Dayuh sigadis Indigo atau supranatural, dia memiliki kelebihan itu semenjak umur batita, Yang diturunkan oleh kedua orang tuanya. Terutama Ibu Dayuh yang memiliki kelebihan yang cukup istimewa itu dari keturunan sebelumnya. Jika Ibunya memiliki anak atau keturunan, dengan berjalannya waktu dan bertambahnya umur anak tersebut maka kelebihan Ibunya akan berkurang. Maka tugas selanjutnya adalah anaknya yang melanjutkan. Jika tidak memiliki penerusnya maka kelebihan tersebut akan terus dimilikinya dan berkembang.
.
Ibu ingin menceritakan pengalaman yang Ibunya alami selama ini. Mungkin nanti Ibunya akan menceritakan secara pelan-pelan.
Akan kah Dayuh menerima semua kelebihan nya atau sebaliknya melepaskannya?
Yuk simak cerita nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawarhirang94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Disaat mereka asyik berbincang-bincang, Dayuh pun datang menghampiri mereka berdua.
Dayuh pun menjahilin Sitara dan mengejeknya sedikit. "Cie cie yang sebentar lagi mau jadi istri orang, Ehem ehem...."
Sitara pun tersipu malu lalu berkata kepada Dayuh. " Huuussstt... Sembarangan kamu Dek, Istri siapa juga."
" Istri Kak Leo dong, Emang istri siapa lagi kak." Sahut Dayuh dengan santainya.
Fita yang mendengar perdebatan mereka berdua pun tertawa melihat tingkah lucu Dayuh kepada Sitara." Hhihihihi... Lucu deh kalian berdua."
Tak terasa waktu senja pun tiba, Para tamu undangan dan yang lainnya pun ikut sholat berjamaah dan akan dilanjutkan dengan sholat malam satu Muharram berjamaah untuk menolak bala dan musibah lainnya agar selalu dalam lindungan Allah dan dijauhkan dari hal-hal buruk lainnya. Disertai pengajian dan lain-lainnya.
Tibalah dimana malam puncak pun datang. Pesta kembang Api yang sangat meriah, Banyak anak-anak santri dan anak-anak yatim maupun anak-anak para tamu yang ikutan memeriahkan nya.
Dayuh pun tak kalah, Dia pun ikutan bersama anak-anak santri lainnya bermain kembang Api area tanam bunga disekitaran masjid.
Dayuh pun terpaku dengan kehadiran sosok baru yang menampak diri dihadapannya. Yaitu sosok anak kecil yang tampan menatapnya sambil tersenyum dari kejauhan sana.
Sitara yang melihat Dayuh sedikit tidak fokus pun langsung peka. Dia pun menghampiri Dayuh dan menepuk pundak Dayuh." Dek..."
Dayuh pun sedikit terkejut tapi tetapi fokus walaupun tak sepenuhnya. Dayuh pun menjawab sapaan Sitara dengan santai sambil cengengesan." Iya Kak, Biasa..Hehehehehehe..
Sitara pun paham maksud Dayuh dan Dia pun bertanya karna penasaran." Siapa lagi kamu lihat Dek."
Dayuh pun menjelaskan kepada Sitara apa yang dia lihat sedari tadi." Ada anak kecil tampan tersenyum pada ku sedari tadi kak, Sekarang dia sudah gak ada kok."
Sitara pun menaikkan satu alisnya, tanda dia heran. Heran bukanya apa! Herannya kenapa hantunya nambah satu lagi ya." Dek nambah lagi dong hantunya!"
" Iya begitu lah kak, Mungkin saja itu anaknya sicewek itu kak." Jawab Dayuh dengan santainya sambil memainkan kembang Api yang sudah dia hidupkan.
Sitara yang mendengarnya pun hanya mengangguk kan kepala seolah-olah paham yang dimaksud oleh Dayuh." Heeemmmm.."
Akhirnya acaranya tak terasa hampir selesai, Pada tamu undangan dan yang lainnya pun sangat menikmati dan bahagia.
Ada yang sedang makan, Ada yang sedang bersiap-siap untuk pulang kerumah masing-masing. Dan pula yang menginap dipondok kiyai. Suasana pondok memang sangat asri dan nyaman dan tempat yang luas.
Pondok yang sangat mengah dan mewah, sudah tersedia kamar-kamar tamu jika kalau mereka ingin bermalaim atau menginap.
Sudah disediakan tempat untuk anak-anak yatim piatu dan anak santri yang ingin tinggal atau berdiam disana yaitu asrama.
Pondok tersebut memang sudah diatur kiyai sedari dulu, Mengelolaannya pun sangat detail sekali. Sumbangan dan uang-uang donatur pun diatur sangat terperinci untuk kebutuhan dipondok. Jadi tak sia-sia donatur yang ingin menyumbang kepondok itu karna uang tersebut akan digunakan dengan layak dan sesuai aturan maupun sumpah mereka. Maka dari itu wajar pondok yang kiyai kelola banyak donaturnya karna hasilnya pun sesuai.
Waktunya Dayuh dan Sitara untuk beristirahat. Malam itu Dayuh sudah tidur duluan karna kelelahan.
" Hoammmm,,, Allah Akbar Ngantuk banget yak. Kak kekamar yuk, Ngantuk banget mana sudah jam sembilan lagi malahan lewat." Ucap Dayuh sambil menguap dan tidak henti-henti sambil mengucek matanya yang berair karna sangat mengantuk.
Sitara pun menyetujui ajakan Dayuh, Karna dia pun sudah mulai lelah sedari tadi." Ayok dek Kakak juga sudah mengantuk ni."
Dayuh dan Sitara pun izin kekamar duluan untuk pergi beristirahat. Ibu pun menyetujuinya karna kasihan melihat mereka berdua susah kelelahan sedari tadi.
"Bu kami duluan kekamar ya." Ucap Dayuh sambil menguap menutupin mulutnya.
" Ya sudah kalian istirahat saja duluan nanti ibu menyusul ya." Sahut Ibunya santai.,,
" Baik Bu. " Ucap Dayuh.
***
Beberapa jam kemudian akhirnya mereka pun tidur dengan nyenyak karna kelelahan. Malam ni tidak akan ada gangguan apapun yang menghampiri Dayuh.
Suasana malam penuh dengan kedamaian dan sejuk sekali. Tenang dan nyaman dihati dan pikiran.
Rencanannya mereka akan menginap lagi untuk beberapa malam lagi.
****
Keesokan Harinya
Pagi-pagi mereka pun melakukan aktivitas berolahraga bersama sambil menikmati sejuknya angin dan cerahnya hari ini.
Sebelum akhirnya mereka pulang nanti siang sehabis sholat Dzuhur.
Fita menawari mereka untuk memetik buah dikebun belakang masjid, Buah tersebut untuk dibawak mereka sebagai oleh-oleh." Mba, Dayuh kita kekebun yuk petik buah?"
"Ayok, kayaknya seger banget ya kalau langsung dari kebun kayak gini." Ucap Sitara sambil memegang keranjang.
Mereka pun memetik sayuran dan buah-buahan untuk dibawah pulang oleh Dayuh berserta keluarga kekota.
Dengan senang hati Dayuh pun mencicipi buah-buah yang segar dikebun dengan sangat senang dan bahagia sekali.
" Hemm.... Enak ya tinggal disini, Sejuk banget mana buah nya seger sama sayurannya." Ucap Sitara yang sedang mencicipi buah melon yang baru dipanen.
" Iya kak, Seger ya buahnya." Sahut Dayuh yang sibuk mengunyah strawbery yang dipetiknya.
" Setiap bulan disini selalu panen, Kapanpun kalian bisa main kesini. " Sahut Fita sambil memetik sayuran.
" Wah.. Boleh juga tu kak, Pas waktu libur gitu kan ya enak banget." Balas Dayuh dengan nada ramah.
Kurang lebih 2 jaman mereka berada dikebun tak terasa kerajang dan gerobak pun mulai penuh dengan hasil panen mereka. Hasil panen tersebut akan dibagikan kepada tetangga sekitar pondok dan kerabat terdekat atau orang tua santri, Terkadang dijual kekota juga.
Ada salah satu santri memangil Fita." Kak Fita, Kak Dayuh dan Sitara dipanggil oleh Kiyai."
" Oke.. Bentar aku suruh mereka kesana ya Dek." Sahut Fita dengan nada ramah.
Sitara dan Dayuh pun tidak melanjutkan memetik buah dan sayuran karna telah dipanggil oleh Kiyai.
" Mba Sitara, Dek Dayuh kalian dipanggil sekarang sama Abah aku." Ucap Fita dengan nada santai.
" Oh, Ya kak. Ya sudah kami tinggal ya kak." Sahut Dayuh meninggal Fita dikebun.
" Duluan ya Mba." Sahut Sitara kembali pada Fita.
Mereka berdua pun meninggal Fita bersama yang lain. Sitara dan Dayuh pun kekamar terlebih dahulu untuk bersih-bersih sekalian mandi dan berganti pakaian setelah itu baru keruangan Kiyai bersama Sitara.
Kurang lebih 15 menitan mereka pun sudah bersiap untuk keruangan Kiyai. Sesampainya disana mereka disambut oleh Kiyai berserta istri dan yang lainnya.
" Assalamualaikum." Ucap Sitara dan Dayuh secara berkalian."
" Walaikumsalam." Sahut semua orang yang berada didalam ruangan tersebut.
Suasana dalam ruangan pun sedikit tegang dan wajah-wajah disana pun terasa sangat serius.