Kematian kakaknya membuat Ayu memiliki hubungan percintaan dengan Angga, polisi tampan yang bertugas mengungkap kasus kematian tersebut, Herman sahabat sekaligus teman kuliah yang telah lama mencintai Ayu ternyata adalah anak dari suami almarhum kakak, apa yang terjadi selanjutnya dengan hubungan Ayu dan Herman, mungkinkah hubungan persahabatan mereka tetap terjalin baik setelah mereka tahu latar belakang masing masing, bisakah Angga mengungkap pembunuh kakak Ayu yang sesungguhnya ikuti kisah Ayu, Herman dan Angga dalam kisah mawar kali ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Robbiyana Widiyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
siap mental
Hari masih gelap ketika kereta yang di tumpangi oleh Angga dan Ayu tiba di stasiun Gambir. Suasana stasiun sangat lengang walaupun tidak bisa di bilang sepi. Banyak orang yang lalu lalang atau sekedar duduk hanya untuk menunggu jemputan atau menunggu hari agak terang. Ayu dan Angga duduk di Kursi sambil menikmati secangkir coklat panas yang sengaja di beli untuk menyegarkan badannya.
" Yu, kamu ingin sarapan dulu?" tanya Angga
" Nggaklah mas, ini masih terlalu pagi. Aku sebenarnya ingin mandi, badanku rasanya lengket semua."jawab Ayu
" Mau mandi di sini atau ingin mandi di apartemenku saja, tidak terlalu jauh kok dari RSCM juga, begitu selesai mandi Kita bisa sarapan baru ke RSCM, biar tidak kepagian juga." kata Angga
Ayu memandang Angga sambil berfikir mendengar ucapan pria yang duduk di depannya. Terbersit sedikit keraguan di wajahnya mendengar tawaran Angga, bagaimanapun mereka baru saling mengenal, dan rasanya masih kurang pantas kalau Ayu terlalu mempercayai pria ini, walaupun dia seorang polisi.
" Kenapa? kamu takut?" tanya Angga melihat keraguan Ayu
" Aku memang tinggal sendiri, percayalah aku bisa di percaya kok, aku tidak ada niat apapun sama kamu. Aku hanya ingin kamu merasa nyaman selama di Jakarta dan bisa kembali ke Semarang lagi secepatnya dengan kondisi yang sama baiknya, bagaimana?" tanya Angga
" Baiklah..aku terserah saja sama mas Angga." jawab Ayu kemudian.
mereka berjalan keluar stasiun dan mencari taksi untuk mengantar mereka ke apartemen Angga, dalam perjalanan tak ada pembicaraan apapun yang keluar dari mulut mereka. Ayu memandang keramaian kota dari jendela mobil yang Ada di sampingnya. Tak berapa lama sampailah mereka di depan sebuah kompleks apartemen. Angga membayar ongkos taksi dan mengajak Ayu menuju unitnya yang terletak di lantai 10. begitu pintu dibuka tampaklah ruangan yang cukup luas dengan ruang tamu kecil dan dapur kering. Ada dua kamar tidur di unit Angga. Untuk ukuran pria yang tinggal sendiri, apartemen Angga termasuk cukup luas dan rapi. Angga mempersilahkan Ayu untuk mandi di kamar tamu, sedangkan dia tampak menuju dapur untuk membuat sarapan bagi mereka. Tak membutuhkan waktu lama Ayu nampak sudah keluar dari kamar tamu dengan rambut yang setengah basah dan telah berganti baju dengan kaos dan celana jeans, wajah Ayu tampak lebih segar. Dia melihat Angga tengah duduk di meja makan di temani dengan dua piring roti bakar dan dua cangkir teh hangat. Begitu melihat Ayu Angga mengajaknya duduk di meja makan dengan isyarat kepalanya.
Mereka sarapan dalam diam sampai akhirnya Angga mulai angkat bicara.
" Yu, setelah ini kita akan ke RSCM, aku ingin kamu siapkan mental kamu, apapun nanti yang kamu lihat aku harap kamu kuat, aku berharap kamu tetap bersikap tenang."
" Maksudnya bagaimana Mas?"
" Aku tidak tahu kamu kenal atau tidak dengan jenazah itu, seandainya kamu mengenalpun aku harap kamu jangan terlalu histeris. Semua sudah ada yang mengatur, aku harap kamu tetap tenang agar bisa berfikir rasional."
" Apakah Mas Angga yakin aku pasti kenal dengan wanita itu?"
" Kami hanya bisa menduga, karena ada foto dan alamat kamu di tasnya, cuma herannya tidak ada identitas lain di tas itu, dugaan sementara wanita itu sengaja di bunuh." jelas Angga menambahkan
" Iya Mas, aku akan berusaha setenang mungkin."
" O iya, kamu sudah menghubungi kakakmu?"
" Sudah, tapi aku heran telpnya tidak aktif, semalam aktif tapi tidak diangkat, tapi tadi sudah tidak aktif. Entahlah..ini aneh, biasanya kakakku akan telp balik begitu tahu aku meneleponnya.
konflik antara Anya - Wira - William yg asli dan bener tuh gimana. Trs Wira bilang "Anya itu perempuan ular" , itu jg ga dijelasin lebih detail ularnya dimana.
trs Wira bilang "kalau ttd berkas, jgn pas terburu-buru. Jgn mudah percaya sama siapapun meski asisten pribadimu sendiri" itu jg ga dijelasin gimananya :(
Trs Wira kok tiba2 meninggal tuh gimana
huhh masih ganjel bgtt :(