NovelToon NovelToon
CENAYANG PALSU

CENAYANG PALSU

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Iblis
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Damon terbangun dari mimpi buruknya.
Ia seperti mendapatkan ilham.
Ibaratnya, Damon bisa melihat makhluk-makhluk tak kasat mata dalam mimpinya.

Semua terjadi setelah ia tak sengaja menabrak batu nisan kuno di area Sungai Qinghe.

Apakah benar Damon bisa melihat sesuatu?
Mari ikuti kisah Damon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Apartemen Laknat

Damon menatap lama telur giok di tangannya lalu ia berkata pada Muchen.

"Apa yang semestinya kita lakukan sekarang? Dan apa fungsi prisma itu?"

Dua benda unik berada di tangan Damon saat ini. Dan Damon sedang memperhatikannya sungguh-sungguh.

Terdengar suara dari arah Muchen berbicara.

"Kita pikirkan setelah kau mendapatkan tempat berteduh. Kita cari rumah tinggal untukmu, Damon." sahut Muchen.

"Tapi aku tidak punya uang sepeserpun buat bayar uang sewa. Bagaimana aku bisa mencari tempat tinggal sekarang ini?" kata Damon.

"Aku punya ide untukmu. Mungkin saja itu bisa membantu kita menemukan cara untuk bertemu para Succubus serta Incubus secepatnya." ucap Muchen.

"Ide apa itu, Kaisar? " tegas Damon namun pandangannya selidik.

Muchen tersenyum pias, pandangannya serius dan ia hanya menganggukkan kepalanya.

"Akan aku tunjukkan setelah ini." lanjut nya sembari berkedip jenaka.

Sejam kemudian...

Mereka tiba di suatu tempat seperti gedung apartemen tapi terlihat sepi.

Dan...

Jalan menuju ke apartemen itu, mereka harus melewati area pemakaman umum.

Damon bergidik keras, raut wajahnya memutih akut serta tatapannya membeku setiap kali ia memalingkan pandangannya.

Tidak ada satupun orang disekitarnya saat ini, dan tempat ini benar-benar sunyi.

"Kau tidak salah memilih tempat tinggal untukku, Kaisar!?" ucap Damon gemetar.

"Tidak." sahut Muchen singkat dan jelas.

"Kenapa kau pilihkan tempat tinggal seperti ini untukku? " tanya Damon gugup.

"Sebab hanya satu-satunya tempat ini yang cocok buat mu dan gratis." sahut Muchen tersenyum bijak.

"Ta-tapi tidak seperti ini juga kau pilih kan tempat tinggal untuk ku... Bagaimana aku bisa hidup di tempat sesuram ini..." kata Damon sembari mengedarkan pandangan.

"Apa kau punya uang ?" tanya Muchen.

Damon hanya menggeleng pelan sambil mendekap erat-erat kardus bawaannya.

"Tidak. Aku tidak punya uang sama sekali." ucapnya datar.

"Nah, jika kamu tidak punya uang maka hanya disini lah tempat paling tepat untuk mu tinggal selain itu kita akan mudah menemukan para Succubus serta Incubus di area tinggal seperti ini." lanjut Muchen.

"Ta-tapi ini daerah pemakaman... Bagaimana aku bisa hidup tenang disini sedangkan aku harus menyelesaikan tugas skripsi ku...???" kata Damon bergidik akut.

"Lambat laun kamu akan terbiasa tinggal disini. Aku mengerti dengan sikapmu itu sebab kamu belum beradaptasi tapi seiring waktu nanti, dirimu akan terbiasa, Damon." kata Muchen.

"Kau bisa membuatku jantungan, Kaisar." kata Damon yang merasakan sekujur tubuhnya merinding kuat.

"Jangan takut, Damon. Kau ini kan pemburu iblis tepatnya pemburu para Succubus serta Incubus. Bagaimana kamu akan bisa menghadapi mereka jika nyalimu cuma sebesar biji Zao." kata Muchen tersenyum.

Muchen melangkah masuk ke gedung apartemen di hadapannya tanpa banyak bicara lagi.

Damon cuma terbelalak lebar, diam tak bergerak dan hanya memperhatikan langkah kaki Muchen yang setengah melayang saat memasuki area apartemen suram.

"Ayo, Damon!" panggil suara Muchen yang bergema di dalam gedung.

Damon terhenyak kaget, dadanya berdebar keras. Dan ia merasakan seluruh pancaindra nya terhenti saat ini. Kala mendengar panggilan sang Kaisar langit padanya.

"Damon! " terdengar lagi panggilan suara Muchen dari dalam gedung apartemen.

Kali ini Damon benar-benar merasakan kedua lutut kakinya lemas, sulit ia gerakan bahkan buat berjalan maju sepertinya ia tak mampu lakukan.

Sekujur badan Damon mendadak membeku bagaikan bongkahan es batu, berubah dingin.

Raut wajahnya keruh seakan-akan ada beban besar menghimpit jiwa Damon dan seluruh dunia miliknya seperti berhenti berputar.

"Damon!" suara Muchen terdengar berat dan besar, kuat serta menggelegar keras lalu muncul sinar terang benderang yang menyeret masuk Damon di luar gedung.

"Sreet... !"

"Ta-tapi... Tu-tunggu... Jangan lakukan ini... ! " pekik Damon dengan langkah kaki terseret keras oleh sinar terang dari dalam apartemen.

Namun, Damon tidak mampu berkutik, ia tak berdaya sedikit pun untuk melawan tarikan sinar terang tersebut yang begitu kuatnya menarik dirinya masuk ke gedung menyeramkan itu.

Tubuh Damon bergerak cepat bagaikan kilat, melewati setiap jalan yang ada di area gedung apartemen.

Tak lama kemudian, Damon berhasil sampai di suatu ruangan apartemen di lantai atas.

"BRAAAK! "

Pintu ruangan apartemen terhempas keras saat tubuh Damon tertarik masuk.

"Bruk!"

Damon terduduk pelan di atas lantai kamar kosong sedangkan kardus-kardus miliknya yang dibawa olehnya berhamburan di udara kemudian tersusun rapi di atas lantai.

"Kenapa lama sekali?" ucap Muchen sembari mengibaskan jubah emas miliknya yang berkibar terkena hempasan badan Damon.

Damon terduduk diam, seperti orang linglung, pandangan matanya kosong, pasrah.

"Kita tinggal merenovasi tempat ini maka keadaan akan baik-baik saja serta layak buat kamu tinggali."

Muchen berucap sembari mengawasi seisi ruangan kamar apartemen.

Tampak langit-langit di ruangan ini lembab, penuh sarang laba-laba bahkan catnya terkelupas. Sepertinya tempat ini sudah lama tidak ditinggali serta dibiarkan kosong bertahun-tahun.

Muchen tersenyum teduh, ia menoleh pada Damon yang masih terdiam.

"Aku akan membantumu mengubah ruangan ini layak huni. Dan kamu tidak perlu bersusah payah untuk merombak nya." kata Muchen. "Tugas ini serahkan saja padaku maka semua akan beres dengan sendirinya."

Muchen bersikap bijaksana dengan mengangguk-ngangguk paham.

"Kamu tidak usah kuatirkan apapun juga. Tentang kamu belum terbiasa tinggal disini, itu aku maklumi. Kamu hanya tinggal beradaptasi maka lama-lama kamu akan nyaman tinggal disini, Damon."

Kata Muchen penuh nasihat supaya Damon tenang.

Tiba-tiba jendela ruangan terhempas keras dengan sendirinya. Lalu terbuka-tertutup berulang-ulang kali.

Pandangan mata Damon melirik tajam ke arah jendela yang bergerak-gerak sendirian. Membuat pupil matanya membesar lalu Damon berteriak keras.

"Bagaimana aku nyaman tinggal di tempat seangker ini, sama saja kau hendak membunuh ku pelan-pelan!!!"

Damon beringsut cepat, berdiri tegak, hendak berjalan maju tapi kakinya berat buat melangkah seperti ada yang menahan kakinya.

Ia alihkan pandangan matanya ke arah bawah.

Tepat di pergelangan kaki kanannya, tampak sebuah tangan sedang memeganginya, menjulur dari dalam lantai. Sekali lagi, Damon merasakan sekujur tubuhnya membeku seperti es.

Raut wajahnya berubah pucat pasi sedangkan nadinya terhenti tiba-tiba.

Lidahnya kelu, sulit untuk berucap seakan-akan terkunci rapat, Damon hanya bisa menggerakkan ujung jari tangannya ke depan.

"A... "

Satu kata terucap dari mulut Damon, sedangkan bibirnya membiru pucat.

"Aa...?!"

Ia bersuara lagi tapi terdengar pelan. Dan rambut di atas kepalanya berdiri tegak.

"Aaa... ?!"

Ucapnya dengan ujung jari tangan gemetaran sembari menunjuk ke arah Muchen.

"Ya, Damon. Apa?" tanya Muchen datar.

"Aaa... "

Damon menyahut sembari melirik cepat ke arah bawah, seperti memberi isyarat pada Muchen agar bertindak menolongnya.

Namun Muchen cuma mengangkat dua bahunya ke atas serta menggelengkan kepala tak mengerti.

"T... !"

Suara Damon tercekat, ia merasakan tenggorokannya tercekik, sulit bersuara jelas.

"Apa? Aku tidak mengerti maksud mu, Damon?" tegas Muchen.

Lirikan Damon lagi-lagi tertuju ke bawah, memberi isyarat kembali pada Muchen agar Kaisar itu melihat ke arah kaki kanannya.

"K... !" suara Damon tertahan.

"Apa maksud 'K' itu?" tanya Muchen.

Muchen lalu menoleh ke arah bawah, ia melihat sebuah tangan sedang memegangi kaki kanan Damon.

"Dasar roh gentayangan!" kata Muchen. "Enyah, kau!"

Usir Muchen seraya mengarahkan ujung jarinya yang bersinar-sinar terang tepat ke arah kaki kanan Damon.

"BLESH!"

Tangan roh itu terlepas cepat dari pergelangan kaki kanan Damon. Dengan segera Damon berlari kencang ke arah Muchen lalu bersembunyi di balik punggung sang Roh Kaisar Muchen.

Damon mengintip pelan-pelan dari balik punggung Muchen.

Tiba-tiba muncul wajah menyeramkan tepat di hadapan matanya sehingga mengagetkan Damon.

"HIYAAAA!!! HANTU!!!!"

Teriak Damon histeris sehingga tubuhnya terjungkal jatuh ke lantai.

"TEMPAT APA INI??? ADA HANTU!!!"

Sekali lagi Damon berteriak keras sembari beringsut mundur. Ia melirik ketakutan ke arah Muchen yang terdiam saja.

"Ka-kaisar !" panggilnya. "Ke-kenapa kau diam saja, segeralah bertindak cepat. Usir setan itu dari sini !!!"

Muchen tertawa pendek, ia menoleh sembari menyeringai seram ke arah Damon lalu berkata menakutkan.

"Aku tidak punya urusan dengan mereka. Ini tugasmu bukan tugasku maka berpikirlah sendiri mulai dari sekarang, Damon."

Damon terhenyak kaget hingga ia terdiam membatu, kata-kata Muchen menghentakkan kesadarannya dengan cepat, ia seperti dikhianati oleh sang Kaisar. Tapi hanya satu kalimat yang terucap dari dirinya.

"Apa ?"

1
Katarina Samuel
gak bisa ngalahin nih 👍
Katarina Samuel
pil obat penyembuh jiwa aja damon aku saranin ke psikiater atau ke pemuka agama disana biar hantunya keusir dari hidupmu
Katarina Samuel
ini paling ditakutin ketemu dewa beneran gak sih
Katarina Samuel
damono damono
Katarina Samuel
dah megap megap kalau aku mimpi kayak gini damon
Katarina Samuel
kasihan juga jadi damon kalau aku sih bisa pindah alam
Katarina Samuel
lebih nyebelin dari kaisar
Katarina Samuel
sulit bayangin tinggal dihunian seseram ini
Katarina Samuel
👍
Katarina Samuel
hantu paling ngeselin
Katarina Samuel
apes dah si damon
Katarina Samuel
🤣🤣🤣 ya aelah damon damon
Katarina Samuel
konyol sih
Katarina Samuel
serem juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!