NovelToon NovelToon
Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian

Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Chicklit / Tamat
Popularitas:130.9k
Nilai: 5
Nama Author: I.S.DINIa

Ketika hidup membuat nya harus berjuang.. merelakan pendidikan nya terhenti.
Kondisi finansial yang buruk,hanya itu alasan nya
Maryati hanyalah remaja yang selalu bermimpi tentang suatu hari nanti...

Sampai ketika,seorang laki-laki datang di kehidupan nya,
Akankah Maryati mampu merubah takdir hidup nya??
Akankah jodoh membawa nya sampai maut menjemput?
Baca kisah Perjuangan,cinta dan pengabdian seorang Maryati..
Happy reading💓


berikan like dan komentar membangun ya para sobat pembaca..
author..akan sangat berterima kasih jika sobat pembaca berkenan memberikan vote dan rate..
makasih**
🙏😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I.S.DINIa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7 Bocah petualang..

Baru saja Maryati selesai membereskan bekas makan mereka,tiba- tiba.

"Mar...Mar..Maryatiiii"

Terdengar orang memanggil maryati,,

Masning beranjak keluar,ingin tahu siapa yang memanggil anak nya.

Nampak oleh nya Asiyah sedang menunggu anak nya di ujung anak tangga.

"Mau kemana kalian yah,,"

Tanya Masning pada Asiyah yang membawa ember kecil ditangan nya.

"Mau main ke sawah Bik,

Mar mana bik?"

Tanya Asiyah.

"Ada,,sebentar bibik panggil"

Masning berjalan masuk,,menemui maryati di dapur,

"Mar,,ada Asiyah di bawah"

"Ya allah Makk...aku lupa"

"Lupa apa??"

"Aku lupa hari ini kami mau main di sawah."

"Ya udah,,kau ajak lah Tini sekalian,,"

"Iya mak,,oh iya..ini gaji ku bulan ini mak.."

Maryati menyodorkan gumpalan uang nya pada Masning.

"Kau simpan lah Mar,,beli apa yang mau kau beli..untuk kebutuhan kita seminggu ini sepertinya masih cukup."

Tilak Masning.

"Gak pa- pa mak..ambil lah buat mak.."

Maryati kembali menyodorkan uang tersebut dengan senyum tulus nya.

Masning menerima nya..kemudian menyimpan nya dalam dompet lusuh nya yang hanya berisi uang 5 ribuan 2 lembar.

Maryati berjalan cepat,,menemui Asiyah,,

"Yah..maaf ya aku lupa"

"Gak papa mar,,yuk.."

"Tunggu ya,,"

Maryati kembali masuk ke rumah,,mengambil ember lalu mengajak Tini.

"Tin,,kamu kangen nyemplung ke sawah gak??"

Tanya maryati sembari tertawa.

"Mau..mauuu...hahhahha"

Tini begitu antusias dengan tawaran Maryati.

Mereka lalu berangkat.

"Mana yang lain yah??"

Maryati bertanya di sela langkah mereka menuju sawah.

"Mereka sudah pada di sana Mar"

Jawab Asiyah

Sawah pak Bastari sudah selesai di panen,..itu berarti mereka akan berkubang di sawah mencari apa yang bisa mereka dapat kan untuk dibawa pulang.

setengah jam berjalan,,mereka sampai pada pematang sawah..

Farida dan Leha telah duduk di pinggir galengan sawah menanti kan mereka.

Disana terlihat pak Bastari tengah memeriksa petak sawah nya yang belum di panen.

"Siang pakkkkk,,"

Sapa maryati,,

"Siang,,"

Pak bastari membalas sapaan itu dengan menoleh sekilas.

"Pak,,kami mau cari siput ya,,"

ujar maryati.

"Silahkan ,,tapi jangan masuk ke petak sini ya,,"

Balas pak Bastari seraya menunjuk sawah yang belum selesai di panen.

"Oke pakkk.."

Jawab Mereka.

Farida dan leha yang mendengar suara mereka, segera beranjak dari duduk nya dan menghampiri.

"Marrrr,,!!"

Leha melambaikan tangan nya ke arah Maryati.

Kemudian mereka membaur menjadi satu,,

5 remaja tanggung itu kini tengah asyik menikmati pemandangan sawah.

Mereka terlihat mulai memandangi apa yang pertama- tama akan mereka lakukan.

Tak berapa lama,,Asiyah terlihat mulai menurun kan kaki nya pada sawah yang penuh genangan air.

"Marrr...sini coba lihat,,banyak sekali anak ikan disini.."

Teriak nya girang.

Maryati dan lain nya berlari ke arah Asiyah,kemudian menunduk untuk mencoba melihat.Tak sampai 5 menit,,Maryati dan yang lain pun menceburkan diri,,tak lupa dengan membawa alat tempur mereka,apalagi kalau bukan ember,,dan tudung saji plastik yang akan di gunakan untuk menanggok atau menangkap ikan.

Mereka bersemangat mengejar anak- anak ikan yang berlarian di sekitar batang padi yang baru saja selesai di arit.

Sesekali terdengar teriakan mereka,,yang di iringi tawa lepas serta canda an mereka yang tengah berkubang di genangan air tersebut.

Maryati terlihat begitu piawai dalam menangkap ikan,,dan insting nya selalu tepat dalam menentukan tempat yang banyak ikan nya.

"Wahhh,,kau hebat sekali Mar,,dalam sekejap saja sudah dapat banyak,,lumayan besar- besar ikan nya,,"

Puji Tini ketika mencoba mengintip perolehan ikan dalam ember Maryati,

"Maklum lah..Dia itu Bolang sejati..hhahahha"

Farida yang mendengar pujian Tini menyambung pembicaraan yang di ikuti tawa ngakak dari mereka semua.

"Mar kamu ingat gak kenangan nakal kita waktu kecil kemarin??"

Tini mendekati Maryati.

"Yang mana??,,

Kita terlalu banyak kenangan nakal,,wkwkkwkw"

jawab maryati dengan tertawa.

"Yang saat kita masuk ke tambak ikan pak haji Arif,dan mencuri pepaya di kebun milik nya"🤭🤭🤭

"Wkwkkwkkk,, ingat..ingatt...aku ingat,,sampai-sampai kita di kejar nya pakai golok ,wkwkw..."

Maryati terpingkal- pingkal mengingat kejadian itu.

***

Ingatan yang diberikan Tini barusan,mengantar kan maryati pada kenangan sekitar 5 tahun yang silam.Ketika mereka menginap di rumah nenek mereka.

saat itu usia mereka baru sekitar 10 tahun.

"Mar,,besok kita ke kebun pak haji Arif yuk.."

ajak Tini pada maryati yang hampir saja terpejam,karena jam sudah menunjuk kan hampir jam 21.00.

Maryati yang saat itu sangat mengantuk,,hanya membuka mata nya sedikit lalu terpejam kembali.

Merasa tidak puas karena tidak mendapat jawaban,,Tini beranjak duduk dan mengguncang- guncang tubuh maryati,,

"Apa sih Tin,,,ngantukkkk tauu"

Ujar nya kesal.

Tini akhir nya kembali merebahkan diri kemudian tidur dengan membelakangi maryati.

Ke esokan hari nya,,pagi- pagi sekali Maryati danTini sudah bangun mereka membagi tugas.

Maryati segera memompa air dan mengisi bak mandi nenek nya,mencuci piring,,sementara Tini mencucikan pakaian nenek nya dan menyiapkan makanan.begitulah setiap hari.jika semua pekerjaan rumah telah selesai,,maka maryati harus bersiap untuk berangkat kesekolah.

Sementara Tini,tidak sekolah..bukan karena orang tuanya tidak mampu,,akan tetapi Tini yang tidak mau,,pernah dimasuk kan sekolah,,tapi Tini malah bolos,,setiap pagi selalu ikut maryati ke sekolah nya,duduk di warung depan sekolah sampai Maryati pulang,Lalu orang tua nya ber inisiatif memindahkan ke sekolah Maryati,,malah nangis gak mau, sampai- sampai pernah bersembunyi di belakang lemari karena takut di antar kan ke sekolah.

Sebenar nya dirumah itu,nenek nya tidak sendiri ada paman nya Maryati yang masih lajang,namun bila pagi hari paman nya bekerja dan akan kembali pada petang hari.

Maka dari itulah paman nya meminta Mar dan Tini untuk menemani Ibunya yang lumpuh.

Nenek mereka memiliki 3 orang anak,,yang pertama Ibunya Tini,yang ke dua Ibunya Maryati dan yang ke tiga paman nya maryati yang masih lajang.

Setiap gajian Maryati dan Tini akan diberi uang jajan,oleh paman nya.

Sekolah maryati juga dekat dengan rumah nenek nya.

Saat itu Maryati masih sekolah kelas 4 sd.

Saat perjalanan pergi ke sekolah.

"Mar kamu dengar gak semalam aku ngajakin kamu kemana siang ini"

"Ngajakin kemana??"

"Ehmmm...makanya kalo aku ngomong dengerin"

Tini sewot

"Ya gimana dong,,orang aku ngantuk banget,,diajak ngomong"

"Kita ke kebun pak haji Arif pulang ini,,,"

"Gak ah,,aku takut..kemarin aja kita dikejar nya pake sapu"

"Ah,,,payah..kamu cemen"

Ujar Tini.

"kali ini pasti gak bakal ketahuan,,biasanya siang gini pak Haji Arif pulang kerumah nya..."

Bujuk Tini

Maryati nampak berfikir sejenak..

"Ehm....oke dech..."

"Sippp"

Jawab maryati setuju.

"Ayo kita lomba lari..siapa yang duluan sampe sekolah,,nanti siang gak usah cuci piring"

tantang Maryati pada Tini yang ikut ke sekolah maryati.

Bersambung**

1
bintang
satu kata.... sedihhhhhhh
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Aku sedih baca cerita ini, ternyata benar kata pepatah kita jangan selalu menatap ke atas, masih ada yg lebih susah dari kita.
Terimakasih thor sudah mengingatkan 🙏
Semangat terus dalam berkarya
I.S.DINIa: halo kak umi😍👋makasih ya dah mampir jg ke cerita Mar.. sehat selalu kak
total 1 replies
Li.rix
Novel yang paling menguras airmata..msh adakah cinta sejati saat ini ..aku ingin seperti mar & as
Lantasi Sudaryanto
mewek bacanya
Lantasi Sudaryanto
terharu
Lantasi Sudaryanto
ngapa ndakbosan dg trksnya ya? biasanya sy skip, tpini asyik dibaca
Lantasi Sudaryanto: sayangnya sad ending. jd mewek endingnya. paling suka nemu novel sdh tamat, jd bisa maraton dan puas. jk on going, sering kecewa, apalagi pengarangnya tdk rutin update. semangat berkarya
total 2 replies
Lantasi Sudaryanto
part pertama sangat menarik, tema kehidupan kalangan bawah yg real disekitar lingkungan kita. tidak mengada ada
I.S.DINIa: maksih kk dah mampir.... sehat selalu ya
total 1 replies
Devi Anzasari Syaqilla
nangis aku Thor 😭😭😭
I.S.DINIa: sedih ya kak,, mksh kak.. udah mampir baca...salam kenal ya... moga kk betah disini dan sehat selalu
total 1 replies
mrs.cinta
melowww baca ini dari awal...
auliasiamatir
dasar mata keranjang
auliasiamatir
terbaik kamu thor... terharu aku baca setiap bab nya.
auliasiamatir
kamu tau nggak Thor, cerita mu ini benar benar nyata, dan aku sangat suka.
penikmat novel melow
baca cerita ini siapkan tisu, dari awal sudah mengandung bawang..keren alurnya tidak terlalu banyak tokoh sehingga cerita tetap fokus pada tokoh utama.. konfliknya juga real banget.. ringan tapi banyak pembelajaran... menurut aku oke sih
Tuan muda
Aku awal baca novel ini langsung ngeh, kalo ni novel berlatar masa lalu ditahun2 90an, ceritanya menurut aku paket komplit ya,, ada lucunya ada romantisnya tapi dibakut dengan banyak kisah sedihnya, dan ini cerita benar2 natural kayak cerita kehidupan sehari2 dengan konflik ringan dan pembaca mudah menangkap dan membayangkan kejadian yg dialami tokoh.. menurut aku keren sih..meski mata sembab pas di bab2 terakhir
Tuan muda
ini yang ter nyeessssss dihati
Tuan muda
aku nangisss baca part ini
Tuan muda
novel ini banyak bikin aku nahan nafas...
Tuan muda
kisah cinta yang srderhana tapi manis,, kk author kayaknya anak 90 an yakinnnnnn
Tuan muda
bagus dan kayak kisah sehari2 tahun 90an
makdasteran
waww...
Aku begadang buat nyelesain baca dari bab awal sampe akhir, penuh insfirasi... sederhana namun penuh arti.
sesuai judulnya, Maryati betul betul sosok wanita tangguh, dan penyayang sosok perempuan yang mulai langka dijaman sekarang.
betul2 berjuang, mengabdi dan setia,
cerita benar2 tersusun indah dari bab awal, tentang maryati kecil yang konyol, maryati remaja yang penuh bakti, kisah cinta yang agamis dan sopan, lalu menikah dan membangun keluarga yang jatuh bangun, sampai akhirnya menua dangan kesuksesan anak-anaknya, sampai pada akhirnya meninggal bersama cinta sejati nya.
keren.... bintang lima untuk novel terbaik ini
I.S.DINIa: terimakasih banyak kak penilaiannya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!