NovelToon NovelToon
Mantan, Will You Marry Me?

Mantan, Will You Marry Me?

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:427k
Nilai: 4.7
Nama Author: EmakJomblo

Bagi Alysia Mareana kisahnya bersama Bagas Adiputra telah luruh dan membentuk sebuah kenangan yang disebut masa lalu. Tapi siapa yang dapat mengira jika ada benang masa lalu yang belum putus dan hendak mengikat mereka kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmakJomblo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persiapan

Hari ini aku sudah bisa keluar dari rumah sakit namun saran dokter aku beristrihat total selama beberapa hari di rumah jadi Kak Geri sudah menelpon Pak Yonatan untuk meminta izin lagi sekaligus sampai hari pernikahanku yang tinggal seminggu.

Aku ingin pergi melarikan diri rasanya.

“Ma! Kok malah setuju aku nikah sama Bagas? Mama lupa kalau dulu Bagas itu-“

“Mama percaya Bagas mampu membahagiakan kamu, dia itu laki-laki sopan dan bertanggung jawab.”

Tunggu, mama baru saja berucap bahwa Bagas itu lelaki bertanggung jawab? Sepertinya mamaku lupa bahwa Bagas adalah laki-laki pengecut yang meninggalkanku di ruangan pengantin 6 tahun lalu. Jadi bagian mananya yang dikatakan bertanggung jawab?

“Aku nggak bisa lagi sama Bagas! Aku udah nggak cinta sama dia!” teriakku.

Entah harus bagaimana caranya meyakinkan semua orang disekitarku bahwa tidak ada lagi sosok Bagas yang menghuni hatiku.

“Ma,” Aku menoleh ke belakang saat mendengar suara seseorang memanggil mamaku.

Dapat kulihat Bagas yang berdiri tepat di belakangku. Oh apakah dia mendengar apa yang ku ucapkan tadi? Ya baguslah kalau dia mendengarnya, agar dia menjadi tahu malu sedikit.

Mama tersenyum hangat saat mengetahui keberadaan Bagas.

“Lo dengar kan?” tanyaku saat dia melangkah melewatiku.

Bagas tak meresponku, lelaki tu mengambil tangan mamaku dan menciumnya sebaga bentuk hormat.

“Sepertinya kalian berdua perlu ruang untuk bicara, mama tinggal dulu.”

Mama melangkah meninggalkan dapur.

“Gue udah nggak cinta sama lo Bagas! nggak lagi! Jadi mari batalkan pernikahan kita!”

Laki-laki itu diam dengan rahang yang mengeras. Aku waspada, tapi setahuku Bagas tidak akan menyatiku secara fisik. Tapi siapa yang tahu, mungkin 6 tahun telah mengubah prinsipnya yang tak akan menyakiti fisik seseorang yang dicintainya.

“Lo masih nggak dengar? Gue udah nggak cinta sama lo lagi Bagas, nggak lagi-“

Tanpa aba-aba Bagas menarik tanganku dan melangkah membawaku masuk ke dalam kamarku sendiri. Dia membuka pintu dan menutupnya kembali serta memutar kunci yang ada di kenop pintu. Bagas menarikku pelan namun sedikit menekan hingga tubuhku menyandar di daun pintu kamar dengan tangannya yang dia letakkan di belakang tubuhku dengan harapan dorongannya itu tak akan membuatku merasa sakit.

“Coba katakan sekali lagi kalau kau tidak mencintaiku,” pintahnya dengan disertai tatapan tajam.

Aku mengulas senyum remeh sembari membalas tatapan tajamnya.

“Gue udah nggak lagi cin-“

Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku Bagas terlebih dahulu meraih leher belakangku dan mendorongnya ke depan hingga bibir kami bersentuhan. Mataku melotot, entah sudah berapa lama sejak terakhir kali kami berciuman. Namun pastinya dalam proses 6 tahun move onku aku sama sekali tidak pernah berciuman bibir.

Laki-laki itu menggigit bibir bawahku hingga rasanya aku ingin menjerit dan kesempatan itu dia gunakan untuk meloloskan lidahnya.

Sial! Mataku bahkan sudah mulai tertutup menandakan bahwa aku benar-benar menikmati apa yang dilakukannya.

Laki-laki itu ******* bibirku mencoba memancingku untuk membalas ciumannya.

Beberapa saat aku mendorong tubuhnya karena merasa pasokan oksigen yang mulai menipis, dia tersenyum tipis sembari mengusap bibiku dengan jari jempol kanannya.

“Kamu nggak perlu bohong untuk itu.”

Dan dia kembali melakukan apa yang ingin dia lakukan. Sialan! Aku bahkan membalas pelakuannya.

“Bibir kamu boleh bohong tapi tidak dengan reaksi tubuhmu.”

Ucapan Bagas setelah aktivitas bibir kami selesai membuatku benar-benar mengutuk dan ingin segara pergi menguburkan diri. Benar-benar memalukan, aku menolaknya dengan begitu keras namun reaksi tubuhku seolah berkomplot dengan Bagas.

“Minggir!” Tanpa memikirkan lagi rasa malu, aku mendorong laki-laki itu lalu menyingkir dari sana dengan sedikit berlari. Tujuan utamaku adalah kamar mandi dan mengunci pintunya.

“Sial!Sial!” Makiku sambil menonjok udara.

Semakin merasa kesal saat mendengar suara tawa Bagas di luar sana. Astaga Tuhan, kenapa aku jagi perempuan lemah hati begini?

***

Hari ini kata Mbak Feli, keponakan tante Maya mamanya Bagas, kita akan Fitting Baju pernikahan. Ya, sampai hari ini aku masih tidak bisa membatalkan rencana pernikahan kami. Jadilah sekarang aku terperangkap di dalam ruangan yang dipenuhi gaun pengantin.

“Pokoknya mbak aku nggak mau ya dia kelihatan sexy atau terbuka. Tolong pilih gaun yang wajar,” tegas Bagas memerintah.

Hal itu membuatku memutar bola mata malas, aku yang memakai gaunnya dia yang ribet.

“Nggak bisa gitu dong Gas, yang make kan Alma, kenapa kamu yang ngatur. Dia harus make gaun yang dia rasa nyaman.”

Aku tersenyum sejenak mendengar perkataan mbak Feli.

“Iya gaunnya terserah gue!” ungkapku lalu melangkah untuk memilih gaun. Sebenarnya Dulu saat mau menikah dengan Bagas aku sendiri yang menggambar gaun pengantin itu dan meminta salah satu desainer muda kenalan keluarga Bagas untuk merancangnya. Namun karena gagalnya pernikahan kami saat itu, gaunnya sudah langsung ku jual dan hasil penjualannya aku bagikan ke panti asuhan khusus anak-anak dan pergi berlibur ke Bali.

Ya, meskipun sampai di Bali aku hanya mengurung diri di Hotel dan menangis. Jangan menilaiku lebay, proses pacaran yang cukup lama sejak aku duduk di bangku akhir Smp dan Bagas di bangku akhir SMA membuat rasa cinta itu terpupuk hebat hingga sulit untuk biasa-biasa saja saat dikhianati.

Aku masih memilih-milih gaun sampai akhirnya pilihanku jatuh pada gaun penganting berwarna putih tulang yang sangat sederhana tanpa aksen yang berlebihan, pundaknya agak terbuka karena model Sabrina dan ekornya sedikit merumbai seperti ekor duyung.

“Pundaknya kebuka!” protes Bagas saat aku mencoba gaun itu.

“Gue suka ini!” tandasku dengan mata melotot.

Laki-laki itu bersungut pelan karena tak dapat membantah perkataanku akhirnya dia pergi untuk mencoba tuxedonya.

***

Sehabis mencoba gaun mbak Feli mengarahkan kami untuk foto prewedd. Aku dengan 6 gaun berbeda model dan warga, sementara Bagas dengan tiga tuxedo dan sepasang pakaian santai.

Hampir sejam aku didandani dan pada saat penataan rambu aku mengantuk, entah kenapa. Padahal dulu aku sering marah kalau mama ketiduran saat dia menyuruhku mencabuti ubannya.

Ternyata begini rasanya saat seseorang mengobrak-abrik rambut kita dan membuat kita mengantuk. Aku sendiri jarang ke salon, karena terbiasa menata rambut sendiri.

Studio sudah siap, kru foto juga sudah siap dan aku bersama Bagas juga sudah siap.

“Pose pertama, Alysia berbaring di sofa dengan posisi kepala di sebelah kanan sementara Bagas duduk di sisi kiri dan memangku kaki Alysia sembari tangan kanan memegangi heels.”

Terdengar suara kameramen mengarahkan posisi kami.

“Pose Kedua, Bagas memeluk pinggang Alysia dan mencium pipinya, sementara Alysia hanya perlu menutup mata.”

Posisi paling menyebalkan, tubuh kami benar-benar saling merapat.

“Relaks Re, kita bahkan udah pernah melakukan hal yang lebih dari ini,” bisiknya pelan. Deru napas Bagas sangat terasa di atas pundakku yang terbuka. Wang mint dan citrus bercampur dan menggelitik penciumanku.

Sudah enam tahun dan dia sama sekali belum mengganti parfum, masih tetap menggunakan wewangian yang sama seperti saat bersamaku dulu.

“Ya tahan! tahan sedikit!”

Kalau tidak sedang difoto ataupun taka da orang di sini sudah kupastikan aku akan menginjak kaki Bagas.

“Good!”

Kami pun kembali berfoto sesuai arahan sang cameramen dan tubuhku mulai lelah karena harus gonta-ganti gaun beberapa kali.

Bahkan untuk lokasi terakhir kami harus pergi ke salah satu pantai wisata yang sudah di booking oleh Bagas.

“Ya pose terakhir.”

Mendengar teriakan itu tanpa sadar aku bernafas lega.

“Ciuman di bawah sunset.”

Mataku melotot, ciuman? Oh oke aku sudah terbiasa untuk itu tapi berciuman dengan Bagas yang saat ini adalah orang yang kubenci tidaklah baik dan kami harus berciuman di depan cameramen dan kru foto serta asisten make up. Aku tidak ingin melakukannya.

“Ini yang terakhir! Cobalah untuk bekerja sama!” Bagas menekan pinggangku dan menariknya mendekat ke arahnya.

“Re, Aku cinta kamu,” setelah mengucapkan bisikan itu Bagas melakukan seperti yang disarankan oleh sang Kameramen.

1
Nadia
awalnya kupikir ceritanya bagus, gak taunya makin kesini makin aneh aja
Nyai Darkini
baru baca judulnya ko udh gimana gitu,so sama aja aku baca kisah hidupku hi hi hi/Chuckle/
Lina Ningdyar
bagus ceritanya, sempat kebawa emosi di awalll
Elis Nurida
bagus sekali
pixie
wkwkwkwk...nyebut mantan ...
Rina Fachyuliani
baru nemu bacaan yg sdh lama ada tp baru dibaca aku suka seperti aku baca cerpen dimajalah aneka yess
Nicky
ya bener,,cinta sejati mengikutkan sertatakan dalam suka maupun dukanya...Bagas cinta tp juga egois realitanya waktu 6thn itu lama,,
dapurnya tinah
lah .. aneh keluarga garda terdepan bela anak sendiri,lah ini?hemmmm tingkat imajinasi mu wow thor 👍😭
Nurhayatins Aqil
ha..ha..ngga kebyng bgmn reaksx diandra
Salma
sy jengkel am alma Kya prempuan murahan sj
Erna Novidiana
Kecewa
Nur hikmah
hihihiji...alma
Nur hikmah
waw alma ma bgas punya baby twins trnyta......mnisya tpi takdir mmpermsinkn mreka
Nur hikmah
q sykua alma g msu klah ma ganesa...ayo alma lwan ganesa....jgn biarkn bgas ma ganesa
Nur hikmah
aduh tmbh rumit.....q ko sedih klw mrka cerai ...jgn lh thor
Nur hikmah
aduh keromatisan mereka g krasa.....sekali2 jgn d skip dong thor
Nur hikmah
aduh...gawat nih thor.....
Nur hikmah
aduh q g suka situasi sperti ini.......bgas bnr2....n alma ku mhon thor jgn smpe pa yonathan miliki alma meski q g rela bgas sm alma lgi
Nur hikmah
nyesek....g hrusyaaa bgas nmpar alma....uuuh mnyebalkn bgas buang laut aj thor
Nur hikmah
q mlai numbung...bgas tanggung jwab nikahi ganesa krn d kira ganesa hmil sma damian kkaky bgas....tpi kty bgas anak itu bkn anky kakakya....gt kn thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!