NovelToon NovelToon
Mentari Untuk Langit

Mentari Untuk Langit

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:111.3k
Nilai: 5
Nama Author: shadirazahran23

Niat awal Langit ingin membalas dendam pada Mentari karena telah membuat kekasihnya meninggal.Namun siapa sangka ia malah terjebak perasannya sendiri.

Seperti apa perjalanan kisah cinta Mentari dan Langit? Baca sampai tuntas ya.Jangan lupa follow akun IG @author_receh serta akun tiktok @shadirazahran23 untuk update info novel lainnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Mentari terpaku melihat bagaimana Abi dan wanita itu berjalan bergandengan tangan. Mereka tampak begitu mesra, seolah tak peduli pada banyak pasang mata yang memperhatikan. Setiap senyum, setiap sentuhan, terasa seperti pukulan telak di dada Mentari.

Hingga akhirnya pasangan itu berhenti tepat di depan Minara.

Wanita itu berjongkok, menurunkan tubuhnya hingga sejajar dengan gadis kecil tersebut. Sementara itu, Mentari masih membeku di tempat, tatapannya tak lepas dari Abi,yang bahkan tak sadar bahwa ia tengah berdiri hanya beberapa langkah di depannya.

“Hai, Mina. Selamat ulang tahun, ya. Tante bawa kado untuk kamu,” ucap wanita itu lembut.

Terima kasih, Tante Anggun,” jawab Minara sopan.

“Selamat ulang tahun, ya, Mina.”

Kini giliran Abi yang mengucapkan selamat. Gadis kecil itu hanya mengangguk pelan.

“Oh ya, sayang… papa kamu mana?” tanya wanita yang ternyata bernama Anggun itu.

“Aku di sini. Kenapa terlambat, Nggun?”

Tiba-tiba Langit muncul mendekat, membuat semua mata otomatis menoleh.

Dan sekali lagi, Mentari hanya bisa menyaksikan seluruh adegan itu,kebetulan yang terasa seperti tamparan keras baginya.

“Kami habis dari rumah Abi dulu, Mas. Ibu Mas Abi ngotot mau ketemu calon mantunya,” ujar Anggun sambil tersenyum.

Abi yang merangkul pinggang wanita itu hanya terkekeh.

“Ya namanya juga calon mantu kesayangan, gitu deh. Maunya nempel terus,” sambung Abi dengan nada menggoda.

“Kalau sudah begini, cepat-cepat dihalalin deh. Sebelum ada hama yang nempel,” sahut Langit, entah bercanda atau menyindir.

“Sedang kami rencanakan, Mas. Doakan lancar, ya,” balas Abi, suaranya ringan, bangga, dan penuh kepastian.

Langit tersenyum. Entah tulus atau hanya topeng, hanya dia yang tahu.

Sementara itu Mentari…

Wanita itu benar-benar terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar. Dadanya bergemuruh, seakan ada sesuatu yang meremukkan jantungnya dari dalam. Selama ini, ia memang pernah berpikir bahwa Abi pantas mendapatkan wanita yang lebih baik darinya… yang nama baiknya tidak seburuk miliknya. Tapi ia tak pernah membayangkan semuanya akan terjadi secepat ini.

Bagaimanapun juga, ia belum siap.

Tanpa bisa dicegah, air mata menetes pelan di wajahnya.wajah yang masih mengenakan riasan badut tanpa ada seorang pun yang menyadarinya.

Kini Mentari berdiri di depan cermin toilet wanita. Ia sudah berganti memakai pakaian biasa, dan wajahnya telah dibersihkan dari riasan warna-warni yang tadi menutupi murungnya.

Tatapannya kosong.

Di balik cermin itu, ia melihat seorang perempuan yang tampak lelah, rapuh, dan dipenuhi kesedihan. Seakan seluruh nasib buruk di dunia selalu memilih singgah padanya terlebih dahulu.

Ia menghela napas panjang, mencoba menguatkan diri sebelum melangkah keluar.

Namun tiba-tiba...

Pintu toilet terbuka keras.

Seorang pria masuk begitu saja, membuat Mentari tersentak kaget.

Belum sempat ia bereaksi, pria itu sudah menghimpitnya ke dinding dingin. Sentuhan kasar itu membuat tubuhnya bergetar.

“Kau pikir kau bisa lolos hanya karena penampilan konyolmu tadi, hah?” desis pria itu, suaranya rendah namun penuh ancaman.

“Lepaskan aku… aku hanya sedang bekerja,” ucap Mentari terbata-bata. Matanya memerah, bukan hanya karena takut, tetapi juga terlalu terkejut dengan Langit yang ternyata menyadari kehadirannya.

“Aku tidak percaya orang sepertimu,” balasnya lagi, semakin menekan tubuh Mentari ke dinding. “Katakan. Apa yang kau lakukan di sini?”

Kali ini tangannya terangkat, mencengkeram leher Mentari. Nafasnya tercekat.

“Sungguh… aku hanya bekerja,” Mentari hampir terisak. “Aku tidak punya niat apa pun… tolong…”

“Kau pikir aku bodoh? Hah?” geram Langit, jemarinya masih mencengkeram leher Mentari dengan kasar.

Mentari hanya bisa pasrah. Putus asa telah menggerogoti seluruh nyalinya; jika nyawanya berakhir di tangan Langit saat ini pun, ia sudah tak peduli. Matanya memerah, bukan hanya karena perih, tapi karena cengkeraman Langit yang semakin menekan.

Lalu...

Suara langkah kaki terdengar mendekat.

Langit tersentak. Dengan cepat ia menyeret Mentari, nyaris menyeret paksa tubuh lemas itu ke dalam salah satu bilik toilet yang kosong. Dalam ruangan itu mereka saling berhimpitan, tubuh Mentari terjepit dinding sementara tangan Langit menutup rapat mulutnya agar ia tak mengeluarkan suara sekecil apa pun.

Di balik pintu, terdengar suara lembut seorang wanita.

“Bi… kamu nakal banget dan nggak sabaran,” bisik Anggun manja, napasnya terengah bersamaan dengan lirih helaan Abi yang mulai meraba tubuhnya.

"Habis kamu bikin nagih, sayang. Meskipun kamu sudah ngasih tadi… sekarang aku mau lagi. Please, kasih tubuh kamu. Aku menginginkannya, sayang,” bisik Abi dengan nada penuh hasrat. Bahkan tanpa menunggu jawaban dari Anggun, pria itu langsung menurunkan resleting gaun wanita itu dengan gerakan tergesa.

Di dalam bilik sempit, Langit dan Mentari hanya bisa mendengarkan desahan dua sejoli.Suara yang memecah kesunyian, membuat ketegangan di ruang kecil itu semakin tak tertahankan.

Langit mengerutkan dahinya ketika merasakan sesuatu yang hangat dan basah di telapak tangannya. Tangan yang sedari tadi menutup mulut Mentari itu kini basah oleh air mata. Ia tahu Mentari menangis sejak beberapa menit lalu… tapi kali ini, isakan itu terasa berbeda.

Entah kenapa, justru membuat hatinya tersentak.

Air mata Mentari mengalir tanpa henti, membasahi lengan jas Langit. Di tengah desahan Anggun dan Abi di balik pintu, tangisannya justru terdengar paling menyayat tak bersuara, tapi menghantam tepat di dada pria itu.

Niat awal Langit untuk kembali menyakiti Mentari, untuk mengejek dan merendahkannya seperti sebelumnya tiba-tiba memudar.

Tanpa sadar, kedua tangannya bergerak… bukan lagi untuk membungkam, melainkan menutup kedua telinga Mentari, seolah ingin melindunginya dari suara yang tak seharusnya ia dengar.

Gerakan itu membuat Mentari terkejut. Ia perlahan mendongak, menatap Langit dari jarak yang nyaris tak menyisakan udara di antara mereka. Jarak hanya satu sentimeter, napas keduanya saling bertabrakan.

Akhirnya…

Mata mereka bertemu.

Menyala, bergetar, penuh rasa yang belum sempat terdefinisikan.

Satu jam kemudian, pintu bilik toilet itu akhirnya terbuka. Langit dan Mentari keluar dalam diam. Lantai di sekitar mereka penuh tisu yang berserakan bekas dari dua manusia yang tak tahu malu.

Langit mendengus, menggeleng pelan.

“Dasar manusia nggak tahu malu. Apa mereka nggak punya modal buat sewa kamar?” umpatnya, kesal dan jijik sekaligus.

Mentari tak menanggapi.

Wanita itu hanya berdiri sejenak, sebelum melangkah pergi dari ruangan yang barusan menjadi saksi betapa mudahnya kepercayaannya dihancurkan. Setiap langkahnya terdengar ringan, tapi menyimpan luka yang berat seolah tiap tapak memecahkan serpihan hatinya sendiri.

Langit menatap punggung wanita itu. Punggung yang dulu selalu tegak, kini tampak semakin kecil… semakin rapuh… seolah hanya tinggal menunggu waktu untuk runtuh.

“Sial,” desisnya lirih, entah ditujukan pada situasinya… pada Mentari… atau pada dirinya sendiri yang tanpa sadar mulai peduli.

Bersambung...

1
Lilis Marganingrum
cocok ganteng banget😍😍
Acih Sukarsih
damar
shadirazahran23: Damar Wulan🤣
total 1 replies
Acih Sukarsih
menang byk si abi membobol gawang terus
shadirazahran23: yang paling banyak emang dia.Mentari,Arsila.Eva dan terakhir orang korea 🤣🤣🤣🤭
total 1 replies
Acih Sukarsih
ya ampun abi sdh berapa betina kau taklukan
Acih Sukarsih
sdh baca dan tamat
Acih Sukarsih
mario kw itu dokter
Acih Sukarsih
aku ga masak thoor ngebut bacanya
Acih Sukarsih
jgn sampe langit mati
Acih Sukarsih
abi operasi plastik🤣
Acih Sukarsih
jgn dulu metong enak banget penjahat kelamin
shadirazahran23: ngeri kali ya kak
total 1 replies
Acih Sukarsih
anak mentari dan abi, sungguh lucu abi sama sila hamil
Acih Sukarsih
kasihan mentari jadi kambig hitam
Ila Aisyah
ayo thorr,,, kasih cinta utk dokter rey, kasih gadis albino thor yg cantik,,,, 🤭
shadirazahran23: Siap.Dr.Rey udah di cicil bukunya. Nungguin pak Dosen tamat dulu ya.Baru meluncur
total 1 replies
Ila Aisyah
di kebiriii😛
shadirazahran23: serem amat kak 🤣
total 1 replies
Ila Aisyah
biar pinisirin kata othor,,, 🤭😛🤣
Kar Genjreng
yang belum di kasih jodoh itu dokter Ray kasian bingit mungkin akan ada lapaknya sendiri kah ahirnya TAMAT penderita nya sudah habis hingga tinggal kenangan manis 🙏👍🤩🤩
shadirazahran23: mau aku bikin baru disini. ide gak muncul kak karena semua udah pada happy. ya habis lebaran aku bikin cerita tentang dr. Rey ya. sekarang mampir dulu ke lapak terbaruku "obsesi rahasia pak Dosen"
total 1 replies
Cinta Rodriques
menurutku Eva yg salah,dr awal Abi udh jujur KLO dia bukan mario tp Abi,evax maksa Abi utk nikahin dia....
Kar Genjreng
datang lah mario Abi akan menjadi obat pelipur lara Abi jadi papa Lim akan punya cucu,,,
shadirazahran23: Asikkk
total 1 replies
Nancy Nurwezia
dokternya rey kayaknya🤭🤭
shadirazahran23: Kasihan dia ya, cintanya bertepuk sebelah tangan
total 1 replies
Nancy Nurwezia
mario junior mau datang kayaknya🤭🤭
shadirazahran23: KIra-kira wajahnya akan mirip Mario apa mirip Abi?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!