Trauma yang dialami oleh sang putri membuat seorang Natasya Belle memutuskan untuk meninggalkan suaminya dan memulai kehidupan baru..
Trauma yang hampir saja membuat putrinya mengalami gangguan mental,dan disaat anak dan istrinya pergi barulah penyesalan itu datang dan berulang kali Angga meminta maaf dan menyesali perbuatannya namun pintu maaf itu justru telah tertutup. Dan kini Natasya pun bahagia dengan laki laki yang tulus menyayanginya dan juga putrinya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 07
Reno hanya mengangguk sembari tersenyum terus dia menatap kearah Tasya yang berdiri disampingnya..
"Sebenarnya apa yang terjadi pada Nadira? Kenapa dia bisa seperti itu dan dimana suami kamu?maaf kalau pertanyaan aku terkesan agak pribadi."Reno pun tak bisa menahan rasa ingin tahunya,karna biar bagaimanapun juga Tasya adalah satu satunya wanita yang telah berhasil menempati hatinya...
"Kami sudah bercerai Mas.. Mas Angga berulang kali selingkuh dan dia juga yang telah menghancurkan mental Nadira. Untuk itu kami memutuskan untuk pindah dan sekarang kami menetap disini. Itupun dengan bantuan Pak Yoga, Kakeknya Nadira."Natasya pun menceritakan semuanya dan Reno sendiri sampai geleng gelang kepala dia tak pernah menyangka jika selama ini kehidupan Natasya tak pernah baik baik saja...
"Maafkan aku ya Tasya jika aku bertanya hal yang membuat kamu harus kembali mengingat semuanya. Dan aku pasti akan membantu kamu untuk mengobati Nadira.."ucapan Reno membuat Natasya terdiam sesaat.
"Emang Mas Reno Dokter?"pernyataan Natasya membuat Reno tersenyum...
Reno menatap kearah Tasya yang sedang tersenyum entah apa yang membuatnya terlihat begitu cantik dimatanya..
"Aku bukan Dokter. Dan aku juga gak tahu tentang ilmu medis tapi aku janji aku akan mencarikan psikolog yang paling bagus untuk membantu mengobati trauma Dira. Oh iya berikan nomer ponsel kamu nanti aku bisa menghubungimu jika ada kabar."ucapan lembut Reno berhasil membuat hati Natasya yang awalnya selalu dingin menjadi sedikit hangat...
"Om Reno,maukah Om menemaniku bermain?"ajak Nadira secara tiba tiba membuat Natasya terkejut.
Reno pun tersenyum dan kemudian mengganggukan kepalanya..
"Aku temani Dira main dulu kamu jangan kemana mana."ucap Reno sembari berlari menghampiri Nadira.
Natasya yang melihat itupun langsung menitikkan airmata,dia tak pernah menyangka jika orang yang dulu dia kenal bisa membuat putrinya seceria sekarang sedangkan Ayah kandungnya sendiri justru membuatnya trauma.
"Kamu harus selalu tersenyum seperti itu ya sayang. Mami sangat senang bisa melihat kamu tertawa."pekik Natasya dalam hati.
"Tasya kenapa kamu melamun. Apa yang sedang kamu pikirkan. Oh iya Nadira sejak kapan seperti itu?"tanya Reno tiba tiba membuat Tasya langsung menyapanya...
Tiba tiba saja Nadira mendekati Reno yang sedang berbincang dengan sang Bunda.
"Om baik ayo main lagi. Dira ingin naik perosotan tapi Dira takut."ucap gadis kecil itu dengan polosnya...
Reno pun menatap kearah Nadira dan kemudian menggendongnya sembari berkata..
"Kamu gak perlu takut ada Om yang akan bawa kamu terbang.."ucap Reno sembari membawa Nadira naik keatas perosotan dan memeluknya kemudian keduanya pun meluncur dengan bahagia.
"Om baik terima kasih ini kali pertama Nadira bermain dengan Om. Om,Dira sayang sama Om baik."Nadira pun tersenyum dengan sangat manis dan juga memeluk Reno dengan erat,Reno juga membalas pelukan Nadira dan keduanya terlihat seperti Ayah dan anak.
Semua mata memandang kearah Reno dan Nadira. Bahkan ada yang berkata bahwa mereka adalah keluarga yang sangat harmonis terlihat sakali kasih sayang keduanya..
"Lihat Ayah dan anak itu wah beruntung sekali ya gadis kecil itu memiliki Ayah yang begitu menyayanginya."ucap salah seorang pengunjung yang melihat kedekatan Nadira dan Reno.
Kebetulan itu terdengar ditelinga Natasya dan Natasya juga menatap keduanya,bahkan kini airmatanya jatuh tanpa diminta.
"Ya Allah Dira kamu terlihat begitu bahagia Nak. Andai saja Reno adalah Ayah kamu mungkin kamu tak akan pernah merasakan penderitaan itu."tanpa sadar Natasya berharap Reno bisa menjadi Ayah untuk Nadira..
Natasya merasa sangat malu sendiri ketika mengingat apa yang dia inginkan. dalam hatinya dia hanya ingin mendapatkan laki laki yang baik untuknya dan juga untuk Nadira.
"Mami,,kenapa Mami bengong?"tanya Nadira dengan polosnya..
Natasya terkejut melihat Nadira dan Reno yang sudah berada di sebelahnya.
"Mami.. Kenapa Mami bengong kok Mami melamun?"tanya Nadira yang tiba tiba berubah menjadi gadis kecil yang hangat dan pengertian.
"Tasya kamu kenapa?apa kamu gak enak badan?"tanya Reno cemas.
Natasya menggelengkan kepalanya dan tersenyum..
"Mami gak apa apa sayang. Mami seneng sekali hari ini karena bisa melihat Nadira tersenyum lagi,,tetap seperti ini ya sayang."ucap Natasya sembari memeluk Nadira dengan erat.
Reno merasa terharu melihat itu entah luka seperti apa yang telah dialami oleh Natasya seandainya saja dulu dia berani menyatakan perasaannya mungkin hidupnya tak akan menderita seperti saat ini.
"Kok malah jadi nangis.."ucapan Reno membuyarkan Natasya yang sedang berlarut dalam kesedihannya...
Natasya melepaskan pelukannya pada Nadira dan menatap kearah Reno.
"Reno makasih banyak ya karena hari ini kamu sudah membuat Nadira'ku begitu bahagia. Aku tak akan pernah melupakan kebaikanmu."ucap Natasya lirih.
Reno pun tersenyum kemudian menghapus airmata Natasya...
"Lupakan segala rasa sedihmu sudah waktunya kamu bahagia.. Bagaimana kalau kita makan siang terlebih dahulu aku sudah lapar. Nadira sayang juga lapar kan sama seperti Om?"tanya Reno pada Nadira yang hanya di jawab lewat sebuah anggukan..
Natasya pun ikut menganggukkan kapalnya dan mereka pun menghabiskan waktu bersama...