NovelToon NovelToon
Warisan Mutiara Surgawi

Warisan Mutiara Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Ruang Ajaib
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Setelah hidup selama 500 tahun penuh pengkhianatan, kesengsaraan, dan perjuangan, Tian Hao akhirnya kembali ke masa lalu.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya, ia memperoleh Warisan Mutiara Surgawi yang mempercepat jalur kultivasinya.

"Kali ini... aku akan mencapai keabadian."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Latihan dan hinaan

Tian Hao tidak membalas. Ia menatap mereka semua seolah mereka adalah sekumpulan serangga yang berisik. Baginya, mereka semua hanyalah pion yang suatu saat nanti akan ia gunakan untuk menambal lubang di jalannya menuju puncak.

​"Hari ini," suara Fei Lin menggelegar, "kita akan melakukan latihan lapangan. Aku telah menyebar lima bendera di dalam Hutan Terlarang. Tugas kalian adalah mengambilnya. Kalian akan dibagi menjadi sepuluh kelompok."

​Namun, saat pembagian kelompok berlangsung, pemandangan yang sudah bisa ditebak terjadi. Tidak ada satu pun murid yang mau berada satu tim dengan Tian Hao. Mereka menjauh seolah ia membawa wabah.

​"Sepertinya tidak ada tempat untukmu, Tian Hao," ucap Fei Lin dengan senyum meremehkan. "Mungkin kau sebaiknya tetap di sini. Hutan Terlarang bukan tempat untuk bermain rumah-rumahan. Kau bisa mati di sana."

​Tian Hao menangkupkan tangan, wajahnya kembali mengenakan topeng kerendahhatian yang palsu. "Tidak apa-apa, Guru. Seperti yang Anda katakan... orang seperti saya harus berusaha berkali-kali lipat lebih keras. Saya akan masuk sendirian."

​"Baiklah. Tapi ingat, jika kau mati... jangan salahkan kami," ujar Fei Lin dingin.

​Tian Hao mendongak, matanya bertemu dengan mata Fei Lin. "Guru... bukankah orang mati tidak bisa menyalahkan siapa pun?"

​Keheningan sesaat menyelimuti lapangan, sebelum akhirnya pecah oleh tawa paksa para murid yang merasa tersindir oleh logika dingin tersebut.

Di kejauhan, di atas balkon bangunan utama, Tian Hao sempat melirik ke arah ibunya, Li Xian. Wanita itu menatapnya dengan pandangan yang sarat akan kebencian dan rasa malu, seolah keberadaan Tian Hao adalah aib yang mencoreng kemurnian darahnya.

​Saat gerbang Hutan Terlarang dibuka, semua kelompok berlari dengan kecepatan penuh, saling sikut untuk menjadi yang tercepat. Tian Hao tetap di belakang, berjalan dengan langkah santai yang kontras dengan hiruk-pikuk di sekitarnya.

​Begitu ia benar-benar sendirian di bawah naungan pohon-pohon raksasa yang menelan cahaya matahari, topeng kerendahhatiannya hancur. Wajahnya kembali datar, kosong, dan sedingin es.

​Ia memetik sehelai daun yang jatuh, menatapnya sejenak sebelum melepaskannya kembali. "Jika dunia mengatakan yang terkuatlah yang bertahan hidup..." ia tersenyum lebar, sebuah senyuman yang tampak sangat predator di tengah hutan yang gelap. "...maka aku akan membuktikan bahwa yang bertahan hiduplah yang terkuat."

​Langkahnya kini menghilang ke dalam kegelapan hutan, memulai permainan yang sebenarnya.

Hutan Terlarang bukan sekadar kumpulan pohon tua; tempat ini adalah labirin maut bagi mereka yang hanya mengandalkan otot tanpa otak.

Di bagian terdalam hutan, di mana sinar matahari pun seolah enggan menyentuh tanah, terdapat sebuah lubang gua yang memancarkan hawa dingin yang menusuk.

Tanda peringatan merah darah terpampang jelas di pintu masuknya: Zona Kematian.

​Tian Hao berdiri di depan mulut gua tersebut dengan langkah yang begitu santai, seolah ia hanya sedang berkunjung ke taman belakang rumahnya. Namun, persiapannya jauh dari kata santai.

​Ia mengambil gumpalan kotoran burung hutan dan cairan busuk dari tanaman bangkai yang telah ia kumpulkan, lalu melumurkannya ke seluruh pakaian dan kulitnya yang pucat. Bau menyengat yang menjijikkan kini menyelimuti tubuhnya.

​"Harga diri adalah kemewahan bagi mereka yang sudah mati," bisiknya, menatap tangannya yang kotor. "Di hadapan predator sejati, bau busuk jauh lebih berharga daripada aroma parfum bangsawan yang hanya akan mengundang maut."

​Ia melangkah masuk ke dalam kegelapan. Gua itu pengap dan sunyi, hanya suara tetesan air dari langit-langit batu yang memecah keheningan.

Di ujung lorong, ruang bawah tanah itu melebar, menampakkan sesosok makhluk raksasa yang sedang melingkar di atas tumpukan tulang belulang. Ular Putih Bersisik Perak. Makhluk suci yang setara dengan praktisi tingkat tinggi.

​Kepala ular itu sebesar kereta kuda, sisiknya berkilau meski dalam kegelapan. Tian Hao tampak seperti butiran debu di depan monster tersebut. Tanpa rasa gentar, ia mencabut sebilah belati berkarat dari pinggangnya.

​Ia tidak menyerang tubuh ular itu. Itu tindakan bunuh diri. Sebaliknya, ia membidik sebuah batu besar di sudut gua.

​Sret! Takk!

​Belati pertama menghantam batu, menciptakan denting keras yang menggema. Ular itu tersentak, namun belum sepenuhnya terjaga.

Lalu, belati kedua meluncur dengan presisi mematikan menuju pusat sarang, menghantam tumpukan telur putih berukuran besar.

​KRAK!

​Salah satu telur itu retak. Cairan kental transparan mulai merembes keluar. Detik itu juga, mata vertikal berwarna kuning emas milik sang ular terbuka lebar.

​Aura membunuh yang pekat meledak dari tubuh makhluk itu, menekan udara hingga terasa berat untuk dihirup.

Ia berdesis marah, suaranya seperti gesekan pedang yang diasah.

Saat ia melihat hartanya, telur-telur yang ia jaga selama puluhan tahun telah rusak, amarahnya melampaui batas rasionalitas.

1
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
tes ..🤔
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
Arken: /Bye-Bye/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sat set sat set...
Arken: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sikattttt...
Arken: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassddddd....
saniscara patriawuha.
kasihhh fahammm duluu lahhhh.....
saniscara patriawuha.
biasanya langsung masuk ke dentiannya untuk membantu kultivasinya...
Arken: Hehe, memang di dunia Tianxu sistem kultivasi nya begitu bang/Shy/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassssdd....
Arken: 🥲🙂🙂🙂🙂
total 1 replies
saniscara patriawuha.
lanjuttttkeunnnnn
saniscara patriawuha.
gasssss...
saniscara patriawuha.
tapi bisakah nanti mang MC kembali lagi ke masa depan untuk membalaskan dendamnya....
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
aldo
lanjut thor
Arken: siaapp. jangan lupa kasih bintang 5 ya🙏🙏🙏
total 1 replies
y@y@
👍🏿🌟👍🏼🌟👍🏿
y@y@
🌟👍🏿👍🏼👍🏿🌟
Arken
ngopi lur/Coffee/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!