NovelToon NovelToon
WHEN CEO WANTS ME

WHEN CEO WANTS ME

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:78.5k
Nilai: 5
Nama Author: KuyRebahan

"Argh!" teriak Asqyla. Punggungnya menabrak dinding.

Werrent menatap Asqyla dengan tatapan lapar. Tidak bisa di pungkiri wajah serta tubuh Asqyla membuat pria manapun terpesona.

"Berhenti, Kak. Kita bukan lagi--"
"SHUT UP, SLUT!"

Pria itu menjilat bibirnya dan menatap Asqyla dengan tajam.

"Setelah sekian lama menghilang, kau kembali bersama selingkuhanmu, Asqyla? How perfect isn't it?"


***


Bagaimana rasanya berada di satu rumah tapi tidak di hati yang sama?
- Asqyla Dinara


Lalu, bagaimana rasanya di tinggal bersama dengan harapan yang hanya angan, Asqyla?
- Werrent Grissham Orlov



***



Dipilih atau memilih?
Bertahan atau menyerah?
Berjuang atau putus asa?

Keputusan mana yang akan kalian ambil jika berada di posisiku?

Gadis yang baru saja berusia 17 tahun tiba-tiba menikah dengan orang yang tidak dia kenal.

Klise sekali bukan? Suami tampan juga mapan.
Tapi, apa semua itu bisa membuat kalian bahagia walau hanya berada di satu rumah tetapi tidak di hati yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KuyRebahan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebimbangan

Radith memang manusia paling baik diantara seluruh teman-temanku, apa yang aku rasakan dia bisa menebaknya dengan baik. Bahkan Mama saja tidak selalu bisa menebak apa yang akan aku lakukan, hanya Radith yang bisa mengertiku. Dari dulu, hingga sekarang.

Bahkan dia rela mengorbankan dirinya sendiri hanya untukku, saat itu aku masih berusia sekitar delapan tahun, aku ingat betul kalau diriku sangat menginginkan buah Delima yang berada di halaman rumah Bunda. Dan lucunya, aku tidak mau melihat bahkan menyentuh pohon serta buah Delima yang ada di halaman rumah Bunda sampai sekarang.

Aku sangat nakal saat itu, Radith sudah melarangku agar tidak memanjat pohon itu, tapi aku begitu keras kepala. Aku ingin mengambil buah tersebut dengan tanganku sendiri, buah Delima tepat berada di depanku. Tangan kiriku memeluk batang pohon agar tubuhku tidak terjatuh dan tangan kananku terulur berusaha menggapai buah merah itu.

Diriku terpaku saat melihat makhluk kecil muncul di hadapanku, makhluk itu bergelantung dan menjatuhkan dirinya di hidungku. Laba-laba itu memang sangat kecil, tapi dampak yang dia berikan sangat besar, terutama pada jantungku. Aku berteriak dengan sekencang mungkin dan menggelengkan kepalaku berkali-kali berharap dia terjatuh.

Dan apa yang aku harapkan itu benar-benar terjatuh, bersama diriku. Lutut, dahi, siku, dan telapak tanganku luka. Radith berusaha menangkapku, tapi apa yang bisa anak berumur delapan tahun lakukan? Dia saja tertimpa olehku. Saat itu dia menangis melihat luka yang aku dapatkan karena kelakuanku sendiri. Dia bilang, rasanya pasti sakit, harusnya dia saja yang menerima semua luka yang aku dapatkan.

Aku ingin sekali menangis karena semua luka yang aku dapatkan, tapi Radith selalu menenangkan aku agar aku tak menangis. Sebagai gantinya, dia yang menangis dan menceritakan semuanya kepada Bunda. Tentu saja dia membelaku dengan berkata bahwa dirinya telah meyuruhku untuk mengambilkan buah, aku berulang kali menyangkal semua yang Radith katakan karena itu semua adalah kesalahanku.

Tapi, Bunda tak mau mendengarkanku, dia memarahi Radith bahkan memukul pantat Radith dengan sapu lidi. Aku menangis melihat Radith di hukum gara-gara aku, Bunda mengobatiku dan melarang Radith untuk menemuiku. Tapi, bukan Asqyla namanya kalau aku tak bisa menyelinap memasuki kamar Radith.

Kalau dipikir-pikir, dulu Radith sangat menggemaskan dengan semua perlakuannya padaku, tapi kenapa sekarang dia sangat menyebalkan. Setengah perjalanan sudah kita tempuh, tangannya Radith tak henti-hentinya mengelus lenganku yang sudah melingkar di pinggangnya. Kucoba untuk menenangkan diriku dengan menyandarkan kepalaku di punggung Radith dan memejamkan mata sesaat, lalu lalang kendaraan sudah menghilang sepenuhnya dari telingaku, fokusku hanya terpaku dengan suara angin yang begitu menenangkanku.

Radith mematikan mesin motornya dan menungguku untuk berbicara, dia masih terdiam tak menanyakan hal apapun. Hanya tinggal tiga ratus meter kita berdua sampai di rumahku, entah apa yang Radith pikirkan hingga ia berhenti tepat di depan taman dekat rumahku. Bintang-bintang sudah menyelimuti kelamnya malam, dia masih terdiam dengan lamunannya. Aku kembali menyandarkan kepalaku di punggungnya, dia mengelus kedua tanganku lembut dan menyuruhku untuk turun.

Radith menggiringku menuju bangku taman, pandangannya terlihat sendu, raut wajahnya berantakan.

Apa kesedihanku membuatnya menjadi kacau seperti ini?

“Kenapa, Dit?” tanyaku hati-hati.

“Aku takut, Qyla.”

“Tumben sekali Adit takut, kemana Adit yang biasany—”

Radith memelukku erat, sangat erat hingga aku bisa merasakan badannya yang begitu gemetar karena ketakutan. Helaan napasnya sangat berat seakan-akan dirinya tidak memiliki hari esok, belaian tangannya berusaha menahan rasa yang tidak bisa ia ungkapkan, dekapannya memenjarakanku dengan semua impian.

Langit malam, apa yang harus aku lakukan? Apa selama ini aku selalu mengecewakanmu? Kalau memang, kenapa Radith yang kewalahan? Tak bisakah kau berikan itu semua padaku?

“Qyla?”

“Kenapa,” jawabku.

“Aku ingin menjadi orang yang paling egois di dunia, apa boleh?”

“Apa kamu bahagia, Dit?” tanyaku. Aku menatap matanya dalam.

“Bahagia?”

“Menjadi egois.”

“Mungkin, Qyla. Aku pun tak tahu.”

Aku mengusap punggungnya perlahan, memberikan pelukan hangat yang aku harap bisa membuatnya sedikit lebih baik.

“Kata mungkin tidak selalu mendefinisikan bahwa kamu bisa ... kata mungkin adalah sebuah taruhan. Entah artinya ‘iya’ atau ‘tidak’ dan taruhan itu menyangkut tentang kehidupan kamu, Adit. Kalau kamu menang aku tak perlu khawatir karena kamu pasti bahagia. Lalu ... bagaimana jika sebaliknya? Mencari kebahagiaan lebih sulit daripada mencari jarum di dalam tumpukan jerami. Apa pilihan itu yang mau kamu pertaruhkan, Dit? Dan ketidaktahuanmu akan membawamu menuju kehancuran yang paling mendalam, dengan itu semua, apa baik untukmu?”

Lelaki itu melepaskan dekapannya, menatapku dengan tatapan yang sudah tidak bisa di bilang sendu lagi. Lengkungan di bibirnya mulai naik, tetapi ekspresinya semakin menyedihkan.

“Kau benar, semua itu tidak ada gunanya jika aku sendiri tidak bahagia.”

“Jadi?” tanyaku.

“Jadi, aku tidak akan mempertaruhkan hidupku untuk hal yang tidak bisa membuatku bahagia. Jika aku tidak bahagia, maka Nona Qyla akan memarahiku. Tetapi, jika itu semua demi dirimu, mencari sebuah jarum di luasnya samudra tetap akan aku lakukan walau aku tahu kata mungkin sudah tidak bisa dijadikan sebuah pertaruhan lagi.”

Lengannya mencubit hidungku gemas, ekspresi wajahnya sudah lebih membaik bahkan jauh lebih baik dari biasanya. Dia menarik lenganku dan kembali mengantarku kembali kerumah, motornya ia biarkan di tempat tadi. Kelakuan jahilnya terus dia lancarkan selama perjalanan. Di malam itu adalah tiga ratus meter terpanjang selama hidupku.

...***...

Kita berdua sudah sampai di depan rumahku, jaket yang Radith pakai sudah berpindah kepadaku saat di taman tadi. Aku ulurkan tanganku untuk mengembalikan jaket yang ia pinjamkan, dia hanya tersenyum dan membelai rambutku.

“Terimakasih.”

“Sama-sama, Nona Qyla.”

“Apaan sih, Dit,” aku memukul lengannya/

“Cepat masuk, udara di luar semakin dingin.”

“Kalau memang begitu, mengapa jaketnya tidak kamu pakai?”

“Aku kan lelaki, Qyla.”

“Pasti kuat maksudmu, Dit?”

“Tasmu mana?”

“Baru sadar?” jawabku disertai dengan kekehan.

“Ya sudah, cepat masuk. Nanti aku antarkan tasmu.”

Dia mendorong tubuhku membuka pintu gerbang juga pintu rumahku, dengan cepat dia pamit padaku dan berlari menuju motornya. Aku berjalan menuju depan gerbang dan melihat badannya mulai hilang di telan gelapnya malam.

Kulangkahkan kaki memasuki rumah, mencari keberadaan Papa atau Mama dan bergegas menanyakan tentang pernikahan yang mereka rencanakan. Aku masih bingung dengan pikiran mereka, berkali-kali aku bertanya apa maksudnya menikahkan ku dengan seseorang yang bahkan mungkin tak kukenal.

Mama menyambutku dari ruang keluarga, Papa melirikku dari sela-sela kesibukannya di depan laptop. Aku menghampiri mereka berdua, Papa menutup laptopnya dan bertanya kenapa aku pulang ke rumah. Mama juga memandangku dengan tatapan yang sama.

“Qyla lupa mau nanya.”

“Kenapa nggak besok aja? Bukannya kamu pengen ketemu Radith?” tanya Papa.

“Nggak bisa besok, Pa. Harus sekarang.”

“Kenapa? Papa jawab, jangan susah-susah nanyanya.”

“Kenapa Qyla harus menikah.”

Mereka berdua saling memandang, Mama menjawab pertanyaanku. “Masa nggak bakal nikah, La?”

“Ih! Maksud Qyla, kenapa Qyla harus nikah secepat ini?”

1
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
keren
Umie Irbie
masiiiiiiiih bingung sama alur nya thor,.🤔🤔🤔
Umie Irbie: 😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱
total 4 replies
TheTxT
Haduhhh thorrr. Pusing pala berbi
TheTxT
Zaynnnnn.
TheTxT
Sekarang makin makin lagi ada si... siapa sih itu?
TheTxT
Harusnya mereka berdua dipisahkan 😤😡😡🥵
TheTxT
Werennya sama lagi. Terus aja sibuk sma wanita lain
TheTxT
Si asqylanya bgtu terusss. Gk pernah mau pergi
TheTxT
Apalgi sih iniiii thorrrr
Umie Irbie
penuuuh mistery😫😩 othooooooor kenapa ngg sama alano aja ashqilannya 😫😩 dia berhak bahagia thor,. kalau sama wereng ashqila akan sedih teruuuuus,.
Umie Irbie: othor kesayangan, aku tunggu cerita asqila dan alano🤗😍🥰
total 4 replies
Umie Irbie
asqila bener2 bodoh,. mending sama Alano
KuyRebahan: Terus Althaf gimana hayooo?
total 6 replies
Umie Irbie
asqyla bodoh😡
Buk'e Syifa Arda
lanjut
Asih Pamuji
jangan lama2dong thor update nya....hutang update 2bulan loh kamu.....semangat....
nengah suarni
aqyla tegar jg lagi pikirkan warrent lebih baik fokus sm baby nya saja buat warrent menyesali perbuatannya
nengah suarni
qyla raih kebahagiaanmu jg biarkan dirimu selalu tersakiti thor buat dong qyla yg tegar biar warrent bisa menyesali perbuatannya
nengah suarni
qyla kenapa sebelum luka bertambah ndak ninggalin warrent ayo qyla harus kuat Thor ceritanya nyesek gini kapan bahagianya
KuyRebahan: Tunggu saya bahagia, baru asqyla ikut bahagia juga 😭
total 1 replies
nengah suarni
asqyla pergi dari hidup warrent kamu harus kuat jg lemah buktikan kamu bisa jg kembali sm dia ayo semangat Thor buat dong ceritanya agar asqyla wanita yg tegar pintar melebihi dari neva
Asih Pamuji
author sama dinginnya dengan werent.....semangat thor....
Asih Pamuji
sangat bagus thor....aku suka.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!