NovelToon NovelToon
Jalan Pedang Xiao Chen

Jalan Pedang Xiao Chen

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Di tengah kehidupan yang penuh hinaan dan kesulitan, Xiao Chen kecil hanya memiliki satu mimpi—menjadi pendekar pedang terhebat di dunia.

Tanpa bakat luar biasa maupun latar belakang kuat, ia menapaki jalan pedang dengan tekad yang tak pernah padam. Bagi Xiao Chen, pedang bukan sekadar senjata, melainkan guru yang mengajarkannya tentang rasa sakit, pengorbanan, dan arti kehidupan.

Namun di dunia tempat kekuatan menentukan segalanya, mampukah seorang anak dari keluarga buruk mengukir namanya hingga mengguncang langit dan bumi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Jalan pedang

​"Dingin... hampa... kenapa di sini begitu gelap?"

​Xiao Chen merasa tubuhnya seolah tidak memiliki berat.

Ia seperti jatuh dari puncak gunung tertinggi, namun bukannya menghantam tanah, ia justru terus tenggelam ke dalam samudra kegelapan yang tak berujung.

Ia mencoba menggerakkan jemarinya, namun ia bahkan tidak bisa merasakan di mana letak tangannya.

​Anehnya, rasa sakit yang seharusnya menyiksa akibat koyakan serigala itu menghilang. Yang tersisa hanyalah kekosongan yang sunyi. Semakin dalam ia jatuh, semakin ia merasa egonya mulai terkikis, seolah tempat ini ingin menghapus keberadaannya.

​Tepat saat ia merasa akan menghilang, sebuah titik cahaya merah muncul di kejauhan. Cahaya itu tidak hangat, melainkan tajam dan dingin seperti kilatan pedang.

Titik itu membesar, membakar kegelapan, dan memaksa Xiao Chen untuk memejamkan matanya kuat-kuat karena rasa perih yang luar biasa.

​Saat ia memberanikan diri membuka mata, napasnya seolah terhenti.

​Di depannya, berdiri seorang pria berjubah hitam yang megah namun mengerikan.

Sosok itu tidak menapak tanah. Jubahnya yang compang-camping tampak seperti terbuat dari asap hitam yang membara.

Tubuhnya dipenuhi bekas luka lama, dan matanya... sepasang mata merah menyala itu menatap Xiao Chen dengan intimidasi yang bisa membuat jantung orang biasa berhenti berdetak.

​"S-siapa kau?" suara Xiao Chen bergetar hebat. Ia mencoba mundur, namun kehampaan ini menahannya.

​Aura membunuh yang terpancar dari pria itu begitu pekat hingga Xiao Chen merasa seperti melihat kematiannya sendiri diputar berulang-ulang—lehernya tergorok, dadanya tertusuk, tubuhnya hancur.

​Pria itu tetap diam untuk waktu yang terasa seperti selamanya sebelum akhirnya membuka suara. Suaranya bukan berasal dari mulut, melainkan bergema langsung di dalam tengkorak Xiao Chen.

​"Pedang yang kau genggam tadi... namanya telah terhapus dari sejarah yang terang, terkubur dalam sejarah yang berdarah," ucap Roh Pedang itu. "Sudah banyak pemilik sebelumnya mati secara tragis. Pedang itu tidak hanya meminum darah, ia meminum emosi, penyesalan, dan kebencian."

​Xiao Chen menelan ludah, tenggorokannya terasa kering.

​"Singkatnya," pria itu menghentakkan kakinya ke "lantai" kehampaan, menciptakan riak energi merah yang menyapu seluruh ruang, "pedang ini telah membunuh lebih banyak manusia daripada gabungan korban seluruh perang di dunia ini."

​Riak energi itu mengenai Xiao Chen, dan tiba-tiba, dunia berubah.

​Ia tidak lagi berada di kehampaan. Ia kembali ke gubuk reotnya. Ia melihat ayahnya, Xiao Feng, berdiri dengan wajah merah karena arak, mengangkat tangan kasarnya.

​Plak!

​"Dasar anak tidak berguna! Kau sama saja seperti ibumu! Cepat cari uang lagi atau kau tidur di hutan!"

​Lalu adegan berganti. Ibunya terisak di sudut ruangan, wajahnya lebam. "Ini semua salahmu! Kau suami tidak berguna!" teriak ibunya, sebelum ayahnya kembali melayangkan pukulan.

Ibunya menoleh ke arah Xiao Chen kecil, menatapnya dengan pandangan penuh dendam, seolah kehadiran Xiao Chen adalah kutukan dalam hidupnya.

​Lalu suara-suara warga desa mulai mengepungnya. Feng Lin, Li Yuan, dan warga lainnya menunjuk-nunjuk wajahnya.

​"Anak pembawa sial!"

"Lihat matanya, itu mata anak pelacur!"

"Darah penjudi mengalir di tubuhnya, dia tidak punya masa depan!"

​"Haaah... haaah..." Xiao Chen jatuh berlutut, memegangi kepalanya yang serasa akan pecah. Air matanya jatuh tak terbendung.

Kenangan kelaparan, penghinaan, dan kesepian datang bertubi-tubi seperti kaki raksasa yang mencoba menginjaknya hingga menjadi debu.

​Roh Pedang itu mendekat, bayangannya menutupi tubuh mungil Xiao Chen. "Jika kau memperoleh kekuatan... apakah kau akan membalas semua penghinaan ini? Apakah kau akan membasuh desa itu dengan darah?"

​Pertanyaan itu tenang, namun tajam seperti pisau yang mengorek luka lama.

​Xiao Chen terpaku. Ia merasakan amarah yang murni, kebencian yang mendidih. Ia ingin melihat Feng Lin memohon ampun, ia ingin melihat warga desa ketakutan.

Namun, saat ia melihat telapak tangannya yang masih kecil, ia teringat pada pedang kayu yang hancur itu, simbol mimpinya yang murni.

​Ia tidak ingin menjadi monster seperti ayahnya. Ia tidak ingin menjadi penindas seperti Feng Lin.

​Dengan mata berkaca-kaca namun penuh tekad, Xiao Chen mendongak. "Aku... aku tidak ingin menjadi mereka. Aku hanya ingin menjadi cukup kuat agar tidak ada seorang pun, siapa pun bisa menghancurkan hidupku lagi!"

​Sang Roh Pedang terdiam. Sudut bibirnya terangkat sedikit, membentuk senyum tipis yang misterius. "Jawaban yang menarik. Keinginan untuk melindungi diri sendiri seringkali lebih haus darah daripada keinginan untuk membunuh orang lain."

​"Baiklah. Aku menerimamu sebagai tuanku yang baru! Terimalah kontrak ini, Nak!"

​Pria itu mengarahkan jarinya ke kening Xiao Chen. Seketika, simbol-simbol rune kuno yang bercahaya merah muncul di permukaan kulit Xiao Chen.

​"A-apa ini? Panas! Sakit!"

​Xiao Chen berteriak histeris. Ia merasa tubuhnya seperti dibakar hidup-hidup dari dalam.

Darahnya seolah mendidih, dan tulang-tulangnya terasa seperti dipatahkan lalu disusun kembali ratusan kali.

Luka menganga di bahunya menutup secara paksa, meninggalkan bekas luka yang berdenyut dengan energi merah.

​"Kekuatan selalu ada harganya!" Roh Pedang itu berseru di tengah teriakan Xiao Chen. "Pedang ini haus darah. Jika kau kehilangan kendali atas hatimu, pedang ini tidak akan lagi menjadi senjatamu, melainkan penjaramu!"

​Roh Pedang itu mengangkat tangannya, dan kesadaran Xiao Chen ditarik paksa keluar dari ruang tersebut. Sebelum ia benar-benar pergi, ia merasakan sebuah informasi mengalir ke otaknya.

​"Teknik Pedang Tanpa Bentuk: Tebasan Pertama."

​"Ingatlah, Nak... Teknik kuat tanpa hati yang kuat hanya akan melahirkan monster."

​Cuit... Cuit...

​Suara kicauan burung terdengar begitu nyaring, seolah-olah burung itu berkicau tepat di samping telinganya. Xiao Chen tersentak bangun, napasnya memburu.

​Ia melihat langit pagi yang biru cerah. Sinar matahari menerobos celah pepohonan, menyilaukan matanya. Ia segera memeriksa bahunya.

Pakaiannya terkoyak parah, berlumuran darah kering yang menghitam. Namun saat ia menyentuh kulitnya, ia hanya merasakan kulit yang halus namun keras. Luka itu benar-benar hilang.

​"Mimpi?" gumamnya. Namun, saat ia melihat ke samping, bangkai serigala itu masih di sana, kaku dengan leher yang hampir putus.

​Xiao Chen tertegun. Ia menyadari ada yang berbeda. Ia bisa melihat seekor semut yang merayap di batang pohon sepuluh meter darinya dengan sangat jelas.

Ia bisa mendengar gesekan daun di kejauhan dan detak jantung hewan-hewan kecil di semak-semak. Indranya telah berevolusi.

​Saat ia menatap pergelangan tangannya, ia melihat sebuah simbol kecil yang tampak seperti pedang di atas sebuah jalan setapak. Simbol itu bercahaya samar sebelum menghilang di bawah kulitnya.

​"Perutku..." Xiao Chen memegangi perutnya yang keroncongan. Kekuatan tidak bisa menggantikan rasa lapar yang sudah menumpuk sejak kemarin.

​Tiba-tiba, telinganya menangkap suara langkah kaki dan percakapan.

​"Hari ini kita harus mendapatkan rusa atau babi gunung, kalau tidak ketua desa akan marah," suara itu terdengar makin dekat.

​Beberapa pria pemburu dari Desa Bambu muncul dari balik semak. Mereka berhenti seketika saat melihat Xiao Chen yang berlumuran darah terduduk di tanah.

​"Eh, bukannya dia anak Xiao Feng?" salah satu pemburu berseru heran. "Nak, kenapa kau penuh darah begini? Apa kau diserang?"

​Mata mereka kemudian tertuju pada bangkai serigala raksasa di belakang Xiao Chen. Mereka membelalak, wajah mereka memucat. "Itu... Serigala Hutan? Tidak mungkin kau yang membunuhnya, kan?"

​Xiao Chen bingung. Ia melirik ke sekeliling, namun pedang hitam dan buku kunonya telah hilang. "Apakah mereka menyatu dengan tubuhku?" pikirnya panik.

​"B-bukan aku, Paman," jawab Xiao Chen cepat, mencoba menyembunyikan getaran di suaranya. "Aku tidak ingat... aku terbangun dan binatang itu sudah mati."

​Para pemburu saling pandang. "Melihat luka di leher serigala itu, itu tebasan pedang yang sangat bersih. Sepertinya ada pendekar pedang yang lewat dan menyelamatkanmu, Nak. Beruntung sekali kau masih hidup."

​Xiao Chen hanya bisa mengangguk lemah. Ia berdiri, merasa tubuhnya jauh lebih ringan dan bertenaga daripada sebelumnya. Ia harus segera pulang sebelum ayahnya mencarinya.

​Saat ia mulai melangkah pergi meninggalkan para pemburu, sebuah suara yang sangat ia kenal kembali bergema di sudut pikirannya, suara Roh Pedang yang dingin.

​"Tiga bulan lagi... Sekte Pedang Langit akan membuka ujian murid baru di atas gunung. Jangan biarkan dirimu membusuk di desa sampah ini lebih lama lagi."

1
Maul
👍👍
Maul
latihan keras 😢
Maul
/Panic//Panic/
Maul
/Scare//Scare/
Maul
kenapa nih🤔
Maul
Benar-benar membingungkan Patriark itu🤭
Maul
/Smile/
Maul
Sepertinya Patriark baik🤔
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
Agen One
Bab 37 sabar guys/Sleep/
Agen One
Kakek roh/Whimper/
Agen One
jadi juga murid dalam/Frown/
Agen One
🤕🤔
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees boos 🌽🔥
Maul
keputusan apa ituh
Maul
takut itu wajar Qianer
Maul
/Frown/
Agen One
selamat Idul Adha ya semuanya/Smile//Pray/
Agen One
Bab 35 sabar ya/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!