NovelToon NovelToon
Rekah Rasa Di Ambang Senja

Rekah Rasa Di Ambang Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:134.5k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Berulang kali patah hati oleh pemuda yang sama, membuat Lova berusaha melepas mimpinya menjadi kekasih Afnan, dan pasrah menerima perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya.

Namun siapa sangka, nyatanya lelaki pilihan mama dan papa adalah Afif sang guru mengaji yang juga putra dari teman papa. Bukan karena jarak usia mereka yang terpaut cukup jauh, namun sosok Afif yang terkenal anti perempuan apalagi jika perempuan itu termasuk ke dalam golongan manusia minus akhlak dan ilmu agama sepertinya yang membuat Lova berpikir lebih baik ia diciptakan menjadi sebuah debu saja.

***

Disaat ia sudah bisa menerima semua yang terjadi, justru sosok pemuda impiannya itu hadir kembali di kehidupan Lova.

Akankah Afnan mampu menggoyahkan hati Lova, bagaimana pula Afif membimbing Lova demi membawa bahtera rumah tangga keduanya hingga mampu menepi di jannahnya Allah?

~~~
"Kenapa mesti surat Ar-Rahman dan surat An-Nisa yang jadi mahar?"

"Terus kamu maunya apa? Yassin? Al Jinn?"
.
.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Pacar halal

Dan Lova, sejak tadi kurang begitu fokus memperhatikan miss Eli, yang ia lakukan adalah senyam senyum sendiri. Hanya obrolan singkat dan ringan dengan Afif, tapi bisa membekas dan memberikan kesan yang----Lova kembali melipat bibirnya kencang-kencang. Hufffttt apa itu? Cicak lagi bersorak kah? Bilang cieeeee! Atau lampu itu, kenapa mendadak bentuknya jadi love?

Apa yang ditatapnya, tidak sesuai dengan apa yang ada di otaknya. Rumus phytagoras saja mendadak berubah jadi rumus keharmonisan rumah tangga di kepalanya sekarang, gila! Ini gila! Lova sampai menepuk-nepuk kepalanya sendiri yang menurutnya mulai tak waras.

Lova menggeleng mencoba mengenyahkan bayangan Afif, apakah ia sedang jatuh cinta untuk kedua kalinya, dan kali ini pada seseorang yang halal tentu saja.

/

Lova menutup buku dan merapikan alat tulisnya, "see you tomorrow class .."

"See you Miss..."

Ada 4 orang lainnya yang kini satu sesi bersama Lova. Dan ia begitu bersemangat untuk pulang. Sejak tadi pikirannya memang tidak disini namun bersama love, kupu-kupu dan wajah kalem itu.

Diliriknya ponsel dimana Afif belum memberikan pesan untuknya, mungkin masih di jalan.

"Va, duluan...dijemput atau ngojek?" Itu Safina, dengan mendorong kacamatanya berjalan cepat menyusul Lova, ia temannya dari sekolah lain.

"Eh, dijemput, Na."

"Oh oke, dahh!" ia melambaikan tangannya diantara dekapan buku.

"Dah!" Lova berjalan menyusuri lorong singkat dan berakhir di depan, ada udara dingin yang berhembus mulai dingin. Disaat keempat temannya sudah dijemput, Lova masih bertahan disana. Duduk diantara teras depan bangunan bimbel. Masih ada lalu lalang yang tak begitu ramai disana.

Ah iya, Lova mengambil kaca kecil dari tasnya sejenak. Tepatnya dati dalam tempat pensil dan melihat pantulan wajahnya dari sana, "berminyak banget mukaku."

Dan dari sana juga ia mengeluarkan oil control film menempelkannya di sekitaran hidung, kening dan dagu, T zone.

Saking fokusnya ia melihat tampilan wajah, ia tak menyadari ayunan langkah kaki seseorang telah menghampiri dan berdiri di depannya.

"Lama nunggu ya? Agak macet barusan, ada truk mogok."

Lova mendongak ke arahnya, menatap tampilan casual pria matang di depannya itu, tidak berpomade terkesan lebih santai dan----

"Mas." Lova bergegas merapikan kembali tempat pensil yang sudah mirip kantong Doraemon itu, membiarkan wajahnya masih ditempeli beberapa lembar kertas oil control, Afif terkekeh lucu, "itu.."

Lova menggeleng, "ngga apa-apa, ini oil control film mas. Muka aku berminyak banget." Keduanya berjalan ke arah mobil, "mas, apa kita baiknya pulang dulu ya?"

"Kenapa? Ada yang ketinggalan di rumah atau kamu ngerasa capek, sakit?" tanya Afif digelengi Lova, "mendadak minder, mas udah ganteng, aku..."

Afif berdecak, "kamu cantik."

Pfffttt! Lova ingin sekali meledakan tawanya melihat lelaki lempeng ini menggombal begitu, tak cocok!

Tapi apapun itu, ia kini sudah masuk ke dalam mobil.

"Jadi, mau kemana dulu? Ada rekomendasi pacaran ala anak muda yang kamu pengenin?" tanya Afif, masyaAllah sekali bukan kemeja kotak-kotak yang melapisi t shirt macam timses pasangan presiden, bukan pula kaos hitam yang bikin aura kelamnya mendominasi dunia, hanya kaos putih berlapis jaket, menggiring penglihatan menebak usia yang lebih muda dari usia sebenarnya.

Lova menggeleng, "coba aku pengen tau, gaya pacaran impian mas kaya apa? Biasanya kalo orang-orang dulu tuh romantisnya beda.."

*Orang dulu*...Afif mendengus sumbang.

"Emhhh," Afif mulai memutar stir, "no idea." Wajah Lova bersungut-sungut ketus bersiap mengomel, tapi kemudian----

"Ini ngga tau kamu suka apa engga. Tapi, menurut artikel say love with flower ...perempuan itu suka bunga, is that true?" Dari bangku belakang, lelaki matang ini mengambil sekuntum bunga mawar merah untuk Lova, dimana hati Lova sudah hampir meledak karena, argghhhhhh!

Wajahnya memerah hingga ke telinga, "makasih..."

Dan Afif masih tertawa karena oil control film di hidung dan kening Lova.

Lova sudah mangap-mangap gemas memalingkan wajahnya ke arah samping, hampir meledakan jeritannya. Kini ia percaya, setelah badai pasti ada pelangi. Mungkin jawaban Tuhan adalah---Afnan bukan hal terbaik yang Allah siapkan untuknya.

Hari ini, sosok datar, jutek, galak dan tak berhati itu justru menjelma menjadi malaikat cinta tak bersayap untuk Lova.

/

Lova menunjuk ke arah bioskop, dimana deretan film yang sedang tayang dan comming soon dipajang di dinding.

"Mas mau genre apa? Ada romantic comedy, ada horor uuuu....berani ngga?" tanya Lova, Afif melihat satu persatu, "ini tentang apa?" tunjuknya ke arah film bergenre komedi, "ini tuh kalo dari sinopsis yang kutau tentang berbagai karakter residivis di penjara gitu..."

Afif terlihat mengangguk khusyuk melihat cover film namun ikut melihat ke arah layar ponsel Lova yang memperlihatkan trailer film, tangannya terulur merangkum bahu Lova, "mau ini?"

"Boleh, horor nanti kamu yang takut." Cibirnya justru membuat Lova tak terima, "ih, siapa bilang?! Berani lah!"

"Tapi ini juga horor kan? Judulnya begitu..." tunjuk Afif di layar ponsel Lova lagi. Diantara keramaian keduanya memperpendek jarak dimana antrian kasir sudah maju.

Beberapa manusia disana ada yang cukup menyadari dengan kehadiran dan kejanggalan keduanya sepertinya. Dimana Lova dengan rok seragam abu dan sepatunya, juga tas yang sempat ia titipkan di loker security bioskop sementara Afif....tentu saja wajahnya yang meskipun terlihat awet muda tetap saja tak akan terlihat seperti anak SMA.

Dan tatapan yang terlalu meneliti itu cukup disadari Lova yang langsung melirik tangan Afif di bahunya, "mas."

"Hm."

Namun kemudian ia hanya tersenyum tak peduli dengan mata-mata julid nan menyebalkan itu, toh ...tak ada yang salah pada dirinya dan Afif, bahkan ketimbang dirinya dan Afif, pasangan muda-mudi disana yang seharusnya malu. Sebab mereka bukanlah pasangan halal tapi sudah berangkulan dan saling menggenggam tangan.

Lova menggidikan bahunya meminta Afif menurunkan tangan, tapi kemudian ia meraih menyelipkan jemarinya diantara jemari besar Afif dengan sengaja memamerkan kemesraannya.

*Nih, pacaran halal*!

"Film apa kak, mas?" tanya wanita di depan dengan cepolan tinggi setinggi rumah siput.

"Ghost in---- 2 tiket,"

/

Tautan tangan itu, tak pernah terlepas dan justru semakin mengerat ketika hawa dingin AC di dalam gedung teater penayangan menyergap.

Tentu saja, perbedaan yang kentara dapat Lova temukan antara dirinya dan Afif, lalu pasangan muda-mudi yang sudah duduk mengisi bangku-bangku hijau teater.

Ada yang saling menempelkan kening tanpa malu, ada pula yang sudah bergandengan tangan dan saling mengecup. Cukup dibuat gemas juga melihatnya tapi----terlihat melirik tangan yang masih bertaut dengan Afif.

Lagi-lagi, tangannya seolah sedang melambai dan berkata padanya, *halal kok halal, aman dimata Allah dan malaikat, Va....Pacarmu ini sedang menjauhkanmu dari jilatan api neraka*.

"Disana." Tunjuk Afif merujuk pada bangku mereka sementara tangan mereka yang bebas sudah menenteng makanan dan minuman ukuran besar.

"Mas--mas liat deh..." tunjuk Lova yang kini julid.

"Kenapa?"

"Idihhh, pengen rasanya aku pisahin...woyyy udah halal belum?!"

Afif mendengus, "berani?"

Lova mengangguk, "nantangin? Cuma buat apa? Yang ada nanti malah kita yang diusir....karena ujung-ujungnya pasti berantem."

Afif tertawa kecil, "sayang udah dibayar tiketnya kalo ngga jadi nonton."

.

.

.

1
Icka Soesan
cukup bikin geregetan
Siti
good the best lah pokoknya
Ney Maniez
enknya pacaran halal...
jgn bikin ambyaaarrrr teh sin
pas Afif tau tentang Afnan
Ney Maniez
alhamdulilah,, bersyukur ya Va
Ney Maniez
ihhh soo sweett 🥰🫰
Ney Maniez
nahh gituuu va,,CPT move-on karna ad yg halal...
jujur kpn va tentang Afnan ny
Ney Maniez
KLO tau BKN buat Afif gmn,nyesekkk GK sihhh
Va bukan dibuang ajj sih kertas ny
Trituwani
asikk bener kalian nonton,berasa abg lagi ya mas...tp ya tahan nafas jg klo depan belakang samping kiri kanan ad yg slonong boy gitu berasa milik berdua..... berasa pengen bilang "woee halalin dululah sebelum kecap kecup kemat kemut"jiwa meronta ya va pengen nyakar 😅
Trituwani
cupidnya baru dateng dikala kamu patah, diwaktu yg tepat bgt va
Trituwani
yahhh bunga biasa va...q kira bunga bank sekalian va 😂😂
Trituwani
cieeeeeeeeeeeeee q nganan va ihh 😄
Trituwani
lebih lebihh mantabsnya va... lebihh yahudh pula
Trituwani
jatuh cinta berjuta rasanya...
Rita
Va aduhhh bs dilepas dulu ngga kertas minyaknya pgn romantis buyar gr2 kertas nempel di mukamu😂
Rita
berasa jadul😂
Rita
😂😂😂😂😂😂😂i fell u Va
Rita
😍😍😍
Rita
terAfif Afif skrg🥰
Rita
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Rita
wehh😂😂😂😂sklian praktek
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!