NovelToon NovelToon
Jaka Umbara; Sang Pendekar Angin

Jaka Umbara; Sang Pendekar Angin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:261.3k
Nilai: 4
Nama Author: miirathurmudzi123

Ia lahir tanpa ayah dan ibu, bahkan kakeknya sendiri tidak mengakui keberadaannya. meskipun begitu ia tetap berusaha hidup dan terus berjuang bersama orang-orang yang selalu mendukungnya.

Ia memulai perjalanan-perjalanan yang panjang dan amat jauh.

"Kakek, aku akan menjadi pendekar hebat yang bisa kau banggakan!"

Apa yang telah menunggunya di setiap perjalanan yang dilaluinya?

Kawan? Lawan? Saudara? Keluarga? Atau kekuatan yang luar biasa?

Bagaimana akhir dari perjalanannya?

Akankah ia menemukan apa yang ia inginkan?

Ikuti kisah perjalanannya di setiap episodenya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miirathurmudzi123, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana menyelamatkan Jaka Umbara 1

Sementara itu..

Di ruang pribadi Baginda Raja, tengah berkumpul Baginda Raja disertai orang-orang kepercayaan Kerajaan, termasuk diantaranya seorang peramal kerajaan, Ki Dalem Waringin.

“Ki Dalem, Apakah dia bocah yang dulu sempat kau ramalkan itu?” tanya Baginda Raja kepada Ki Dalem.

“Mohon ampun, Paduka! Tidak salah lagi! Dia adalah bocah waktu itu. Maksud hamba, dia benar adalah keturunan Paduka, cucu Paduka, putera dari puteri kesayangan Paduka,” papar Ki Dalem menjelaskan.

“Alangkah bodohnya tindakanku dahulu. Hanya karena seonggok kesombongan dan keegoisan, aku tega membuangnya. Kini, apa yang telah kulihat hari ini? Aku hampir saja membuang kesempatan untuk menebus dosaku yang terdahulu.”

“Sang Hyang Widhi.. kiranya kau sudi mengampuni kebodohanku ini.”

“Mohon Paduka tenangkan diri sejenak,” sahut penasihat kerajaan “setelah Paduka bertemu dengannya, inilah saatnya Paduka menebus kesalahan yang telah berlalu.”

“Hamba sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Patih Laya. Hamba berharap Paduka sesegera mungkin menebus kesalahan di masa lalu demi kelanggengan kerajaan Suryalaya ini.” Ki Dalem menambahkan.

“Baiklah! Aku tidak akan menunggu lebih lama lagi. Segera utus seorang pendekar bayangan setelah aku bertemu dengannya sesuai dengan yang telah kita rencanakan diawal,” titah Paduka.

“Sendiko Gusti Prabu,” sahut keduanya serentak.

“Apakah kita akan memberikan tugas ini kepadanya?” tanya Patih Laya.

“Lebih baik serahkan kepadanya saja. Aku rasa dialah yang paling cocok dengan tugas ini,” ucap Baginda Raja meyakinkan.

Rencana yang telah disusun dari awal oleh Baginda Raja, Patih Laya dan Ki Dalem Waringin segera dilakukan pada malam itu juga.

Setelah suasana penjara mulai sepi, Baginda Raja yang menyamar segera menuju ruang tahanan dimana Jaka Umbara berada. Para penjaga yang tengah berjaga dibuat tertidur dengan ajian Sirep. Sampai akhirnya Baginda Raja tiba di depan ruang tahanan Jaka Umbara.

Pemandangan yang tak layak dikatakan manusia jelas tergambar. Ruangan yang remang. Tempat kumuh dan sempit tanpa alas tidur. Makanan yang berserakan. Sementara tangan dan kaki Jaka dirantai.

“Apa yang Kakek lakukan di sini?”

Tiba-tiba suara dari dalam ruang tahanan mengejutkan Baginda Raja yang berdiri di depan ruang tahanan.

“Anak muda, aku ke sini sekadar ingin berbincang denganmu.”

“Adakah hal yang perlu kita bicarakan?”

“Darimanakah asalmu dan siapa namamu, wahai anak muda?”

“Keuntungan apa yang akan kita dapatkan atas namaku ini?”

“Barang kali Kakek bisa membantu menghilangkan status ketidakbersalahan-mu itu. Atau mungkin kau bisa menceritakan sedikit tentang dirimu padaku.”

Jaka tertawa ringan. “Apakah akan ada yang percaya atas apa yang kuucapkan nanti? Bahkan tanpa satu bukti yang nyata pun apalah artinya aku berkoar dengan keras di seluruh wilayah kerajaan ini.”

“Aku akan menjamin keselamatan dan dapat membebaskanmu dari masalah ketidakbersalahanmu. Namun, maukah kau ceritakan sedikit tentangmu, terutama kalung yang kau pakai itu?”

“Apakah aku dapat mempercayai Kakek?” Jaka bertanya dengan mantap. Berharap lawan bicaranya benar-benar mampu menolongnya keluar dari masalah yang dihadapinya saat ini.

“Kau dapat mempercayaiku. Kalau kau tak mau menceritakannya, aku takkan memaksamu.”

“Baiklah. Anggap saja aku memang percaya pada Kakek untuk sementara ini. Namaku Jaka Umbara, orang-orang di desaku biasa memanggilku Jaka..” Jaka mulai bercerita tentang kehidupan yang pernah dilaluinya hingga dirinya berakhir di ruang tahanan.

“Lalu, dari mana kau mendapatkan kalung yang kau pakai itu?”

“Ibu angkat bilang bahwa ini satu-satunya barang yang diberikan oleh ibuku ketika aku kecil dan selalu aku pakai ke mana pun.”

“Apa kau tahu siapa nama Ibumu? Ataukah kau ingin bertemu dengannya?”

Jaka tak segera menjawab. Suasana tiba-tiba menjadi hening untuk sejenak.

1
Aufaaaaa
thor,,yg benar bae,,yg masuk akal dikit napa,, mereka kan msh bocil,jd sesuaikan dgn umurlah,, koq kayak cerita bf seehh
Night Watcher
mcnya dibuat kyk idiot banget
spooky836
membosankan sampah
Siti rochmah Iyon
mana lanjutan jangan setengah" aku penasara sm jaka umbara n dewi maya sari
Iskandar Zulkarnain Zulkarnain
alur terlalu ribet...bingung mengikuti cerita.
Daryus Effendi
bosan bertele tele
Wahyu Indra
kurang niat untuk ngelanjutin ceritanya
Putra_Andalas
lama matinya klo ditusukkan ke Perut...beda cerita klo tusukan ke Ulu Hati atau Jantung..😂
Habsah Hermawan
Luar biasa
Putra_Andalas
udah separuh dibaca..gk ada Greget & serunya...STOP BACA dah..!!!
Putra_Andalas
mkin ksini bknnya mkin seru nih alur ceritanya...malah mkin receh gk jelas...😬
Putra_Andalas
gk jelas nih cerita...😵
Putra_Andalas
tiba² punya nama..itu yg kasih nama Bapaknya apa Author nya...?? 😁
nana 2024
banyak iklan ganggu aja sialanlu
Asri Parinding
mana ep. selanjutnya
Rusliadi Rusli
😥😥😥😥
Rusliadi Rusli
👍👍
Rusliadi Rusli
jangan terlalu di pikirkan jaka..guru akan baik"aja
Rusliadi Rusli
waduh
Rusliadi Rusli
sabar jaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!