"Aku jual diri demi 1 Miliar Emas, tapi aku TIDAK JUAL HARGADIRI!"
Lin Qingyan menerima pernikahan kontrak dengan pria lumpuh tak berdaya demi menyelamatkan keluarganya. Semua orang menertawakan dia, mengira dia akan hidup menderita selamanya.
Tapi siapa sangka? Di balik tubuh lemah itu tersembunyi sosok Raja Dunia yang paling ditakuti! Dan dia hanya tunduk pada satu wanita: Lin Qingyan!
Siapa berani meremehkan istri kontrak ini? Bersiaplah digilas habis! Karena aku bukan wanita biasa, aku adalah Ratu yang akan menguasai segalanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 Pamer Harta & Wibawa Ratu
Bab 4 Pamer Harta & Wibawa Ratu
Setelah sarapan selesai dan mengusir tamu menyebalkan, Lin Qingyan merasa suasana di dalam rumah agak pengap.
"Ayo jalan-jalan keluar," ajak Lin Qingyan sambil merapikan jaketnya. "Aku mau beli beberapa barang buat kamar, sekalian lihat kondisi lingkungan sekitar. Kamu kan jarang keluar juga kan? Ayo ikut, angin-angin biar cepat sembuh."
Ia mendorong kursi roda Gu Beichen dengan santai dan kuat. Wanita ini memang punya fisik yang tangguh, mendorong pria tinggi besar pun terlihat ringan saja.
Gu Beichen tidak menolak. Matanya berkilat senang. 'Akhirnya bisa jalan bareng istriku. Siapa berani lihat-lihat, aku habisi.'
Di Pusat Perbelanjaan Mewah
Mereka tiba di Mall Golden Plaza, tempat paling mahal dan eksklusif di kota itu.
Lin Qingyan mendorong kursi roda Gu Beichen yang ditutupi kain hitam elegan masuk ke dalam. Penampilan mereka sangat mencolok. Seorang wanita cantik berwajah dingin mendorong seorang pria misterius yang tampak sakit-sakitan tapi berpakaian bahan super mahal.
Banyak orang yang menoleh dan berbisik-bisik.
"Tapi tidak peduli omongan orang, Lin Qingyan berjalan tegap, dagu terangkat tinggi, seperti seorang Ratu yang sedang menginspeksi kerajaannya.
Mereka masuk ke sebuah butik perhiasan dan tas terkenal.
"Selamat datang, Nyonya..." Pelayan toko menyapa dengan ramah, tapi saat melihat mereka datang dengan orang sakit dan penampilannya sederhana (meski mahal), senyum pelayan itu sedikit memudar menjadi agak sinis.
"Ada yang bisa dibantu? Tas di sini harganya lumayan mahal lho Nyonya," ucap pelayan itu dengan nada meremehkan.
Lin Qingyan tidak peduli. Ia langsung menunjuk sebuah tas tangan berwarna hitam dengan desain simpel tapi mewah.
"Ambilkan yang itu. Dan juga kalung berlian yang ada di etalase kaca itu. Bungkus semuanya," perintah Lin Qingyan datar.
Pelayan itu terkejut. "Eh? Itu... itu harganya puluhan ribu emas lho Nyonya! Anda yakin sanggup bayar? Jangan sampai cuma pegang-pegang terus nggak jadi beli, kami repot."
Tiba-tiba, suara tawa terdengar dari belakang mereka.
"HAHAHAHA! Lihat itu! Bukankah itu Lin Qingyan? Si gadis miskin yang menikah dengan orang mati?"
Lin Qingyan menoleh perlahan. Di sana berdiri Zhao Lina, teman masa kecilnya yang paling suka membully dan iri padanya, bersama dengan beberapa wanita sosialita lainnya.
Zhao Lina mendekat dengan gaya angkuh, memamerkan tas baru di tangannya.
"Wah Qingyan, aku dengar kamu dapat mahar banyak ya? Tapi sayang uangnya habis buat ngobatin suami cacat itu kan? Kasihan sekali kamu. Mending jual aja suamimu, siapa tahu ada yang mau mau beli."
Wanita-wanita lain ikut tertawa. "Iya nih, tas yang kamu tunjuk itu cocok buat aku dong. Kamu kan nggak butuh tas bagus, yang penting bisa buat angkat obat suamimu kan?"
Mereka berniat mempermalukan Lin Qingyan di depan umum.
Balasan yang Mematikan
Lin Qingyan menatap mereka satu per satu dengan tatapan dingin membekukan.
Ia tersenyum miring. "Kalian sudah selesai bicara sampah?"
"Zhao Lina, dulu aku biarin kamu menang karena aku malas berurusan sama nyamuk. Tapi sekarang jangan salah sangka. Statusku sudah berubah."
Lin Qingyan mengambil tas yang dia mau, lalu mengambil kartu bank emas yang sangat mengkilap dari sakunya. Kartu itu adalah kartu yang diberikan keluarga Gu sebagai tanda akses tak terbatas.
Ia melemparkan kartu itu ke atas meja kasir dengan suara PLAK! yang keras.
"Kasir! Dengar baik-baik," ucap Lin Qingyan lantang.
"Semua tas, perhiasan, dan barang yang ada di toko ini yang warnanya hitam dan putih... AKU BELI SEMUA!"
BRUGGGG!!!
Seluruh toko hening!
"APA?! Belanja semua?!"
"Gila ya?! Itu nilainya ratusan juta emas!"
Zhao Lina dan teman-temannya mata melotot tak percaya. Mulut mereka menganga lebar.
Lin Qingyan menatap Zhao Lina dengan sinis. "Dengar ya Lina, uang itu buat aku cuma angka. Kalau aku mau, aku bisa beli toko ini cuma buat mainan kucingku. Tapi kamu? Kamu cuma bisa beli satu tas aja udah bangga setengah mati kayak dapat hadiah surga."
"Dan soal suamiku..." Lin Qingyan menepuk tangan Gu Beichen yang diam di kursi roda.
"Suamiku itu orangnya paling setia dan paling sayang sama aku. Walaupun dia sakit, dia rela keluarkan 1 MILIAR EMAS cuma buat lihat aku senyum. Kalau suamimu? Dia rela keluarin uang seribu perak pun kayaknya mikir berkali-kali kan?"
DAB!
Tusukan tepat di jantung!
Wajah Zhao Lina memerah padam karena malu dan marah! Kata-kata Lin Qingyan benar adanya! Suaminya memang pelit banget!
"K-Kau!! Berani sekali kau menghinaku!!" Zhao Lina emosi ingin menyerang.
"Tahan tangan Nyonya!" teriak Lin Qingyan.
Tiba-tiba...
"SIAPA YANG BERANI MENYENTUH ISTRIKU?"
Suara itu bukan keluar dari mulut Lin Qingyan.
Tapi keluar dari mulut Gu Beichen!
Suaranya tidak lemah, tidak serak sakit! Suaranya berat, dalam, dingin, dan penuh wibawa yang menekan! Seperti guntur yang menggelegar di dalam ruangan tertutup!
Semua orang langsung terdiam dan gemetar! Bahkan lantai toko seolah bergetar!
Gu Beichen yang tadinya menunduk perlahan mengangkat wajahnya. Topengnya sedikit terbuka, memperlihatkan rahang tegas dan sepasang mata merah menyala yang sangat menakutkan!
Ia menatap lurus ke arah Zhao Lina. Tatapan itu bukan tatapan manusia, tapi tatapan iblis!
"Mundur. Atau aku pastikan tanganmu tidak akan bisa bergerak selamanya," ucap Gu Beichen pelan tapi sangat mengancam nyawa.
Zhao Lina dan rombongannya langsung ketakutan setengah mati! Kaki mereka lemas dan langsung jatuh terduduk!
"K-Kami minta maaf!! Kami tidak tahu!!" mereka berteriak panik lalu lari kabur keluar dari toko secepat kilat! Mereka tidak berani menengok ke belakang lagi!
Kembali Santai
Begitu musuh pergi, aura menakutkan itu hilang seketika. Gu Beichen kembali menunduk, napasnya kembali terdengar lemah, seolah-olah tadi yang bicara keras itu bukan dia.
Lin Qingyan di sebelahnya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
'Aneh... tadi suaranya kok keras dan ganteng banget ya? Apa perasaanku saja?'
Tapi ia tidak ambil pusing. Ia melihat kasir yang masih gemetar.
"Sudah jangan kaget, cepat bungkus barangnya dan kirim ke alamat Kediaman Gu," perintah Lin Qingyan santai.
"Si-Siap Nyonya! Terima kasih sudah berbelanja!" Kasir dan pelayan sekarang melayani dengan sangat takut dan hormat.
Lin Qingyan kembali mendorong kursi roda suaminya.
"Baguslah Beichen, ternyata kalau kamu marah suaramu bisa bikin orang kencing di celana. Lumayan bisa jadi bodyguard berjalan," goda Lin Qingyan.
Gu Beichen hanya tersenyum tipis di balik topengnya.
'Tentu saja Nyonya. Apa saja demi kamu. Mulai sekarang, siapa yang menyakiti hatimu, akan kubuat menyesal lahir ke dunia.'
SELESAI BAB 4 ✅💰💎