NovelToon NovelToon
Menantu Tak Terkalahkan

Menantu Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Lin Fan hidup sebagai menantu yang dianggap benalu di keluarga Su. Dihina oleh ibu mertuanya, diremehkan oleh kerabat, dan diabaikan oleh istrinya sendiri, Su Yuhan—seorang CEO muda yang dingin namun jelita. Tidak ada yang tahu bahwa Lin Fan sebenarnya adalah pewaris tunggal dari Keluarga Lin di ibu kota, keluarga konglomerat paling berkuasa. Masa ujian tiga tahun yang diwajibkan oleh keluarganya akhirnya berakhir hari ini, dan roda nasib bersiap untuk berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Sang Penguasa Bayangan

​Jauh di bawah gemerlapnya pusat distrik finansial Kota Jiangzhou, tersembunyi sebuah tempat yang eksistensinya hanya diketahui oleh segelintir elit papan atas. Klub Teratai Hitam. Tempat ini bukanlah klub malam biasa, melainkan markas bawah tanah berlapis baja tempat para penguasa bayangan menentukan nasib hidup dan mati seseorang.

​Di dalam ruangan VVIP terbesar yang diterangi oleh lampu kristal temaram, aroma teh Da Hong Pao kualitas kaisar menguar memenuhi udara.

​Lin Fan duduk dengan santai di atas sofa kulit hitam tunggal yang menyerupai singgasana. Pakaian usangnya telah diganti dengan kemeja hitam polos berserat tinggi yang membalut tubuh tegapnya dengan sempurna. Matanya yang tajam menatap kepulan asap dari cangkir porselen di tangannya. Tidak ada lagi sisa-sisa tatapan sayu seorang menantu benalu; yang ada hanyalah aura tirani dari sang pewaris absolut Keluarga Lin.

​Di hadapannya, tiga orang pria paruh baya yang merupakan pimpinan sindikat bawah tanah paling ditakuti di Jiangzhou sedang berlutut di atas karpet Persia. Tubuh mereka gemetar hebat, dahi mereka menempel di lantai hingga nyaris berdarah. Keringat dingin membasahi punggung jas mahal mereka.

​Berdiri di samping Lin Fan adalah seorang pria tinggi besar dengan bekas luka sayatan pedang menyilang di wajahnya. Ia adalah Yuan, Komandan Pasukan Bayangan Keluarga Lin yang baru saja tiba dari ibu kota tadi malam.

​"Tuan Muda," suara Yuan yang berat memecah keheningan yang mencekam. Ia menunduk hormat sambil menyodorkan sebuah tablet berlapis baja militer. "Ini adalah laporan dari operasi pembersihan dini hari tadi."

​Lin Fan meletakkan cangkir tehnya, mengambil tablet itu, dan membacanya dalam diam. Layar tersebut menampilkan rekaman CCTV dan data transaksi yang telah dienkripsi.

​Yuan mulai menjabarkan laporan eksekusi tersebut dengan nada datar tanpa emosi:

​Penyitaan Aset: Seluruh dana likuid Grup Zhao sebesar 200 Miliar Yuan telah disedot bersih ke dalam perbendaharaan Keluarga Lin. Properti dan pabrik mereka telah disegel oleh negara melalui tangan intelijen kami.

​Isolasi Keluarga Zhao: Presiden Direktur Zhao (ayah Zhao Tian) telah dijebloskan ke penjara dengan pengamanan maksimum atas tujuh puluh dua dakwaan penggelapan pajak dan pembunuhan berencana terhadap saingan bisnisnya di masa lalu. Ia tidak akan pernah melihat matahari lagi.

​Upaya Pelarian Zhao Tian: Malam tadi pukul 02:00, Zhao Tian mencoba melarikan diri dari Jiangzhou menggunakan helikopter sewaan. Ia membawa koper berisi berlian senilai sepuluh juta Yuan dan berniat menyewa tentara bayaran di perbatasan untuk membalas dendam pada Keluarga Su.

​Mendengar nama Keluarga Su disebut, mata Lin Fan menyipit. Suhu di ruangan itu seolah turun belasan derajat, membuat ketiga bos bawah tanah yang berlutut di lantai semakin gemetar ketakutan.

​"Di mana sampah itu sekarang?" tanya Lin Fan, suaranya sedingin angin musim salju.

​"Pasukan kami mencegat helikopternya sebelum lepas landas, Tuan Muda," jawab Yuan tanpa ragu. "Sesuai protokol ancaman tingkat satu, kami telah mematahkan kedua kaki dan tangan kanannya. Saat ini, dia sudah berada di dalam peti kemas kapal kargo ilegal yang menuju ke tambang batu bara bawah tanah di Siberia. Dia akan bekerja di sana sampai mati sebagai budak tanpa nama."

​Lin Fan mengangguk pelan. Tidak ada belas kasihan di wajahnya. Siapa pun yang berani mengancam keselamatan Su Yuhan, sekecil apa pun probabilitasnya, harus dicabut dari akarnya hingga bersih.

​Lin Fan kemudian mengalihkan pandangannya ke bawah, menatap ketiga bos sindikat yang masih berlutut seperti anjing yang menunggu hukuman. Tadi malam, ketika Lin Fan menghancurkan Grup Zhao dalam lima menit, ketiga orang ini sempat mencoba mengambil keuntungan dari kekacauan tersebut dengan menjarah beberapa aset Grup Zhao.

​"Kalian bertiga," panggil Lin Fan pelan.

​"A-ampun, Tuan Lin! Kami tidak tahu bahwa kehancuran Keluarga Zhao adalah karya besar Anda!" jerit salah satu bos sindikat, wajahnya pucat pasi. "Jika kami tahu itu adalah mangsa Anda, kami lebih baik memotong tangan kami sendiri daripada menyentuhnya!"

​Lin Fan bersandar di kursinya, menyilangkan kakinya dengan elegan. "Aku tidak peduli dengan remah-remah wilayah yang kalian perebutkan. Tapi mulai hari ini, aturan di dunia bawah Jiangzhou telah berubah."

​Lin Fan mencondongkan tubuhnya ke depan, auranya menekan mereka bertiga hingga sulit bernapas.

​"Pertama, bersihkan seluruh bisnis kotor yang melibatkan pemerasan rakyat kecil. Kedua, seluruh jaringan mata-mata kalian sekarang bekerja untukku. Ketiga, dan yang paling penting... Kota ini sekarang adalah halaman belakang istriku. Jika ada satu saja orang yang berani mengganggu operasional Grup Su, atau membuat Nyonya Su Yuhan mengerutkan dahi, aku akan mengubur kalian bertiga hidup-hidup bersama seluruh anggota kalian. Paham?"

​"Paham! Kami paham, Tuan Lin! Grup Su adalah dewa kami mulai sekarang!" seru ketiganya serempak, mengusap air mata kelegaan karena nyawa mereka masih diampuni.

​Tepat ketika Lin Fan hendak memberikan instruksi lebih lanjut kepada Yuan, komunikator di saku celananya bergetar dengan nada khusus. Nada dering itu berbeda dari laporan intelijen; itu adalah sinyal pantauan langsung dari kendaraan Su Yuhan.

​Lin Fan melihat layar komunikatornya. Nyonya Yuhan telah meninggalkan Menara Su. Sedang melaju menuju Vila Keluarga Su dengan kecepatan tinggi. Estimasi tiba: 20 menit.

​Seketika itu juga, aura membunuh dan tirani di mata Lin Fan memudar, digantikan oleh kelembutan yang membuat Yuan dan ketiga bos sindikat itu tercengang kebingungan. Perubahannya begitu drastis seolah ia adalah dua entitas yang berbeda.

​Lin Fan berdiri, mengancingkan kerah kemejanya. "Yuan, bersihkan tempat ini. Aku harus segera kembali."

​"Tuan Muda hendak pergi ke mana terburu-buru? Apakah ada musuh lain yang perlu dieliminasi?" tanya Yuan waspada, tangannya langsung meraba gagang pistol di balik jasnya.

​"Tidak," jawab Lin Fan sambil bergegas menuju pintu keluar rahasia. "Istriku pulang lebih awal hari ini. Aku belum membeli sayuran dan memasak sup iga kesukaannya. Jika ibu mertuaku melihat meja makan kosong, dia akan mengomel berjam-jam."

​Yuan dan para penguasa bayangan itu hanya bisa mematung tak percaya. Pria yang baru saja mengirim musuhnya ke tambang budak Siberia dan menaklukkan dunia bawah Jiangzhou hanya dengan beberapa patah kata, kini berlari pulang karena takut terlambat memasak sup.

1
Glastor Roy
update
Driver Muda
Jelek💪💪👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
mantep coy 😎
Ariya Noviandy Khusofi
kok sama alur ceritanya dengan kebangkitan pewaris sakti
Arinto Ario Triharyanto
muantaffff ini ☕😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!