NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Mantan Kekasih

Dijodohkan Dengan Mantan Kekasih

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Tamat
Popularitas:103.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Setelah diputuskan tiga tahun yang lalu oleh mantan kekasihnya dan menutup diri dari pria manapun, Anata Yulia gadis 24 tahun itu, tiba-tiba saja dijodohkan dengan seorang pria yang tidak dikenal oleh kedua orang tuanya.

"Kamu harus mau Nat, sebentar lagi kamu 25 tahun, usia yang rawan dan sudah pantas untuk menikah. Maka, kamu harus mau, ya, kami jodohkan dengan pria tampan dan mapan." Sang Ibu membujuk dengan memohon.

Namun, siapa sangka pria yang akan dijodohkan dengannya ternyata adalah....

"Nata nggak mau, Bu?"
"Kenapa?"
"Karena...."

Yuk, pengen tahu kelanjutan kisahnya? Tentu bakal bikin penasaran. Ikuti kisahnya di "Dijodohkan Dengan Mantan Kekasih"

Ikuti Auhto di

FB " Tupar Nasir
WA 089520229628

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Nostalgia

     Sore itu, Anata dikejutkan oleh sebuah mobil berwarna ungu tua, menghadang langkahnya menuju parkiran PT. Lokomoro.

     Mata Anata tajam melihat ke arah si pengemudi. Untuk beberapa saat Anata terpaku, seketika amarahnya tiba-tiba tersulut, karena merasa perjalanan pulangnya sudah terhambat.

     Pemilik mobil ungu tua itu adalah Kafeela. Seorang aparat berbaju loreng TNI-AD dengan pangkat letnan satu di pundak. Dia menuruni mobil perlahan, lalu menghampiri Anata yang masih berdiri terpaku dengan wajah yang kesal.

     "Adik, mau pulang, kan? Kakak yang antar," seru pria tampan itu dengan senyum manis di wajahnya.

     Anata tidak menggubris, ia melengos dan menghindari Kafeela yang sudah percaya diri dengan sambutannya.

     Tangan Kafeela yang tadi terayun menyambut Anata, perlahan turun dan kembali ke posisi semula. Tapi, Kafeela tidak menyerah. Ia segera bergegas menyusul Anata dan mensejajari langkah gadis yang semakin cantik dan menarik itu.

     Sambil melangkah, Kafeela menatap punggung Anata Tubuhnya semampai dan berisi, membuat jantungnya bergoyang tidak karuan. Lalu rambutnya yang bervolume dan sedikit gelombang, berayun seolah memanggilnya untuk segera naik pelaminan.

     Naik pelaminan memang satu hal yang didambanya sejak dua tahun lalu setelah masa ia selesai sekolah Secapa. Terlebih saat itu, diantara teman-temannya satu leting, Kafeela merupakan perwira yang masih single.

     Bahkan tidak jarang teman satu leting mengejeknya dengan panggilan jomblo akut.

    "Adik, sebaiknya kamu ikut Kakak. Kakak sengaja kesini untuk menjemput kamu. Ayo, kita menuju mobil." Kafeela sudah menjulurkan tangannya untuk menuntun tangan Anata, namun Anata segera menjauh.

     "Adik, adik, memangnya aku adikmu, hah? Dan ingat ya, jangan sebut diri kamu sendiri ketiks ngomong sama aku dengan sebutan Kakak, sebab terdengarnya di telinga aku janggal dan sangat tidak enak. Dan yang jelas, kamu itu bukan kakak aku. Jadi, stop menyebut diri kamu Kakak," protesnya keras.

     Kafeela tidak tersinggung atau marah, ia justru tersenyum dan meminta maaf. "Ok, Sayang, Abang minta maaf, ya."

     Anata mendilak tajam ketika Kafeela memanggilnya Sayang dengan rasa percaya diri. Ia tidak suka dengan apa-apa yang Kafeela lakukan saat ini, sebagai usaha mencari perhatian terhadapnya.

     "Jangan ikuti aku, aku mau pulang dengan motorku," usir Anata, ia tidak suka diikuti.

     "Abang tidak mengikuti kamu dengan tanpa tujuan, kamu justru harus ikut Abang pulang. Abang akan antar," keukeuhnya lagi tanpa bisa dicegah.

     "Lho, motorku mana?" herannya, seraya mencari kuda besi yang selalu mengantarnya kemana saja.

    "Untuk itu, kenapa kamu harus ikut Abang." Wajah Kafeela berseri penuh kemenangan. Dengan caranya, Kafeela berhasil mengamankan motor Anata ke tempat yang aman.

     Terpaksa Anata ikut Kafeela. Dan kini, ia sudah duduk di samping pria yang semakin tampan, gagah, harum dan penuh kharisma. Pesonanya seakan bertambah dua kali lipat, sampai pertahanan Anata hampir saja runtuh.

     "Kita mau ke mana? Ini...ini ke kafe itu, kan....?" Pertanyaan menggantung penuh rasa heran itu terlontar setelan mobil Kafeela memasuki sebuah kafe yang dulu sering mereka sambangi.

    "Tentu saja. Abang ingin nostalgia." Kafeela menjawab dengan santai.

     Anata tidak berkutik, ia terpaksa mengikuti apa yang diucapkan Kafeela.

     "Menu makan sore kita sudah tersaji, kamu masih ingat, kan Sayang, menu favorit kita?"

     Tidak perlu menunggu jawaban, Kafeela sigap menuangkan makanan itu ke dalam piring Anata.

     Tidak ada percakapan dalam makan sore itu. Yang ada, Kafeela saat ini sedang melakukan perannya, menjadi calon suami yang baik untuk Anata.

Pendek dulu ya biar kalian tidak bosan.

1
@Al**
/Good/
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪
Nick_Hen
keren 👍...trrimakasih tor
Arin
/Heart/
Nasir: Makasih Kak.... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Nick_Hen
lanjut
Nasir: Mksh Kak..
total 1 replies
nis_ma
semangat thorr 🔥💪
HaRas_DeHas: Mampir juga Kak ke karya saya "Sang Perwira Yang Terkhianati". 🙏🙏
total 2 replies
Nasir
Hai pembaca, ini dua bab terakhir lho. Kasih saran dong untuk nanti ke depannya buat saya, bikin karya yg kayak mana? Prianya dingin, tegas jutek tapi diam-diam perhatian? Atau wanita kuat, atau apa? Coba tulis sarannya ya.
Arin
Si debay sudah terlanjur ada di perut Anata. Coba pelan-pelan terima.... Jangan egois karena belum mau dan belum siap. Masa mau dipending dulu..... apalagi di gugurkan. Ck...
Nasir: Merasa belum siap, seperti disambar petir.
total 1 replies
Arin
Keputusan bagus Komandan. Semoga keputusan sudah tepat..... Tapi jangan sampai biarpun sudah di ganti dengan ajudan lain buat jadi pengawal Jeny, tapi masih gatel berusaha buat tetap mendekati suami orang.
sunaryati jarum
Semoga segera tumbuh hasil cocok tanam kalian
Nasir: Hehehe.... ditungguin...
total 1 replies
sunaryati jarum
Kamu mundur jadi ajudan saja Kafeela,masa tugasnya antar jemput putri Jendral,itu di luar dinas
Arin
Bagaimana tuh kelanjutan si Jin penyebar fitnah??? Tindakan apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya???
Arin: Ditunggu Thor.... gak sabar
total 2 replies
Arin
Begitu tuh anak melakukan kesalahan..... katanya sudah kuliah, mahasiswa...... berartikan anak pintar😁Tapi untuk mengakui kesalahan malah lari......
Ibu..... anaknya nanti tolong di kasih tau ya... Feeling ibu tepat banget, kalau Si Jin itu suka sama Kafee. Jadi nasehati Bu jangan jadi pelakor ya anaknya.... Jangan bikin malu. Ini udah bikin kasus kayak gini. Padahal itu video bapaknya sendiri lo.... diedit lagi pelukan sama istri anak buahnya ckckck....
Arin: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
Arin
Memang kurang ajar banget tuh si anak komandan. Halo.... bapak dan ibu komandan terhormat.... anakmu perlu dibimbing dan diarahkan ke hal yang lebih baik. Jangan sampai dengan kejadian video editan AI masih tidak sadar juga dan semakin menjadi.... Mau banget ya anaknya jadi pelakor
Nittha Nethol
lam upnya
Nasir: Iya Kak maaf, kemarin ada gangguan dr sistem NT. Sehingga yg up kemarin justru di up hari ini sama NT.
total 1 replies
Ai Oncom
the best Anata..
Nasir: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
wih keren nih Anata...
Nasir: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Taro
semangat terus thor💪
Arin
Pasti bilang ke Kafee kalau istrinya punya kedekatan dengan bapaknya si Jin ini......Bapak Komandan helow..... itu anaknya perlu di perbaiki ahklak nya ya....mau jadi pelakor anak buahmu.... gak malu punya bapak terpandang dijajarannya tapi tingkah anaknya minus... gak banget
Arin
Murahan banget anak dari komandan. Biasanya anak dari seorang militer dididik disiplin. Bukan kayak gini, yang sudah tau ajudan Papanya sudah menikah. Tapi dengan suka rela dia buka paha, gak ada malu-malunya sama sekali ckckck.
Memang harus tegas Kafee. Kasih tau papa si jin Jeny. Biar di ganti aja. Jangan karena masalah kayak gini malah menghancurkan rumah tangga mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!