NovelToon NovelToon
Legenda Kebangkitan Wang Fei

Legenda Kebangkitan Wang Fei

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jin kazama

Seorang pemuda bernama Wang Fei yang dianggap lemah dan tertindas berusaha mendobrak batasan dan ingin menentukan nasibnya sendiri dengan menjadi lebih kuat.



"Jika langit tidak adil dan ingin membatasi takdirku, maka aku bersumpah akan meruntuhkan langit itu.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Mengerjakan Misi.

Bab 7. Mengerjakan Misi.

Untuk beberapa detik, kebekuan melanda gedung Aula Misi. Namun, detik berikutnya itu berubah menjadi ledakan tawa yang menggema.

Salah satu dari kerumunan orang tidak kuasa menahan tawanya dan mengejek ke arah Lei Hun. Namanya Song Kang. Saat ini ranah kultivasinya berada di Penempaan Tubuh level 6 tahap menengah, dengan jiwa perang Kapak Raksasa. Jauh lebih kuat daripada Lei Hun yang jiwa perangnya hanyalah Belati Perunggu.

"Hahaha... Lei Hun, sejak kapan kamu mengakui dirimu sebagai anjing dan benar-benar menyingkir dengan patuh hanya karena si tukang obat memerintahmu? Kau sungguh menyedihkan," sarkasnya penuh cibiran.

Seorang pemuda yang berdiri di samping Song Kang juga mengangguk menyetujui.

"Ya... apa yang kau katakan itu sangat benar, Saudara Song. Sepertinya Lei Hun ini sekarang sudah menjadi pecundang yang tidak bisa diselamatkan lagi," serunya sambil tertawa.

Orang-orang yang ada di kerumunan, meskipun tidak mengatakan apa-apa, tetap menyetujui apa yang dikatakan oleh dua pemuda tersebut. Namun, tidak semua orang berpikiran sama dengan mereka.

Melihat wajah Lei Hun yang pucat pasi dengan keringat dingin yang mengucur di punggungnya, sepertinya semua ini tidak sesederhana yang terlihat di permukaan.

Perlu diketahui, Lei Hun juga merupakan salah satu orang yang sangat meremehkan Wang Fei. Namun sekarang, hanya dengan satu lirikan tajam dan satu perintah sederhana, dia menurut begitu saja tanpa mengatakan apa pun. Bukankah hal ini sangat aneh?

Sementara itu, Lei Hun yang ditertawakan oleh banyak orang tidak menjawab sedikit pun. Namun, di dalam hati ia mengutuk.

"Huh... dasar orang-orang bodoh yang tidak berwawasan. Jika saja kalian merasakan betapa mengerikannya tatapan Wang Fei dan niat membunuh yang dikeluarkannya, mana mungkin kalian masih bisa memasang ekspresi sombong seperti itu?"

Sejenak matanya tertuju pada punggung Wang Fei yang mulai melangkah menjauh menuju papan misi, tempat berbagai tugas sekte dipasang dan dapat diambil untuk mendapatkan poin prestasi.

"Sepertinya Wang Fei bukan lagi seorang pecundang seperti dulu. Aku tidak tahu peluang macam apa yang dia dapatkan hingga bisa mengeluarkan aura mengerikan itu. Mulai sekarang, jika ingin hidup, aku benar-benar tidak bisa menjadikannya musuh. Bahkan jika tidak bisa menjadi temannya, aku juga tidak akan pernah mengusiknya lagi," batin Lei Hun yang masih merinding oleh niat membunuh yang sempat menghujam jiwanya.

Kembali ke Wang Fei.

Saat ini dirinya berdiri di depan papan tugas. Sorot matanya yang tajam mengamati kata demi kata yang tertera pada kertas-kertas berisi berbagai macam misi dengan poin prestasi yang berbeda-beda.

Misi-misi ini terbagi menjadi empat tingkatan, yaitu misi tingkat rendah, tingkat menengah, tingkat tinggi, dan tingkat neraka.

Misi tingkat rendah di antaranya adalah mengambil obat herbal, pergi ke Balai Obat untuk menyiram tanaman roh, pergi ke perpustakaan untuk merapikan buku, bersih-bersih, dan lain-lain. Bisa juga pergi ke Aula Alkimia untuk membantu para murid calon alkemis menyiapkan bahan, membersihkan tungku, dan menata ulang bahan-bahan herbal sesuai urutan agar saat memulai alkimia kembali, para murid bisa lebih mudah berlatih.

Tugas-tugas itu tidak memberikan banyak poin, hanya berkisar antara 10 poin dan paling banyak mentok di 30 poin.

Untuk misi tingkat menengah sendiri, barulah poin-poin itu dihitung mulai dari 50 poin hingga mencapai 500 poin. Tentu saja, misi yang bisa mendapatkan 500 poin tersebut adalah misi membunuh seekor Binatang Iblis ganas tingkat 4 yang setara dengan kultivator di ranah Penyatuan Jiwa. Untuk tingkat menengah, misi ini sudah tergolong sangat tinggi.

Wang Fei yang melihat semua itu hanya menggelengkan kepala. Meskipun dirinya sudah menjadi lebih kuat, saat ini dia hanyalah seorang praktisi bela diri di ranah Penempaan Tubuh level 7 tahap awal. Mencari Binatang Iblis tingkat 4 sama saja dengan menyuruhnya menyerahkan nyawa.

"Sebaiknya aku mencari misi yang sesuai dengan kemampuanku saat ini," ucapnya sambil terus melihat berbagai macam misi yang tertera di papan.

Hingga akhirnya, matanya tertuju pada sebuah misi yang menurutnya cocok untuk dirinya. Misi tersebut adalah membunuh 10 ekor Serigala Angin tingkat 1 dan setiap ekornya akan dihargai dengan 20 poin kontribusi.

"Misi ini lumayan juga. Jika satu ekor bernilai 20 poin kontribusi, maka 10 ekor berarti aku bisa mendapatkan 200 poin kontribusi. Dengan jumlah itu, setidaknya aku bisa membeli 13 Pil Energi Tingkat Dasar untuk meningkatkan kultivasiku, sedangkan sisa poinnya bisa disimpan untuk keperluan mendesak lainnya."

Akhirnya, setelah memantapkan pilihannya, Wang Fei pun mengambil misi tersebut untuk diserahkan kepada petugas sebagai tanda bahwa dirinya telah menyanggupi misi itu. Tentu saja, misi tersebut tergolong misi tingkat rendah.

Tidak lama kemudian, Wang Fei tiba di depan meja resepsionis tempat seorang pemuda bertugas mencatat setiap misi dari para murid sekte, entah itu murid luar maupun murid pelayan.

Petugas itu sendiri sudah sangat familiar dengan wajah Wang Fei. Jadi, saat melihatnya, dia hanya tersenyum dan mengangguk. Wang Fei sendiri ikut menyapa dan menganggukkan kepala.

Perlu diketahui, dari sekian banyak orang, petugas yang ada di depannya adalah salah satu dari sedikit orang yang tidak pernah meremehkannya. Nama petugas itu adalah Han Tian.

Belum sempat Wang Fei berkata apa-apa, Han Tian sudah lebih dulu menyapa.

"Wang Fei... ternyata itu kau. Sudah lama sekali aku tidak melihatmu. Apakah kau baik-baik saja?" tanyanya dengan penuh perhatian.

Itu adalah pertanyaan spontan yang tulus tanpa maksud tersembunyi sedikit pun.

Mendengar itu, seketika arus hangat mengalir di hati Wang Fei. Meskipun dunia ini kejam, tidak semua orang memiliki hati sekejam serigala haus darah.

"Ya... akhir-akhir ini aku sedikit mendapat keberuntungan dan berlatih secara diam-diam dalam pengasingan di rumahku," jawabnya sambil tersenyum.

"Oh, begitukah? Itu bagus untukmu. Berkultivasilah dengan rajin. Aku yakin suatu saat hari kebangkitanmu pasti akan tiba," kata Han Tian menyemangati.

Sekali lagi Wang Fei tersenyum. Dia sangat menghargai perhatian dari Han Tian. Bahkan, di dalam lubuk hatinya, dia sudah menganggap pria di depannya ini seperti kakaknya sendiri.

"Terima kasih, Saudara Han... dari sekian banyak orang, kaulah yang tidak pernah memandang rendah diriku... hehehe."

Seketika Han Tian terkekeh.

"Dunia ini luas dan penuh dengan berbagai macam kemungkinan. Aku tidak bisa berpikiran sempit dengan hanya memandang dari satu sudut saja. Lagi pula, roda nasib itu berputar. Ada kalanya seseorang berada di bawah, ada kalanya berada di atas. Dan aku, Han Tian, yakin dengan kepribadianmu yang pantang menyerah, roda nasib pasti akan berpihak padamu. Saat itu terjadi, kau akan melambung tinggi dan bisa berdiri dengan bangga di hadapan mereka yang pernah meremehkanmu."

Mata Wang Fei langsung bersinar terang. Kata-kata penyemangat dari Han Tian benar-benar membangkitkan semangat juang dalam dirinya yang dulu pernah padam.

Semuanya persis seperti apa yang dia katakan. Sejak dantian batu miliknya pecah, keberuntungan besar seolah-olah terus berdatangan menghampirinya.

"Hahaha, baiklah, baiklah. Jika kau terus berkata seperti itu, takutnya aku akan terbang dan terus berkhayal tanpa tahu cara kembali ke kenyataan," katanya sambil menyodorkan gulungan kertas misi yang dipegangnya.

"Kakak Han, ini adalah misi yang kali ini aku ambil," ucapnya.

Mengulurkan tangan, Han Tian pun menerima gulungan misi tersebut.

"Hmm... membunuh sepuluh Serigala Angin? Apakah kau yakin? Bukankah selama ini kau selalu mengambil misi untuk mencari obat herbal? Kenapa sekarang sangat berbeda? Serigala Angin adalah binatang yang serangannya sangat kuat dan ganas. Itu terlalu berbahaya untukmu. Lebih baik kau mencari misi yang lebih ringan saja. Meskipun poinnya kecil, itu jauh lebih aman. Kau harus tahu, poin prestasi memang penting, tetapi nyawa tetap yang paling utama," kata Han Tian penuh keterkejutan.

Di saat yang sama, dia juga memberikan nasihat kepada Wang Fei.

Ditanya seperti itu, Wang Fei akhirnya tersenyum menyeringai.

"Kakak Han, bukankah kau tadi berkata bahwa roda nasib itu berputar? Aku akan jujur padamu, aku benar-benar mengalaminya."

Kemudian, tanpa ragu, dia membocorkan sedikit auranya.

"WUSH!"

Seketika, dari dalam tubuhnya menyembur energi Qi yang cukup besar dan kekuatan dari ranah Penempaan Tubuh level 7 tahap awal pun menyebar.

"Hah... Penempaan Tubuh level 7 tahap awal? I-ini... bagaimana bisa?" serunya terbata-bata.

"Hehehe, seperti yang aku katakan sebelumnya, aku mendapat sedikit keberuntungan. Persis seperti yang kau katakan, roda nasib benar-benar berpihak padaku. Aku yang dulunya hanya berada di Penempaan Tubuh level 2 kini telah meningkat menjadi Penempaan Tubuh level 7. Saudara Han, bagaimana menurutmu sekarang? Apakah aku sudah bisa mengambil misi ini?"

Han Tian yang sebelumnya tertegun akhirnya kembali sadar. Dengan tatapan kagum di matanya, dia berkata,

"Haha! Baiklah, baiklah, aku menyerah. Kau bisa pergi menjalankan misi ini. Namun, aku harus mengingatkanmu untuk berhati-hati. Meskipun hanya tingkat 1, Serigala Angin sering kali menyerang secara bergerombol. Kecepatannya sangat mengerikan dan jika kau meremehkannya, itu bisa berakibat fatal bagimu."

"Baik, Kakak Han. Aku mengerti. Terima kasih atas pengingatnya."

"Oh ya, satu lagi... sebelum kau berangkat, kau memiliki kesempatan pergi ke Aula Seni Bela Diri untuk mendapatkan senjata bintang 1 dan teknik bela diri tingkat dasar. Perlu kau ketahui, siapa pun yang sudah memasuki ranah Penempaan Tubuh level 5 dianggap telah mendapatkan status setengah calon murid luar yang layak memperoleh fasilitas sekte. Jadi, sebelum pergi ke Hutan Kabut untuk menjalankan misimu, jangan lupa mampir terlebih dahulu ke Aula Seni Bela Diri."

Wang Fei yang mendengar hal itu matanya langsung berbinar cerah. Dia tidak menyangka akan ada kesempatan seperti itu. Jika memang demikian, maka itu adalah hal yang tidak bisa disia-siakan.

"Terima kasih, Kakak Han," ucapnya.

"Ya... sama-sama," kata Han Tian.

Dia kemudian memberikan sebuah token yang menandakan bahwa tugas membunuh Serigala Angin telah resmi diambil. Wang Fei sendiri tanpa ragu langsung mengambil token itu dan menyimpannya ke dalam cincin ruang miliknya.

1
Fiano Yan
Mantap
izin iklan ya guys aku baru up butuh bantuan teman2 buat baca novel ku
Dewa Malaikat
Lanjuut ya thor
Ilham Akbar
Bahasanya mudah dimengerti & semoga ceritanya bagus
utk itu saya uplaus satu vote
Dewa Malaikat
lanjut ya thor. jangan mandek tengah jalan
Dewa Malaikat
mantul thor ceritanya.
Jojo Shua
😍🔥
Jojo Shua
😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat semangat semangat Thor lanjut
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Jerry K-el
nunggu banyak dulu, minimal 100 bab br sy coba baca💪💪💪💪thorrrr
Night Guard
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!