NovelToon NovelToon
The General'S Captive Lady

The General'S Captive Lady

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Aliansi Pernikahan
Popularitas:527
Nilai: 5
Nama Author: indri novianti

"The General's Captive Lady" adalah novel fiksi romantis-militer yang penuh ketegangan politik, trauma masa lalu, dan pembalasan dendam.
Claudia, seorang putri yang terbuang dan disiksa sejak kecil oleh faksi Crimson Raven. Demi menutupi ketamakan mereka, reputasi Claudia dihancurkan di mata publik hingga ia dicap sebagai wanita glamor yang buruk. Saat faksi Raven kalah perang, ia dikorbankan menjadi sandera politik dan dikirim kepada Reymond Oliver Smith, seorang panglima perang aliansi yang terkenal dingin dan kejam.

Hubungan mereka awalnya dipenuhi kebencian dan kesalahpahaman, bahkan Claudia sempat dijebloskan ke ruang bawah tanah karena fitnah dari bapaknya. Namun, jeritan trauma masa kecil Claudia di tengah sakit parah akhirnya meruntuhkan dinding es di hati Reymond. Penyelidikan rahasia pun dimulai, membongkar asal-usul Claudia yang sebenarnya sebagai pewaris sah bangsa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indri novianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Tebakan yang Menjerat

Malam itu, badai kecurigaan di kepala Reymond tidak kunjung reda. Ketidakpastian mengenai motif tersembunyi faksi Raven membuatnya tidak bisa tinggal diam. Tanpa memedulikan waktu yang sudah larut, ia kembali mendatangi kamar Claudia. Kali ini, tidak ada lagi ruang untuk basa-basi. Reymond mencengkeram bahu Cla dengan kasar, mendorongnya hingga terdesak ke meja rias, dan menuntut jawaban dengan paksaan yang mengintimidasi.

"Katakan padaku, Claudia! Apa yang sebenarnya direncanakan oleh keluargamu?!" bentak Reymond, suaranya menggelegar di dalam kamar yang sunyi. "Jangan mencoba membual lagi dengan tubuhmu. Jawab aku!"

Jantung Cla berdegup kencang menahan rasa takut yang teramat sangat. Di bawah tekanan fisik yang begitu kuat, otaknya berputar cepat mencari jalan keluar. Ia sama sekali tidak tahu apa-apa tentang rencana ayahnya. Namun, ia harus memberikan jawaban yang masuk akal agar Reymond tidak menyadari bahwa ia adalah anak terbuang yang tak bernilai.

Sambil mati-matian menyembunyikan getaran ketakutannya di balik senyum tipis yang dipaksakan, Cla memikirkan kilasan sejarah antar-faksi. Ia ingat bahwa di masa lalu, faksi Smith pernah menggunakan metode kuno untuk memperkuat gencatan senjata. Berpegang pada ingatan itu, Cla memutuskan untuk menebak secara asal demi menyelamatkan dirinya.

"Mengapa kau begitu emosional, Tuan Smith?" bisik Cla, mencoba mengatur napasnya yang memburu. "Tentu saja... mereka menginginkan perjanjian pernikahan. Bukankah itu cara paling efektif untuk mengikat dua faksi yang bertikai?"

Cla sengaja memasang ekspresi angkuh seolah ia mengetahui segalanya, padahal dalam hati ia berdoa agar tebakannya ini bisa mengulur waktu dan menyembunyikan fakta bahwa ia tidak tahu apa-apa.

"Jangan pernah bermimpi, Claudia," desis Reymond, suaranya bergetar rendah namun penuh penekanan yang mengerikan. "Jika seandainya pernikahan terkutuk itu benar-benar terjadi, akan aku pastikan itu adalah awal dari penyiksaanmu. Dan jangan pernah berharap kau bisa tersenyum lagi di mansion ini."

Kata-kata itu dihantamkan seperti palu hakim yang menjatuhkan vonis mati. Reymond kemudian berbalik, melangkah lebar keluar dari kamar, dan membanting pintu kayu ek itu hingga gaungnya memekakkan telinga.

Di dalam kamar yang kembali sunyi, Claudia masih terbaring menyamping. Dada dan tenggorokannya naik-turun, berjuang meraup oksigen yang sempat hilang. Sumpah kejam Reymond masih terngiang-ngiang, berputar bersama rasa sakit yang membakar lehernya.

Penyiksaan...

Kata itu membuat tubuh Cla bergetar hebat. Ingatan masa kecilnya mendadak bangkit kembali. Bayangan cambuk ayahnya, ruang bawah tanah yang dingin, dan rasa sakit yang meremukkan tulang-tulangnya seolah memutar film terkutuk di kepalanya. Selama ini, ia mati-matian menanggung reputasi buruk dan memasang topeng menjijikkan ini hanya untuk satu hal: menghindari penyiksaan fisik yang paling ia takuti seumur hidup.

Namun sekarang, tebakan asalnya justru membawa dirinya ke gerbang neraka yang baru. Jika pernikahan politik itu benar-benar dilaksanakan, ia tidak hanya akan menghadapi suami yang membencinya setengah mati, tetapi juga ancaman penyiksaan yang selama ini ia hindari dengan taruhan harga diri.

Di luar dugaan Claudia, tebakan asal yang ia lontarkan untuk menyelamatkan diri ternyata tepat sasaran.

Keesokan paginya, sebuah pesan darurat dari Oliver Smith tiba di meja kerja Reymond. Surat rahasia itu mengonfirmasi bahwa Oliver baru saja menghadiri pertemuan tertutup dengan utusan Raven. Faksi Raven secara resmi menuntut perubahan isi perjanjian damai satu tahun lalu, meminta agar klausul gencatan senjata ditingkatkan menjadi aliansi darah melalui pernikahan politik. Mengingat putri bungsu Raven kini telah menginjak usia 28 tahun dan statusnya masih menjadi sandera, Raven mendesak agar pernikahan itu segera dilaksanakan demi kedamaian mutlak.

Membaca surat itu, amarah Reymond langsung meledak hingga ke ubah-ubuh. Baginya, ini adalah bukti nyata bahwa Claudia telah memanipulasi situasi sejak awal dan bekerja sama dengan keluarganya untuk menjebak faksi Smith ke dalam ikatan pernikahan yang memuakkan.

Brak!

Pintu kamar Claudia dihantam terbuka dengan kasar. Reymond melangkah masuk dengan aura membunuh yang begitu pekat, matanya merah menyala oleh kemurkaan.

Sebelum Cla sempat menyadari apa yang terjadi atau memasang topeng menggodanya, Reymond sudah menerjang maju. Tangan kekar pria itu bergerak secepat kilat, langsung mencengkeram dan mencekik leher Claudia dengan sangat kuat, mengangkat tubuh wanita itu hingga menjinjit di lantai.

"Uhuk... Rey... mond..." Cla terbatuk, cengkeraman itu seketika memutus pasokan udaranya. Kedua tangan kecilnya refleks memegangi lengan bawah Reymond, berusaha melepaskan diri dari cekikan yang mematikan tersebut.

"Kau wanita ular yang licik, Claudia!" desis Reymond tepat di depan wajah Cla, suaranya bergetar hebat karena amarah yang tak tertahankan. "Kau sudah merencanakan ini bersama ayahmu sejak awal, bukan?! Kau sengaja menebaknya kemarin karena kau tahu surat itu akan tiba hari ini! Kau ingin menggunakan pernikahan ini untuk menyusup dan menghancurkan faksi Smith dari dalam?!"

Wajah Cla mulai memucat karena kekurangan oksigen. Rasa sakit akibat cekikan itu memicu memori kelam masa kecilnya, saat ayahnya menyiksanya di ruang bawah tanah yang gelap tanpa ada satu orang pun yang menolong. Air mata ketakutan yang murni—bukan bagian dari sandiwara—perlahan menetes dari sudut matanya. Ia tidak bisa bersuara, hanya bisa menatap Reymond dengan pandangan mata yang mulai meredup, pasrah jika ajalnya harus menjemput di tempat ini.

Melihat air mata dan tubuh Cla yang mulai lemas, akal sehat Reymond mendadak kembali. Ia tidak boleh membunuh wanita ini sekarang. Membunuhnya hanya akan memicu perang baru yang merugikan aliansi Taylor dan Smith.

Dengan sentakan kasar, Reymond melepaskan cekikannya, membiarkan tubuh Claudia jatuh terjerembap ke atas lantai dingin.

Cla terbatuk-batuk dengan sangat hebat, menghirup udara sebanyak-banyaknya sambil memegangi lehernya yang kini dipenuhi bekas memar kemerahan.

"Dengarkan aku baik-baik, Claudia Crimson Raven," ujar Reymond sambil berdiri tegak, menatap dingin ke arah wanita yang tengah kesakitan di bawah kakinya. "Aku tidak akan membunuhmu hari ini karena kau masih memiliki nilai politik. Tapi jangan pernah bermimpi pernikahan ini akan membawakanmu kebahagiaan. Jika kau dipaksa menjadi istriku, aku akan memastikan hidupmu di mansion ini berubah menjadi neraka yang sesungguhnya."

Tanpa memedulikan kondisi Cla yang masih terkulai lemas, Reymond berbalik dengan gusar dan meninggalkan kamar tersebut, menyisakan Claudia yang menangis dalam diam di atas lantai, meratapi nasibnya yang kini semakin terjebak dalam lingkaran takdir yang kejam.

Sambil memegangi lehernya yang mulai membiru, Cla memaksakan dirinya untuk duduk bersandar di kaki tempat tidur. Air matanya mengalir deras, menghapus sisa-sisa bedak tebal di pipinya. Di mansion terpencil ini, di bawah pengawasan ketat pria sedingin Reymond, Cla menyadari satu hal yang teramat pahit: ia benar-benar sendirian, terjebak di antara kekejaman keluarga kandungnya dan kebencian faksi yang menawannya

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!