NovelToon NovelToon
Kutukan Santau

Kutukan Santau

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Iblis
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

kisah ini menceritakan seseorang yang menggunakan santet untuk guna-guna orang lain dengan menggunakan santau.
Siap. Ini narasi yang bisa kamu pake buat sinopsis/blurb Noveltoon _Kutukan Santau_:

---

*NARASI*
Santau. Racun yang dikirim lewat angin, menumpang di makanan, menyelip di tatapan mata.
Katanya tak berbekas, tapi membusukkan tubuh dari dalam dan pada akhirnya orang tu lah yang akan tersakiti

pesan:
*"Santau itu perjanjian. Sekali kau lepas, dia akan pulang menagih nyawa. Kalau bukan nyawa musuhmu... ya nyawamu sendiri."*

_Siapa yang menggunakan santau, pada akhirnya dia yang akan mendapatkan balasannya._

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 15

Malam tahlilan pertama di rumah Midah terasa lebih berat dari biasanya.

Rumah panggung kayu itu terang oleh lampu dan lampu petromak dan di ruang tamu, tikar menghampar panjang. Lelaki duduk di depan, perempuan di belakang dan Suara tahlil mengalun pelan, dicampur isak tangis anak bungsu Aminah yang bernama siska yang tidak bisa ditahan-tahan lagi.

Kadir duduk paling depan, kaku dan tangannya memegang tasbih, tapi matanya tidak sekali pun merem. Dari tadi dia ngawasin pintu dan orang-orang yang duduk sana.

Duduk di baris ketiga, pakai sarung hitam, mukanya pura-pura khusyuk. Tapi, setiap kali nama “Midah” disebut, bibirnya ikut komat-kamit, tapi matanya melirik ke arah Kadir.

Pak samsul tidak datang dan Katanya sakit perut. Orang kampung cuma manggut, tapi semua tahu itu alasan.

Di dapur, Ayu duduk memeluk lutut. Sejak siang dia demam lagi. Bibirnya pucat, dan di lehernya muncul garis biru halus yang makin panjang. wati yang melihat langsung menutup mulutnya biar tidak teriak.

“Jangan bilang siapa-siapa dulu,” bisiknya. “Nanti Fitnah makin besar.”

Ayu cuma mengangguk pelan. Badannya gemetar bukan karena dingin, tapi karena ada rasa dingin yang merayap dari dalam tulang. Setiap kali dia pejamkan mata, yang muncul wajah ibunya. Tapi wajah itu biru, mulutnya menganga, dan dari hidungnya keluar asap hitam.

“kakak… aku tidak kuat,” suara Ayu pecah, serak. Wati buru-buru duduk di sampingnya, menggenggam tangannya yang dingin. “Bertahan ya,,,tu! Jangan tidur dulu. Kalau kamu tidur, susah banguninnya.”

Dari ruang tamu suara tahlilan masih terdengar. Tapi makin lama makin pelan, seperti ditelan angin dan tiba-tiba, lampu di dapur berkedip tiga kali...."Padam".

Hanya sisa bara di tungku yang jadi satu-satunya cahaya.

Wati merinding. “Ayu… kamu cium...tidak? Bau tanah basah lagi.” Ayu tidak menjawab dan Matanya melotot ke arah pintu dapur.

Di sana, bayangan tinggi besar dan mata merah berdiri diam dan Cuma ada dua titik merah di tempat mata seharusnya ada.

Garis biru di leher Ayu bergerak, lalu Merayap naik pelan-pelan seperti cacing di bawah kulit. Ayu memegangi lehernya dan napasnya tersengal."kakak… tolong… panas…”Wati panik.

Garis biru di leher Ayu bergerak, lalu merayap naik pelan-pelan seperti cacing di bawah kulit. Ayu memegangi lehernya dan napasnya tersengal. "Kak…! tolong… panas…”Wati panik. Dia mau teriak untuk memanggil ayahnya kadir, tapi mulutnya seakan terkunci.

Bayangan di pintu tidak bergerak. Dua titik merah itu menatap tajam ke arah Ayu, lalu mendesis pelan.“Dia milikku.” Piring di atas meja tiba-tiba bergetar sendiri. Satu per satu jatuh ke lantai dan pecah. Suaranya nyaring menenggelamkan suara tahlil dari ruang tamu.

“AYAHHH,,,,! TOLONGGGG!” Wati akhirnya berteriak setelah usahanya membaca doa, suaranya pecah. Tiba-tiba Pintu dapur dibanting terbuka dari luar.

Kadir berdiri di sana dan disusul para tetangga yang ketakutan setelah melihat mahkluk yang menyeramkan, nafasnya kadir masih terengah-engah dan matanya langsung melotot melihat garis biru yang hampir sampai ke dagu Ayu dan juga melihat mahkluk hitam besar di dekat dapur dan ke 5 anak Pak kadir yang melihat adik dan kakaknya dalam bahaya mereka mencoba mendekat untuk menolong. Tapi sebelum mereka melangkah lebih jauh."stoppppp".desis Pak kadir, jangn mendekati mereka, karena itu mahkluk berbahaya. Anak-anak Pak kadir hanya berdiri kaku dan menangis meratapi keluarga mereka yang sering ditimpa musibah, mereka sudah kehilangan ibu dan sekarang kakak dan adik mereka dalam bahaya ditangan mahkluk tersebut.

“Jangan sentuh anakku ,,, mahkluk terkutuk!” teriaknya. mahkluk besar dan mata merah itu menatap tajam ke arah Ayu, lalu mendesis pelan sambil menatap Kadir.

“Dia milikku.” Bayangan tinggi di pintu itu tidak mundur. Dua titik merahnya menyipit, lalu menatap Kadir dari atas ke bawah Suara dari mulutnya seperti bergema.“Kau telat,,,,Kadir? Darahnya sudah separuh jadi milikku.”

Dengan amarah dan dendam."Jangan bermimpi untuk mengambil nyawa anakku, kau hanya mahkluk hina dan rendah yang harus dimusnahkan".ucap kadir

Karena melihat makhluk yang menyeramkan, para warga pada bubar karena ketakutan. tinggallah Pak Rt yang masih disana untuk menolong Pak kadir dengan membaca doa. Pada saat itu sitoh tidak ikut menyusul ke dapur, tapi dia Langsung pulang menuju rumahnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!