Beverly seorang gadis terpelajar yang terpaksa harus menerima sebuah perjodohan yang di adakan oleh orang tua angkatnya .Tapi laki laki yang menikahinya itu malah mempersunting wanita lain setelah beberapa bulan pernikahanannya. Entah nasib apa yang dia alami saat itu?? Niat baiknya membalas budi kedua orang tuanya justru malah menghancurkan masa depannya sendiri.
Dia mengajukan kesepakatan bercerai saat satu tahun pernikahannya.
Bagaimana kelanjutan nasib Beverly selanjutnya???
Akankah dia menemukan seseorang yang bisa menerima status jandanya saat itu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina Warsiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Izin untuk menikah lagi
Dengan berat hati dan tanpa pertimbangan yang matang Beverly tanpa menunggu lama segera menyetujui apa yang suaminya itu inginkan.
Dia bersusah payah menguatkan hatinya sendiri dan berusaha tegar meskipun batinnya bergejolak.
Jiwanya begitu terisak menahan semua rasa sakit yang tertahan di dadanya.
Dia menahan semua isak tangisnya agar tidak tertumpahkan di depan dua manusia yang menurutnya tidak berprasaan itu.
Beverly tidak bisa egois untuk dirinya sendiri, dia tetap memikirkan perasaan kedua sepasang kekasih itu meskipun mereka mungkin tidak memikirkan sama sekali perasaan Beverly saat ini.
"silahkan"
Satu kata yang keluar dari mulut Beverly pertanda telah mengizinkan suaminya itu untuk berpoligami.
Jangan bertanya bagaimana perasaannyau saat ini... meskipun mereka menikah tanpa cinta tapi Beverly juga bukan wanita kuat yang akan mampu melihat suaminya menikahi wanita lain. Sekali lagi Beverly harus di hadapkan dengan sebuah keterpaksaan. Keadaan selalu memaksanya untuk mengatakan iya.
Entah apa yang Tuhan rencanakan untuknya. Kenapa dia selalu berada di situasi dimana dia tidak bisa mengambil keputusan sendiri dan hanya bisa pasrah akan apa yang mereka inginkan.
**
Setelah mengatakan itu semua Beverly segera pergi meninggalkan mereka berdua.
Dia pergi menuju kamarnya saat itu juga.Dia menangis sejadi jadinya meluapkan seluruh rasa sakit yang sedari tadi sudah tertahan. Hanya menangis yang bisa dia lakukan saat ini.
Beverly ingin bercerai dengan Indra saat ini juga, tapi dia terlalu takut jika orang tuanya akan menanggung malu akan perceraiannya nanti. Walau bagimanapun mereka baru tiga bulan menikah, kalau mereka harus bercerai saat ini juga,Beverly yakin semua orang akan bergosip pada keluarga besarnya nantinya.
Beverly berdoa kepada Tuhan, agar dia selalu di beri kekuatan untuk melalui semua ini.
Di dalam tangisannya itu dia berfikir bagaimana dia harus melalui semua ini, dengan pertimbangan yang matang Beverly memutuskan untuk melangsungkan pernikahan ini setidaknya hingga satu tahun pernikahannya.
**
Setelah pembicaraan sore itu ,keesokan harinya Beverly yang sudah cukup tenang akhirnya memilih bertemu dengan Indra dan bicara kembali.
Dilihatnya indra yang sedang duduk sambil membaca koran dan sesekali menyeruput kopi di cangkirnya.
"aku ingin bicara"kata Beverly yang kini mulai mendekat ke arah indra.
"kenapa lagi?"tanya Indra ketus.
"kamu boleh menikah dengan kekasihmu itu...tapi mari kita bercerai setelah satu tahun pernikahan kita"kata Beverly Nampak mengajukan persyaratan itu
"baiklah.... sesuai permintaanmu"jawab Indra langsung mengiyakan permintaan Beverly tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu.
Mendengar jawaban yang begitu yakin dari mulut Indraa membuat Beverly semakin yakin akan niatnya untuk bercerai kelak.
“ok….aku yang akan menyiapkan surat cerai itu…kamu bisa menandatanganinya nanti…dan setelah satu tahun akan segera ku kirimkan ke pengadilan”kata Beverly lagi.
“terserah”jawab Indra acuh.
Setelah mengatakan itu akhiirnya Beverly memilih pergi dan kembali ke kamarnya.
Dia kembali menangis di kamar itu, meratapi semua nasib yang menimpa dirinya saat ini.
"kenapa aku harus berada di situasi yang seperti ini Tuhan?? kenapa??kenapa niat baikku justru mendapatkan balasan seperti ini??kenapa Tuhan??"keluh Beverly yang nampak menyesali keputusannya untuk menenrima perjodohan itu.Dia menangis sesenggukan, menumpahkan semua rasa kekecewaannya.
Tapi mau gimana lagi,nasi sudah menjadi bubur. Itu semua juga karena kesalahannya sendiri yang terlalu gegabah mengambil keputusan, andai saja dia kemarin memilih membatalkan pernikahannya mungkin kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Tapi apalah dayanya, dia yang berniat tetap menjaga nama baik orang tuanya justru malah mengorbankan masa depannya untuk laki laki yang sama sekali tidak mengharapkannya.
**
Tidak menunggu lama,beberapa minggu kemudian Indra dan kekasihnya itu pun akhirnya telah resmi menikah.
Indra mengajak Bianca untuk tinggal satu atap dengan Beverly juga.
Mereka berjalan secara berdampingan memasuki rumah itu.
Dilihatnya Beverly yang sedang terduduk di sofa sambal menonton acara tv kesukaannya.
“kami sudah menikah….dia akan tinggal di sini juga”kata Indra
Beverly enggan merespon apa yang Indra katakana,dia begitu terlihat acuh saat ini.
“nasib apa ini Tuhan??”gumamnya yang Nampak mengeluh dengan nasib yang baru saja dia alami itu.
Beverly segera Kembali ke kamarnya .
Dia Kembali terisak di dalam kamarnya.
**
Setelah menikah Indra dan Bianca mereka selalu tidur bersama.
Sikap Indra dengan Beverly masih sama seperti yang dulu, dia tidak pernah melihat Beverly sama sekali yang dia lihat hanya Bianca wanita yang sangat di cintanya itu.
Hampir di setiap malam Beverly mendengar suara yang membuat seluruh bulu kudukku merinding. Suara desahan dan erangan sepasang suami istri yang Nampak begitu saling mencintai.
Keduanya tengah bergulat, bertempur hebat di atas ranjang.
Sakit, kecewa...iya itu yang dia rasakan saat ini.
Beverly bukan iri karena Indra menyentuh Bianca dan sama sekali tidak menyentuhnya,namun dia begitu kecewa dengan keadaan yang dia alami saat ini.
Beverly adalah istri pertamanya yang sah ,dia rela di madu oleh suaminya, tapi dia tidak pernah mendapatkan keadilan dari suaminya itu. Sungguh miris nasib pernikahanannya saat ini.
Dia yakin tidak ada wanita yang rela berbagi suami dengan wanita lain.
Sekalipun mulut bisa berkata rela tapi dia yakin di lubuk hatinya yang terdalam ada luka yang teramat dalam yang sedang tergores.
Beverly memang belum mencintai suaminya itu, tapi dia tidak pernah mengharapkan bahwa suatu hari suaminya itu akan memiliki istri lain selain dirinya.
Ingin rasanya Beverly marah pada Tuhan yang memberikannya sebuah takdir serumit itu padanya. Tapi apa dia sanggup untuk menentang kuasa Tuhan, di sini dia hanya mampu berdoa dan memohon kepada Tuhan agar dia bisa segera melewati jurang pernikahanan ini dengan kedamaian.
semangat
ku memilihmu karena adikku