NovelToon NovelToon
Ibu Susu Yang Tak Pernah Dipilih

Ibu Susu Yang Tak Pernah Dipilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Duda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Puji170

Empat tahun Inara menjadi ibu susu bagi Zidan. Selama itu pula, ia mendapatkan cinta dari Reno, ayah Zidan, bahkan mereka berencana untuk menikah.

Namun semuanya berubah saat Zoya, mantan istri Reno sekaligus ibu kandung Zidan, kembali dengan niat menebus kesalahan. Sejak saat itu, kehidupan Reno dan Zidan perlahan berpusat pada Zoya. Sementara Inara justru merasa tersisih dan selalu menjadi pihak yang disalahkan.

Inara tidak pernah tahu di mana letak kesalahannya, hingga membuat Reno yang dulu mencintainya kini berubah dingin.

Apa yang sebenarnya terjadi? Akankah Inara memilih bertahan atau justru akan pergi karena merasa sudah tidak dipilih lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Zoya buru-buru mengikuti arah pandang Reno hingga matanya menangkap termos yang terletak di atas nakas. Sekilas ia terdiam, lalu perlahan menarik sudut bibirnya sebelum kembali menatap Reno.

“Tentu saja aku menjaga Zidan semalaman,” ucapnya lembut, namun ada nada sedikit terluka di balik suaranya. “Kamu meragukanku karena masa laluku?”

Reno langsung menggeleng cepat. “Bukan seperti itu, aku—”

“Oh… karena termos itu, ya?” potong Zoya pelan, seolah baru menyadarinya.

Tatapannya sempat beralih ke arah termos tersebut sebelum kembali jatuh pada Zidan yang masih tertidur. Tangannya bergerak lembut mengusap rambut anak itu, begitu pelan dan penuh kehati-hatian hingga siapa pun yang melihat pasti akan mengira dirinya benar-benar ibu yang sempurna.

“Ren, jangan salahkan Inara,” lanjutnya lagi dengan suara tenang. “Dia tadi memang datang dan membawa termos itu. Tapi aku gak tahu isinya apa.”

Ia berhenti sejenak, menarik napas perlahan sebelum kembali melanjutkan ucapannya.

“Kondisi Zidan lagi seperti ini. Aku takut salah langkah kalau kasih sesuatu sembarangan. Jadi aku pilih nunggu kamu dulu.”

Reno terdiam. Tatapannya kembali jatuh pada termos itu cukup lama, seolah sedang memikirkan sesuatu. Namun beberapa detik kemudian pandangannya bergeser pada wajah Zidan yang masih tertidur lemah di atas ranjang rumah sakit.

“Kamu benar,” gumamnya pelan sambil mengusap wajah kasar. “Memang harus hati-hati.”

Zoya tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangguk kecil lalu kembali fokus pada Zidan, seolah tidak ingin memperpanjang pembicaraan. Namun berbeda dengan sikapnya yang terlihat tenang, kepala Reno justru semakin penuh.

“Dia datang kapan?” tanyanya lagi tanpa menoleh.

“Tadi, waktu kamu baru pergi.” Zoya menjawab santai. “Dia cuma lihat kondisi Zidan sebentar.”

Reno mengangguk kecil, tetapi entah kenapa dadanya tetap terasa tidak nyaman.

“Dia masuk ke sini?”

Kali ini Zoya menoleh pelan ke arahnya sebelum tersenyum samar.

“Sempat mau masuk, tapi aku larang.” Nada suaranya tetap lembut, bahkan terdengar seperti seseorang yang sedang berusaha bersikap dewasa. “Aku takut Zidan makin terganggu kalau terlalu banyak orang di kamar.”

Reno menarik napas panjang lalu mengembuskannya kasar. Rahangnya perlahan mengeras, sementara pikirannya mulai dipenuhi banyak hal yang tidak bisa ia jelaskan sendiri.

“Aku keluar sebentar,” ucapnya akhirnya. “Tolong jaga Zidan.”

“Tenang aja,” jawab Zoya lembut. “Aku pasti jaga dia.”

Namun sebelum Reno benar-benar pergi, Zoya kembali bersuara pelan.

“Tapi, Ren…” panggilnya lirih.

Reno menoleh sekilas.

“Jangan terlalu keras sama Inara.” Zoya tersenyum tipis. “Kalian kan sebentar lagi menikah.”

Kalimat itu justru membuat tatapan Reno berubah rumit sesaat.

“Aku tahu.”

Jawabannya terdengar singkat sebelum ia akhirnya berjalan keluar dari ruangan.

Langkah Reno terdengar cepat menyusuri koridor rumah sakit. Kepalanya terasa semakin penuh setelah mendengar ucapan Zoya tadi. Entah kenapa sejak tadi pikirannya terus mengingat termos itu… dan fakta bahwa Inara tetap datang diam-diam meski dirinya sudah meminta wanita itu tinggal di rumah.

Namun baru beberapa meter berjalan, langkahnya langsung terhenti saat melihat sosok Inara berjalan dari arah berlawanan.

Wanita itu tampak sedikit buru-buru sambil menggenggam tas kecilnya erat.

Tanpa berpikir panjang, Reno langsung menghampiri lalu menarik pergelangan tangan Inara menuju sudut lorong yang lebih sepi.

“Mas, apa-apaan kamu? Lepas, sakit!” protes Inara kaget sambil berusaha melepaskan diri.

Reno akhirnya tersadar lalu melepas genggamannya. Namun tidak ada permintaan maaf di wajah lelaki itu. Dadanya justru naik turun menahan emosi.

“Aku udah bilang kamu di rumah aja.” Suaranya terdengar rendah dan berat. “Kenapa masih ke sini?”

Inara langsung mengusap pergelangan tangannya yang memerah sebelum menatap Reno dengan bingung.

“Kamu bilang aku di rumah aja. Terus siapa yang jaga Zidan?”

“Ara…” Reno mengembuskan napas kasar sambil memejamkan mata sejenak. “Zidan udah ada yang jaga. Kamu gak perlu datang seperti ini.”

Dahi Inara langsung berkerut.

“Maksud kamu?”

“Kondisi Zidan lagi gak baik,” jawab Reno dingin. “Aku gak mau dia makin terganggu.”

“Aku cuma mau lihat dia sebentar.” Nada suara Inara mulai terdengar tertahan. “Setelah itu aku pergi.”

Namun Reno justru menatapnya semakin tajam.

“Aku tahu kamu datang karena merasa bersalah.”

Kalimat itu langsung membuat Inara membeku di tempat.

“Merasa bersalah?” ulangnya lirih tak percaya.

“Dokter bilang Zidan syok,” lanjut Reno tanpa mengalihkan pandangan sedikit pun. “Dan kamu tahu sendiri apa yang terjadi kemarin.”

“Mas…” Inara langsung menggeleng cepat. “Zidan jadi kayak gini bukan karena aku.”

“Cukup, Inara,” potong Reno dingin. “Jangan lempar kesalahan ke orang lain.”

Kalimat itu terasa seperti tamparan keras bagi Inara.

Wanita itu menatap Reno beberapa detik cukup lama. Dadanya terasa semakin sesak karena lagi-lagi lelaki itu menyimpulkan semuanya sendiri tanpa benar-benar memberinya kesempatan bicara.

Padahal sejak tadi ia hanya ingin melihat keadaan Zidan. Hanya itu, tapi seperti biasa, semua penjelasannya selalu terdengar salah di telinga Reno.

Beberapa saat suasana di antara mereka berubah sunyi. Inara sampai harus menarik napas panjang untuk menenangkan dirinya sendiri.

“Baik, Mas,” ucapnya akhirnya pelan. “Apa pun yang kamu pikirkan… aku terima.”

Reno terdiam.

Tatapan mata Inara perlahan meredup, tetapi wanita itu tetap mencoba bertahan meski suaranya mulai terdengar rapuh.

“Sekarang aku boleh lihat Zidan?” tanyanya hati-hati. “Mas tahu aku sayang sama dia.”

Namun Reno kembali menggeleng tanpa ragu.

“Zoya lagi jagain dia.” Nada suaranya kembali dingin. “Kamu pulang aja.”

Untuk beberapa detik Inara hanya diam. Ada banyak hal yang sebenarnya ingin ia katakan, tetapi mendadak terasa percuma.

Sementara Reno justru kembali berkata dengan nada tipis yang menusuk. “Kamu sendiri tahu isi hati kamu sebenarnya kayak gimana.”

Kalimat itu sukses membuat dada Inara terasa semakin sakit. Dan setelah mengatakannya, Reno langsung memutar tubuh lalu pergi begitu saja meninggalkan Inara sendirian di lorong rumah sakit.

Tanpa mereka sadari, sejak tadi Zoya berdiri di balik tembok sambil mendengarkan seluruh perdebatan itu. Sudut bibir wanita tersebut perlahan terangkat puas.

“Bagus…” bisiknya pelan sambil tertawa kecil. “Terus aja saling salah paham.”

Tatapannya bergantian mengarah pada Reno dan Inara.

“Aku tinggal nambah sedikit api lagi,” lanjutnya lirih. “Biar hubungan kalian benar-benar hancur.”

1
Anonim
Thor buat nadia lebih pinter thor ,lebih tegas ,tau mana tipuan mana engga .jadikan dia wanita cerdas dan tegas 🤭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: nadia siapa kak? 🤣🤭
total 1 replies
Anonim
Thor jangan tidur terus thor ,,cerita nya belum di lanjutin ini udah berapa purnama 🤭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: 🤣🤣 autornya siap2 nanti malam update kakak, maafkan autor ini
total 1 replies
Anonim
Mampus kau inara jadi viral nanti di anggap pelakor lagi lu,lu masih percaya aja sama si reno,heran jadi perempuan ko bego
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: kasian ya
total 1 replies
Dew666
🍎🍎🍎🍎
Anonim
Jangan balikin inara sama reno y thor,ga rela aku 🤭 huss sana reno
Anonim
Enak aja lu reno,egois banget lu mau inara jadi pengasuh gretongan lagi
Run inara run
Agunk Setyawan
up nya lama pake banget
Soraya
lanjut
Soraya
mampir thor
falea sezi
😒 jangan balik kayak pengemis aja
falea sezi
😒 inara🤣 knp nama ini selalu goblok y
falea sezi
oon
falea sezi
males cwek bego😒 tinggal prgi aja ngapain ngemis kayak lacur aja menjijikkan
falea sezi
pergi Glblok
Dew666
💄💄💄💄
Anonim
Bagus inara jangan mau balik sama reno,orang egois kaya gitu belum jadi laki aja ribet g percayaan kek mana jadi suami nanti yg ada di jadikan keset terus
Anonim
Ambil aja reno sama kamu zoya,inara mah sama altaf aja.buat inara sama altaf thor biar bisa bareng baba
Anonim
Semangat inara tinggalkan reno,ayo gas altaf pepet terus inara
Anonim
Lanjut up thor banyakan dong seru ,semangat thor
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: siap kak, masih satu bab 1 lagi tapi review
total 1 replies
Dew666
🩵🩵🩵🩵
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!