILITASI...tetapi Ruang TERAPI gitu kak ...kalau rehabilitasi itu kyk dia make aj...
Suci Dava
mungkin yg di maksud teraphy bkn rehabilitasi 🙏
Siti fitrianingsih
👍
Chotijah Eka
aku suka sama novel ini andaikan saja ada bukunya pasti ku beli
Prisillia Jauzza
d
Iin Suharta
lanjut , kok lama banget upnya...
NUR(V)
ini kok lama banget up nya kak dah lama aku menunggu ayo kak up lagi jangan lama lama ayo semangat.... entar ni aku lupa jalan ceritanya...
NUR(V)
lanjuttt
NUR(V)
aku mampir kak
Nayi Siti
rada lupa thor . jd baca ulang lagi
Irma Herlina
senang sekali kembali hadir ditunggu ya thor cerita selanjutnya
Ayu Azizah
Insyaallah. Bakal saya usahakan Up tiap hari.
Pria Tin
kangen banget thorrr... lanjut teruss kalo bisa tiap hari
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!