NovelToon NovelToon
Istri Yang Terbuang

Istri Yang Terbuang

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: ummiqu

Menikah karena kemauan sendiri dan dengan pilihan sendiri tidak selamanya berbuah kebahagiaan.

Benazir adalah buktinya.

Menikah selama beberapa tahun dengan pria yang berusaha diperjuangkannya, malah menimbulkan luka dan kecewa berkepanjangan. Suaminya bahkan menganggapnya istri yang memalukan dan tak pantas dihargai.

Haruskah Benazir bertahan atau pergi.

Kisah ini akan sedikit menguras air mata.
Berminat ?

ikuti kisahnya yuk...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7 ( Hadiri Undangan )

Pagi ini Suci menelephon Benazir dan memintanya datang ke rumah. Dengan senang hati Benazir memenuhi permintaan sang ibu tiri yang sangat dicintainya itu. Apalagi hari libur dan Benazir bermaksud melepaskan penat dengan bersilaturrahim dengan keluarganya.

" Assalamualaikum Bu...," sapa Benazir hangat.

" Wa alaikumsalam Sayangku...," sahut Suci sambil merentangkan tangannya.

" Kakak dimana Bu...?" tanya Benazir.

" Kakakmu ga ada di rumah. Mereka lagi sibuk ngurus proyek pembangunan mall di Tangerang. Ayo masuk. Mana Arjuna. Apa dia ga mau ngantar Kamu ke sini...?" tanya Suci sambil melirik ke halaman rumah.

" Mas Arjuna juga sibuk Bu...," sahut Benazir asal.

" Tapi dia tau kalo Kamu mau ke sini kan...?" tanya Suci.

" Iya lah Bu. Mana mungkin Aku ga ijin sama dia...," sahut Benazir cepat.

" Iya deh, Ibu percaya. Ngomong-ngomong gimana, apa udah isi nih...," kata Suci sambil mengelus perut Benazir lembut.

" Belum Bu...," sahut Benazir sambil meneguk air di dalam gelasnya.

" Gapapa, sabar ya. Insya Allah ntar juga dikasih...," kata Suci menenangkan sambil berlalu.

" Gimana mau hamil, orang ga pernah disentuh. Sekalinya mau nyentuh eh malah pas lagi palang merah, ya batal dong...," gumam Benazir sinis tanpa sepengetahuan Suci.

Benazir mengikuti langkah Suci dan duduk di kursi ruang tengah. Suci mengeluarkan sebuah kartu undangan berwarna pink dan menyerahkannya kepada Benazir.

" Nih, ada undangan dari Lita. Kamu datang ya, ajak si Arjuna juga...," kata Suci.

" Lita nikah Bu. Sama siapa...?" tanya Benazir sambil membuka kartu undangan itu.

" Sama pacarnya lah. Yang udah hampir delapan tahun ini dipacarin sama dia. Ga nyangka, panjang juga jodohnya ya...," sahut Suci sambil tertawa kecil.

" Pasti dia bahagia banget pernikahannya direstui semua keluarga...," kata Benazir lirih.

" Jangan iri sama kebahagiaan orang lain. Kebahagiaan tiap orang kan berbeda. Eh, apa jangan-jangan Kamu ga bahagia nikah sama Arjuna...?" tanya Suci cemas.

" Ga lah Bu. Aku sama Mas Arjuna baik-baik aja dan Kami bahagia kok...," sanggah Benazir.

" Syukurlah kalo begitu. Ibu senang dengarnya...," kata Suci sambil tersenyum.

Benazir pun ikut tersenyum sambil menatap kartu undangan pernikahan Lita dengan perasaan hampa. Sebenarnya Benazir enggan menyampaikan undangan Lita kepada Arjuna. Benazir sudah merasa kalah sebelum berperang menghadapi sikap cuek Arjuna padanya. Dia khawatir Arjuna tak bersedia mendampinginya hadir di resepsi pernikahan sepupunya itu.

\=\=\=\=\=

Dugaan Benazir salah besar. Ternyata Arjuna dengan mudahnya menuruti keinginan Benazir untuk menemaninya hadir malam itu.

Dengan mengenakan pakaian couple layaknya pasangan normal yang bahagia, Benazir melangkah perlahan di samping Arjuna. Walau bibirnya menyunggingkan senyum manis, tapi hati Benazir masih kecewa akan sikap Arjuna padanya.

Di resepsi pernikahan itu Arjuna menunjukkan sikap mesranya di hadapan semua orang. Ia menggandeng tangan Benazir dan tak membiarkan Benazir jauh dari jangkauan matanya. Arjuna sadar bahwa ia tengah berada di bawah tatapan tajam ketiga kakak tiri Benazir yaitu Awan, Darma dan Gama.

" Sayang tolong tunjukkan kemesraan Kita supaya ketiga Kakakmu berhenti mengintimidasi Aku melalui tatapan mereka. Aku ga nyaman karenanya...," bisik Arjuna di telinga Benazir.

Benazir mengangguk lalu menghampiri ketiga kakaknya itu. Ketiganya menyambut Benazir dengan pelukan hangat secara bergantian. Tapi sikap mereka sangat berbeda pada Arjuna. Setelah memeluk Benazir, mereka hanya mengulurkan tangan kepada Arjuna.

Sikap Gama dan Darma sedikit melunak setelah Suci memberi pengertian pada mereka. Dan mereka berusaha memaafkan Benazir meski bersikap sebaliknya kepada Arjuna. Benazir yang merasakan aura tak bersahabat di sana pun memilih menyudahinya.

" Aku ke sana dulu ya Kak...," kata Benazir kepada ketiga kakaknya sambil menggandeng tangan Arjuna untuk menjauh.

" Hmm, baiklah...," sahut Gama dingin.

" Aku permisi dulu...," pamit Arjuna.

" Iya...," sahut Awan singkat.

Akhirnya Arjuna dapat bernafas lega setelah Benazir mengajaknya menjauh dari ketiga kakak tirinya itu.

" Makasih Sayang, udah ngajakin menjauh dari mereka. Kamu emang pengertian banget deh...," puji Arjuna sambil mengecup kepala Benazir.

" Sama-sama Mas. Aku ga mungkin biarin Kalian berempat ada dalam suasana yang ga nyaman kaya tadi. Ga baik juga diliat orang...," sahut Benazir sambil duduk di kursi.

" Iya. Tapi bukan salahku kalo suasana ga nyaman kaya tadi kan...," kata Arjuna membela diri sambil melengos.

Benazir tak menjawab. Ia memilih makan daripada meladeni ucapan tak penting Arjuna. Tiba-tiba sepasang pria dan wanita mendekati mereka dan menyapa.

" Hei, Arjuna. Akhirnya ketemu juga di sini. Gimana kabar Lo Bro...!" sapa Agung sambil tersenyum.

" Lo Gung. Gini deh keadaan Gue...," sahut Arjuna sambil melirik kearah gadis di samping Agung.

" Ehm, ini pacar Gue. Calon Istri tepatnya. Namanya Cindy...," kata Agung bangga.

Arjuna dan Benazir pun bersalaman dengan Cindy. Mereka terlihat akrab. Tapi kalimat yang terlontar dari Arjuna kemudian membuat Benazir tak nyaman.

" Pinter Lo cari calon Istri. Cantik...!" puji Arjuna tanpa sungkan sambil menatap kagum kearah Cindy.

" Bisa aja Lo Jun. Benazir juga cantik, makanya Lo kepincut abis kan sama dia...," sahut Agung santai.

" Iya dong...," kata Arjuna sambil memeluk pinggang Benazir.

Keduanya tertawa lepas. Tanpa sepengetahuan Benazir, Agung juga sempat menaruh hati padanya dulu. Tapi karena kalah cepat dari Arjuna, maka Agung melepaskan Benazir dengan ikhlas karena tahu jika Benazir lebih memilih Arjuna dibanding pria lain.

Benazir mengepalkan tangannya diam-diam. Ia merasa kesal karena Arjuna dengan gampangnya memuji kecantikan wanita lain di hadapannya. Padahal ia sendiri hampir tak pernah mendengar pujian serupa sejak mereka menikah.

Sesekali Agung melirik kearah Benazir. Entah mengapa, ia merasa bahwa Benazir tak bahagia bersama Arjuna. Walau Benazir terlihat tersenyum, tapi kedua matanya seakan menyimpan duka yang panjang.

Agung menepis lamunannya saat Cindy menyentuh lengannya.

" Agung, masih lama ga. Aku ga betah di sini...," rengek Cindy.

" Kita baru aja sampe Cin. Masa langsung pergi. Pengantin pria kan teman Aku, ga enak lah kalo langsung cabut tanpa pamit...," sahut Agung sambil berbisik.

" Tapi teman Kamu itu sibuk. Dia ga akan tau kalo Kita pergi duluan. Ayolah Agung. Aku muak di sini...," kata Cindy dengan suara agak keras.

Dan ucapan Cindy membuat Benazir menoleh. Ia mengerutkan keningnya. Ia menatap Agung yang terlihat memerah wajahnya menahan marah. Tak sengaja tatapan keduanya bertemu tapi Benazir dengan cepat membuang pandangannya kearah lain karena tak ingin ketahuan sedang menyaksikan sepasang kekasih yang tengah bertengkar itu.

" Kamu tunggu aja di depan pintu. Aku pamit dulu sama pengantin dan teman lainnya...," kata Agung sambil berlalu.

Cindy menghentakkan kakinya dengan kesal. Ia terpaksa menuruti Agung yang memintanya menunggu di depan pintu masuk gedung. Sementara Agung terlihat menyalami pengantin pria dan beberapa temannya termasuk Arjuna. Sebelum keluar, ia mendekat kearah Benazir.

" Benaz...," panggil Agung.

" Iya...," sahut Benazir sambil menoleh.

" Aku tau Kamu sedang bermasalah sama Arjuna. Yang sabar ya. Aku pergi dulu...," pamit Agung sambil tersenyum.

Benazir nampak termangu mendengar ucapan Agung. Ia menatap punggung Agung yang menghilang di keramaian.

" Apa terlihat jelas ya kalo Aku lagi ada masalah sama Mas Arjuna. Tapi Ibu dan Kakak aja ga tau, gimana dia bisa tau ya...," batin Benazir gelisah.

\=\=\=\=\=

1
Jade Meamoure
duhai masih ada gak ya lelaki kyk Ardhan... duh meleleh aq thor
Jade Meamoure: orang Kalimantan kah?? pasalnya sebutan kuyang tuh
total 2 replies
Safa Almira
bagus banget
any Sulistiani: Alhamdulillah. tp sayang bacanya lompat bab ya kak 🙏😊
total 1 replies
Safa Almira
suka
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh supportnya kk. Lanjut lagi yuk, mksh 🙏😊
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
kalau nyesel ya gt juga kali sikapnya Juna Juna..kyk ga bnr2 menyesal deh 🤔🤪
any Sulistiani: betul say, lanjut lg yuukk..., mksh
total 1 replies
Epijaya
good Mutia jgn mau diperlakukan oleh sampah itu.
any Sulistiani: siaaapp bund...
total 1 replies
Guntar Nugraha S
ttp semangat Yaa @UmmiQu
any Sulistiani: Alhamdulillah..., siaapp abii
total 1 replies
Elly Watty
ntar baru merasakan nikmatnya surga dunia si ulet bulu bkin ulah deh
Elly Watty
dunia novel emag pnuh kehaluan, mna da trauma perceraian sampe segitunya, klw trauma akibat diperkosa sih wjar..... jgn bkin krakter yg g wjar donk thor
any Sulistiani: gpp, kalo suka dilanjut kalo ga suka tinggalin aja KK... beres kaann...
total 1 replies
Elly Watty
kirain mngikuti irama musik d club ternyata d lmpu merah 😁
any Sulistiani: he he... iya say
total 1 replies
Narimah Ahmad
👍👍👍😊 selamat menjalani kehidupan berumah tangga dn semoga berkekalan selamanya 😍🥰🥰 amin
Narimah Ahmad
kata kesal sudah terlambat buat hati yg telah kau sakitin dn cuma orang pernah melaluinya yg tau bertapa hancur hati seorang bernama isteri
any Sulistiani: se7 Kak..
total 1 replies
Narimah Ahmad
umpama lagu madu ditangan kanan mu racun ditangan kiri mu cuma mana satu yg kau berikan panjang sgt pulak
any Sulistiani: he he..., lanjuuuut kak
total 1 replies
Narimah Ahmad
tak sayang dgn istri ya malah cari susah sendiri lupa dgn Segala janji yg diucapkan
any Sulistiani: iya KK, gitu deh ciri org ga bersyukur. Nyari emas tp berlian di tangan malah dilepasin
total 1 replies
anitha yunita
berharap banas berjodoh dengan ardhan
any Sulistiani: aamiin...
total 1 replies
anitha yunita
peluk jauh kak Mutia semoga bahagia selalu bersama 2buah hatinya. pasti maher bakalan nyesel tuh udah nyia nyiain wanita dan ibu hebat😍😍
any Sulistiani: aamiin, mksh doanya bund... # yup. lanjuuutt..
total 1 replies
anitha yunita
tersiksa menderita gak cinta tapi punya anak 2 itu apa namanya dasar lelaki egois
any Sulistiani: betul. jd ikutan emosi ya say...
total 1 replies
anitha yunita
semoga berjodoh dengan ardhan. alhamdulillah kedok mager terbuka
any Sulistiani: aamiin..., lanjut lg yuk
total 1 replies
anitha yunita
padahal berharap banas sama ardhan . semoga saja mager baik
any Sulistiani: siippp..., lanjut say..
total 2 replies
anitha yunita
malu gak lu jun nama aja Arjuna tapi kelakuan nya minus kena mental gak tuh 🤣🤣🤣puas banget bacanya
any Sulistiani: he he..., Iya bund
total 1 replies
anitha yunita
kasian makanya Jagan pernah sia siain yang mau berjuang nol bersama
any Sulistiani: se 7 bund..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!