Han Zian, seorang pemuda sederhana dari Pulau Askara, terjebak dalam badai kehidupan. Fitnah yang tidak pernah dia lakukan menghantamnya, sampai dia diusir bersama ayahnya dari ibu kota, Shogun!
Qing Shu seorang Pendekar Naga Hitam dan putra Raja Kin, diam-diam membalas dendam kepada Pendekar Naga Putih beserta penerusnya.
Karena dendam yang tak terobati dari zaman ke zaman. Dimana, pendekar Naga Hitam diperintah oleh anak Raja Kin, untuk menghancurkan Pulau Hindi. Untuk mendapatkan putri Raja Tin, yang telah menolak lamaran Putra Raja Kin.
Membuat Raja Tin marah dan mencari bantuan kepada Sekte Bayangan Putih dan kepada Pendekar Naga Putih, untuk mengalahkan Qing Shu dan melawan Naga Hitamnya dengan Naga Putih. Agar telor yang akan menghancurkan Pulau Hindi berakhir.
Han Zian, penerus pendekar Naga Putih yang hidup menempa pedang dari besi bersama ayahnya. Harus menerima serangan bertubi-tubi dari kejahatan dendam Putra Raja Kin bersama Qing Shu pendekar Naga Hitam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hendra 31., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 ~ Misteri Hutan Rimba.
Pasukan Bao Zhang putus asa dalam pencariannya, sebab tidak ada tanda jejak Han Zian dan Hu Rong lagi dibalik pohon besar yang berada di samping mereka. Akhirnya mereka tidak meneruskan pencarian, karena mereka benar benar tidak menemukan jejak mereka lebih lanjut.
Pasukan Bao Zhang mulai berbalik arah, untuk meninggalkan hutan rimba. Sinar matahari semakin menyengat dirasa, sang jendral pun sudah kehabisan tenaga dan kewalahan dalam pencarian.
Mereka tidak bisa memaksakan pencarian karena hutan rimba tersebut sangatlah luas. Mereka tidak mungkin bisa menemukan dua insan itu dengan mudah, tetapi, mereka sudah berusaha maksimal mungkin dalam pencarian.
Mereka menyisakan pasukan yang menjadi korban, kebengisan hewan misterius hutan rimba. Dengan pasrah mereka melepas Han Zian dan Hu Rong dengan lapang dada, walaupun akan menjadi sebuah hukuman dari sang pangeran, putra Kaisar Ryu Jin.
Kemudian pada dahulu kala, hutan rimba memiliki misteri yang belum terungkap, yang membuat hutan itu menjadi sangatlah misterius. Konon, pada suatu hari. Ada sebuah perkelahian antara dewa dan iblis di tengah hutan rimba, karena iblis Melarikan diri kesana. Terpojok sang iblis oleh dewa, ia mengeluarkan kekuatannya. Angin kencang menggumpal di udara, mengangkat ranting pohon berduri, untuk menyerang sang dewa. Dewa dengan tenang menahan serang iblis, lalu ia menyerang balik dengan kekuatan dewa. Beradu lah kekuatan keduanya membuat hutan itu terang benderang. Hutan rimba menjadi saksi biksu, perkelahian mereka berdua. Dan disaksikan oleh salah satu warga Desa Jiang Hu, yang menjadi Nara sumber cerita. Yang masih diperbincangkan oleh para orang tua Desa Jiang Hu sampai saat ini. Dan dijadikan sejarah oleh para tokohnya, untuk mengenang perkelahian antara dewa dan iblis.
Dan mengerikannya lagi, hewan misterius mengikuti jejak sang iblis ke muka bumi. Dan tidak bisa kembali lagi ke lembah iblis, karena iblis kalah dalam perkelahian oleh dewa
Namun, dewa tesebut tidak memusnahkan sang iblis, karena pada saat dewa tersebut ingin mengeluarkan kekuatannya yang bisa memusnahkan sang iblis. Iblis memohon agar tidak dimusnahkan dan berjanji untuk tidak berbuat kejahatan lagi. Sebab para dewa tidak akan memusnahkan jika iblis itu memohon maaf dan berlutut menyesali perbuatannya.
Akhirnya sang dewa menuruti permohonan iblis tersebut, sebab, iblis tidak akan bisa mengalahkan sang dewa tersebut. Walaupun sang iblis akan kembali melawan sang dewa. Kecuali dirinya mengumpulkan kekuatan yang bisa mengalahkan kekuatan dewa, mungkin iblis bisa mengalahkannya.
Dewa meninggalkan iblis yang sedang memohon belas kasih sang dewa. Setelah mengetahui kepergian dewa, sang iblis istirahat dibawah pohon besar.
**********
Sementara dari dalam goa. Han Zian mulai mengamati keadaan didepan goa, mencoba menangkap tanda-tanda pasukan Bao Zhang yang mungkin masih mengintai. Dengan hati-hati ia melewati semak belukar yang lebat, percis berada didepan goa. Ia melihat jejak sepatu pasukan Bao Zhang, berada di tanah dekat pohon besar. Pemuda itu menghampiri pohon besar, melihat keadaan halaman hutan, dengan bola mata hijaunya.
Akhirnya, ia mendapati keadaan sepi, tidak ada manusia satupun. Namun, beberapa tubuh prajurit tergeletak mengenaskan di tanah datar, genangan darah mengering di sekitar mereka dan beberapa anggota tubuh terpisah, bukti bisu dari pertempuran mengerikan melawan makhluk misterius penghuni hutan rimba.
Dengan perasaan tegang bercampur lega, karena bisa meninggalkan hutan rimba bersama Hu Rong tanpa gangguan. Ketika matanya menyesuaikan diri dengan kegelapan, pemandangan di dalam goa membuatnya terkesiap. Hu Rong, dengan wajah pucat pasi, sedang berusaha mati-matian menyelamatkan diri dari serangan seekor kera raksasa yang gesit. Wanita itu, dengan gerakan menyelamatkan diri, tetapi tidak mempengaruhi kegesitan sang kera. Hu Rong terjatuh ketanah tepat di hadapan binatang buas itu, yang tergesa menggunakan cengkraman tajamnya kepada Hu Rong. Melihat bahaya mengancam wanita yang dirinya sayangi, Zian langsung melompat menendang kepala kera raksasa. Menyelematkan Hu Rong yang sudah tak berdaya dan mengalihkan perhatian hewan itu dari mangsanya yang lemah. Tanpa membuang waktu, Zian menarik Hu Rong berdiri menggenggam tangannya erat, membawa pergi menyusuri lorong gelap goa. Meninggalkan raungan marah kera raksasa yang bergema di belakang mereka.
Tanpa menoleh, mereka melanjutkan terus berlari, takut kecepatan sang kera mengalahkan mereka. Suara kaki mereka menggema di lorong goa, hingga sampai kepermukaan wajah goa.
Kera raksasa itu mengejar mereka hanya sampai di mulut goa, karena tubuhnya terlalu besar untuk melewati mulut goa yang kecil. Zian dan Hu Rong menyaksikan sang kera itu kesulitan untuk keluar dari goa, mereka merasa lega dan tenang.
Waktu senja telah hadir melengkapi keindahan langit sore, mengiringi jalannya dua insan ditanah datar yang luas dan penuh pepohonan. Mereka meneruskan perjalannya di hutan rimba dan mereka ingin meninggalkan hutan itu secepatnya.
Tiba-tiba langit mengeluarkan petir bekali kali, secara bergantian secepat kilat. Dan kilat kilatnya membuat telinga mereka terganggu, oleh suara yang menggelegar di udara, persis diatas hutan pas kepala dua insan yang tercengang menatap Fenomena alam.
"Hu Rong! Apakah Fenomena alam ini ada kaitannya dengan misteri dalam dihutan ini?" tanya Zian dengan suara keras, agar Hu Rong mendengar perkataanya.
"Fenomena alam ini sebagian misteri hutan rimba, yang bisa menyedot makhluk yang berada di hutan rimba ini!" jelas Hu Rong.
Kepala mereka mendongak keatas langit, yang sedang berubah menjadi alam liar seperti diluar angkasa. Dan ada bundaran kemerahan sedikit kehitaman, berputar, mulai menyedot makhluk dibawahnya.
"Bundaran itu seperti ada makhluk dibelakangnya. Ia terbang berpose, siap melakukan kegiatannya." gumam Han Zian dalam hati, mata hijaunya menemukan sesuatu dibalik lingkaran itu, menatap persis kedalam lingkaran tersebut.
"Hu Rong! Apakah ada jawaban tentang misteri alam liar ini?" tanya kembali Zian, yang masih bimbang dan penasaran dengan kapasitas yang dimiliki misteri alam liar itu.
"Misteri alam ini belum ada yang bisa menghentikannya. Konon, hal ini untuk pencarian makan Naga Hitam raksasa!" jawab Hu Rong dengan nada tinggi. "cepat kita pergi dari sini, sebelum kita tersedot oleh kekuatan Naga Hitam raksasa!"
Mereka mulai berlari menuju kepermukaan pintu goa yang berjarak satu kilo dari posisi mereka. Zian yang tidak mau terpisah oleh Hu Rong menggenggam tangannya erat. Sebab, angin mulai tertarik oleh alam liar tersebut, yang mulai membuka lebar lingkarannya.
Makhluk makhluk mulai ketarik terbang ke udara dan pohon pohon bergoyang sangat cepat seperti ketarik. Lingkaran yang kini menyala nyala berwarna merah tebal dan sedikit kehitaman, mulai melahap para makhluk dan benda yang lainnya.
Dua insan itu hampir mencapai pada tujuan mereka, setelah melewati tantangan lingkaran langit liar. Dan bisa selamat dari misteri langit liar tersebut. Namun, ketika mereka ingin sampai, daya tarik lingkaran itu menarik mereka sangat kuat. Membuat pelarian mereka terhenti, dimulut hutan rimba. Han Zian menarik napas panjang dan mengeluarkan kekuatannya. Ia menahan daya tarik lingkaran langit liar yang menarik dirinya bersama Hu Rong. Dengan jurus menahan kekuatan apapun, Zian mampu menahannya. Zian kuatkan genggamannya dengan tangan Hu Rong, karena kawatir Hu Rong ketarik
Han Zian dan Hu Rong hampir mencapai tujuan mereka, setelah melewati berbagai tantangan lingkaran langit liar. Namun, ketika mereka ingin melangkah keluar hutan rimba, daya tarik lingkaran misterius itu menarik mereka dengan kekuatan yang luar biasa. Mereka terhenti dengan napas terengah engah, di pintu hutan rimba.
Han Zian mengambil napas panjang, mengumpulkan kekuatannya, dan mengerahkan jurus "Penahan Kekuatan" yang telah ia pelajari. Dengan berkonsentrasi, ia berhasil menahan daya tarik lingkaran langit liar, sehingga ia dan Hu Rong tidak terhisap. Dan mereka pergi meninggalkan hutan rimba dengan selamat.
Perasaan kemaren uda banyak/Smile/