NovelToon NovelToon
Rahim Pengganti

Rahim Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Kehidupan di Kantor / Identitas Tersembunyi / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: dandelion_me

Ayla Beyza. gadis kelahiran jerman dan sekarang memilih menetap di sebuah negara yang mayoritasnya islam sunni. setelah menyelesaikan studynya. Ayla menyambung hidupnya di turki dengan bekerja di sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang teknologi.

Ayla berumur 27 tahun, single, cantik, kecantikannya tidak perlu melihat dua kali untuk menilai. di gilai banyak pria bahkan beberapa aktor dan pengusaha muda bisa di buat kecewa oleh si gadis cantik tersebut. bulu matanya yang panjang dan lentik, semakin memperindah parasnya apalagi bibirnya yang kecil membuat para pria ingin melumatnya. tapi sayang semua harus kecewa karna sang empunya hati tersebut hanya menyukai satu laki laki dan cintanya berada di tempat yang salah.

"mungkin benar kata orang'perasaan cinta datang tidak di undang' namun di sini hatiku.... ". Ayla.


Deniz Selim. Seorang dokter spesialis bedah mulut dan juga menjabat sebagai seorang di rektur di sebuah rumah sakit besar milik keluarganya. Deniz pria berdarah turki asli dengan ketampanan yang tidak bisa di ragukan lagi di sertai jenius dan cerdas, sudah berstatus sebagai seorang suami. Deniz sudah memiliki seorang istri yang sangat di cintainya dan pernikahan mereka selalu bahagia dan indah meski mereka belum di karunia seorang anak.

Bagaimana pertemuan dan jalinan cinta keduanya? di saat mereka memiliki kehidupan masing masing. next...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dandelion_me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

"ayla tunggu...". seorang pria berlari mengejar ayla yang terus melangkah tanpa berniat mau berhenti.

"ayla? ". pria tersebut menahan tangan ayla agar berhenti.

Ayla dengan malas berbalik melihat pria di depannya setelah menyentak tangannya hingga lepas.

"apalagi murat? aku sudah bilang aku tidak bisa". ayla berusaha bersikap tenang padahal ia sudah kesal dari tadi.

"setiap hari kalau aku yang ajak, kamu selalu bilang tidak bisa ayla? lalu kapan kamu bisa? ". murat sedikit menaikkan nada suaranya.

"nada bicaramu seperti aku pacarmu saja murat? dan asal kamu tahu, bukan hanya kamu saja! sudah aku tidak mau berdebat denganmu, waktuku yang singkat termakan olehmu". ayla kembali melangkah, namun lagi lagi murat menahan tangannya.

Ayla segera menepis. "murat kamu jangan kurang ajar, di tambah! berhenti meletakkan bunga atau apapun itu di meja kerja ku". geram ayla menahan marahnya.

"berapa kali aku bilang ayla? kalau aku menyukaimu? sangat mencintaimu".

Ayla berhenti melangkah dan berbalik lagi dengan malas.

"dan mereka juga". balas ayla dingin sembari menatap murat. mereka para pria yang selalu mengejarnya namun tidak seperti pria ini yang sangat gigih.

"aku pernah bilangkan ayla? kalau aku tidak akan pernah menyerah".

"itu hakmu murat dan untuk sekarang aku minta padamu jangan ganggu aku, aku tidak punya waktu". ayla berbalik.

"kerumah sakit lagi?! ".

Langkah ayla lagi lagi berhenti. ia sama sekali tidak takut kalau murat tahu perasaannya kalau ia mencintai pria yang sudah beristri.

"iya, mau gimana lagi? ini hobi ku, sudah ya? ". ucap ayla lalu melangkah pergi dari sana dengan wajahnya yang girang karna ia akan bisa melihat kekasih hatinya he he he.

Aku hanya punya waktu 2 jam hari ini di jam istirahat makan siang perusahaan setelahnya aku harus masuk kerja lagi dan lembur sampai tengah malam dan juga sebelumnya akan ada meeting penting dengan klien yang datang dari ingris, untuk membahas beberapa hal penting karna itu nanti malam aku tidak bisa ke rumah sakit dan waktunya sangat singkat hari ini, di tambah murat mengambilnya sedikit ugh...

trett...

Aku meraih hp di dalam kantong celanaku lalu menatap layarnya melihat siapa yang memanggilku.

Aku mendesah lelah saat melihat nama siapa di layar hpku.

"Aliye..." ayla dengan cepat menjauhkan hp dari telinganya saat suara memekik keras di seberang sana.

"JANGAN BILANG KAMU MASIH DIPERUSAHAAAN".

Aku memejamkan mataku sembari menarik nafas.

"5 menit aku akan ada di sana okey?! " ujarku penuh kesabaran.

"3 menit, jika tidak seminggu ini aku akan nginap di tempat mu". klik...

Aku menatap layar hpku sebentar mencerna apa yang baru saja di ucapkan temanku lebih tepat ancaman. aku kembali memasukkan ke dalam kantong jas kerjaku lalu menyebrang jalan di ikuti para penyebrang lain juga.

Karna kemarin kemarin di sibukkan dengan kerja dan aktifitas relawanku, aku tidak sempat melihat sahabatku yang di rawat di rumah sakit tersebut. padahal hari ini aku tidak sempat juga karna sangat banyak pekerjaan yang akan menumpuk jika aku pergi walau sebentar saja tapi mau gimana lagi, jika aku tidak pergi maka mereka akan terus menelponku seperti tadi pagi, di saat aku sedang rapat penting, hpku terus menerus bunyi bahkan sampai aku harus menonktifkan dan sepertinya, hari ini aku tidak bisa cuci mata yaitu melihat orang yang aku cintai.

"assalamu'alaikum". Aku memberi salam begitu masuk ke dalam kamar pasien milik aliye.

"wa'alaikum salam, datang juga kamu". sahut aliye dengan nada kesal.

Langkahku berhenti saat melihat apa yang sedang di lakukan temanku aliye.

"apa yang sedang kamu lakukan?! ". tanyaku sembari mendekat ke arahnya.

Aliye mengedikkan bahunya. "seperti yang kamu lihat".

"kamu keluar hari ini? ". tanyaku menoleh melihat aliye.

Aliye mengangguk.

"kenapa? baru 2 hari kamu di rawat".

Aliye meletakkan punggung tangannya ke kening ayla.

"sekarang aku sudah baik baik saja"

"apa masalah pekerjaan? bukankah kamu sudah izin?! ".

"banyak yang tidak bisa mereka lakukan jadinya banyak pekerjaan menumpuk". Aliye terus memasukkan barangnya ke dalam tas.

Aku mendesah lelah lalu ikut membantu.

"maafkan aku, seharusnya aku bisa mengantarmu"

Aliye mengedikkan bahunya. "kita sama sama bekerja, mencari uang menafkahi diri sendiri".

Aku menarik nafas. "bagaimana kalau pulang ke tempat ku saja? siapa tahu ada waktu luang aku akan membantumu, kita kerjakan sama sama".

Aliye sontak saja menatap ayla lalu ia tersenyum senang. "ide bagus tuh"

Aku tersenyum.

"baiklah, ayo aku bantu bawa ke taksi".

"tidak taksi, emran menjemputku".

"dan sekarang dia? "

"aku lapar jadinya aku suruh beli makanan"

Aku hanya ber oh saja. oh ya.

"euhmmm...aliye? jika kamu sudah mau keluar telpon aku ya? aku keluar sebentar".

Aliye menatap ayla. "cuci mata?! ".

Aku tersenyum malu. "hanya sebentar" aku membentuk tangan untuk ukuran kecil.

Aliye mendesah lelah. "terserah kamu deh ayla, jangan tersakiti saja".

"siap" jawabku sembari melangkah ke pintu.

Di tengah jalan menuju ruangan praktek dr. deniz aku mendengar banyak kasak kusuk salah satunya dan yang paling penting bagiku adalah, istri dr. deniz datang dan yang aku dengar dari mereka para perawat, dr. deniz dan istrinya bertengkar. memang iya? aku rasa itu hanya gosip.

Aku menggelengkan kepalaku tidak percaya sembari mempercepat langkahku.

Setelah sampai di ruangan dr. deniz aku harus kecewa karna dr. deniz tidak ada di sana. dan setelah bertanya ke perawat di sana, mereka bilang dr. deniz dan istrinya sudah keluar.

Aku mendesah lelah. sia sia saja.

Aku melangkah malas menuju kamar rawat aliye.

kleck...

Mataku melebar sempurna saat melihat pemandangan yang ada di dalam kamar tersebut. dengan cepat aku menutup pintu lalu mendongak menatap no kamar dan nama siapa yang tertulis di sana.

"oh...tidak! aku salah masuk...? oh ayla kamu benar benar".

"siapa di sana? ". suara pria dari dalam kamar yang aku buka tadi sukses membuatku terkejut dan ketakutan.

'bagaimana ini? bagaimana ini'. aku melihat ke segala arah yang bisa aku jadikan tempat sembunyi.

Mendengar suara sepatu pria yang mendekat membuatku semakin panik al hasil dengan cepat aku berlari ke arah tangga yang aku tidak tahu kemana jatuhnya.

Sampai di tangga teratas dengan nafasku yang naik turun sembari menopang kedua tangan pada lututku.

"hah...hah.. hah...oh aku benar benar sial hari ini, arghhh...". aku berteriak melepaskan nafasku yang lelah.

Aku mencoba melihat ke bawah siapa tahu pria itu mengejarnya. aku sudah mengganggu aktifitas sex orang lain. oh benar benar. entah suami istri atau tidak. bukan urusanku. yang jadi masalahnya...ini di mana.

Aku melihat ke sekitar. mataku melihat satu pintu tanpa banyak tanya aku langsung membukannya dan apa yang aku lihat kali ini...sungguh membuat jantungku kembali sehat.

Aku melangkah ke sana dengan pelan dan pintu di belakangku tertutup otomatis.

"ini...atap rumah sakit?! ". ujarku tidak percaya. mataku menatap ke langit siang yang begitu cerah. Aku terus melangkah hingga sampai di pembatas atap.

Di atap perusahaan ingin sekali aku naik ke sana jam makan siang namun selalu saja ada para pria di sana, entah minum kopilah, merokoklah bahkan ada yang berkencan. tapi di sini tidak ada siapapun.

Mataku melihat ke sekitar sembari tersenyum senang.

"HENTIKAN CEYDA".

Ayla tersentak kaget saat mendengar suara teriakan seseorang yang berasal dari atap tersebut.

'tunggu...bukankah tadi tidak ada orang? '.

"selim? aku sudah bilang aku baik baik saja, dan aku sudah putuskan aku mengizinkannya, aku setuju dengan keputusan kakek".

"kamu sudah gila ceyda? "

"selim? kita...".

"kamu membiarkan aku tidur dengan wanita lain?".

"aku harus ikhlas, ini demi kita juga, demi bersama, aku tidak mau berpisah darimu deniz? aku takut? ".

Mata ayla sontak melebar. 'deniz? Ceyda?... bukankah itu...nama istri dr. deniz? '.

"ceyda kamu tahu kalau wanita itu adalah arin"

"aku sudah bilang sama papa dan kakek kalau aku setuju, dan juga aku sudah minta sama mereka kalau bisa wanita itu jangan arin tapi lain".

Deniz menatap ceyda tajam. "kamu yakin dengan keputusanmu ceyda? ". geram deniz.

Ceyda mengangguk. "aku percaya dengan hatimu dan cinta kita".

"lagian...seperti kata nenek, hanya sebentar lalu tidak lagi"

Deniz menarik nafas sembari membawa ceyda ke dalam pelukannya.

'apa semua harus berakhir begini? '

"tidak ada cara lain? ". deniz bertanya sambil mengusap rambut ceyda.

"kita sudah mencoba semuanya, jangan membohongi dirimu deniz?..". ceyda menatap ke dalam mata deniz.

"kalau ternyata kamu juga menginginkan seorang bayi, sama sepertiku".

Deniz kembali memeluk ceyda.

"bukan dengan wanita lain tapi denganmu". balas deniz lembut. seketika amarahnya turun melihat wajah istri tercintanya.

"maafkan aku yang cacat dan kekurangan ini".

"sshttt...". deniz meletakkan jari telunjuknya di bibir ceyda.

"tidak ada yang sempurna ceyda, begitu juga denganku, jangan membahas itu lagi, aku mencintaimu dengan gila".

Ceyda tersenyum senang. itu adalah kata kata yang sangat sering ia dengar selalu dari suaminya. mencintai dengan gila.

"sama". balas ceyda di sertai anggukan kepalanya.

"lalu...jika kamu sudah setuju, apa kakek atau papa sudah menyiapkan wanitanya? kamu sudah kenal dia? ". deniz menatap wajah ceyda.

Ceyda menggeleng. "papa dan kakek belum memberikan kabar dan aku tidak berani mencari sendiri".

"takut suamimu di ambil orang eh? ". deniz menggoda ceyda.

"sudah ku bilang, aku percaya hati dan cintamu".

Deniz tersenyum bahagia. "ya! itu benar, percaya padaku". lagi lagi deniz memeluk ceyda dengan sangat erat dan sesekali ia akan mengecup kepala ceyda.

Ayla yang mendengar semua dari balik dinding mencekram kuat ujung jas kerjanya.

Sedih, hancur, semuanya terserang di saat bersamaan. cinta mereka tidak akan pernah terpisahkan dan aku...memang hanyalah seorang pengagum saja.

Tanpa terasa air mata ku jatuh. kurasa ini saatnya aku menyerah dengan perasaanku dan membunuhnya.

Aku tersenyum miris sembari menghapus air mataku. Aku berbalik mau melangkah pergi dari sana namun terhenti saat pikiran gila masuk ke dalam otakku. benar benar gila.

"aku mau". ujarku mengejutkan dua sejoli di sana yang sedang berpelukan.

Entah bagaimana aku bisa berdiri di depan mereka aku juga tidak tahu. hati dan pikiranku membawaku ke depan mereka.

"maaf?! ". itu adalah suara ceyda yang tidak mengerti maksud ayla.

Deniz mengerutkan dahinya dengan kehadiran seorang wanita di sana dan tiba tiba bilang 'aku mau, apa maksudnya? '

"aku bilang aku mau jadi rahim pengganti! bukankah kalian sedang mencari itu?! ". iya benar ayla, kamu benar benar sudah gila.

Kedua mata deniz dan ceyda sontak membulat. mereka saling melihat sebelum kembali melihat ayla.

"kamu..."

"tenang saja, aku tidak akan menceritakan pada siapapun, hanya saja tadi aku tidak sengaja mendengarkan! untuk itu aku minta maaf" kamu memang sengaja mendengarkan ayla.

Deniz mengusap wajahnya kasar.

Ceyda melihat deniz dan ayla bergantian. di hatinya ada semburat rasa ketakutan. lihat saja wanita ini sangat cantik dan juga tubuhnya...sangat seksi. aku yakin banyak pria yang tergila gila padanya lalu...kenapa dia menawari dirinya untuk jadi rahim pengganti?. apa dia...wanita simpanan?.

"lebih baik kamu pergi dan tutup mulutmu rapat rapat". ancam deniz ke ayla.

"pertama aku bisa memperoleh uang dengan menyebar gosip ke media berita dan kedua, aku bisa memperoleh uang dari kesepakatan ini". karna aku tidak tega wanita lain hadir dan merusak rumah tangga kalian yang sangat bahagia ini.

"apa tujuanmu? ". ceyda menatap ayla tajam. benar, sepertinya wanita ini wanita simpanan.

Ayla mengedikkan bahunya acuh.

"tidak lain, uang". ucap ayka meyakinkan.

Dan tebakan ceyda semakin membenarkan.

"baiklah tutup mulutmu, berapa kamu mau? ". tawar deniz tidak mau ambil pusing.

Ceyda dengan cepat melihat deniz.

"apa maksudnya? jadi tidak mau meminjam? ".

Deniz menggeram marah. "jika kamu sudah menjadi wanita jalang maka lebih baik kamu menjual tubuhmu di pasar malam sana, aku tidak akan meminjam rahim dari wanita jalang seperti kamu". ucap deniz dengan wajah dingin dan kejam.

'apa jadinya anakku jika terlahir dari rahim wanita jalang'.

Ayla sangat terkejut dengan ucapan deniz namun ia menguatkan dirinya.

"anda benar aku wanita jalang atau di sebut wanita panggilan tapi tidak seharusnya anda juga berkata kasar, kalau begitu aku permisi". Aku berbalik pergi namun aku tidak benar benar pergi karna aku yakin istrinya akan setuju.

'1 2 3 4 li... '

"tidak tunggu! ". panggil ceyda menghentikan langkahku. aku tersenyum kemenangan.

"ceyda! ".

"tidak deniz? dia yang kita cari, dia yang cocok"

"kamu bercanda? dia wanita panggilan, kamu dengar tadi? ".

"karna itu...aku setuju".

Deniz mengerutkan keningnya. "maksudmu? ".

Ceyda tersenyum tipis. "karna aku tahu dia wanita panggilan dan aku yakin kamu membencinya di tambah, yang di butuhkan wanita itu adalah uang setelahnya dia mau apa? ".

"ceyda..! "

"euhmmm...bisakah kita membicarakan ini lebih lanjut? maafkan ucapan suamiku tadi". ceyda mengacuhkan deniz dan memilih melangkah mendekati ayla.

"tidak masalah, asal permintaan maafnya di jumlahkan dengan uang, aku terima". jawab ayla sembari menatap wajah deniz dengan tajam. ayla berakting dengan sangat bagus.

1
Hana Marlhiena
Luar biasa
Nizwaalifa woo
sdah smpai bab 20 tp masih pusing nyatuin alurnya
@hana017
Sequel Rahim Pengganti versi Reyyan Ferdinand sudah saya keluarkan ya. Judul novelnya."Pewaris Kerajaan". Dukungan, koment dan like di harapkan☺️☺️☺️
Ros Miyati: sis kata kata cinta gk dilanjutkan ya, bagus lho sis ceritaya
total 1 replies
@hana017
terimakasih
Liana Simon
ceritanya menarik Thor
@hana017
Cerita Reyyan sudah saya keluarkan ya. Aku berharap semua suka, akan ada rahasia rahasia kelam dari Reyyan Ferdinand. Nantikan ya...
Nuraini Aini
penuh teka teki membingungkan. katanya dia cinta mati sm ceyda tp cinta matinya jg sm beysza alias ayla
Nuraini Aini
sama aku jg bingung semuanya pd bingung😄
Nuraini Aini
apa ayla sdh g perawan lg waktu pertama berhubungan bdn sm deniz krn deniz s4lalu mangatai ayla jalang
Nuraini Aini
aku pikir cm aku saja yg krg memahami ceritanya disini hampir semuanya g paham
Nuraini Aini
ceritxnys krg seru tau" udh selesai aja hubungan bdnnya
Nuraini Aini
sebenarnya ceritanya bgs tp penulisannya agak susah dipahami atau aku yg lola ya🤔
Aisyah
salam kenal 🤗🤗🤗🤗
Sabarina Sitepu
walau akhirnya dpt reader pahami, krn ternyata deniz bersandiwara. meskipun bersandiwara masih ada bbrp bagian yg kurang nyambung. Tapi author sdh berhasil membuat reader berfikir keras karena banyaknya slot2 yg misterius, seru, terus berkreasi dan mengembangkan diri, semoga kedepan semakin okey
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Sabarina Sitepu
ceritamu agak beda dgn karya penulis lainnya, mungkin krn author tdk buat dialog prov deniz, jadi reader tdk mengetahui isi hari deniz, sehingga saat ada flash back banyak reader termasuk saya protes krn terkesan tdk nyambung dgn cerita awal, walau akhirnya bisa eeader
Sabarina Sitepu
kalo anna dan baby nya meninggal, lalu si Rayyan dari mana asalnya ya? apa kek ferdinand nikah lagi?
Sabarina Sitepu
flashbacknya jadi merusak ceritamu yg sdh sangat bagus thor, ada ketidak sesuaian alur cerita jadinya, terkesan author memihak dan memaksakan karakter deniz, terkesan memihak ke deniz, kita reader yg terus mengikuti ceritamu sedikit terganggu thor, semoga author lebih kreatif dan jujur akan tulisannya sendiri,
Samiran Indra
Ra faham AQ sampek tak baca keatas tak ulang2 . sebenarnya kisah nya menarik cuma rada bingung alurnya
nrycdv
gue tau ya novel tuh tempatnya untuk halu tp ini cerita yg bener bener isinya dengan kebohongan, sangat mengada ngada, gila sih gak ngerti dengan jalan pikiran si penulisnya
nrycdv
ini ceritanya mengada ngada deh, kalo emang tau dari awal gak mungkin dia nyakitin ayla bukanya dia cinta bgt sama ayla bahkan deniz memperlakukan ayla seperti binatang kalo sedang bercinta, berucap kasar, tak menghargai, bahkan membenci rasanya gak mungkin orang berfikiran itu akting, akting yg mana sampe sekejam itu gak logis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!