NovelToon NovelToon
Sang Pemilik Hati

Sang Pemilik Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Duda / Cintapertama
Popularitas:64.5k
Nilai: 5
Nama Author: Naira_W

Ardian Herlambang duda tampan yang tak memiliki keinginan untuk menikah lagi setelah sang istri meninggal harus berurusan dengan gadis yang selama ini selalu dihindarinya.
Kinanti Maheswari, dokter cantik yang selama ini selalu menatap satu pria di dalam hidupnya. Rasa cintanya yang besar membuatnya tak bisa berpaling dari Ardi, walaupun berkali-kali lelaki itu mematahkan hatinya.
Hingga akhirnya sebuah kesalahpahaman membuat Ardi terang-terangan membenci Kinanti dan mengucapkan kata-kata yang sangat menyakiti hati gadis itu. Hingga akhirnya Kinan memutuskan untuk benar-benar pergi.
"Jangan pernah menghubungiku hanya karena merasa bersalah, semua yang kamu ucapkan benar. Aku bukan siapa-siapa, hanya parasit yang menumpang hidup di tengah-tengah keluarga kalian." ucap Kinan pada Ardi sebelum berlalu menuju calon suami yang sudah menunggunya.
Akankah Ardi menyadari perasaannya setelah kehilangan Kinanti? Bagaimana kehidupan Kinanti bersama lelaki yang tak pernah bisa dicintainya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naira_W, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudah Cukup, Kinan

"Mas... Mas Ardi!!"

Kinan setengah berlari mengejar laki-laki yang berbalik untuk masuk kembali ke dalam gedung kantornya.

Padahal sudah sedari tadi Kinan menunggu di parkiran motor tepatnya di sebelah motor Ardi.

Bahkan sekuriti kantor Ardi sudah menawarkan untuk menunggu di kursi khusus tamu di dekat pos satpam.

Mereka mengenal Kinan sebagai keponakan Ardi dan terlihat sudah beberapa kali datang menemui laki-laki itu.

Kinan sengaja menunggu di parkiran dan berdiri di balik pot-pot besar karena jika menunggu di tempat lain, laki-laki itu pasti akan melihatnya duluan dan tak mau menemui dirinya.

"Mas Ardi, tunggu!!!"

Panggilan Kinan kali ini menghentikan langkah kaki Ardi karena mengundang perhatian para karyawan dan sekuriti yang sedang berada di dekat mereka.

Kinan berlari menghampiri Ardi dan berhenti di depan laki-laki itu dengan napas ngos-ngosan.

"Mas Ardi kok gitu, sih. Menghindari aku terus. Memangnya aku salah apa sama mas Ardi?" tanya Kinan dengan wajah polosnya.

Ardi menghela nafas panjang, padahal dia sangat lelah hari ini dan ingin segera segera pulang untuk beristirahat.

Namun, dia malah bertemu dengan Kinan si pembuat onar yang ternyata sudah menunggunya.

"Mau apa kamu ke kantor aku? Mau bikin masalah apa lagi kamu?" tanya Ardi ketus dan menatap ke arah lain.

Ardi terlihat kesal bahkan menatap wajah Kinan pun dia tak mau.

Kinan mengepalkan tangannya yang berada di kedua sisinya. Apa Ardi memang sangat membencinya, sampai-sampai menatapnya pun tak mau.

"Ada yang mau aku omongin sama mas Ardi. Penting, mas. Ini... tentang pacar mas." kata Kinan pelan.

"Lagi-lagi kamu selalu mengulangi hal yang sama. Kamu sudah bukan anak kecil lagi yang bisa dimaklumi seperti dulu. Bersikaplah dewasa, Kinan!" kata Ardi dengan jengkel.

Kinan menatap Ardi dengan sedikit rasa luka. Sakit, jangan ditanya seperti apa sakitnya.

Hanya saja kali ini Kinan akan menyampaikan apa yang dia ketahui tentang Winny. Entah kenapa hatinya mengatakan jika Winny bukan perempuan baik.

Berbeda dengan Andini dulu, walaupun sakit namun Kinan rela melepaskan Ardi menikahi Andini dan pergi dari kota tempat dia dibesarkan, berusaha menutup semua tentang lelaki itu

"Kali ini dengarkan aku, mas. Please." kata Kinan dengan memohon.

"Setelah mendengar apa yang aku sampaikan, terserah mas Ardi. Aku janji nggak akan datang ke kantor mas Ardi lagi." kata Kinan akhirnya.

Ardi menghela nafasnya dengan kasar lalu menatap Kinan dengan tatapan tajamnya.

"Oke, aku turuti mau kamu kali ini. Tapi tidak lain kali." kata Ardi lalu mengambil kunci motornya.

"Kita ngomong di tempat lain, mas. Jangan di sini." kata Kinan sambil menatap sekelilingnya.

"Kamu bawa motor?" tanya Ardi dan Kinan menggelengkan kepalanya

"Aku tadi pakai go*ek. Tapi aku bawa helm sendiri." kata Kinan sambil menunjukkan helm diatas jok motor Ardi.

"Ck, menyusahkan." kata Ardi

Ardi pun mengeluarkan helm miliknya dari dalam jok dan memakainya.

Saat Kinan menaiki jok motor di belakangnya, Ardi terlihat canggung. Dia merasa tak nyaman apalagi setelah ciuman panas mereka di malam itu.

"Jangan peluk, aku nggak mau orang salah paham dan membuat Winny tak nyaman." kata Ardi

Akhirnya Ardi membonceng Kinan menuju cafe yang tak jauh dari apartemen Kinan.

Kinan menatap punggung lebar yang berada di depannya. Punggung yang selalu dirindukannya sebagai tempatnya bersandar dulu. Dulu punggung ini tak selebar dan sekokoh ini, Kinan selalu bersandar di punggung ini jika dia merasa kesepian ataupun lelah setelah pulang dari sekolah dan kegiatan lesnya.

'Tak bisakah kamu memberikan kehangatan punggung itu padaku lagi, mas.' batin Kinan

Sepanjang perjalanan, tak ada percakapan di antara mereka. Ardi memang selama ini tak pernah banyak bicara padanya. Namun, biasanya Kinan selalu saja berceloteh. Menceritakan tentang kegiatannya, teman-temannya ataupun kejadian-kejadian yang dia lihat sepanjang harinya.

Hari ini Kinan begitu gugup, dia khawatir dan takut jika mendapati kenyataan jika memang Ardi adalah ayah kandung anak yang dikandung Winny.

"Mau sampai kapan kamu begitu, cepat turun. Aku tak punya banyak waktu." kata Ardi.

Kinan menatap sekelilingnya, ternyata mereka sudah sampai di sebuah cafe yang berjarak sekitar dua ratus meter dari apartemennya.

Dengan gerakan cepat, Kinan pun turun dari motor Ardi bahkan hampir melompat turun.

Ardi tersenyum tipis melihat tingkah Kinan, lalu menggeleng pelan kepalanya.

Mereka pun segera masuk dan duduk di meja yang terletak agak di belakang. Mungkin Ardi sudah merasakan jika yang mau disampaikan Kinan bersifat privasi.

Mereka pun duduk dan memesan minuman ketika pelayan menghampiri mereka.

"Jadi, katakan apa yang mau kamu sampaikan sampai menunggu aku seperti itu diparkiran." kata Ardi sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.

Ardi terlihat sangat tampan dengan kemeja hitamnya. Ditambah lagi dengan rambut halus yang tumbuh di sekitar dagu dan pipinya yang membuatnya terlihat semakin mirip aktor Turki yang biasa ditontonnya.

"Mas, aku mau menyampaikan sesuatu yang kayaknya agak sensitif. Aku harap mas nggak salah paham dengan maksudku. Aku hanya mau mas Ardi mendapatkan yang terbaik." kata Kinan sambil meremas kedua tangannya yang kini berada di atas pangkuannya.

Ardi mengernyitkan keningnya, dia menatap tajam pada gadis yang selalu saja membuat masalah untuknya itu.

"Begini..."

Ucapan Kinan terhenti ketika seorang pelayan mengantar minuman pesanan mereka.

Setelah pelayan itu pergi, Ardi menatap Kinan seolah menunggu apa yang mau disampaikan oleh Kinan.

"Mas, kemarin aku melihat mbak Winny di rumah sakit tempat aku kerja." kata Kinan akhirnya

"Lalu?"

"Dia masuk ke poli kandungan dan kebetulan dokternya adalah Leni. Mbak Winny hamil dua bulan, mas." kata Kinan akhirnya setelah itu dia menghela nafas panjang lega setelah menyampaikan sesuatu yang cukup berat.

Namun, wajah Ardi terlihat berbeda dari yang diharapkan Kinan. Bukan ekspresi terkejut melainkan tersenyum meremehkan.

Ardi lalu menatapnya dengan tatapan yang bisa membuat Kinan terasa membeku. Ada kilatan marah muncul di sana.

Kinan sempat senang karena menduga jika Ardi marah karena tahu Winny hamil, tapi semuanya runtuh ketika mendengar suara bariton yang terdengar lembut tapi menusuk hatinya.

"Sudah? Kali ini kamu sudah pintar ya, pakai cara yang lebih kotor dibandingkan dulu. Sekarang sudah pintar fitnah orang kamu? Ini yang kamu pelajari di Jepang?" tanya Ardi sambil tersenyum jijik pada Kinan.

Tangan Kinan meremas ujung kemejanya. Dia tak mau menjawab ataupun membantah ucapan Ardi.

"Kamu mencegat aku cuma mau kasih tau kebohongan sampah kamu itu? Besok apa lagi? Kamu mau bilang kalau Winny itu selingkuh sama suami orang?"

Kinan hanya menggeleng pelan. Tidak dia hanya berniat menyampaikan informasi tentang Winny yang dia dapatkan dari Leni.

"Sebagai dokter, apa kamu nggak malu, hah? Cukup Kinan, cukup. Aku sudah bosan menghadapi tingkah kekanakan kamu." kata Ardi lalu dia segera berdiri dari kursinya.

"Sebaiknya kita jangan bertemu lagi. Setiap bertemu kamu, hidupku selalu berantakan. Jadi tolong, hentikan kegilaan kamu. Aku mohon." kata Ardi sebelum pergi meninggalkan dirinya yang masih terdiam.

Mata Kinan menatap ke arah laki-laki yang keluar dari cafe setelah membayar minuman mereka di kasir.

Kinan menatap kopi hitam yang dipesannya yang tak disentuh sama sekali oleh Ardi. Memang bukan Ardi yang memesan kopi tetapi dirinya. Kinan bahkan tau berapa takaran kopi kesukaan Ardi. Kinan bahkan tau kebiasaan Ardi sebelum tidur.

Tapi, Ardi bahkan tak mengetahui apapun tentang Kinan. Padahal selama ini dia tak pernah berbohong pada lelaki itu. Kinan lebih memilih diam daripada dia harus berbohong pada lelaki yang dicintainya itu.

Kinan memukul dadanya dengan tangannya berkali-kali. Hal yang biasa dia lakukan jika dadanya terlalu sesak menahan rasa sakit hatinya.

"Sakit... Sakit banget. Kenapa harus kamu orang yang aku cintai?" kata Kinan sambil terisak.

"Kinan bodoh, kenapa kamu selalu bodoh seperti ini. Kenapa?" katanya lagi.

Selama beberapa waktu Kinan melakukan hal itu, mengabaikan tatapan heran dan prihatin dari para pelayan dan pengunjung di cafe itu yang mengira jika Kinan baru saja diputuskan oleh pacarnya yang baru saja keluar dari pintu cafe itu.

1
Cici Sri Yunita
bagus
tiara
semoga Rukmini segera hancur biar yang lain selamat semua
Susi Akbarini
moga2 juan segera datang dan selamtkan Era..

😀😀😚😍😙😗
Susi Akbarini
ya...
alfian bawa kabur aja Era..
biar Rukmini keoanasan..
❤❤❤😘😍😙😙
Al Fatih
Semakin seru dan menegangkan....,, semoga ada keajaiban supaya opa prabu baik2 saja....,, semuanya bisa berjalan lancar tanpa harus ad pengorbanan dari opa prabu.
Susi Akbarini
moga ad ajln keselamatn buat prabu...
❤❤❤😘😍😙😙😙
Susi Akbarini
oalahhhh..
kasihan pak prabu...
❤❤❤😘😍😙😙
tiara
sepertinya Rukmini sudah mulai kerut -kerut tuh mukanya
Arieee
semangat Kinan💪💪💪💪💪💪💪
Arieee
si nana kepede an banget🤧🤧🤧🤧🤧🤧
Susi Akbarini
lanjutttt..

❤❤❤❤❤
Susi Akbarini
waahhh..
gmna kabar Rukmini yaa..
apakah masih kenceng mukanya..
decara si tuan golek kan dibuang gak dikasih makan lagi..

❤❤❤❤😀😀😘😍😍😙
Susi Akbarini
biar kapok Rikmini dan antek2 nya..
❤❤❤❤😀😀😀😘😙😙
Susi Akbarini
akhirnya Mahesa beetemu lagi ama kinan...
❤❤❤❤❤
Susi Akbarini
lanjutttt...
❤❤❤❤
Aryati Ningsih
Gak nyangka Mas Ardi bisa ngombal juga .lanjut thor sampai End /Smile//Drool/
Susi Akbarini
waahhh..
nana syok tuhhh..
😀😀❤❤❤❤
Susi Akbarini
daus emang top..
laki2 tau dori dan baik hati..
❤❤❤❤❤
tiara
waduh nanana ko aneh banget sih udah punya suami malah sibuk ngejar Bian sih.dasar ngga ada akhlah tuh orang
Arieee
semoga diterima ya😁😁😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!