NovelToon NovelToon
Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Radia Adawiyah

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi adalah kisah Alya, seorang gadis yang lembut dan taat, yang harus menerima takdir dijodohkan dengan Zidan (seorang pemuda yang dikenal bebas dan jauh dari nilai-nilai agama). Tapi di tengah perbedaan itu, Alya berusaha menjalani semuanya dengan sabar dan tetap berpegang pada prinsipnya. Sementara itu, tanpa disadari, kehadiran Alya perlahan mengubah Zidan menjadi dekat dengan Agama.

Novel ini mengisahkan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang perasaan, tetapi tentang proses saling memperbaiki, mendekat kepada Allah, dan menerima takdir dengan penuh keikhlasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radia Adawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Pertemuan Kedua yang Tak Direncanakan

Hari itu, Alya dan kedua sahabatnya berjalan menuju perpustakaan kampus seperti biasa. Suasana kampus cukup ramai, dipenuhi mahasiswa yang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.

Lalu salah satu temannya mulai berkata,

“ Akhir-akhir ini tugas makin numpuk ya, mana makin susah lagi " keluh Salma sambil menghela napas.

“ Iya… tetapi kita harus tetap menyelesaikannya. Insya Allah kalau kita nggak menunda nunda tugasnya, pasti tugasnya mudah untuk diselesaikan ” jawab Alya pelan sambil tersenyum kecil.

Hana mengangguk setuju.

“Kamu tuh ya, Alya… selalu bisa bikin kami tenang.”

Alya hanya tersenyum kecil tanpa banyak bicara.

Namun langkah mereka perlahan melambat ketika seseorang berjalan dari arah berlawanan.

Alya mengangkat pandangannya.

Dan di saat itu juga…

Matanya bertemu dengan Zidan. Dan sejenak, dunia terasa seperti berhenti. Alya terdiam. Begitu juga Zidan. Namun Zidan lebih dulu mengalihkan ekspresinya menjadi datar seperti biasa.

" Alya…” panggilnya Zidan singkat.

Alya hanya mengangguk pelan, tidak banyak berkata.

Suasana langsung terasa canggung.

Salma dan Hana saling berpandangan, merasa ada sesuatu yang tidak mereka mengerti.

Zidan berdiri beberapa langkah di depan Alya.

“ Lo lagi mau ke perpustakaan ya? ” tanyanya datar.

“ Iya…” jawab Alya pelan.

Hening lagi. Tidak ada senyum. Tidak ada percakapan lanjutan. Hanya jarak kecil… yang terasa jauh.

Zidan tampak ragu sejenak, lalu berkata,

“ Kalau lo nggak sibuk… nanti gue mau ngobrol sebentar, setelah lo pulang kuliah aja ”

Salma langsung menoleh ke Hana, bingung.

“ Lah… Cowok ini siapa sih tiba-tiba ngajak ngobrol Alya ?” bisiknya pelan.

Hana pun ikut bingung, tapi tidak berkata apa-apa.

Alya tetap tenang, lalu menatap Zidan dengan lembut.

“ Boleh aku tanya dulu? ” ucapnya pelan namun sopan.

Zidan mengernyit sedikit.

“ Tanya apa? ”

“ Apa yang ingin kamu bahas sama aku ? Apakah yang ingin bahas sama aku ini sangat penting ? apa itu menyangkut yang telah dibahas kemarin ? ,” jawabnya lembut, menjaga nada suaranya.

Zidan terdiam sejenak.

Ini pertama kalinya ada yang tidak langsung mengikuti permintaannya begitu saja.

Lalu Zidan menjawab pertanyaan Alya,

“ Ya, ini menyangkut pembahasan tersebut. Dan ini Penting.”

Alya kemudian mengangguk pelan.

" Baik… InsyaAllah Alya bisa. Tapi boleh di rumah saja, bersama orang tua Alya ? ”

Zidan menatapnya sedikit bingung.

“ Kenapa ? ”

Alya menjawab tenang,

“ Supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Apalagi kita bukan muhrim. Terus karena kita tidak pernah tahu pandangan orang. Lebih baik ada orang tua di rumah. ”

Zidan diam beberapa detik, lalu mengangguk kecil.

“ Yaudah.”

Setelah itu, ia pergi tanpa banyak kata, meninggalkan Alya dengan teman temannya.

Tak lama kemudian, Salma langsung menoleh ke Alya dan melontarkan pertanyaan kepada Alya,

“ Dia siapa sih, Alya ? Kok tiba-tiba banget ngobrol sama kamu ? Terus kami kok belum pernah lihat dia ya sebelumnya ? Karena kan kami selalu ada ketika Lo pergi kemana saja, bahkan untuk kerja kelompok yang ada laki lakinya ,kami selalu nemenin kamu ”

Alya menatap ke arah Zidan yang menjauh.

“Aku sebenarnya juga belum terlalu mengenalnya, karena kami baru kenal juga ” jawabnya pelan.

Namun entah kenapa…

pertemuan singkat itu meninggalkan sesuatu yang sulit dijelaskan di hatinya.

Alya berdiri diam beberapa saat. Dadanya terasa sedikit berat, meski ia sendiri tidak tahu alasannya.

Salma menyenggol pelan lengannya.

“ Alya… kamu yakin mau ketemu dia di rumah ? ”

Alya mengangguk pelan.

“ InsyaAllah… Aku yakin , dan lebih aman seperti kalau dirumah bukan ! ”

Hana menatapnya khawatir.

“ Iya sih, tapi kamu hati-hati ya… Kelihatannya dia buka cowok baik baik ”

Alya tersenyum kecil.

“ Iya… Teman temanku ”

Mereka pun melanjutkan langkah menuju perpustakaan, namun pikiran Alya tidak benar-benar bersama kedua sahabatnya itu.

Di benaknya, masih ada satu sosok yang tertinggal di lorong kampus tadi.

Zidan.

Dan untuk pertama kalinya…

Alya mulai bertanya dalam hati, bukan tentang keputusan, tapi tentang perasaan yang mulai sedikit terusik.

1
Ate Ida Rustono
aalur ceritanya bagus
Radiatul Adawiyah: Terimakasih banyak atas komentar baiknya🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!