NovelToon NovelToon
The Happy A Villain

The Happy A Villain

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / TimeTravel / Chicklit / Tamat
Popularitas:350.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sisi Miring Petagon

Halo semuanya...
Ini karya novel pertamaku.

Isekai biasanya tertabrak mobil atau truk sedangkan aku cuma ketiduran. Aku Lisa Aspasa harus mengalami isekai. Aku terbangun dalam sebuah novel dimana tubuh inilah tokoh villiannya. Seorang villian dipastikan akan berakhir kematian. Kematian yang mengerikan bagi siapapun yang melihatnya.
Akankah aku bisa menghindari takdir kematian?
Akankah aku mendapatkan kebahagiaan?

Pada pertengahan perjalan jiwa pemilik asli tubuh ini datang.. apa yang ia inginkan? akankah dia mau membantuku atau sebaliknya?

Berlahan tapi pasti sesuatu yang tidak terungkap dalam novel mulai muncul kepermukaan...
Apakah itu?
Penasaran... langsung baca saja

27 Oktober 2020

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisi Miring Petagon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7

WARNING TYPO BERTEBARAN

***

Melisa POV

Sinar mentari menyisup diantara cela-cela pada tirai. Mengusik mimpi indah seorang gadis cantik bernama Melisa. Secara berlahan ia mengusap matanya “ Hoam” . Aku merengangkan badanku sebentar lalu beranjak dari tempat tidur. Berjalan berlahan dalam keadaan setengah sadar ke kamar mandi. Didalam kamar mandi, aku membasuh wajah dengan air mengalir. Tetes demi tetes air terjatuh dari wajahku ke bawah. Aku mengambil sikat gigi  mengoleskannya pasta gigi kemudian menyikat gigiku sampai mengeluarkan busa. Aku akhiri dengan berkumur menatap kecantikan seorang Melisa yang dipantulkan oleh cermin. Rasanya aneh setiap kali aku menatap cermin. Pantulan cermin tergambar orang lain bukan aku.

Aku membasuh muka sekali lagi. Menyakinkan diriku bahwa aku dan Melisa pasti bisa hidup bahagia suatu hari nanti. Dulu Melisa sendiri sekarang ada aku seperti yang terpantulan dalam cermin “Apapun yang terjadi kita lalui  bersama” satu tetes air mata keluar. Aku bisa merasakan apa yang Melisa rasakan. Begitu pula sebaliknya, tubuh Melisa akan melindungi perasaan hatiku sesungguhnya..

Aku keluar kamar mandi mengambil seragam. Kemudian masuk lagi untuk bersiap pergi ke sekolah. Aku siap bertempur dengan seragam yang melekat dibadan. Wajahku dipoles make up tipis untuk menampilkan wajah fresh. Mengisi amunisi bergizi seimbang dapat membantu otakku menjadi encer. Aku berangkat sekolah dengan penuh tekat dan ambisi.

Sekarang aku berada di depan gerbang sekolah berjalan memasukki sekolah dengan percaya diri. Sampai sosok  Elgartara menghalangi langkahku. Dia menatapku intens yang kubalas senyuman manisku. Aku memperhatikan penampilannya seperti biasa hanya saja ditambah aura dingin mengelilinginya. Mengubah musim gugur yang hangat menjadi musim dingin. Aku tidak menyukai hawa dingin yang menusuk sampai ke tulang.

Aku harus segera menghilangkan hawa dingin sebelum tubuhku membeku. “tunanganku, apa kau sedang menunggu kedatanganku?” kataku dengan malu-malu. Ia tampak tak suka “Kau selalu berbuat masalah” nadanya terdengar geram. Aku masih diam tak berniat menangapi. “Apa yang ada didalam otakmu?" kata Elgartara dengan nada dingin "hingga kau melakukan hal rendahan dengan menguci seseorang di gudang. Apa kesalahnya?” tanya dengan suara rendah.

Aku mulai bersuara dengan santai “ dia siapa mu? Kenapa kau mengkhawatirkannya?”. Raut wajahku berlahan menampilkan wajah tak suka. Benar- benar topeng serba guna.

Elgartara selangkah lebih dekat denganku " kau sudah berjanji "mata setajam elang siap merobek mangsanya.  Aku tidak berniat untuk berdebat dengannya apalagi menjelaskan sesuatu yang jelas-jelas tak akan mempercaiyai apa yang akan aku katakan jadi percuma saja 'berbicara pada orang yang tak mempercayaimu bagaikan berbicara pada patung'. Aku menatap Elgartara yang seolah-olah menantang perkataannya.

Elgartara yang sudah tak bisa menahan amarahnya “ Apa kau tak memiliki hati” auranya bertambah mencekam sampai-sampai aku sulit bernafas. Kalau di jalan ceritannya Melisa akan langsung ketakutan dan mengakui segala hal yang bahkan tidak ia lakukan.

Saatnya sang Villian beraksi “Ia mendapatkan perhatianmu, kekawatiranmu, sikap lembutmu. Sedangkan aku... TIDAK PERNAH SEDIKITPUN” . Kalimat yang keluar dengan penuh penghayataan dibumbui dengan dramatisasi akan membuat kesan amarah sekaligus putus asa. Aku menggabungkan realita dan emosional secara berlebihan dalam setiap penggucapan.

Elgartara diam “ itu karena kau selalu membuat masalah” ia berusaha mengelak melawan realita. Kau ingin menjatuhkan sosok Melisa mari kita wujudkan.

Sebenarnya seoarang Elgartara mengetahui tujuan Melisa dengan sangat jelas. Sayangnya ia tidak berniat menghentikannya maka akan kugunakan semagai senjata. “Aku melakukan itu karena aku mencintaimu. Aku melakukan apapun untukmu. Supaya kau hanya melihatku seperti aku hanya melihatmu. Bahkan aku  melakukan hal-hal yang aku benci. Lalu apa yang kudapat? Cacian, makian, bentakan darimu” luapan perasaan amarah yang terpendam dari diri Melisa yang tersampaikan dengan baik. “aku menerimanya semuanya, menutup telingku, mataku, dan menutup paksa luka di hati” kataku dengan memegang dadaku yang terlihat seperti menyimpan ribuan luka. Semuanya tersampaikan secara melankolis. Aku memandangnya menunggu respon padaku. Hening tak ada suara hinaan, cacian dan bisikan semua orang membisu. Aku menampilkan raut wajah sedih dan putus asa yang dalam hati aku tertawa, menyalakan petasan dan mengadakan pesta.

“dan kau mempercayainya” kalimat yang keluar dari mulutku dengan nada putus asa bersamaan turunnya satu tetes air mata supaya bertambah dramatis. Aku berjalan dengan cepat melewati Elgartara berlahan berubah lari yang sangat cepat. Mengghilangkan kesan anggun dan angkuh yang selama ini melekat pada diri Melisa. Membiarkan ratusan pasang mata untuk menyangsikan pertujukanku . Ada manfaatnya nonton drakor nonstop.

Aku menutup pintu kamar mandi. Berjalan menuju wastafel untuk membasuh wajahku. Aku menatap pantulanku di cermin. Tetesan air mata yang mengering berganti dengan senyum cerah “satu misi sukses”. Sekarang aku lega bisa melepaskan beban hati Melisa asli. Dengan langkah ringan aku keluar kamar mandi. Memasang wajah angkuh seperti biasa.

Sampai di depan kelas aku langsung masuk. Pasangan mata penghuni kelas menatap ke arahku. Aku duduk dibangkuku dalam diam seribu bahasa. kulirik Rini seperti tidak berniat untuk mengangguku. Tidak membutuhkan waktu yang lama pak guru sudah datang. Sekilas terlihat bangku Elgartara kosong. Rio tampak tidak ingin mengusikku.

Sampai bel pulang berbunyi aku tidak bertemu dengan Elgartara. Menurut alurnya Elgartara dan Olivia dalam proses membangun chemistry dengan bumbu jual mahal. Aku sedang tidak berminat naik panggung. Seorang villian juga perlu memperluas informasi termasuk mendengarkan informan. Sampai telingaku sakit mendengarkan ocehan Rini. Sangking banyaknya sampai yang nulis males ngetik. Walaupun begitu aku jadi tahu dalang dari penguncian Olivia.

Aku baru melangkahkan kakiku kedalam rumah. Aku disambut dengan  jadwal privat les yang tertata rapi di daftar. Hah...jadwalku padat ada  tiga les. Aku berdoa semoga otakku tidak konslet.

Aku bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa akhirnya selesai juga. Untuk merefresh otakku aku pergi ke perpustakaan mini. Aku mengambil beberapa buku dari rak. Merebahkan tubuhku di kasur mini. Menikmati cantinya pemandangan musim gugur dari balik jendela. Warna warni dedauan seperti dalam negeri dongeng. Seraya membaca buku, menulis dan meminum secangkir coklat panas.

Terdengar suara langkah kaki menaiki tangga. Suaranya berhenti tepat disampingku. Aku menoleh berlahan mengamati pemilik langkah kaki. Seseorang pria berumur yang tetap tampan dihiasi dengan senyum tipis

“Ayahhh...” . Aku memeluk ayah Melisa yang pulang dari traveling akhm...maksudku kerja dari luar negeri.

Ayah membalas pelukanku sesekali mengusap rambutku. “Ayah tinggal beberapa hari saja kau tambah cantik” puji ayah.

Aku pura-pura cemberut“ tentu saja setiap hari konsultasi”. Ayah tersenyum mengusap rambutku dan duduk di sampingku.

“ Pemandangan yang indah, bagaimana keadaan sekolahmu?” tanya ayah untuk memulai percakapan.

Aku mengangguk “ seperti biasanya, tidak ada hal yang menarik, Ayah”. Aku melirik ayah yang menikmati musim gugur “ ayah... aku jadi model pengganti di salah satu perusahaan iklan tempat kak Elisa berkerja ” aku mulai curhat. Ayah tampak senang saat aku mulai terbuka kehidupanku padanya. Ayah dan Melisa bagaikan air dan api. Mereka tidak pernah menyatu dalam hal apapun. Ayahnya selalu menuruti keinginan Melisa supaya ia bisa dekat dengan Melisa. Hah.. berakhir kematian anaknya sungguh menyedihkan ayah satu anak ini.

“ bagaimana putri ayah bisa jadi model?” pertanyaan ayah yang aku jawab panjang kali lebar kali tinggi sama dengan volume.

“Selain cantik anak ayah juga berbakat. Melisa memang hebat” puji ayah kepadaku. Aku malu-malu mengakuinya “ tentu saja ini berkat bibit gen unggul”.

“hahaha” tawa ayah Melisa pecah mendengar perkataanku. Mungkin ayah berfikir ada-ada saja putriku. Itu fakta, ayah Melisa tampan dan ibunya cantik jadi hasilnya pasti cantik kuadrat.

Drett Drett Drett bunyi ponsel ayah berbunyi menandakan ada telfon masuk. Ayah mengangkat telefon yang masuk sambil berjalan menjauhiku. Aku melanjutkan kegiatan yang tertunda sampai waktu makan malam. Aku berjalan turun ke bawah untuk makan bersama ayah. Biasanya aku makan ditemani bibi surti itu pun dengan bujuk rayuan.

Aku sampai di meja makan. Ayah sudah duduk di kursinya “ayah sudah menunggu lama?” sapaku sambil menarik kursi. Ayah tersenyum lembut “ belum putriku, mari makan”. Kami makan dengan hening tanpa satu suarapun. Fokus kepada makanan masing-masing. Ini merupakan kebiasaan keluarga ini bahkan saat aku makan bersama bibi Surti. Aku tidak berniat untuk mengubahnya toh ini kebiasaan yang baik. Makan sambil berbicara akan menyebabkan tersedak. Karena makanan bisa salah masuk jalur ke kerongkongan. Kerogkongan merupakan jalur sistem pernafasan.

“ Melisa maafkan ayah” kata Ayah mengakhiri acara makan “Malam ini ayah harus pergi ke luar negeri” lanjut ayah dengan nada menyesal. “ tidak apa-apa ayah” aku menyentuh tangan ayah yang sedikit kurus. Kami saling bertatapan ada sejuta kata yang tak mampu tersampaikan diselimuti ketakutan “ Ayah izinkan aku menemani ayah sampai ayah berangkat”.

“ tidak Melisa besok kamu sekolah” tolak ayah tegas.

“ ayah... Melisa masih rindu ayah” aku berdiri dari tempat duduk kemudian memeluk ayah dari belakang. Sepertinya ayahnya paham dengan watak putrinya “ kau persis seperti ayah” dengan senyuman.Akhirnya kami menghabiskan waktu bersama. Kami  saling bercanda gurau hingga waktu perpisaan tiba.

Seorang asisten laki-laki menghampiri ayah “ Pak  sudah waktunya berangkat” kata asisten itu dengan sopan. Aku menahan nafasku untuk beberapa saat untuk meneliti setiap inci penampilannya. Wajahnya terlihat tampan dengan kulit putih dengan bibir tipis, dia begitu cantik . Tinggi badan sekitar 174 cm untuk ukuran seorang laki-laki nampak mungil. Ahh rasanya aku gagal menjadi wanita.

“ Melisa ayah berangkat dulu, jaga dirimu dan kalau ada apa-apa hubungi ayah” pesan ayah padaku. “ ayah jaga diri ayah dan jangan lupa makan” pesanku pada ayah “ ayah harus pulang dengan selamat” lanjutku sambil memeluk ayah.  Ayah membalas pelukanku. Sampai dirasa sudah waktunya untuk saling melepaskan pelukan. Aku memberikan ucapan perpisahan singkat pada ayah.

Asisten ayah mendekatiku dengan sekali terikan. Aku berada dalam pelukannya. Tubuhku kaku aku tak percaya apakah ini mimpi aku dipeluk oleh cogans. Dia tersenyum lembut padaku“ Melisa maafkan paman jarang mengunjungimu” kata asisten ayah “ kau pasti kesepian?” lanjutnya dengan nada sedih. Jangan menampilkan wajah sedih aku tidak kuat melihat wajah cogans yang sedih. Aku membalas dengan senyuman “ paman bekkyunie kan sibuk”. Asisten ayah bernama Beni Bekkyunie. Dia merangkap sebagai asisten sekaligus teman masa kecil ibu Melisa, serta rahasia kecantikan Melisa.

Paman bekkyunie memelukku dengan erat “ kapan-kapan kita jalan bersama”. Sudah dipeluk diajak jalan sama cogans sungguh aku ingin pingsan " benarkah paman". jangan bilang PHP untungnya paman bekkyunie mengangguk. Aku tidak sabar menunggu hari itu tiba kencan dengan cogans.

Berlahan paman bekkyunie melepas pelukannya “ Melisa jangan lupa makan. Kulit itu butuh asupan nutrisi” sejujurnya aku masih ingin dipeluk lama tapi tidak baik bagi jantungku “ kau harus memakan makanan yang bergizi yang sudah paman memberikan pada bibi surti sudah masuk ke dalam daftar” pesannya. Sudah terjawab alasan Paman bekkyunie adalah rahasia kecantikan seorang Melisa. terbukti dengan adanya sederet daftar kegiatan mulai dari bangun pagi sampai tidur lagi. Begitu banyak treatment kecantikan yang dilakukan. Ditambah menu makanan yang diatur. Membuatku menyesal masuk ke tubuh Melisa. “ Paman Bekkyunie tenang saja” aku pasti akan melakukan sesual yang dijadwal dengan caraku sendiri dalam pelaksanaannya.

Ayah dan Paman Bekkyuni masuk ke dalam mobil. Mobil berwarna putih keluaran terbaru yang pastinya masuk ke dalam deretan mobil mewah. Aku melambaikan tanganku ke arah mobil ayah. Yang dibalas lambaian kecil dari ayah dan senyum manis dari paman Bekkyunie. Mobil ayah berjalan berlahan meninggalkan rumah.

“ sudah malam non mari masuk” kata bibi Surti. Aku mengangguk kamipun masuk ke dalam rumah. Aku bergegas pergi ke kamarku. Aku sudah tidak dapat menahan rasa kantuku. Aku membaringkan tubuhku di kasur. Aku melirik jam menunjukan pukul 01.57 malam sayup-sayup alam bawah sadar menguasaiku.

***

1
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Hikam Sairi
mampir
Sulati Cus
bagus walaupun ada typo tp ak suka, sukses buat othor
Inonk_ordinary
wooooowww syukaaaaaa
Arshyla_17
Seru bgt deh... Semoga Slalu semangt ya author😊
est
suka
est
😭 aku sedih thor melisa ma cogan yg baik aja jgn ma di gara2 apa kek
Silvya Devy
Karyamu luarbiasa Thor. 😘😘😘😘
Fikayra
Sumpah ceritanya suka bikin nyesek tp aku suka banget alurnya. . aku bacanya smpe maraton 2hr dari awal sampe selesai sumpah banjir air mata, melisa bener2 wanita tangguh bahkan dy bisa jungkir balikin kehidupan elgartara dari yg gk paham akan kisah hidup melisa smpe sebuah kebenaran membuat penyesalan dihidup elgartara. .perjuangan elgartara dan melisa bener2 nguras emosi dan banjir air mata. .👍🏻👍🏻👍🏻
Hasan
maaf thor bukannya sewaktu sebelum menempati tubuh melisa tuh jiwa lisa lg mengambil s2 ya jd kok setelah menempati tubuh melisa yg seharusnya msh sekolah pinternya jd berkurang jauh ya? 🤔🤔
Ida Blado
org sakit hati yg stres itulah reyhan,,,kasihan kmu
Ida Blado
q pikir bkl bisa nampar reyhan dgn fakta,,,, ternyata mlh nangis bombay,,cemen
Ida Blado
lalu apa gunanya vidio yg tersebar itu kalau gk bisa jdi bujti,,, di sini keprofesionalnya si penulis di pertanyakan
Ida Blado
sukurin loe El,,, bahagia gue loe sakit hati 😂
Ida Blado
di sini mulai aneh,bagaimana bisa org udah mati masih menempati tubuhnya.melisa oke krn dia transmigrasi,,, lah melisa yg asli kn udah mati,kok masih nempatin tubuhnya,,,konyol
Ida Blado
cerita ini sebenernya bagus andai alurnya ttp stabil,,,,namun di part2 berikutnya sgt di sayangkan,dimana melisa yg di fitnah dn gk bisa m^nunjukan bukti alias banyak drama.terlebih jdi buronan dn perusahaan bpk'a bermasalah,,, nah di situpah alurnya amburadul jauh dri ekspektasi.
Eka Maulidia
p
Sri Rahayu
seruuu.....
Yaya Cici
seneng nya
Siti Nurain
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!