NovelToon NovelToon
Sensasi Duda Seksi

Sensasi Duda Seksi

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Beda Usia / Tamat
Popularitas:86.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lyaliaa

Seorang wanita mandiri yang baru saja di selingkuhi oleh kekasihnya yang selama ini dia cintai dan satu-satunya orang yang dia andalkan sejak neneknya meninggal, namanya Jade.
Dia memutuskan untuk mencari pria kaya raya yang akan sudah siap untuk menikah, dia ingin mengakhiri hidupnya dengan tenang. Dan seorang teman nya di bar menjodohkan dia dengan seorang pria yang berusia delapan tahun lebih tua darinya. Tapi dia tidak menolak, dia akan mencoba.
Siapa sangka jika pria itu adalah kakak dari temannya, duda kaya raya tanpa anak. Namun ternyata pria itu bermasalah, dia impoten. Dan Jade harus bisa menyembuhkan nya jika dia ingin menjadi istri pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lyaliaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Tengah malam. Aku memberanikan diri untuk keluar dari Villa dan duduk di bebatuan di tepi pantai, tempat aku duduk saat pertama kali di bebatuan. Aku kembali disana. Aku tak bisa tidur karena ada Ryan di Villa, dia tidak melakukan apapun tapi aku tidak tenang.

Aku melihatnya berbaring di sofa dan tertidur. Aku menyelimutinya kemudian keluar. Meskipun dia tidur dengan nyenyak aku tak bisa berpikir positif.

Langit malam tak seindah waktu itu, bintang malam tak berkelap-kelip seperti malam itu. Yang jelas hanya bulan yang di tutupi awan yang membuat langitnya tampak indah di pandang mata. Suara pasang surut air laut membuat keheningan malam menjadi berisik. Aku kembali menikmatinya.

"Kau disini lagi," suara berat seorang pria mengejutkanku. Aku tidak bisa merasakan kedatangannya karena suara ombak yang berdesir keras.

"Sudah aku bilang kan disini dingin, kenapa kau tidak memakai pakaian yang lebih tebal," Rhine berdiri tegak di sampingku, dia menunduk padaku setelah membuka jaket tebal berbulu yang dia kenakan dan mengalungkannya di tubuhku.

Hangat. Aku juga merasakan kehangatan dari tatapan pria itu.

Aku terkesima, dia pria yang perhatian. Ini kedua kalinya dia memperdulikan diriku. Jujur saja, aku tidak merasa angin malam mengganggu. Tapi mungkin jika aku berdiam dengan pakaian setipis itu dan berada lama aku akan terkena flu, atau mungkin aku akan demam.

Satu yang aku yakini sekarang, dia peduli padaku. Namun sikapnya selama di Villa, kurasa sangat bertolak belakang sekali, atau karena aku belum mengenalnya dengan baik.

"Kenapa kau belum tidur? Ini sudah tengah malam, apa kau takut Ryan akan menyelinap ke kamarmu. Atau kau takut kau akan menggodanya?"

Aku langsung menatap tajam pada Rhine yang masih berdiri. Sisi menyebalkannya itu langsung menutupi kebaikan yang ada pada dirinya.

"Kau ingin bertengkar denganku? Aku saja tidak pernah masuk ke kamar mu untuk menggoda mu, dan sekarang kau menuduhku akan menggoda Ryan. Yang benar saja."

"Aha, berarti kau takut dia akan menyelinap ke kamarmu. Benar?" Rhine berjongkok, tinggi kami menjadi sama. Dia menyeringai melihat ke arahku.

"Ti-tidak. Tak ada hubungannya dengan Ryan, aku hanya tidak bisa tidur dan aku menunggumu, puas?" Aku memegang erat jaket bulu yang menutupi tubuhku. Aku mengalihkan pandanganku ke sudut yang lain, aku merasa menyesal sudah berkata jika aku menunggunya.

"Rhine, apa yang kau lakukan disana?" suara seorang wanita menyadarkan ku. Suaranya pelan tapi tegas, ditambah dengan jaraknya cukup jauh hingga membuatku penasaran siapa wanita yang memanggil Rhine tengah malam begini.

Aku memutar tubuhku dan tampak seorang wanita berdiri di samping mobil. Aku yakin sering melihat mobil itu, mobil Rhine. Aku melihatnya terparkir di depan Villa beberapa hari ini.

Wanita itu berjalan mendekat ke bebatuan, dress pendek yang ketat. Aku dapat menyadari betapa terjepitnya dada wanita itu karena tampak menyembul berusaha keluar di atas dress yang dia kenakan. Make-up tebal dan stocking jaring membuatnya seperti seseorang yang pernah kulihat di bar Rhine. Wanita malam?

Aku melirik pada Rhine yang sudah berbalik dan berdiri tegak, dia sedang menatap wanita itu, "Apa dia menyewa wanita untuk menghabiskan malam dengannya? Apa dia sudah sembuh?" batinku merasa di khianati.

"Masuklah ke mobil, aku sudah meminta orang untuk mengantarmu," ucap Rhine dingin setelah mengendus ke udara. Dia tampak tak nyaman, dia mengambil ponsel dalam saku celananya dan menghubungi seseorang.

"Mengantarku? Bukankah kita akan bermalam bersama?" tanya wanita itu, dia tampak bingung dan seperti tak rela untuk pergi. Aku bisa melihat satu sudut bibirnya yang naik karena kesal, tak percaya dengan apa yang dia dengar.

"Aku tidak tertarik denganmu, kau bisa menghabiskan malammu dengan pria lain." ketus Rhine padanya, entah mengapa aku merasa senang. Tapi tidak, aku masih merasa dikhianati sekarang karena dia mencoba menyewa wanita penghibur untuk membangkitkan nafsunya.

"Apa? Kau mempermainkan ku?" Wanita itu tampak semakin kesal, "Haa, jadi gosip itu benar. Kau impoten?!" wanita itu tertawa kecil sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

Rhine terdiam, dia tampak sedang menahan amarahnya. Aku dapat melihat betapa eratnya dia mengepalkan tangannya. Dan aku tidak suka melihatnya di permalukan seperti itu, aku berdiri sambil memegangi mantel bulu yang menutupiku dengan erat.

"Kurasa kau salah, dia sangat panas di ranjang." Aku menjinjit sedikit dan.. aku menciumnya. Aku mencium Rhine.

"Cih," wanita itu pun pergi dan masuk ke dalam mobil. Aku dapat melihatnya dari sudut mataku, dia sudah tak ada disana. Seorang pria tak ku kenal masuk ke dalam mobil dan mobil itu pun melesat pergi.

Bibir kami bertemu, aku langsung mundur dan berjarak darinya. Suasananya tampak canggung, aku bisa merasakan betapa lembutnya bibir pria itu. "Kalau begitu aku akan masuk," aku bergegas menuruni bebatuan dan menyeberang jalan untuk kembali ke Villa. Aku tak berani menatap Rhine, entah bagaimana ekspresi nya.

Ryan mengejutkanku. Dia tiba-tiba membuka pintu saat aku ingin memegang kenop pintu. Melihatnya membuat pikiranku menjadi lebih kacau. Aku langsung bergegas melewati Ryan setelah meliriknya sekilas, aku masuk ke kamar dan menutup pintu. Aku mengunci pintu kamarku.

Tok. Tok.

Ketukan pintu. "Jade, apa yang terjadi? Semua baik-baik saja?" tanya Ryan di balik pintu. Aku bisa yakin dari nada bicaranya dia sedang cemas sekarang.

Aku pun gelisah, aku mondar-mandir di samping ranjang. Tapi aku tidak melakukan kesalahan kenapa aku harus cemas. Aku hanya ingin membantu, itu berarti aku tidak mencuri ciuman darinya kan. Aku mengatur nafasku, menghirup dan melepaskannya perlahan. Aku melakukannya sampai diriku merasa tenang.

Klek. Aku membuka pintu, Ryan masih berdiri disana. "Ryan.. tak terjadi apa-apa, aku baik-baik saja." aku menjawab dengan pasti.

"Benarkah? Lalu kenapa kau buru-buru masuk tadi?"

"Aku kedinginan, jadi aku bergegas masuk."

"Oh seperti itu, lagipula sudah tengah malam malah keluar," Ryan tertawa kecil. Aku mengangguk sebelum melihat senyum manis di wajahnya seperti biasa, namun penglihatan ku teralihkan begitu melihat Rhine berjalan di belakangnya.

Aku langsung melepas jaket bulu yang masih menggantung di tubuhku, aku melangkah maju dan menyodorkan jaket yang sudah berada di tangan ku padanya.

"Terimakasih," ucapku.

"Ya."

Rhine menjawab dingin, dia mengambil jaketnya dan berlalu pergi begitu saja. Apa dia marah? batinku.

"Tunggu, kalian keluar bersama?" tanya Ryan.

"Oh tidak-tidak, kami hanya tak sengaja bertemu diluar." aku dapat melihat kecurigaan di mata Ryan, "Kalau begitu aku akan tidur, dah. Selamat malam.." lanjut ku sebelum Ryan berkata lebih lagi, aku tersenyum padanya sebelum menutup pintu.

...----------------...

1
ros
ceritanya menarik 👍
Aik Unique
Luar biasa
Naurasky
ceritanya luar biasa bagus, dan alurnya juga keren/Casual//Casual/
Isna mansur
ceritanya singkat...tapi keren..../Good//Good//Good/
Lina Yulianti
cerita yg cukup singkat thor. tetap semangat untuk berkarya
julia
Bagus
dita18
yahhh thoorrr kok udh END aja sih😭😭rasanya sebentar bngt cerita kisah cinta mereka thoorrr
gk rela sebenarnya klo hrus pisah sm mereka.. 😢😢
dita18: smngt trusss ya thoorrr,,, ditunggu karya2 othoorrr selanjutnya /Smile/
total 2 replies
dita18
gk berasa udh gede aja anak nya Rhine&Jad😁
kira2 Ryan&Hana udh ada anak jg blm ya🙈😅
dita18
akhirnya Ryan&Hana sah jg selamat ya😊😊
dita18
kan bener dy ,,,,krn dy gak terima Rhine nikah lagi dg Jade & nolak dy berkali2
dita18
pasti Zarra pelaku nya atas kecelakaan yg di alami Rhine
dita18
penasaran Zarra ini ada hubungan apa dg Rhine & Hana ya?
dita18
ihhh thoorrr kok Rhine gtu sih sm Jade😕 jgn buat Jade sedih & patah hati thoorrr kasian
klo emg Rhine bkn jodoh nya,,, kasih Kade jodoh yg lebih baik lagi thoorrr
dita18
Jade pingsan krn Rhine abis minum alkohol kadar tinggi jd Jade kena efek nya
dita18
Luar biasa
dita18
akhirnya udh sah jg ya Jade😅
dita18
thoorrr knp msh bnyk bngt teka-teki nya🙈aku capek berpikir nya 😂😂
dita18
apakah Ryan pacaran sama Hana?
dita18
adik kakak kyk nya misterius bngt yah..
dita18
sbnrnya crta nya bagus thoorrr😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!