NovelToon NovelToon
Life After Marriage With Zidan

Life After Marriage With Zidan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Persahabatan
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Shakira Naomi hanya ingin lulus kuliah tataboga dengan tenang. Namun, mimpinya terusik saat ia dipaksa menikah dengan Zidan Ardiansyah, sahabat masa kecilnya yang paling tengil dan tidak bisa diam.
Bagi Shakira, pernikahan ini adalah bencana. Bagi Zidan, ini adalah kesempatan emas untuk memenangkan hati gadis yang selama ini ia puja secara ugal-ugalan. Di antara sekat guling dan aturan "aku-kamu" yang dipaksakan, mampukah Zidan meruntuhkan tembok dingin Shakira? Atau justru status "sahabat jadi suami" ini malah merusak segalanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemanjaan Zidan

Malam semakin larut, namun suasana di ruang tengah kediaman Ardiansyah masih terasa hangat. Shakira duduk bersila di atas karpet bulu bersama Mama Zidan, asyik menonton drama Korea yang sedang tayang di televisi. Di pangkuannya terdapat sebuah wadah berisi potongan buah melon dingin, salah satu cara Shakira untuk mendinginkan kepalanya setelah seharian berurusan dengan revisi dan drama ayam geprek di bengkel tadi siang.

"Zidan itu kalau sudah kerja memang suka lupa waktu, Ra," ujar Mama Zidan sambil mengupas buah. "Tapi sejak ada kamu, dia jadi lebih rajin pulang. Biasanya jam segini dia masih nongkrong sama Bobby di bengkel."

Shakira hanya tersenyum tipis, tidak enak hati untuk bilang kalau Zidan pulang cepat mungkin hanya untuk mengganggunya. Tepat saat itu, suara deru motor yang sangat familier terdengar berhenti di depan pagar. Jantung Shakira memberikan reaksi kecil—reaksi yang ia labeli sebagai "waspada", bukan senang.

Pintu depan terbuka, menampakkan sosok Zidan yang terlihat sangat lelah. Kausnya sudah berganti warna menjadi abu-abu kusam karena debu jalanan, dan aroma oli serta bensin langsung menyeruak masuk bersamanya. Begitu matanya menangkap sosok Shakira, keletihan di wajah Zidan seolah menguap, digantikan oleh senyum miring khasnya.

Zidan melangkah mendekat, mengabaikan sofa dan justru berjongkok di samping Shakira yang sedang asyik mengunyah melon.

"Belum tidur, Sayang?" tanya Zidan, suaranya terdengar sedikit serak namun tetap menggoda.

Shakira refleks menggeser duduknya menjauh, menutup hidungnya dengan punggung tangan. "Belum. Gak usah deket-deket! Kamu bau, sana mandi!"

Zidan justru semakin memajukan wajahnya, sengaja menghirup aroma sampo dari rambut Shakira. "Mandiin," bisiknya dengan nada manja yang dibuat-buat.

"Zidan apaan sih! Di depan Mama juga!" bentak Shakira pelan, wajahnya memerah padam. Ia melirik Mama Zidan yang hanya terkekeh pelan sambil pura-pura fokus ke layar TV.

"Loh, kan sama istri sendiri. Emang salah ya, Ma, minta dimandiin istri?" Zidan malah mencari dukungan.

"Sudah, sudah. Zidan, kamu itu bau bensin. Jangan ganggu Shakira dulu, kasihan dia seharian sudah capek," bela Mama, meski matanya tetap berkilat jenaka.

Zidan terkekeh puas melihat wajah istrinya yang sudah seperti kepiting rebus. Sebelum berdiri, ia sengaja mengulurkan tangannya yang kasar dan sedikit kotor untuk mengacak-acak rambut Shakira yang sudah rapi disisir.

"ZIDAN! Rambut aku berantakan!" protes Shakira sambil berusaha merapikan helai rambutnya yang mencuat ke sana kemari.

"Biar makin lucu kalau berantakan begitu. Ya sudah, aku naik dulu ya, Sayang. Tunggu aku di kamar," ujar Zidan sambil mengedipkan sebelah mata, lalu melangkah santai menaiki tangga.

Shakira hanya bisa mendengus kesal. "Ih, bener-bener ya anak Mama itu. Nggak tahu malu banget."

Sepuluh menit berlalu. Shakira masih mencoba fokus pada adegan romantis di televisi, namun konsentrasinya buyar saat mendengar teriakan dari lantai atas.

"SAYANG! HANDUKNYA MANA! KOK NGGAK ADA!"

Shakira memejamkan mata rapat-rapat. "Abaikan, Ra. Abaikan," gumamnya pada diri sendiri.

"SHAKIRA! HANDUKNYA NGGAK ADA DI GANTUNGAN!" teriak Zidan lagi, kali ini suaranya lebih melengking.

Mama Zidan menyenggol lengan Shakira. "Samperin gih, Ra. Zidan itu kalau mandi memang suka teledor, sering lupa bawa handuk sendiri."

Dengan berat hati dan langkah kaki yang dihentak-hentakkan, Shakira naik ke atas. Begitu sampai di depan pintu kamar mandi yang sedikit terbuka, ia melihat tangan Zidan terjulur keluar, meraba-raba dinding.

"Nih!" Shakira menyodorkan handuk bersih dengan kasar ke tangan itu.

"Makasih, Istriku yang cantik. Jangan ke mana-mana ya, tungguin di depan pintu," goda suara dari dalam kamar mandi, diikuti suara guyuran air.

Shakira tidak membalas. Ia masuk ke kamar dan duduk di tepi ranjang, berniat melanjutkan membaca modul tata boga di ponselnya. Namun, baru saja ia membuka aplikasi, suara Zidan kembali terdengar, kali ini dari arah lemari.

"SAYANG! BAJU AKU YANG WARNA BIRU MANA? KOK NGGAK ADA DI LACI?"

Shakira menghela napas panjang, melempar ponselnya ke atas kasur. Ia bangkit dan menghampiri Zidan yang berdiri di depan lemari terbuka hanya dengan memakai celana pendek, rambutnya masih meneteskan air ke lantai.

"Ada di laci bawah, Zidan! Kamu liatnya pakai mata, jangan pakai dengkul!" bentak Shakira sambil menarik laci paling bawah dan mengambilkan kaos biru yang dimaksud.

"Oh, di sini ya? Kok tadi nggak ada?" Zidan nyengir tanpa dosa, menerima baju itu. "Eh, sekalian dong, celana training hitam aku di mana ya?"

"Cari sendiri! Aku bukan pelayan kamu ya!"

"Tapi kamu kan istri aku. Kata Mama, kalau istri yang ambilin, bajunya jadi lebih wangi," rayu Zidan sambil mencoba merangkul bahu Shakira.

"Gak usah modus! Sana pake baju!" Shakira menghindar, tapi Zidan lebih cepat. Ia berhasil menangkap pergelangan tangan Shakira dan menariknya pelan hingga gadis itu berdiri tepat di depannya.

"Ra," panggil Zidan, kali ini suaranya lembut, tidak ada nada bercanda.

"Apa lagi?" sahut Shakira, meski jantungnya mulai berulah lagi karena jarak mereka yang sangat dekat.

"Makasih ya udah nganterin bekal tadi siang. Bobby sama Indra iri banget liat aku punya istri sehebat kamu," ujar Zidan sambil menatap mata Shakira dalam-dalam.

Shakira terdiam sejenak, gengsinya mencoba bertahan, tapi melihat tatapan tulus Zidan membuat temboknya retak sedikit. "Ya... ya udah. Itu kan cuma ayam geprek biasa."

"Bagi kamu biasa, bagi aku itu penyemangat kerja paling ampuh," Zidan mendekatkan wajahnya, hidungnya hampir bersentuhan dengan hidung Shakira. "Besok-besok kalau libur, ke bengkel lagi ya? Temenin aku makan."

"Nggak mau. Panas, bau oli," tolak Shakira, meski suaranya mulai melemah.

"Nanti aku pasangin kipas angin gede khusus buat kamu. Gimana?"

Shakira akhirnya tidak bisa menahan senyum tipis. "Dasar tukang maksa. Udah ah, lepasin. Aku mau cuci muka dulu sebelum tidur."

Zidan melepaskan pegangannya, tapi tetap memberikan tepukan ringan di puncak kepala Shakira. "Ya sudah, sana. Aku tunggu di kasur ya. Oh iya, guling 'Garis Khatulistiwa'-nya jangan lupa dipasang yang bener, biar aku nggak khilaf."

Shakira mendelik tajam, menyambar bando cuci mukanya dan masuk ke kamar mandi dengan perasaan campur aduk. Ia menyadari satu hal: hidup dengan Zidan bukan hanya tentang menghadapi ketengilannya, tapi juga tentang belajar menghadapi sisinya yang sangat manja—sisi yang entah sejak kapan, mulai terasa tidak terlalu buruk untuk ia hadapi setiap malam.

Begitu Shakira keluar dari kamar mandi, ia melihat Zidan sudah berbaring rapi di sisi kasurnya, menatap guling pembatas di tengah mereka dengan wajah melas.

"Beneran harus ada guling ini ya, Ra?"

"Beneran. Satu inci lewat, kamu tidur di teras bareng kucing," ancam Shakira sambil naik ke ranjang dan menarik selimut.

Zidan tertawa pelan, memejamkan matanya dengan senyum yang masih tersisa. "Iya deh, Bos Besar. Selamat tidur, Shakira."

"Tidur, Zidan," sahut Shakira pendek, meski dalam hati ia diam-diam ikut tersenyum di balik kegelapan kamar.

1
apiii
novel yg selalu bikin senyum" sendiri🤭
Nurminah
jarang2 makan favorit di novel pempek Palembang kapal selam pulok asli ini bibik ni wong palembang
tinggal daerah mano nyo Thor
di palembang jugo soalnyo
Nurminah: si ajudan kan sdh baca
total 8 replies
apiii
suka bngt sama dua bucin mas karat ini❤️
Rita Rita
bener bener si mas suami kejar setoran 🤭🤣🤣🤣
apiii
eps yg bikin senyum" sendiri 🤭
Rita Rita
apakah mas karatan dan istri sedang bikin adonan debay 🤔🤭🤣
apiii
aduh mas karatan🤣
Rita Rita
semangat boss,,, terus dapet asupan wkwkwk 🤭🤣🤣
apiii
wkwkwk
apiii
wah bisa bisa besok pagi di bengkel gimna ya
Rita Rita
akhirnya si mas karatan go' unboxing kalo go public udah 🤭🤣 asyik, guling udah kadaluarsa,,,
apiii
Lucu bngt pasangan baut karatan ini wkwk btw bisa kali thor triple up🤭
Nadhira Ramadhani: menyala otakku nanti kalo triple haha
total 1 replies
Rita Rita
si mas suami udah ada visual nya,, kasih visual kuntilanak cantik dong Thor,,,
Nadhira Ramadhani: ada saran?
total 1 replies
apiii
kiw kiww ada yg mulai bucin nih🤣
Rita Rita
cieee yg mau kencan 🤭🤣🤣 mas karatan dengan mbak Kunti cantik,, semoga lancar ya,,
apiii
doain ya aku lolos bab 1 bimbingan skripsi
Rita Rita
sangat contrast pasutri muda dengan panggilan sayang,,, mas karatan dan kuntilanak cantik 🤭🤣😍
Nadhira Ramadhani: POV: genz kalo nikah kak🤣
total 1 replies
apiii
semangat up nya thor aki tunggu tiap hari thor semangattt❤️
apiii
lucu bangt pasangan ini asli❤️
Rita Rita
sabar si mas suami jadi membawa bahagia,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!