NovelToon NovelToon
Pacarku Polos

Pacarku Polos

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:121.5k
Nilai: 5
Nama Author: nurdahlia Awani hrp

Azara Amora adalah gadis cantik berambut panjang dan bertubuh pendek
Bryan Jason Willy, cowok tampan, bertubuh tinggi,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurdahlia Awani hrp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 6

Aku dan Anissa berjalan menuju ruang guru. Semua sorot mata menatap kearah kami berdua.

"Omaigot! Itu pacarnya Kak Bryan?"

"Astoge! Saingan gue cantik bett!"

"Demi Dora yang nggak tayang lagi di GTV! Itu pacarnya kah?"

"Eh, kemarin gue ngelihat mereka jalan bareng."

"Itu 'kan cewek yang kemarin jalan sama Kak Bryan."

"Kemarin Ara, sekarang ada yang baru lagi, gila gila!"

Begitulah ucapan dan gosipan yang terdengar, ketika aku melewati sekian banyaknya siswa-siswi. Satu sekolahan heboh guys! Gegara aku dan Anissa yang dikatakan pacaran.

"Kenapa mereka ngelihatin kita?" Aku menggeleng, pura-pura tidak tempe, walaupun aku tahu. Lah? Ngomong apa aku? Dahlah gaje.

"Morning." Vino, Karell, dan Argian menghampiri kami.

"To," jawabku dan Anissa bersamaan. Dan, jangan lupa dengan senyum manisnya.

"Cantik bett lo hari ini," Karell mendekati Anissa.

"Ho'oh, manis lagi. Mama lu ngidam apaan sih? Sampe-sampe anaknya manis banget." Kini Vino menyahut, dan ikut mendekati Anissa.

"Ngidam racun!" Sahutku ketus. Alhasil, jitakan lah yang aku dapat dari Anissa.

"Makasih," Anissa tersenyum kearah keduanya. Sementara, Argian tersenyum manis kearah Anisaa, dan mendekat.

Cup!

Aku membulatkan mata sempurna, Vino dan Karell pun menganga. Tiada hujan, tiada petir, tiada gempa, tiada tsunami, tiada banjir, dan tiada sisir kalau sedang dicari. Tanpa permisi, Argian mengecup kening Anissa, Anissa hanya terdiam kaku. Sekarang, aku merasa gagal menjadi sesosok Kakak, hanya karena satu kecupan saja! Oh Tiiddaaakkkk Roma!

"Lo imut," setelah mengucap kata tersebut, Argian segera berlalu pergi begitu saja.

"Cubit gue! Ini pasti mimpi," Karell segera mencubit tangan Vino, hingga Vino meringis kesaktian, eh maksudnya kesakitan.

"Ahk! Sakit jir, cubitnya pelan-pelan dong!" Vino mengusap tangannya, yang baru saja dicubit oleh Karell.

"Lah, lo yang minta dicubit marjuki!" timpal Karell.

"Morning!" Aku, Vino, Karell, dan Anissa menutup telinga, ketika mendengar teriakan kuntilanak polos. Siapa lagi kalau bukan Ara.

"Bangun pagi ... Gosok gigi ... cuci muka, tak mandi!" Aku segera menghampirinya, dan menutup mulutnya dengan tanganku. Telingaku rasanya sakit, dan ingin copot dari tempatnya. Sumpah! Suaranya cempreng mengalahkan toa masjid.

"Bisa diem nggak?!" Ara menggeleng, lalu melepas tanganku paksa, kemudian menutup hidungnya dengan jari-jari tangannya yang mungil.

"Tangan Abang bau terasi, tau!" Terasi? Aku segera mencium bau tanganku.

What the fu*k!

"Yeh malah dicium, Abang kena! Abang kena! Hiro." Ara bersorak ria, dan dengan cecikikan yang hampir mirip dengan mbak Kunti beranak. Semuanya pun ikut tertawa, terbahak-bahak.

'Ni bocah tengkil, malu-maluin gue aja! Awas aja nanti, gue kerjain balik baru tau rasa lu'

***

"Pagi, Anak-anak," seorang guru wanita memasuki kelas. Sontak, kelas yang tadinya ribut, kini berubah menjadi hening.

"Pagi juga, Bu," jawab mereka serentak.

Aku menenggelamkan wajahku di meja, kini kantuk menyerang. Apalagi hari ini, pelajaran matematika, ku ulangi! Matematika guys! Soal satu jawaban beranak.

Aku sedikit memejamkan mata, dan terlelap.

Brak!

Aku langsung terbangun, tatkala penghapus papan mendatar di kepalaku.

"Bangun! Ini baru jam pertama, kamu sudah ngantuk saja!" tegas Bu Ririn, guru galak bin kejam, yang selalu memberikan tugas setiap harinya.

"Saya ngantuk, Bu. Saya kurang tidur karena ngerjain tugas yang Ibu berikan," jawabku.

"Ya salah siapa, kamu ngerjainnya malem-malem!" bentaknya lagi.

"Ya salah Ibu lah, Bu Ririn yang kasih saya tugas numpuk, bikin kepala saya puyeng aja Bu! Saya kerjain tugasnya salah, nggak saya kerjain juga salah, emang ya, saya selau salah di kaki Ibu." Aku seperti mengerap saja jika beralasan. Kulihat Karell dan Vino memberi jempol padaku, sementara, Bu Ririn menarik nafas panjang, dan menghembuskannya pelan.

"Lama-lama saya bisa setres kalau terus mengajar di kelas ini!" Bu Ririn memijat keningnya pelan. Yes Berhasil!

"Makanya, Bu. Jangan ngajar disini lagi, kalau Ibu nggak mau setres," sahut Vino.

"Betul itu!" Sorak para siswa-siswi serempak.

"Seorang guru wanita, menjadi setres karena mengajar di salah satu kelas terberisik di salah satu sekolah! Emang Ibu mau masuk berita kek gitu?"

Brak!

Bu Ririn memukul meja keras. Menatap tajam setajam silet kearah kami semua, uhuyy takut!

"Sudah! Kerjakan soal halaman sepuluh sampai lima belas! Kalau belum selesai, Ibu hukum kalian semua!" bentak Bu Ririn lalu keluar dari kelas.

GUBRAK!

Niatnya supaya tidak dikasih tugas, ya malah sebaliknya, kurang asyem emang! Alhasil semuanya menatap tajam kearahku. Hehe.

Setelah selesai mengerjakan, bel istirahat berbunyi, aku segera keluar dari kelas. Ketiga temanku, pergi ke kantin dan meninggalkan aku seorang diri.

Vangke!

Terpaksa aku harus pergi kekantin sendiri, melewati jalan yang lain, supaya lebih cepat sampai ke arah kantin. Jujur saja, perutku keroncongan dan ingin diisi saat ini.

PLAK!

Entah dari mana asal usulnya, tiba-tiba saja buah mangga jatuh ke kepalaku. Apa ada hantu? Segera kuberanikan diri mendongak ke atas.

"Aaaa!!"

"Aaaa!!"

Teriakku bersamaan, dengan Ara. Gadis itu berada di atas pohon mangga, tangan kanannya, memegang buah mangga yang sudah ia gigit dan makan, mulutnya penuh dengan cairan orange dari mangga.

JOROK!

"Lo ngapain disitu? Turun cepat!" Ara segera turun dari pohon, dan menghampiriku.

"Abang, mau?" Ia menyodorkanku buah mangga yang setengahnya sudah ia makan.

"M-makan aja," tolakku dengan lembut. Ara pun memakannya kembali, setelah itu membuangnya sembarangan.

"Kekantin yuk!" Ajaknya setelah selesai menghabiskan mangga tersebut. Aku menepuk jidatku, mengambil sapu tangan dari saku celanaku, dan mengusap lembut bibir dan pipinya.

DEG!

1
Fadila Fani
season 2 dong kak..
anak" bryan kak gimana ketemu sama anak sabahat papanya😁😁
Widia Citra
menarik kaka,,,,,
jangan lupa mapir di KARYA ku yaaa🙏❤️🖤
Chauli Maulidiah
begitu mudahnya terjebak dgn sebuah kata janji.. jika dia sdh berubah, dan tdk membawa manfaat dan kebaikan pd diri kita. untuk apa pula bertahan dgn sebuah kata janji... BODOH!!
Deby rafika Fika
suka banget sama cerita nya ...
Dira Safitri
season 2 dong thor
Farihah husna
next
Neno
syukur deh dah ketemu Ara x
Putu Rahayu
ku kira yg kecelakaan bryan atau ara
Kirey Salsabila Balqis Mutmainnah
semangat thorr jangan lama up nya🙂🥺
Kirey Salsabila Balqis Mutmainnah
ngakak🤣🤣
Dira Safitri
dih kok kesel ya😏
Neno
aduh...pinter banget si syela bikin skenario.
awas az klo Bryan sampe luluh
Ardzz
belum paham sama part ini😌
Ririn Dwi
seru
Ririn Dwi
suka deh.
lucu
Ardzz
huuuuufffffft..... mulai bermunculan rubah pengganggu😑
semangat thor lanjutin up nya. di tunggu epsd selanjutnya, aku suka dengan ceritanya, menarik😍
Marmott🐻
sampe nangis tau ku kira itu kenyataannya........😢😢😢
Dedydedot
mbak lea tipu tipu yaaa.. mana ada laki laki tanpa kesadaran bisa nglakuin kek gitu.. mas bry juga bodoh banget sih
Dedydedot
pilih satu doong bang. Kalo dua dua nya mau diembat namanya serakahh
Dedydedot
tunjukan pesonamu babang briyan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!