Memiliki tubuh obesitas ternyata membuat Amanda dibenci orang-orang di sekeliling, keluarga yang selama ini dia percaya. Di saat usianya berusia 10 tahun ibunya pergi meninggalkannya membuatnya hidup bersama sang ayah.
Hidupnya sejak kecil begitu sempurna nyaris tidak pernah merasakan kesulitan, ketika sang ayah menikah dengan teman masa SMA- ya yang sudah memiliki dua Putri. Amanda justru mendapatkan kasih sayang dari ibu tirinya.
Tetapi siapa sangka Amanda menyadari semua itu hanyalah sandiwara ketika dia sudah dewasa. Tubuhnya yang gendut dengan wajah yang jelek, cupu membuat keluarganya jijik kepadanya, kematian ayahnya membuat penderitaan hidupnya semakin bertambah.
Pria yang dia nikahi baru 1 bulan ternyata memiliki hubungan dengan saudara tirinya, dikhianati oleh keluarganya sendiri membuat Amanda nyaris ingin mengakhiri hidup.
Tetapi semangatnya kembali dalam bentuk pembalasan ketika semua berlalu dia datang dengan penampilan yang sempurna bahkan nyaris Tidak dikenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7 Dia Sudah Sangat Cantik
2 Tahun Kemudian
Terlihat gadis cantik dengan rambut panjangnya yang diberi gelombang di bagian bawahnya tampak bersantai di pinggir kolam renang, dengan rebahan dengan bangku yang membuat tubuhnya setengah tertidur.
Sinar matahari memancarkan dari langit terlihat tampak begitu terik. Gadis cantik memakai dress panjang berwarna merah mencolok dengan lengan di lehernya itu tampak tidak merasa silau karena sedang memakai kacamata.
Dia terlihat santai membaca majalah kecantikan sembari memakan buah-buahan yang telah terpotong.
Wanita itu merasa seperti ada sesuatu yang mengusik dirinya membuat wanita itu membuka kacamatanya dan sesuai dengan dugaannya. Pria tampan yang bernama Devano sekarang berdiri di hadapannya dengan kedua tangan dilipat di dadanya.
"Dokter Davano!" wanita itu tampak excited dengan membuka kacamatanya dan langsung duduk.
"Saya menghubungi kamu sejak tadi Amanda, tetapi kamu tidak mengangkat telepon saya sama sekali, kamu mengabaikan saya? Apa itu hanya perasaan saya?" tanya Devano.
"Benarkah!" Amanda seketika menjadi panik.
"Astaga.... Dokter, maaf ponsel saya tertinggal di kamar," ucap Amanda baru menyadari hal tersebut.
"Kamu itu kebiasaan Amanda, apa-apa lupa dan lupa, kamu masih muda tetapi ingatannya sangat buruk," ucap Devano.
"Iya-iya Dokter, saya meminta maaf sekali lagi dan lain kali saya akan membawa ponsel saya dimanapun saya berada," ucap Amanda.
Devano hanya menghela nafas saja.
"Hmmmmm, Dokter saya ingin mengatakan sesuatu kepada Dokter?" ucap Amanda memegang tangan Devano dengan kedua tangannya mengajak Devano untuk duduk di sampingnya.
"Ada apa?" tanya Devano.
"Hmmmm, saya akan ke Indonesia," ucap Amanda membuat Devano tampak kaget mendengarnya.
"Kamu kembali ke Indonesia?" tanya Devano lagi.
"Benar, bukankah saya masih harus mengurus apa yang telah saya tinggalkan di Indonesia, peninggalan kedua orang tua saya masih berada ditangan orang-orang yang salah, mereka menikmatinya selama bertahun-tahun dan tidak mungkin saya membiarkan semua itu jatuh kepada mereka," ucap Amanda memiliki niat untuk mengambil kembali miliknya dan apa yang telah dicuri darinya.
"Hanya itu saja tujuan kamu? Kamu ingin mengambil milik kedua orang tua kamu dan bukan untuk membalas dendam?" tanya Devano.
"Membalas dendam, sudah pasti, dengan apa yang telah mereka lakukan kepada saya, tidak mudah melupakan semuanya dan apalagi aku kehilangan banyak hal," ucap Amanda.
"Amanda memiliki niat balas dendam bukankah hal yang baik, balas dendam hanya akan merugikan kamu sendiri dan ujung balas dendam tidak akan pernah ada," udah Devano mengingatkan.
"Lalu apa saya harus diam saja, ketika melihat mereka menikmati semua hasil kerja keras kedua orang tua saya, mereka memberi hinaan dan caci maki kepadaku, tidak tahu berterima kasih ketika saya dan keluargaku memberikan mereka kehidupan yang layak, lalu saya akan diam dan membiarkan mereka menikmati semuanya?"
"Dokter Devano, saya yang merasakan apa yang terjadi selama ini? saya yang terluka dan merasakan sakit hatinya yang tidak bisa diungkapkan. Apa yang salah Dokter dengan apa yang telah mereka lakukan kepada saya dan membuat saya membalaskan perbuatan jahat mereka kepada saya. Mereka membayar air mata saya yang keluar dan mental bayi yang telah dirusak!" ucap Amanda dengan tatapan matanya penuh dendam dan masih penuh dengan kemarahan atas apa yang telah terjadi.
"Jadi Dokter jangan pernah menghalangi saya aku akan memberi pelajaran kepada mereka semua, mereka menertawakan saya, menertawakan fisik yang menjadikan kekurangan fisik saya sebagai olok-olokan mereka untuk hiburan bagi mereka, saya akan membuat mereka untuk membayar semuanya, membuat mereka saling menyakiti karena sudah berani menyakiti saya, saling mengkhianati karena mengkhianati saya!" tegas Amanda penuh dendam dengan mata berkaca-kaca atas semua yang pernah terjadi padanya.
"Jadi setuju dan merubah penampilan kamu, karena semua ini? karena kamu ingin membalaskan dendam kepada mereka dan bukan karena kamu mencintai diri kamu sendiri dan hanya membahagiakan diri kamu sendiri?" tanya Devano
"Tidak! Saya kembali ke Indonesia untuk merebut semua apa yang telah saya miliki dan mereka harus menerima semua perbuatan mereka kepada saya seperti apa yang mereka lakukan, mungkin dengan penampilan menarik yang seperti sekarang ini, akan mempermudah saya untuk mengambil apa yang telah saya miliki, tetapi penampilan saya seperti ini untuk diri saya sendiri dan untuk kebahagiaan saya. Saya tahu bagaimana caranya untuk memberi mereka pelajaran!" ucap Amanda.
"Baiklah Amanda, saya tidak punya hak untuk melarang kamu, saya sangat bersyukur karena kamu sudah menjadi diri kamu dan selama ini bersama saya kurang lebih 5 tahun, perjuangan kamu tidak mudah untuk menjadi wanita yang seperti sekarang ini, jika pada akhirnya kamu memiliki niat untuk memberi pelajaran orang-orang yang telah menyakiti kamu dan maka saya tidak punya hak untuk melarang kamu,"
"Seperti apa yang telah kamu katakan sebelumnya, kamu yang merasakan semua, kamu yang mengetahui apa yang terjadi kepada kamu dan kamu yang punya hak untuk melakukan apapun yang ingin kamu lakukan kepada mereka, saya hanya memberi satu masukan kepada kamu, sebesar apapun kamu dendam kepada keluarga kamu dan semua itu tidak akan ada ujungnya, tapi saya tetap tidak bisa menghentikan kamu,"
"Lakukan Amanda jika itu bisa membuat kamu lega karena semua penderitaan yang telah kamu alami, tetapi ingat untuk tetap mencintai diri kamu sendiri dan jangan pernah korbankan diri kamu lagi hanya untuk mengikuti dendam di hati kamu yang sudah tertanam," ucap Devano membuat Amanda terdiam.
Devano sepertinya tidak setuju dengan kembalinya Amanda ke Indonesia dan apalagi Amanda juga kembali ke Indonesia hanya untuk membalaskan dendam.
Sejak awal Devano membantunya karena melihat wanita itu masih membutuhkan kehidupannya, masih memiliki harapan untuk melanjutkan hidupnya, membantu merubah diri bukan karena menginginkan Amanda untuk memiliki niat jahat.
Devano tidak memiliki kuasa untuk melarang tindakan Amanda, dia harus memberi izin Amanda untuk meninggalkan Australia dan kembali ke Indonesia.
Devano pria tulus yang membawanya ikut bersamanya tanpa menjanjikan apapun kepada Amanda dan akan selalu menasehati Amanda untuk melupakan masa lalunya yang tidak berarti apapun dan lebih baik membangun kehidupan yang baru.
Tetap saja Amanda yang merasakan apa yang terjadi pada dirinya dan ketika mendapatkan izin dengan terpaksa Devano membuat Amanda membereskan pakaiannya memasukkan pakaian ke dalam koper tersebut dan sementara Devano hanya berdiri di depan pintu kamar terlihat begitu murung.
Sebenarnya tidak setuju dengan kepergian Amanda, dari raut wajahnya terlihat jelas bahwa dia sangat berhak melepaskan Amanda untuk kembali ke Indonesia dan tidak memutar juga Devano harus ikut karena memiliki tugas di Australia.
Bersambung....